NovelToon NovelToon
Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Status: tamat
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:33.6k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Akselia Kinanti terbangun dalam genangan darahnya sendiri. Tangannya meremas perut yang kram hebat.

"Kamu... harus bertahan," bisiknya pada perut yang mulai terasa dingin.

Ponselnya berdering. Notifikasi siaran langsung : Kevin Pratama & Karina Adelia - Live Engagement Party.

Jemarinya gemetar membuka video itu. Di layar, Kevin tersenyum lebar, merangkul pinggang Karina Adelia model terkenal dengan gaun putih yang berkilau. "Aku sudah lama menunggu momen ini," kata Kevin di depan ratusan tamu.

Akselia tertawa pahit. Darah masih mengalir dari tubuhnya.

"Ini pasti salah paham," gumamnya lemah. Tapi matanya yang mulai sayu menatap cincin murah di jarinya, cincin yang Kevin bilang 'sementara'.

Gelap.

Ketika matanya terbuka lagi, Akselia bukan lagi pelayan restoran lemah yang mencintai pria salah. Dia adalah mantan pelatih bela diri yang pernah bikin lawan-lawannya menangis minta ampun.

"Kevin Pratama... Karina Adelia..."

Senyumnya tajam. Berbahaya.

"Permainan baru saja dimulai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 - PERTEMUAN BERBAHAYA

DUA HARI KEMUDIAN - HOTEL GRAND INDONESIA

Akselia berdiri di sudut ballroom mewah, mengamati kerumunan orang-orang elite Jakarta. Gaun mahal, jas bermerek, perhiasan yang harganya lebih mahal dari satu tahun gajinya dulu sebagai pelayan restoran.

Arjuna sedang berbincang dengan beberapa pengusaha di tengah ruangan. Akselia menjaga jarak, cukup dekat untuk bertindak kalau ada bahaya, cukup jauh untuk tidak mengganggu.

Dia mengenakan setelan hitam formal celana panjang, kemeja putih, blazer pas badan. Rambut pendeknya disisir rapi ke belakang. Penampilannya androgini, tidak terlalu feminin tapi tetap menarik perhatian.

"Nona yang di sudut," sapa seseorang.

Akselia menoleh, seorang perempuan cantik berusia awal tiga puluhan mendekat dengan gelas anggur di tangan. Gaun merah marun pas badan, rambut terurai, senyum menggoda.

"Ya?" jawab Akselia datar.

"Kamu pengawal Arjuna yang baru ya? Namanya Selia kalau tidak salah?"

"Benar, dan Anda?"

"Diana, teman lama Arjuna." Perempuan itu mengulurkan tangan. Akselia menjabatnya singkat. "Kamu cantik sekali, sayang kerjanya di bidang yang kasar seperti ini."

"Saya suka pekerjaan saya."

Diana tertawa kecil. "Tegas... Aku suka, pantas Arjuna pilih kamu." Dia mendekat sedikit, menurunkan suara. "Tapi hati-hati, acara seperti ini penuh dengan ular berbisa. Termasuk..."

"Kevin Pratama," potong seseorang dari belakang.

Akselia membeku.

Kevin berdiri tiga meter di belakangnya, mengenakan jas hitam sempurna dengan dasi perak. Di sampingnya, Karina Adelia dalam gaun putih ketat yang memperlihatkan lekuk tubuh sempurnanya. Perempuan itu memeluk lengan Kevin posesif.

"Diana," sapa Kevin dengan senyum palsu. "Masih suka gosip rupanya."

"Kevin, Karina." Diana tersenyum manis, tapi matanya dingin. "Kalian terlambat, acara sudah mulai setengah jam lalu."

"Kami sibuk," jawab Karina ketus. Matanya menatap Akselia dari atas ke bawah. "Dan kamu siapa?"

Akselia berbalik perlahan, menghadap mereka. Jantungnya berdetak keras tapi wajahnya tetap tenang, topeng sempurna yang sudah dia latih berbulan-bulan.

"Selia Ananta, pengawal pribadi Tuan Arjuna Mahendra."

Karina mengerutkan kening. "Pengawal? Perempuan?"

"Ada masalah?"

"Tidak, cuma..." Karina tertawa meremehkan, "...aku tidak tahu Arjuna sudah seputus asa itu sampai pakai pengawal perempuan. Atau ini cuma dalih dia buat pelihara perempuan cantik?"

Diana menarik napas tajam. Akselia tetap diam, tapi jari-jarinya mulai mengepal.

Kevin, yang sejauh ini cuma mengamati, tiba-tiba melangkah lebih dekat. Matanya menelusuri wajah Akselia terlalu lama, terlalu intens.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanyanya pelan.

Akselia menatap langsung ke mata Kevin. Mata yang dulu menatapnya dengan cinta palsu, mata yang sekarang menatapnya dengan rasa penasaran.

"Tidak pernah," jawabnya datar. "Saya baru pindah ke Jakarta tiga bulan lalu."

"Aneh, Kamu seperti... familiar."

"Mungkin saya mirip dengan seseorang yang pernah Anda kenal."

Kevin masih menatapnya. Akselia menahan napas, siap dengan alibi kalau Kevin tiba-tiba ingat.

Tapi Karina menarik lengan Kevin, cemberut. "Sudah, Kevin. Jangan menatap perempuan lain di depan aku."

Kevin mengalihkan pandang, tersenyum pada Karina. "Kamu cemburu? Lucu sekali."

"Aku tidak cemburu. Aku cuma..." Karina melirik Akselia dengan tatapan tajam, "...tidak suka kamu menatap pelayan seperti itu."

Pelayan.

Kata itu menohok tepat di dada Akselia. Memori lama menyeruak, Karina yang menelepon, menyebutnya "pelayan murahan". Akselia yang tergeletak berdarah di apartemen.

Tapi dia tidak bereaksi, tidak berkedip, tidak bergerak.

"Saya bukan pelayan," katanya tenang. "Saya pengawal profesional, ada bedanya."

"Beda tipis," sahut Karina meremehkan.

"Karina," tegur Kevin pelan. "Jaga bicaramu."

"Kenapa? Aku cuma bilang fakta."

Diana yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara. "Karina, kamu sebaiknya jaga mulutmu. Selia mungkin baru, tapi aku dengar dia punya latar belakang petarung profesional. Kamu tidak mau coba-coba."

Karina tertawa keras. "Petarung? Dia? Jangan bercanda."

"Saya tidak bercanda," jawab Diana serius. "Tanya saja Kevin, dia yang lihat sendiri Selia jatuhkan Arjuna kemarin."

Kevin mengerutkan kening, menatap Akselia lagi. Kali ini dengan minat baru. "Kamu jatuhkan Arjuna? Arjuna yang mantan juara Jiu Jitsu regional?"

"Itu cuma tes wawancara," jawab Akselia singkat.

"Menarik." Kevin melipat tangan di dada. "Aku juga pernah latih bela diri, mungkin kita bisa sparring suatu saat."

"Saya tidak sparring dengan orang yang bukan atasan saya."

"Sayang sekali." Kevin tersenyum... senyum yang dulu bikin Akselia meleleh, sekarang cuma bikin mual. "Padahal aku penasaran seberapa kuat kamu."

"Kevin!" Karina menarik lengannya keras. "Kita ke sana, aku mau ketemu teman-temanku."

Kevin membiarkan Karina menariknya, tapi sebelum pergi, dia melirik Akselia sekali lagi. "Sampai jumpa, Selia Ananta. Aku yakin kita akan sering bertemu."

Mereka pergi, Akselia baru menyadari napasnya tertahan tadi.

Diana menyentuh lengannya lembut. "Kamu baik-baik saja?"

"Baik."

"Kamu gemetar."

Akselia melihat tangannya... benar, sedikit gemetar. Dia langsung menyembunyikannya di balik punggung. "Hanya dingin."

Diana tidak terlihat percaya, tapi tidak mendesak. "Hati-hati dengan Kevin Pratama. Dia terlihat menawan, tapi dia ular berbisa. Dan Karina..." Diana melirik ke arah pasangan itu, "...dia lebih buruk. Posesif, manipulatif, dan tidak segan menginjak siapa pun yang dianggap ancaman."

"Terima kasih atas peringatannya."

"Sama-sama. Oh, dan satu lagi..." Diana tersenyum tipis, "...kalau kamu butuh teman di dunia gila ini, hubungi aku." Dia memberikan kartu nama. "Nomor pribadiku."

Akselia mengambil kartu itu. Diana Kusuma - Pengusaha Fashion. "Terima kasih."

Setelah Diana pergi, Akselia bersandar di dinding, menarik napas panjang.

Bertemu Kevin lagi, bahkan hanya berbicara singkat terasa seperti mencabut luka lama yang belum sembuh.

Tapi ada sesuatu yang berbeda kali ini.

Dia tidak merasa kecil, tidak merasa tidak berdaya, tidak merasa seperti pelayan murahan yang bisa dibuang.

Dia merasa... kuat, berbahaya. Dan yang paling penting, tidak terlihat.

Kevin tidak mengenalinya, Karina tidak curiga. Identitas barunya aman.

"Selia."

Akselia menoleh. Arjuna berdiri di sampingnya, menatap ke arah Kevin dan Karina di seberang ruangan.

"Aku lihat kamu bicara dengan mereka," katanya pelan. "Ada masalah?"

"Tidak, Pak. Hanya perkenalan singkat."

Arjuna menatapnya tajam. "Kamu yakin? Kamu terlihat... tegang."

"Saya baik-baik saja."

Arjuna tidak terlihat yakin, tapi dia mengangguk. "Baiklah. Kita sebentar lagi pulang, aku bosan dengan acara ini."

"Siap, Pak."

Tapi sebelum mereka bergerak, Kevin tiba-tiba muncul lagi dan kali ini tanpa Karina.

"Arjuna," sapanya. "Boleh bicara sebentar? Empat mata."

"Aku sibuk."

"Ini soal proyek Singapura, lima menit saja."

Arjuna menghela napas. "Baik. Tapi di sini, Selia tetap di sampingku."

Kevin melirik Akselia, lalu mengangkat bahu. "Terserah kamu."

Mereka berdiri di sudut ballroom. Akselia sedikit mundur tapi tetap dalam jarak dengar.

"Dengar, Arjuna," kata Kevin dengan suara rendah. "Proyek Singapura itu terlalu berisiko untuk kamu tangani sendiri. Aku punya koneksi dengan pemerintah sana, kenapa tidak kita gabungkan sumber daya?"

"Dan bagi keuntungan denganmu? Tidak terima kasih."

"Jangan keras kepala. Ini bisnis, bukan perang pribadi."

"Semua yang berhubungan denganmu adalah perang pribadi, Kevin." Arjuna melangkah lebih dekat. "Kamu kira aku lupa kamu sabotase tender proyekku tahun lalu? Atau waktu kamu sebarkan rumor palsu tentang perusahaanku di media?"

Kevin tersenyum tipis. "Astaga... Itu cuma bisnis, jangan diambil hati."

"Kalau begitu ini juga cuma bisnis, aku tolak tawaranmu. Jangan diambil hati."

Ketegangan meningkat, Akselia bersiap kalau situasi jadi fisik.

Tapi Kevin hanya tertawa kecil. "Baiklah. Tapi ingat, aku sudah tawarkan kerja sama. Kalau proyekmu gagal, jangan salahkan aku."

Dia pergi tanpa menoleh lagi.

Arjuna menggelengkan kepala. "Dasar brengsek."

Akselia menatap punggung Kevin yang menjauh. Di sampingnya, Karina sudah menunggu dengan wajah cemberut.

"Suatu hari nanti," bisik Akselia dalam hati, "kamu akan tahu siapa sebenarnya Selia Ananta. Dan waktu itu tiba, kamu akan menyesal pernah menatapku dengan mata yang sama seperti dulu menatap Akselia."

Malam itu, Akselia pulang dengan satu keyakinan baru bahwa dia sudah masuk ke dunia Kevin.

Dan sekarang, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.

1
N Wage
kok 5 tahun yg lalu sih Thor,umur Aksa sj 5 THN + masa hamil+menikah setelah 2 THN kejadian yg menyakitkan bagi akkselia itu.
jadi seharusnya kurang lebih 8 THN yg lalu bukan?
maaf kalau salah.
Asyatun 1
keren banget thoor
Lienaa Likethisyow
terimakasih atas ceritanya thor..goodjob👍👍👍..tetap semangat💪💪💪/Heart//Heart/
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Arin
/Heart/
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
Nada She Embun
puas banget Thor... makasih atas cerita yg terbaik inii😍
Erchapram: Terima kasih.
total 1 replies
Dew666
🔥🔥🔥🔥🔥
Erchapram
Masih ada extra part, ditunggu ya... Terima kasih.
Nada She Embun
happy ending.. 😭.. makasih Thor... 😍
Nada She Embun: mantap thorr
total 2 replies
Nada She Embun
soo sweet.. 😍
Dew666
☀️☀️☀️☀️☀️
Nada She Embun
lebih baik d cintai.... kamu akan belajar menumbuhkan cinta juga... 💜
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
ealahhh, gak boleh rangga nyium tapi dia yg nyosor, 🤭🤭🤭
tipikal awal malu malu, tp akhirnya malu maluin, sok-sok'an masih takut membuka hati tp ternyata lebih agresif.... eeehhh....
🤭🤭🤭🏃🏃🏃
Erchapram: Wkwwkwk... malu malu meong 🤣🤣🤣
total 1 replies
mini
tapi Kevin ktemu akselia dalam keadaan yang tidak sehebat sekarang dr awal dia udah cinta, cuma emang Krn redfleg, tapi skrg kan dia udh sadar😁✌️
Dew666
💜💜💜💜
vj'z tri
pelan pelan sajaaaaaaaa 🎉🎉🎉
Lienaa Likethisyow
mosok karo rangga to thor???/Speechless//Speechless/
gk setuju aq/Drowsy//Drowsy/
Lienaa Likethisyow: wes manut njenengan ae thor🤭🤭🤣🤣
total 2 replies
N Wage
seru sekali...sampai nahan nafas😁
semangat❤️
Asyatun 1
lanjut
Lienaa Likethisyow
aq merasa ada diantara penonton yg bersorak bahagia dan menangis bahagia karenamu Akselia👍👍👍...selamat Akselia jadi juara dalam hidup dan ring..💪💪💪tetap semangat thor😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!