NovelToon NovelToon
Kapan Cinta Datang?

Kapan Cinta Datang?

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Evelyn12

"Menikah tentulah merupakan hal yang sangat didambakan seseorang. Apalagi menikah dengan orang yang kita inginkan dan kita cintai."

" Namun, bagaimana jika kamu menikah atas dasar keterpaksaan? Disisi lain, kamu ingin melihat orang tua mu bahagia, tapi disisi lain kamu masih terjebak dimasa lalu. Seolah cintamu sudah habis dimasa itu."

"Menjalani semuanya tanpa perasaan cinta. Akankah berakhir bahagia? Atau justru malah menambah masalah baru untuk aku... dan juga dia..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Ingin Dianggap Ada

"Sudah tiga bulan berlalu, aku dan mas Dimas masih saja terasa asing. Aku yang selalu merasa sendirian, sedangkan mas Dimas sibuk dengan dunianya sendiri."

***

Naina duduk di lantai dengan menyandarkan punggungnya pada tepi kasur, kedua tangannya memeluk lutut, pikirannya berkecamuk.

Sepi

Hening

Hampa

"Seperti apa rasanya di cintai dengan hebat?"

"Seperti apa kehangatan itu?"

"Seperti apa bahagia itu?"

"Seperti apa rumah tangga yang indah itu?"

"Aku masih sangat berharap semua ini akan indah pada waktunya. Hanya kalimat ini yang bisa aku jadikan untuk menghibur diri."

Naina berjalan pelan. Ia melihat di ruang tamu Dimas sedang asik dengan ponselnya, sesekali ia terlihat tersenyum menatap ldiri itu.

Naina mendengus. Ia kembali berjalan menuju dapur, hanya tempat itu yang bisa membantunya melupakan semua beban pikiran, walau hanya sesaat. Lelah tubuh masih bisa di tahan, tapi lelah hati siapa yang tau?

Tak terasa air mata Naina sudah membasahi pipi. Ia menangis tanpa suara karena takut Dimas akan mendengarnya. Tubuhnya seketika terasa lemas. Lagi-lagi ia hanya bisa duduk diam, ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dengan pundak yang terus saja bergetar.

"Aku selalu berusaha untuk bersyukur. Tapi semua yang terjadi membuat aku sadar diri. Hati selalu bertanya, layak kah aku bahagia?"

"Dikehidupan yang satu kali ini, bisakah aku mendapatkan kebahagiaan itu?"

"Sesepi ini hidupku setelah menikah. Aku pikir, setelah menikah tidak ada lagi penderitaan yang aku alami. Setelah aku berperang dengan penderitaan fisik, sekarang aku pun harus berjuang melawan penderitaan batin."

"Tidak ada yang mengerti diriku selain aku sendiri. Aku hanya bisa memeluk diri sendiri dan selalu meyakinkan bahagia ku akan datang. Cinta itu akan datang."

"Semua yang aku alami membuat aku bertanya-tanya, setidak layak kah aku ini Tuhan?"

*

Dimas yang hendak mengambil air minum menghentikan langkah saat melihat Naina. Ia tau, gadis itu sedang menangis, tapi pria itu hanya diam, kemudian berbalik arah. Ia kembali ke ruang tamu. Ia seperti ragu, apakah harus menghampiri Naina atau diam tentu lebih baik.

Dimas tertunduk, didalam lubuk hatinya yang paling dalam, ada rasa bersalah dan merasa kasian pada Naina.

"Maafkan aku..." Benak Dimas. Ia menghela nafas berkali-kali. Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam ada rasa tidak tega pada gadis itu.

Dimas berjalan pelan mendekati Naina. Pria itu berjongkok, kemudian memegang pundak Naina membuat gadis itu sedikit tersentak kaget.

"M--mas?" Ucap Naina sembari menyeka air mata. "Sejak kapan Mas disini?" Sambungnya.

"Maafin aku ya, Nai." Balas Dimas menatap sayu. "Gara-gara aku, kamu banyak menanggung beban pikiran."

"Tidak, Mas. Aku hanya teringat dengan kedua orang tuaku." Naina menyangkal.

"Jangan berbohong."

Naina memalingkan wajah.

"Seharusnya aku tidak bersikap seperti ini. Maaf jika perkataanku sering bikin kamu sakit, sikapku juga."

"Seharusnya aku jangan egois. Aku yang membawamu ke pernikahan ini, aku pula yang membuat kamu menderita."

Mendengar ucapan Dimas, Naina hanya diam.

"Aku yang berusaha melindungi diri sendiri, malah membuat masalah baru dengan melibatkan orang lain."

"Semua sudah terjadi, Mas. Aku pun memaklumi jika Mas tidak mencintai ku. Aku tidak begitu paham apa yang sudah Mas lalui, lalu tiba-tiba menikah dengan orang asing. Aku sangat sangat memaklumi itu." Jawab Naina. "Lalu sampai kapan kita akan seperti ini?"

"Aku juga tidak tau. Sampai hari ini aku merasa semua seperti mimpi."

"Sudah tiga bulan berlalu hubungan kita tidak ada kemajuan sama sekali. Mas yang sibuk dengan dunia Mas sendiri tanpa memikirkan bagaimana perasaan ku."

"Mas selalu bilang padaku, beri tau jika ada sesuatu yang aku butuhkan. Tapi, Mas seolah tidak memberi kesempatan untuk aku berbicara. Mas selalu menghindar dan selalu mencari kesibukan sendiri. Jangankan hal lain, waktu saja Mas tidak ada untuk ku." Ucap Naina panjang lebar, ia seperti bom waktu yang meledak.

"Banyak hal yang aku pendam selama ini, Mas. Aku tetap tersenyum dan tidak banyak menuntut karena aku takut terjadi pertengkaran diantara kita berdua." Sambung Naina, Dimas hanya diam mendengarkan semua perkataan Naina. Ia membiarkan gadis itu meluapkan segala emosinya.

"Dan sekarang apa yang kamu inginkan, Nai?" Tanya Dimas kemudian.

"Aku hanya ingin di anggap, Mas. Itu saja." Air mata kembali membasahi pipi Naina. Ia menangis terisak hingga membuat nafasnya tersenggal-senggal.

Dimas merangkul Naina, untuk pertama kali ia memeluk gadis itu. Tangis Naina semakin pecah. Apa yang ia bendung selama ini seakan tumpah. Dimas semakin mendekap tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"Aku hanya ingin di anggap ada." Ucap Naina yang membuat Dimas semakin merasa bersalah.

*****

1
pojok_kulon
Kamunya setia belum tentu dia yang disana juga setia sama kamu Dim 🤭🤭
pojok_kulon
Duh gemasnya
pojok_kulon
Pasti Dimas menunggu cinta pertamanya ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!