NovelToon NovelToon
Satu Di Hati

Satu Di Hati

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: mom fien

Satu di Hati.
Kamu seperti matahari,
Hangat di pagi hari,
Menyengat di siang hari,
Meredup saat senja hari.
Namun kamu tetap satu di hati.
# Red_Dexter (pinterest)

Kisah cinta ringan antara Erick dan Jeny. Bagi Erick, Jeny adalah mataharinya, ia tidak bisa hidup tanpanya.
Keraguan, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Jeny.
Senja, waktu favorit Jeny, dan Erick memastikan bahwa Jeny harus melihat kearahnya saat senja.

Kisah nyata seorang kenalan, dengan bumbu dramatisasi, untuk menemani kamu melepas penat menjelang tidur agar bermimpi indah tentang cinta.

Full of love,
Author ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom fien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah tingkah

"Jen aku mau taruh tas dulu di kamar, mau ikut liat kamar?."

"Ya, aku kemarin belum lihat area hotelnya. Kakak cuma bawa tas ini aja?"

"Ya, cukup untuk 1 malam."

"Desain kamar hotelnya bagus juga, dapat pemandangan bukit pula", ucapku.

"Loh memang kalau villa kalian ga liat pemandangan ini?."

"Ga keliatan langsung dari kamar kak."

"Ooo... mau nyantai dikamar atau jalan-jalan?", tanya kak Erick.

"Katanya ada diluar resort ini ada curug, jaraknya ga jauh kak cuma 1 jam perjalanan, menurut si staff hotel kemarin sih. Eh maaf... aku lupa kakak kan baru sampai, nyetir sendiri pula, kita main permainan di resort aja kak."

"Ga kok, aku sudah lama ga main ke curug, lagian di kamar kamu ada kolam air hangat kan Jen?"

"Iya ada, jacuzzi juga ada, kita pulang curug berendam aja sampai puas.", ucapku.

"Ok, ayo kita jalan sekarang Jen, kalau kesorean takut hujan".

Kupikir perjalanan mini trekking merupakan pilihan tepat untuk menghabiskan waktu panjang tanpa ada celah untuk bersikap canggung, ternyata sepertinya aku salah. Kak Erick sering membantu melewati medan yang sulit ataupun licin. Awalnya ia hanya memegang lenganku, lalu tanpa disadari kami berpegangan tangan, kemudian semakin lama ia ga canggung untuk memegang pinggangku, bahkan mengangkat badanku untuk mempermudah aku melewati medan tertentu. Sial, kenapa aku ngajak kak Erick kesini sih, jujur saja ini bukan sekedar canggung lagi, jantungku berdebar kencang meski kami hanya berpegangan tangan saat ini.

Aku hanya banyak diam, kak Erick mengasumsikan diam itu dengan kata lelah, andai dia tau kalau aku sibuk menutupi salah tingkahku karena ulah dia.

"Kita duduk agak lama aja dulu Jen, itung-itung ngumpulin tenaga buat turun nanti."

"Aku ga cape kok kak, kita foto-foto aja sebentar udah gitu turun, nanti kalau hujan lebih licin lagi jalannya", padahal aku takut semakin lama aku disini semakin aku salah tingkah dibuatnya.

"Jen aku ke kamar dulu ya ambil baju, baru aku nanti nyusul ke kamar kamu", ucapnya sesampainya di area resort.

"Baik kak."

Begitu masuk kamar, aku memastikan kamarku sudah dibersihkan oleh petugas hotel, dan tidak berceceran barang-barang pribadi yang bisa membuatku salah tingkah.

Ting tong...

"Jen... kamar villanya cukup besar ya.", ucapnya sambil melihat-lihat kamarku.

"Iya kak."

"Kamu ga mau langsung berendam Jen? biar hangat abis main air di curug."

"Iya mau tadi aku cuma nunggu kakak kok."

"Ooo... ayo Jen", kak Erick langsung membuka baju dan celana jeansnya, hanya menyisakan celana renang yang melekat pada tubuhnya.

Ini bukan pertama kalinya aku melihatnya hanya menggunakan celana renang, tapi ini pertama kalinya aku gugup hanya karena melihatnya minim baju begini.

"Aku ganti baju dulu kak."

Dibalik pintu kamar mandi aku menenangkan jantungku. 'Jen tenang, jangan berlebihan', ucapku pelan pada diri sendiri. Aku menarik nafas panjang, menghembuskannya perlahan dan mengulangnya beberapa kali lagi sampai aku lebih tenang.

"Ini kak, untuk kakak", aku memberikan beberapa minuman kaleng dan snack yang aku letakkan di pinggir kolam.

"Suasananya enak juga Jen, agak romantis gitu".

"Iya kemarin aku sama Belva juga bilang hal yang sama. Kalau malam kita bisa lihat bintang cukup dari kolam ini kak."

"Aku senang bisa menikmati saat seperti ini sama kamu Jen."

Aku ga tau harus menanggapinya seperti apa jadi aku hanya mengacuhkannya, memalingkan wajahku dan mengambil minuman, kurasa aku butuh minuman beralkohol supaya bisa lebih tenang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!