NovelToon NovelToon
Papaku King Mafia

Papaku King Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Action
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Ardio adalah seorang mafia kejam sejak kematian istri yang meninggal karena di bunuh oleh musuhnya, padahal istrinya bari melahirkan seorang bayi.

Setelah kepergian istrinya, ia menjadi bertambah kejam, meskipun begitu, ia sangta lembut kepada putri kecilnya yang bernama Adel, bahkan menggantikan popok pun ia mau bahkan rela begadang agar buah hatinya tidak terganggu oleh masalah.

Hari ini ia sedang mengeksekusi penjahat yang ingin menganggu bisnisnya, Tiba-tiba saja ia mendapat telpon dari pengasuh anaknya jika Adel tidak bisa tidur tanpa dirinya, dan ia rela pulang, dan menyurh anak buahnya untuk mengeksekusi penjahat tersebut.

Meskipun ia mafia kejam, tapi ia adalah ayah yang penyayang.

Adel pun berusia masuk SMA favorit, tapi ia mendapatkan pembullyan daei teman Sekolahnya karena ada seorang pria primadona yang mendekatinya.

Sementara ia tidak sedikit pun menyukai sang primadona tersebut.

Tapi Adel menyimpan sendiri pembullyan itu hingga akhirnya di ketahui oleh Ardio.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

Beberapa tahun kemudian...

Musim berganti, dan putri kecil yang dulunya minta digendong kini telah tumbuh menjadi seorang remaja putri berusia lima belas tahun yang anggun.

Adelia kini bersiap melangkahkan kaki ke jenjang Sekolah Menengah Atas di SMA Garuda Bangsa, sekolah favorit paling bergengsi di kota yang diisi oleh anak-anak pejabat, pengusaha kelas atas, dan cendekiawan.

Di dalam kamar rias yang luas, Adel berdiri di depan cermin besar.

Ia merapikan kerah seragam putih abu-abu yang baru pertama kali dikenakannya, paras cantiknya yang mirip dengan almarhumah ibunya.

"Papa! Lihat, Adel sudah cocok jadi anak SMA belum?" seru Adel riang seraya berputar kecil memperlihatkan seragam barunya.

Ardio yang berdiri di ambang pintu kamar tersenyum tipis.

"Cantik sekali, Sayang," puji Ardio seraya melangkah mendekat.

Ia merapikan dasi abu-abu di leher Adel dengan kelembutan. "Putri Papa sudah besar sekarang. Rasanya baru kemarin Papa mengganti popokmu malam-malam sambil mendengarkan lagu nina bobo."

Adel tertawa renyah, menepuk pelan dada ayahnya.

"Papa ini selalu saja bahas popok! Adel sudah SMA, Pa! Nanti kalau ada teman Adel yang dengar, Adel bisa malu tahu!" kata Adel memasang wajah cemberut tapi tersenyum.

"Malu kenapa, hm? Di mata Papa, mau kamu sudah SMA, kuliah, atau menikah nanti, kamu tetap Princess Adelia kecil Papa," kata Ardio terkekeh pelan, mengacak lembut ujung rambut Adel.

"Iya, iya, Papa pahlawanku," jawab Adel manis.

Di luar balkon kamar. Di sana, di halaman depan, berbaris tiga mobil SUV black edition mengilap dengan puluhan pria berjas hitam yang berdiri tegap.

Adel membalikkan badan. "Tapi, Pa... soal hari pertama sekolah hari ini... Papa ingat janji Papa, kan?" pinta Adel memohon.

Ardio memiringkan kepalanya, pura-pura lupa. "Janji yang mana, Sayang?"

"Papa!" pekik Adel gemas seraya memegang kedua tangan Ardio.

"Adel tidak mau diantar sampai depan gerbang sekolah naik konvoi mobil mewah itu! Adel juga tidak mau dikawal pria-pria berjas hitam di dalam area sekolah! Adel ingin sekolah seperti anak-anak biasa, Pa. Adel tidak mau jadi pusat perhatian atau dianggap aneh oleh teman-teman baru Adel," kata Adel cemberut.

Ardio menarik napas panjang. Adel ingin untuk hidup sederhana yang membuat ia takut.

Membiarkan Adel tanpa pengawasannya akan membuat musuh-musuh punya kesempatan untuk menghancurkan Dia melalui Adel.

"Adel, dengarkan Papa. Dunia luar itu tidak secantik yang kamu bayangkan. Papa hanya ingin memastikan keselamatanmu..."

"Adel tahu Papa khawatir. Tapi Papa sudah ajari Adel cara menjaga diri. Paman Reno juga sudah ajari Adel teknik dasar pertahanan. Adel bakal hati-hati banget, Pa. Izinkan Adel mencoba rasanya jadi murid biasa ya? Tolong... demi Adel?" pinta Adel lembut.

"Baiklah. Papa izinkan kamu turun satu blok sebelum gerbang sekolah dan berjalan kaki ke dalam. Papa juga tidak akan menyuruh pengawal memakai jas hitam untuk berdiri di depan kelasmu," kata Ardio akhirnya, mengalah dengan helaan napas pasrah.

Mata Adel seketika berbinar terang. "Beneran, Pa?! Wah, terima kasih banyak, Papa! Papa memang yang terbaik di seluruh dunia!" Adel langsung melompat memeluk leher Ardio dengan erat.

Ardio membalas pelukan itu, mengusap punggung putrinya seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah Reno yang berdiri tegap di sudut ruangan.

Reno yang menangkap kode rahasia itu langsung mengangguk paham.

Tentu saja, Ardio tidak akan pernah membiarkan putri tunggalnya tanpa pengawal.

...******...

Dua jam kemudian, Adel telah berangkat sekolah dengan mobil sedan biasa yang dikendarai oleh sopir berpenampilan seperti warga sipil.

Di ruang kerja pribadinya yang dipenuhi layar monitor raksasa, Ardio duduk di kursi kebesarannya.

Di hadapannya, puluhan layar CCTV resolusi tinggi menampilkan seluruh sudut jalur menuju SMA Garuda Bangsa, hingga area koridor dan lapangan sekolah tersebut.

"Melaporkan, Bos. Sesuai perintah Anda, kami telah menerjunkan lima puluh personel pengawal terselubung. Sepuluh anggota menyamar sebagai petugas kebersihan sekolah, delapan orang menyamar sebagai penjual makanan di luar gerbang, lima orang masuk sebagai staf keamanan sekolah yang baru, dan tiga intelijen wanita terbaik kita telah terdaftar sebagai guru pengganti," ujar Reno seraya menyodorkan sebuah tablet digital kepada Ardio.

Ardio menatap layar monitor dengan tatapan tajam, mengamati setiap pergerakan di sekitar mobil yang ditumpangi Adel.

"Bagaimana dengan sistem keamanan digital sekolah?" tanya Ardio datar.

"Seluruh jaringan kamera CCTV SMA Garuda Bangsa telah diretas penuh oleh tim IT kita, Bos. Setiap sudut sekolah berada di bawah pengawasan kita dua puluh empat jam. Jika ada ancaman atau pergerakan mencurigakan dalam radius lima puluh meter dari Non Adel, tim eksekutor terdekat akan bergerak melumpuhkan target dalam waktu kurang dari sepuluh detik," jawab Reno mantap.

Ardio menyandarkan punggungnya di kursi mengusap dagunya pelan.

Matanya tertuju pada layar yang menampilkan Adel sedang berjalan kaki memasuki gerbang SMA Garuda Bangsa dengan senyum ceria.

"Adel ingin menjadi gadis biasa yang menikmati masa remajanya, Reno. Tugasku adalah membiarkan dia menikmati impiannya itu. Tapi tugas kalian... adalah memastikan tidak ada satu pun bajingan di sekolah itu yang berani merusak kebahagiaan putriku," bisik Ardio penuh ketegasan.

"Siap, Bos Ardio! Semua instruksi dijalankan tanpa celah!" tegas Reno penuh hormat.

Ardio menatap putrinya di layar monitor.

Di dalam hatinya, Ardio berjanji bahwa seberapa jauh pun Adel melangkah ia akan tetap ada untuk melindunginya.

1
Ariany Sudjana
wah seru ini
Tosari Agung
kak less buat ardio jadi psikopat karena dia akan dapat target utamanya si voctor itu
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Adelia bisa diselamatkan, tetap waspada yah
Diana Lely
Nah gitu dong...bantu anaknya gemes aku bacanya
siti Syamsiar
lanjut thor👍👍👍👍👍
less22: siappppp
total 1 replies
Siiealan
setiap bab terlalu pendek
Ambu Rinddiany Thea
rasain loh ,
Ambu Rinddiany Thea: 😂🤭/Facepalm/
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
mening ga usah d tutup tutup lah ardio drpd adel ntar tau dr orang lain , mening cerita pelan2 selain pengusaha , papa mu ini seorang mafia /Grievance//Applaud/
less22: ehaaaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
gas ngeeeeng adel , jadilah wanita terkuat ya 🫠
Ambu Rinddiany Thea
hadiiir ka lessss , maaf baru sempet buka 🤭,klo bisa anaknya juga d ajarin bela diri ya ka les biar yg buli tunduk smaa adel , kasian donk masa ayahnya mafia kelas kakap anaknya ga bisa apa2 ya ka less 🤭 /Pray/
Ambu Rinddiany Thea: iiih keren ath laaah /Ok//Good//Heart/
total 2 replies
Luna
wah MC nya mas duda lagi👍,🤭🤭🤭
less22: asoyyyyyyyyy🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!