NovelToon NovelToon
Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:44.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Senjahari_ID24

Blurb

Arjuna Syailendra dan Anggita Jelita, menerima perjodohan demi kepentingan masing-masing. Bersama bukan karena cinta, tetapi hanya sebatas azas manfaat.

Akankah rasa berdebar tak terencana tumbuh di hati mereka? Sementara Arjuna hanya menganggap Anggita sebagai pelampiasan dari cinta tak berbalas di masa lalu.

Ikuti kisah mereka yang akan menguras emosi. Selamat membaca🤗.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjahari_ID24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8a

BAB 8a

Arus parjalanan terbilang lancar juga didukung cuaca cerah. Kendaraan mewah yang ditumpangi Juna melesat membelah jalanan. Sejak mobil dipacu sopir melaju pulang, senyuman tak diundang terus tersungging manis di wajah tampannya.

Memandang lepas ke luar jendela, ada rasa asing menggelitik di dada. Mengganggu, tetapi dia suka. Juna melirik ke jok di sampingnya. Berbagai macam oleh-oleh menumpuk, dibelinya di pusat sentra oleh-oleh Pekalongan yang dilaluinya tadi.

Setelah menikah, setiap kali bepergian ke luar kota maupun luar negeri, Juna selalu menyempatkan diri membeli buah tangan. Walaupun biasanya yang disuruh membeli dan memilih adalah Pandu atau sopir.

Akan tetapi untuk kali ini entah apa yang mendorongnya. Juna turun sendiri dan memilah sendiri. Si sopir yang menyaksikan gelagat Juna di luar kebiasaan, menggaruk kepalanya tak gatal. Ini merupakan pertama kalinya sang bos begitu antusias. Memilih dan bertanya tentang oleh-oleh khas yang paling famous dan digemari. Sampai-sampai pikiran si sopir berkelana. Mungkinkah atasannya itu ketumpangan jin penghuni lahan pabrik baru?

"Sesampainya di Jakarta jangan ke rumah dulu, antarkan aku ke Rumah Sakit Siloam," titah Juna pada si sopir dengan raut berseri.

"Baik, Pak."

*****

Anggi memindahkan channel televisi sesuai permintaan Ningrum. Sudah dua malam Anggi menginap di rumah sakit, cukup untuk membuyarkan sedikit rindu beratnya pada ibunya walaupun tidak bisa berbaring berpelukan yang penting satu ruangan.

"Ibu mau makan buah?" tanya Anggi.

"Ibu sudah kenyang. Sebaiknya kamu makan malam dulu. Ini sudah jam tujuh. Ibu perhatikan, kamu belum menyantap apa pun sejak tadi siang."

Ucapan Ningrum bersamaan dengan gemuruh yang berbunyi dari perutnya. Anggi menurunkan pandangan, lalu mengusap perutnya yang melilit.

"Sepertinya aku memang butuh makan." Anggi terkekeh. "Ibu enggak apa-apa ditinggal sebentar? Aku cari makan dulu ke kantin di lantai bawah."

"Pergilah, Nak. Biar perawat saja yang menjaga Ibu. Jangan khawatir."

Kantin rumah sakit tampak cukup ramai. Banyak yang bersantap mengisi perut di sana. Rata-rata adalah orang-orang yang juga menunggui keluarganya yang sedang sakit.

Sebetulnya Anggi bisa saja memesan makanan agar diantar langsung ke kamar perawatan ibunya. Akan tetapi Anggi khawatir, ibunya terpancing ingin mencicipi menu yang dimakannya karena asupan makanan untuk Ningrum diatur ketat guna mempercepat pemulihan.

Anggi menghampiri stand penjual bakso. Sejak berjalan turun tadi menu yang satu ini terus melintas di benaknya. Kuah bakso yang hangat dan pedas sudah terbayang mampu menyegarkan mood juga mengenyangkan perut. Ia memesan satu porsi bakso komplit juga segelas teh tawar hangat.

Anggi mendesah lega sembari mengusap perut setelah menandaskan isi mangkuk dan gelasnya. Sejak tadi siang sebetulnya ia tidak berselera makan akibat ulah Ayu yang membebani pikiran juga jiwanya. Hanya saja tubuhnya berkata lain, dan Anggi pun sadar, bahwa tubuhnya tetap harus diberi asupan haknya agar kuat menghadapi kenyataan hidup.

Anggi memutuskan berdamai dengan takdirnya kini. Memusuhi pun tiada guna, tak menjadi solusi. Setidaknya masalah finansial berat yang merecoki keluarganya dapat terselesaikan melalui jalan halal walaupun jiwanya banyak terluka, yang penting ibunya selalu tersenyum.

"Anggi."

Saat namanya ada yang memanggil otomatis Anggi menoleh. Mengembuskan napas jengah ia beranjak dari duduknya untuk segera pergi. Sosok yang memanggilnya tak lain adalah si pria pecundang yang mudah tergoda s*langkang*n murahan.

"Hei, kalau orang menyapa itu dijawab, manis." Hendrik mencekal pergelangan tangannya. Tersenyum miring penuh minat. "Kamu semakin cantik saja setelah menikah," ujarnya tak tahu malu.

"Aku tidak sudi menjawab sapaan buaya. Aku hanya menjawab sapaan manusia!" cibir Anggi sinis. Anggi menyentak tangannya kasar agar terlepas dari cekalan Hendrik.

"Apa kamu bilang, buaya? Jangan sok suci!" ujarnya berang. "Kamu pasti merayu atasanmu menggunakan tubuhmu dan menjebaknya untuk diperistri supaya bisa menjadi nyonya besar! Aku penasaran, senikmat apa rasamu sampai-sampai orang kaya raya seperti dia memilihmu untuk dipersunting," tuduhnya seenak jidat.

Ingin sekali Anggi menonjok wajah Hendrik sekarang juga jika tidak ingat harus menjaga citra diri di luaran, seperti yang diwanti-wanti Juna kepadanya.

"Bukan urusanmu. Tubuhku milikku, jadi terserah mau kuapakan! Sebaiknya kamu urusi saja Vania. Atau jangan-jangan, dia mulai berpaling darimu? Asal kamu tahu. Wanita yang kamu puja dengan membuangku, beberapa hari lalu nekat merayu suamiku di tempat umum. Jaga dia baik-baik, supaya tidak binal!"

"Anggita!"

Gema suara jantan yang sangat familiar di telinga Anggi mengisi ruang kantin. Anggi berbalik, memicing kebingungan dengan kedatangan pria yang katanya akan pergi satu minggu, tetapi tiba-tiba muncul lebih cepat.

"Mas Juna?"

TBC

1
Suherni 123
bawang lagi... bawang lagi 😭😭😭
Suherni 123
ikut terharu,,, selamat datang baby boy, selamat buat Juna dan Anggita
Suherni 123
bawang lagi 😭
Suherni 123
bawang... bawang 😭😭😭😭
Suherni 123
uji nyali ya Jun 😄😄😄
Suherni 123
mewek lagi 😭😭😭😭😭
Suherni 123
mulai 🥹🥹🥹🥹
Suherni 123
baca terakhir tuh nyeseknya kerasa banget,, ikut sedih 🥹
Jong Nyuk Tjen
terimakasih thor , ceritanya bagus sekali dgn kata2 yg bagus jg . salam sehat sejahtera , bahagia n sukses selalu
Jong Nyuk Tjen
rasain deh s ayu , anak ga tau diri. Ud hamil ga tau siapa bapaknya eh gilany msh aj berjudi hasil jual jam tangan adikny. Mending s ayu masuk sel aj deh biar tau rasa
Jong Nyuk Tjen
ternyata s ayu itu jd PSK ya , kasian. Muka cantik tp ga d manfaatkan dgn cara yg bener
Jong Nyuk Tjen
dr pertama baca , bnyk sekali kata2 yg bagus n bermakna dalam utk kita renungkan. Terimakasih thor
Jong Nyuk Tjen
enak ya Jun skrng posisi ny terbalik. kamu skrng yg hrs mengalah ke anggi
😂
Jong Nyuk Tjen
😂😂😂
Jong Nyuk Tjen
good jobs anggi , buang semua yg ad kaitannya dgn vn , viona
Jong Nyuk Tjen
ternyata s ajun itu bodoh ny setinggi gunung , tampan n tajir tp cinta ny ke viona bertepuk sebelah tangan , aku kira dia sebut2 namany viona itu ternyata cuma dia ny aj yg gila ke viona . Kasian deh kamu jun
Nur Inayah
aku baca lagi entah yg sudah keberapa puluh kali, habisnya cerita ARNGGI ini bikin candu, gak ada kata bosan🤭🤭
valent
baca ulang lg , kangen juna - anggi , lg bosen jg di NT ngga nemu2 cerita yg bagus .


kak ,kapan nulis lg ?
Qothrun Nada
gk nyangka kan Anggi,calon anakmu membantu mu menuntaskan dendam mu, Arjuna gk berkutik kan kalau menyangkut anak😀
Qothrun Nada
si Arjuna itu yg harusnya mengalami mual dan muntah, ngidam pengen makan ini dan itu, biar tau rasa 😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!