NovelToon NovelToon
Legenda Penguasa Langit Dan Bumi

Legenda Penguasa Langit Dan Bumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: JUNG KARYA

Di dunia di mana silat menentukan nasib alam semesta, Yuda adalah anak biasa dari pinggiran dunia fana tanpa sadar terseret ke konflik besar yang melibatkan klan kuno, kerajaan, hingga Alam Dewa.
Di balik kekacauan itu tersembunyi konspirasi Iblis Dewa yang ingin memicu perang demi merebut tahta langit.

Dalam perjalanan penuh pertarungan, tawa, dan kehilangan, Yuda ditemani sekutu tak terduga, termasuk siluman kucing putih kecil bernama Tara yang menyimpan kekuatan mengguncang langit.

Inilah kisah manusia biasa yang melangkah menuju puncak yang bahkan para dewa takuti.

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JUNG KARYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Area Terpisah

Yuda dipindahkan sebelum matahari mencapai puncaknya.

Pemindahan itu tidak ada penjelasan yang panjang.

Dua pengawas senior hanya mengantarnya melewati jalur sempit di sisi barat lembah.

Dan jalur itu juga jarang dilewati murid lain. Bahkan terlihat tanahnya lebih keras dan dipenuhi batu, seperti tidak pernah terjamah oleh orang sama sekali.

Sedangkan Tara saat ini juga berjalan di samping Yuda tanpa suara.

"Bukankah tempat ini rasanya tidak nyaman sama sekali," ucap Tara lirih di samping Yuda.

"Umm... Aku pun juga bisa merasakannya." jawab Yuda mengangguk pelan.

Meski begitu, Ia tetap fokus menjaga napas dan langkahnya.

Lukanya masih terasa, meski tidak separah sebelumnya.

Setelah berjalan cukup lama, mereka tiba di sebuah dataran kecil yang dikelilingi tebing rendah.

Di tengahnya berdiri bangunan kayu sederhana dan satu lingkaran tanah kosong.

"Ini adalah area pengawasan," kata salah satu pengawas.

"Kau berlatih di sini, dan tidak boleh keluar tanpa izin." lanjut perintahnya.

Setelah itu, kedua pengawas itu menatap Tara.

"Makhluk itu juga." lanjut ucap kedua pengawas kembali.

Tara yang mendengar itu hanya mendengus dengan geraman kecil.

"Meoww-... Hei, aku juga memang tidak berniat jalan-jalan." jawab Tara tak mau kalah.

Kedua pengawas tidak menanggapinya, mereka hanya langsung pergi tanpa menunggu jawaban.

Seketika tempat itu terasa sunyi dan hanya ada mereka berdua disana.

Yuda berdiri di tengah lingkaran tanah, saat itu juga Ia merasakan tekanan yang berbeda, seolah tempat itu sengaja dibuat untuk menahan sesuatu.

Rasanya seperti tidak nyaman, tapi juga tidak berbahaya.

"Hei kucing buntal, apakah mereka takut, kepadaku" tanya Yuda menatap kebelakang.

"Mungkin iya, tapi wajar saja bocah, kau memiliki kekuatan yang besar dan tersembunyi di dalam tubuhmu," jawab Tara.

"Umm.. Tapi biasanya manusia itu baru takut setelah semuanya sudah terlambat." lanjut Tara sembari menatap Yuda seperti orang lain berniat menggodanya.

Akhirnya latihannya dimulai sore itu juga tanpa Sagara dan rekrutan lain.

Saat ini terlihat Guruh datang sendirian.

Tidak seperti biasanya, ia tidak membawa senjata, bahkan tongkat yang biasanya ia bawa saat ini tidak ada di tangannya.

Ia berdiri beberapa langkah dari Yuda.

"Kali ini kau akan memulai belajar mengendalikan aliran tenaga," ucapnya kepada Yuda dengan tegas.

"Latihan ini bukan untuk menjadi lebih kuat, tapi supaya kau tidak membunuh siapa pun tanpa sengaja." lanjutnya menjelaskan.

Yuda yang mengerti akan hal itu pun mengangguk memahaminya.

Latihan pertama berlangsung singkat dan berat saat Guruh memerintahkan Yuda untuk mengalirkan tenaga dalam jumlah yang kecil, lalu menghentikannya secara paksa.

Tubuh Yuda beberapa kali terhuyung dengan darah yang menetes dari hidungnya.

"Berhenti," teriak Guruh tiba-tiba.

"Cukup untuk hari ini." lanjutnya setelah melihat Yuda menghentikan gerakannya.

Sore itu latihan berakhir dengan sangat cepat, hingga tak terasa malam pun juga tiba dengan cepat di area itu.

Kini Yuda terlihat sedang duduk bersandar di dinding bangunan kayu, terlihat juga Tara yang sedang melompat ke pangkuannya.

"Sepertinya kekuatan asing dalam tubuhmu mulai bocor keluar," kata Tara mengamati tubuh Yuda.

"I-ini, tenagamu keluar sendiri." lanjutnya dengan mengernyitkan alisnya.

"Hei kucing buntal, kau jangan membuatku khawatir, apakah ini akan buruk?" tanya Yuda penasaran.

"Tidak, Ini hanya akan berbahaya, dan akan menarik perhatian." jawab Tara datar.

"Itu sama saja buruk, dasar kucing jelek." gumam Yuda dengan menggerutu kesal.

Entah kenapa, dirinya saat mendengar setiap kata yang keluar dari mulut itu terasa kesal, namun tidak bisa membuatnya marah.

Di saat mereka berdua masih berbincang, seketika dari kejauhan terdengar suara tanduk.

Suara itu bukan berasal dari lembah batu, namun sepertinya dari arah luar wilayah.

Guruh yang saat ini sedang berdiri di tepi dataran yang ternyata masih berada di belakang Yuda, langsung menatap ke sumber arah suara itu.

"Sepertinya mereka sudah mulai bergerak," kata Guruh pelan dengan tatapan tajam mengarah sumber suara.

"Siapa, Guru?" tanya Yuda cepat.

"Sebenarnya sudah ada banyak sekali yang mengetahui tentang tubuhmu, dan sudah ada banyak pihak juga yang memburu serta mengincarmu, mungkin mereka salah satunya. Pihak yang tidak ingin kau hidup lama," jawab Guruh menjelaskan.

Dan malam itu, Yuda pun dengan terpaksa tidak tidur, hanya untuk berjaga-jaga apabila terjadi sesuatu yang berbahaya mendadak menyerangnya.

Ia hanya duduk dan mencoba merasakan aliran di dalam tubuhnya yang terus bergerak tanpa henti.

Dan untuk pertama kalinya, ia sadar bahwa tempat pengasingan ini, atau bisa di bilang tempat untuk pengawasan ini bukanlah sebuah tempat yang bisa di gunakan untuk latihan.

Tempat ini bahkan jelas terlihat bahwa tidak ada satupun perlindungan di dalamnya.

Ia akhirnya menyimpulkan sendiri apa yang ia pikirkan sedari tadi yaitu mungkin ini adalah salah satu persiapan pihak lain untuk menangkapnya, mungkin juga ini adalah salah satu rencana dari lembah batu ini, tempatnya untuk berlatih saat ini.

Pikirannya hanya antara entah untuk melindunginya atau untuk menghentikannya ketika waktunya tiba.

Atau bahkan untuk menangkapnya dan memanfaatkan tubuhnya sebagai alat agar bisa menguasai suatu wilayah atau yang lainnya.

Ia kemudian menatap tangannya sendiri.

"Apakah tubuhku seberbahaya itu, atau apakah tubuhku ini akan berguna untuk mereka, atau apa tubuhku ini bisa membuatku menjadi orang yang baik, atau malah menjadi orang yang jahat." gumannya dalam hati dengan wajah yang terlihat sangat khawatir.

Saat ini pikirannya benar-benar kalut dan terasa bimbang, ia selalu khawatir akan tubuhnya sendiri yang nanti akan membahayakan orang lain.

......................

1
JUNG KARYA
/Coffee/
JUNG KARYA
mohon dukungannya teman-teman🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!