NovelToon NovelToon
Kau Rebut Kekasihku, Ku Nikahi Ayahmu

Kau Rebut Kekasihku, Ku Nikahi Ayahmu

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Pengantin Pengganti / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Nikahi aku Om!"

Di hari yang seharusnya menjadi gerbang kebebasannya, Auryn Athaya Wiguna justru ditinggalkan di pelaminan. Calon suaminya kabur bersama seorang gadis remaja, meninggalkan noda malu yang tak terhapuskan bagi keluarga Wiguna. Namun, saat dunia seolah runtuh, Auryn melihat sebuah peluang di tengah kerumunan tamu, Keandra Mahessa, ayah dari gadis yang menghancurkan pernikahannya.

"Putrimu membawa kabur calon suamiku. Jadi, Om harus bertanggung jawab!"

Tanpa bantahan, pria matang berusia 38 tahun itu mengiyakan. Dengan mahar seadanya dan tatapan yang sulit dibaca, Keandra menarik Auryn ke dalam ikatan suci yang tak terduga. Bagi Auryn, pernikahan ini adalah senjata. Jika Leandra Mahessa merebut kekasihnya, maka ia akan merebut posisi tertinggi di hidup Lea, menjadi ibu tirinya.

"Kamu merebut kekasihku, maka akan kubuat hidupmu seperti neraka, Lea." Namun, Auryn tak menyadari bahwa menikahi Keandra berarti masuk ke dalam sangkar emas milik pria yang jauh lebih berbahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi Yang Panas

Pagi itu, sinar matahari menembus jendela kaca besar di ruang makan keluarga Mahessa, menciptakan bayangan panjang di atas lantai marmer yang mengilat sempurna. Auryn melangkah keluar dari kamar dengan perut yang terasa keroncongan, bunyi nyaring dari dalam perutnya seolah menjadi alarm yang memerintahnya untuk segera mencari sumber energi. Ia masih mengenakan piama satin hitamnya yang elegan, namun rambutnya yang sedikit berantakan memberikan kesan menggoda yang alami.

Setibanya di ruang makan, ia disambut oleh pemandangan yang sangat tak hangat. Jeandra sudah duduk di kursinya. Di hadapannya, Anjani tengah sibuk menata piring-piring dengan gerakan yang sangat terukur.

"Jam segini baru keluar kamar, mau jadi wanita apa kamu?" sindir Anjani secara halus, namun ketajaman suaranya mampu memotong keheningan pagi. Ia tengah menuangkan sirup ke atas waffle milik Keandra tanpa sedikit pun menoleh pada Auryn.

Auryn tidak terkejut. Ia sudah biasa menghadapi lidah tajam ayahnya, jadi sindiran Anjani baginya hanyalah angin lalu. "Memangnya kalau bangun siang otomatis berubah jadi ratu iblis, Oma? Kan tidak. Aku hanya sedang menyesuaikan diri dengan bantal mahal di rumah ini," balas Auryn dengan nada santai yang memprovokasi.

Tanpa menunggu dipersilakan, Auryn menarik kursi tepat di sebelah Keandra. Suara gesekan kaki kursi dengan lantai marmer terdengar nyaring, membuat Anjani terlonjak kaget.

"Kamu ... benar-benar anak yang tidak sopan! Astaga ... aku merasa kedatanganmu adalah sebuah kutukan di keluarga ini," ucap Anjani sambil memegangi kepalanya yang mendadak terasa pening.

"Memang," balas Auryn singkat. Ia meraih sebuah apel merah dari keranjang buah di tengah meja dan menggigitnya dengan bunyi krak yang keras, membiarkan sari buahnya membasahi bibirnya. Ia menatap Anjani dengan senyuman tipis yang penuh kemenangan.

"Apa Oma tahu? Cucu perempuan kesayangan Oma telah membawa kabur calon suamiku. Dia menghancurkan martabatku di depan ratusan tamu. Maka dari itu, Om Keandra yang harus menggantikan posisinya. Aku datang ke sini sebagai kutukan yang nyata untuk cucumu itu. Katakan padanya, ibu tirinya sudah menunggu di rumah," lanjut Auryn dengan nada bicara yang rendah namun penuh penekanan.

"Kamu—" Mata Anjani membulat sempurna. Ia menoleh ke arah Keandra yang baru saja tiba dan duduk dengan tenang. "Kean, kamu dengar itu?! Dia menikah denganmu hanya karena ingin balas dendam pada Lea! Dia ingin menghancurkan anakmu! Dia ini wanita tidak benar, Kean!"

Auryn hanya terkekeh, tidak merasa terhina sedikit pun. "Wanita yang merebut pasangan orang lain ... itu baru wanita benar ya menurut standar Oma?"

Keandra menghela napas panjang, sebuah helaan napas yang terdengar sangat lelah. "Sudahlah, Ma. Masih pagi kok sudah ribut. Ada Jeandra di sini, nanti dia dengar obrolan dewasa dan menirunya. Aku tidak ingin putraku tumbuh di lingkungan yang penuh teriakan," tegur Keandra dengan suara baritonnya yang dingin.

Anjani mendengus kesal. "Terserah! Kamu uruslah istrimu dan anakmu sendiri! Mama lelah!" Ia meletakkan piring kecil berisi potongan waffle milik Jeandra dengan sedikit bantingan, lalu melangkah pergi meninggalkan ruang makan dengan sisa amarah yang menggebu.

Suasana ruang makan menjadi hening sejenak setelah kepergian Anjani. Keandra menarik piring karakter berbentuk mobil milik putranya dan meletakkannya tepat di hadapan bocah berusia empat tahun itu.

"Makan sendiri. Andra sudah besar, kan? Gunakan sendok dan garpunya dengan benar, jangan seperti bayi. Daddy sudah mengajarkan caranya berulang kali. Jangan buat orang lain repot," ucap Keandra tegas, hampir tanpa emosi, sebelum ia kembali fokus pada makanannya sendiri.

Auryn terdiam sesaat, matanya terpaku pada sosok kecil Jeandra. Ia merasakan sebuah empati yang mendalam. Cara Keandra bicara pada Jeandra mengingatkannya pada cara ayahnya memperlakukannya dulu, selalu menuntut kemandirian tanpa memberikan kehangatan. Ia melihat tangan mungil Jeandra gemetar saat berusaha menggenggam sendoknya. Bocah itu menatap piringnya dengan pandangan lesu, seolah makanan di depannya adalah beban berat.

"Andra mau Mommy suapin, Sayang?"

Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Auryn, tanpa ia rencanakan. Keandra tersedak potongan waffle-nya sendiri, matanya membelalak menatap Auryn yang dengan sangat natural menyebut dirinya sendiri sebagai Mommy.

Jeandra, di sisi lain, langsung mendongak. Matanya yang bulat berbinar-binar seperti menemukan secercah harapan. "Mau Mommy!" seru Jeandra riang. Tanpa diperintah dua kali, ia turun dari kursinya, mendekap piring mobilnya, dan berlari kecil mendekati Auryn.

"Pelan-pelan, nanti jatuh," ucap Auryn lembut sembari membantu Jeandra duduk di kursi sebelahnya. Dengan gerakan telaten, ia mulai memotong kecil-kecil waffle itu, meniupnya sedikit, dan menyuapkannya ke mulut Jeandra.

"Mommy, Mommy tinggal lama dicini ciii? Jangan bental bental, bial Andla di cuapi telus. Oma celing malah, ceteleees otak Andla kalau Oma cudah teliak-teliak," ucap anak itu dengan mulut menggembung penuh makanan.

Auryn tertawa kecil, sebuah tawa tulus yang jarang ia tunjukkan. Ia kemudian melirik Keandra yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan kening berkerut, seolah-olah sedang melihat fenomena alam yang aneh.

"Putra Om cungkring banget, Om tidak sanggup kasih makan ya? Atau Om terlalu sibuk cari uang sampai lupa beli susu formula yang bagus?" sindir Auryn pedas.

"Heuh?" Keandra syok.

1
Marina Tarigan
lanjut
Marina Tarigan
balasan pdmu Lea karena marahmu sm om mu dan ayrun kakimu nganga sm Digta hamil deh gadis dibawah umur tp bisa buat anak mknya jgm kegatelam dpt kado deh luar biasa
Nhaty
keandra kualat, seenaknya menghancurkan hidup orang yg tdk tau salah apa ,mlh berbalik ke anaknya sendiri , hukum tabur tuai
Marina Tarigan
hanis gelap yerbitlah terang dan sukavita
Nhaty
mendidik anak dgn tegas boleh saja asal jgn pernah membandingkan anak satu dgn anak yg lainnya, karena kemampuan setiap anak itu berbeda-beda
Marina Tarigan
lanjut yulisannya yg terbaik
Marina Tarigan
semua keluarga yg terlibat sdg sakit malaria perlu pol kina mengobati suhi tunihnya
Marina Tarigan
lamjut ceritanya bagus tdk perlu dicontoh
Marina Tarigan
lanjut tjour
tudehun
/Ok/
Warnilah Ummu faliha
b
Nani Te'ne
suka
Marina Tarigan
berarti bukan anak kandung tapi anak saudara kenspa kea begitu kasar pd sìryn odhal anak luar nya
Marina Tarigan
semoga Kaendra meninggal supaya semua manudoa disekitst zKaenrfra merasa puas terutama zAurym
Marina Tarigan
lemparkan saja auryn itu kelaut sama dia sdh menginjal harha dirimu ksenfra
Marina Tarigan
sean kamu mahasidwa kedotersm sblm kamu ketemu dgn zauurin mereka sdh memikah juga kamu nehur suyrin di kampir ayurin sfh idtri orang kamu itu cari penyakit
Marina Tarigan
thoir walaipun ono verita biltif nuat lah pernikahan Airyn fan Kaendra petnokahan manudia bukan pernikahan hewan gimamapun awslmua sbgai manusia beradap jgnlah pernikahan itu jd leluvon dam Aufum yh keras kepala melawan pemnamgkang tolomglah earaskan sediliy larsktetmua dm lek kelustganya tfk pimya adsp fia uh memaksa kaendra swal
Anre1201
Bagus
Mutia Mobile
😭😭😭 aku jadi sedih
Marina Tarigan
rmh tgga margasatwa a
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!