NovelToon NovelToon
KUBALAS PERBUATAN SUAMI & KELUARGANYA

KUBALAS PERBUATAN SUAMI & KELUARGANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Rara

Selama empat tahun pernikahan, Laras menjadi mesin ATM bagi keluarga suaminya. Sebagai wanita karier dengan posisi mapan dan gaji besar, ia tidak hanya menafkahi rumah tangganya sendiri, tetapi juga menanggung gaya hidup mewah ibu mertua dan adik iparnya, sementara suaminya, Arga, lepas tangan dengan alasan gajinya yang kecil.
Puncak kesabaran Laras habis ketika ia menyadari bahwa kebaikannya tidak pernah dihargai dan justru dianggap sebagai kewajiban mutlak. Laras memutuskan untuk melakukan "pemogokan finansial". Ia memotong uang bulanan secara drastis, berhenti membayar cicilan mobil sang adik ipar, dan mulai menikmati hasil jerih payahnya untuk dirinya sendiri.
Keputusan Laras memicu "perang" dalam keluarga besar. Arga yang manipulatif, serta ibu mertua dan adik ipar yang parasit, mulai melakukan berbagai cara untuk menekan Laras, mulai dari intimidasi, adu domba dengan keluarga besar, hingga ancaman perceraian. Namun, Laras yang kini lebih berdaya tidak lagi bisa ditindas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Rara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendekati Keluarga Calon Suami

Angel tiba di kediaman Arga dengan mobil yang ia klaim sebagai miliknya pribadi. Penampilannya yang glamor seketika membuat Bu Ajeng membusung dada karena bangga. Terlebih lagi, Angel datang tidak dengan tangan kosong, ia membawa berbagai buah tangan mulai dari kue-kue premium hingga parsel buah segar yang sebenarnya semua itu dibiayai oleh ibunya.

Demi menyambut tamu istimewa ini, Bu Ajeng sengaja mengundang Maya dan Ratih untuk diperkenalkan langsung kepada Angel.

"Bu, ini yang namanya Angel? Duh, cantik sekali ya." puji Ratih terang-terangan, tampak terpesona dengan penampilan Angel yang terlihat seperti sosialita kaya raya.

"Benar, Ratih. Inilah Angel, kekasih Arga. Angel, kenalkan, ini Mbak Ratih, istri dari anak pertama Ibu. Dan ini Mbak Maya, kakak kedua Arga. Masih ada satu lagi, Tiara, tapi dia sedang kuliah." ujar Bu Ajeng memperkenalkan mereka satu per satu.

Angel tersenyum manis, merasa menang karena telah mengantongi restu keluarga Arga. Sambil berbasa-basi, matanya tak lepas mengamati penampilan Maya dan Ratih. Perhiasan yang mereka kenakan tampak cukup mewah, membuat Angel semakin yakin bahwa keluarga Arga adalah keluarga berpunya.

"Senang sekali bisa bertemu Mbak Maya dan Mbak Ratih." ucap Angel dengan nada lembut yang dibuat-buat.

"Kami juga senang, Angel. Kalau bisa, kamu dan Arga segera menikah saja, supaya si Laras sialan itu bisa cepat didepak dari rumah ini." sahut Maya ketus, memberikan dukungan penuh.

"Gara-gara dia, rumah Ibu sampai hampir bermasalah dengan Bank Orange. Benar-benar menantu tidak tahu diri. Dia yang berutang, tapi malah santai-santai tidak mau tanggung jawab." tambah Maya, menutupi fakta bahwa dialah yang sebenarnya terjerat utang.

Angel hanya tersenyum tipis. Ia sudah mendengar versi cerita ini dari Bu Ajeng. Dalam hati, ia sangat penasaran dengan sosok Laras, namun Arga selalu melarangnya bertemu. Arga ingin menunggu waktu yang tepat agar bisa langsung menjatuhkan talak begitu semua rencana matang.

"Aku penasaran sekali dengan Laras, tapi Mas Arga melarangku bertemu dengannya sekarang." keluh Angel.

"Hanya sekadar melihat sih tidak apa-apa. Lagipula, kalaupun kalian tidak sengaja berpapasan, Laras belum tentu tahu kamu siapa. Ibu ada fotonya tidak?" tanya Ratih menimpali.

"Itu gampang. Lihat saja di media sosialnya. Foto profil WA-nya memang hanya gambar pemandangan, tapi di akun lainnya banyak foto dia." jawab Bu Ajeng.

Ratih segera merogoh tasnya. Mata Angel membelalak saat melihat ponsel yang dipegang Ratih, model terbaru yang harganya mencapai puluhan juta rupiah. Ponsel impian Angel yang bahkan belum sanggup ia beli sendiri.

"Ponsel baru, Mbak?" tanya Maya singkat.

"Iya, baru beli lima hari yang lalu. Kebetulan dapat uang arisan, jadi Mbak belikan ponsel ini dan tambah koleksi cincin sedikit." ucap Ratih dengan nada pamer yang kental.

"Wah, Mbak Ratih sepertinya sosialita sungguhan. Tasnya saja bermerek, ponselnya mahal, perhiasannya lengkap. Keluarga Mas Arga benar-benar kaya, aku tidak salah pilih." gumam Angel dalam hati.

Ratih kemudian menunjukkan akun media sosial Laras. Di sana terlihat foto Laras yang baru diunggah saat liburan di Lombok beberapa waktu lalu.

"Ini Laras? Dia sedang liburan?" tanya Angel sambil meneliti foto itu.

"Iya, itu saat dia di Lombok. Dia memakai uang Arga untuk berfoya-foya selama empat hari di sana tanpa memikirkan utang keluarga." fitnah Bu Ajeng.

"Wajah ini... sepertinya aku pernah lihat di suatu tempat. Tapi di mana ya? Ah, mungkin wajahnya saja yang pasaran." batin Angel. Nikmatilah uang Mas Arga selagi bisa, Laras. Sebentar lagi, dia akan jadi milikku sepenuhnya.

Obrolan keempat wanita itu semakin memanas, penuh dukungan agar Angel segera menggantikan posisi Laras. Bu Ajeng bahkan sudah membayangkan hidup nyaman dengan kekayaan Angel.

"Mama dan Papaku sedang di luar kota, Bu. Nanti kalau mereka sudah pulang, aku akan mengundang Mas Arga dan keluarga untuk makan malam di rumah. Mama sudah setuju, beliau selalu mendukung apa pun pilihanku." bohong Angel semakin jauh.

"Syukurlah. Tapi... apa Ibumu tahu kalau Arga sudah berkeluarga?" tanya Bu Ajeng agak waswas.

"Mama tahu, tapi Papa jangan sampai tahu dulu. Papa itu orangnya sangat tegas dan kaku. Jadi, kalau nanti bertemu Papa, tolong jangan bilang kalau Mas Arga sudah pernah menikah ya?" pinta Angel memelas.

"Tenang saja, kami akan bilang Arga masih lajang. Dengan ketampanan dan posisi Arga di kantor, Papa kamu pasti langsung setuju." dukung Maya bersemangat.

"Aku setuju. Kamu jauh lebih layak untuk Arga dibanding wanita kampung itu." tambah Ratih.

"Memangnya Laras kerja di mana sih? Siapa tahu Papaku kenal bosnya, jadi aku bisa minta dia dipecat. Gemas sekali aku melihat tingkahnya yang sok kaya padahal pemalas." ucap Angel sombong.

Seketika, suasana menjadi canggung. Bu Ajeng, Maya dan Ratih saling lirik. Mereka tidak mungkin mengatakan bahwa Laras adalah seorang wanita karier yang sukses di kantor bonafide. Jika Angel tahu, kebohongan mereka tentang "Laras yang miskin" akan terbongkar.

"Kami tidak tahu pasti dia kerja di mana. Paling hanya jadi resepsionis, dia kan cuma lulusan SMA."  bohong Bu Ajeng akhirnya.

"Oh, cuma karyawan rendahan." cibir Angel. "Kasihan Mas Arga banting tulang tapi uangnya malah difoya-foya oleh wanita seperti itu."

**

Sekitar jam empat sore, Laras bersiap pulang. Ia ingin sampai di rumah lebih awal untuk memasak makan malam. Meski hatinya hancur karena pengkhianatan Arga, Laras memilih menurunkan egonya. Ia harus tetap tenang dan berpura-pura tidak tahu apa pun demi mengumpulkan bukti-bukti yang lebih kuat.

"Hati-hati, Say. Jangan mengebut." ucap Erika dengan gaya anggunnya yang khas.

"Siap, aku duluan ya, Guys. Bye!!!  Assalamualaikum."  pamit Laras pada Erika, Rani, dan Andin yang masih sibuk di meja kerja mereka.

Laras melajukan mobilnya membelah jalanan yang untungnya tidak terlalu macet. Pukul lima kurang sepuluh, ia sudah sampai di rumah. Tamu-tamu Bu Ajeng sudah pulang, menyisakan kesunyian dan kekacauan.

"Ya Allah... kenapa rumah berantakan sekali?" keluh Laras saat melangkah masuk. Meja tamu penuh dengan gelas kotor dan remah kue.

Saat menuju dapur, matanya semakin terbelalak melihat meja makan yang tak ubahnya tempat sampah. "Ibuuuuuuuuuu.  Kenapa rumah berantakan begini? Kenapa tidak dibereskan?" teriak Laras kesal.

Bu Ajeng keluar dari kamar dengan wajah masam. "Apa sih, Laras? Teriak-teriak mengganggu Ibu telepon saja."

"Lihat ini, Bu. Di ruang tamu gelas kotor berserakan, di meja makan banyak sampah kotak makanan. Siapa tamunya sampai rumah jadi seperti ini?"

"Tadi ada Maya sama Ratih ke sini. Ya tinggal dibersihkan saja, apa susahnya? Lagipula beres-beres rumah itu tugas kamu sebagai istri. Jangan jadi pemalas. Ini rumah anakku, terserah aku mau apa. Sudah, sana bereskan." ketus Bu Ajeng sebelum membanting pintu kamarnya.

Brak!

Laras mengelus dadanya, mencoba menguatkan hati. Ia masuk ke kamar untuk berganti pakaian. Meski lelah bekerja di kantor, ia tidak tahan melihat rumah sekacau itu.

Sambil memunguti sampah, pikiran Laras melayang. Hadiah ulang tahun dari Ayah ini seharusnya jadi tempat yang nyaman, bukan sarang penghinaan.

1
Ariany Sudjana
heh Bu Ajeng, kan pelacur murahan itu kesayangan kamu, kenapa kamu ga minta sama dia, untuk beli beras dll? kan orang kaya katanya 😂😂🤣🤣 sekalian suruh jalang peliharaan Arga itu untuk beres-beres rumah, jangan hanya tahunya numpang makan enak di rumah orang, tapi ga tanggung jawab untuk beresin rumah
Ariany Sudjana
haha laki-laki mokondo, mana sanggup kamu ganti perlengkapan mandi Laras? kan kamu dan keluarga kamu itu parasit Arga 🤭🤭😂😂
Ariany Sudjana
bagus Laras, kamu harus tegas dan kuat, tunjukkan kamu itu perempuan mandiri dan angel itu hanya batu kerikil, dan juga Arga itu laki-laki mokondo 😂😂🤭🤭
Hardini Hardini
Biasa
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu angel, kamu pikir barang punya Laras yang kamu ambil itu uang dari Arga ? owh bodoh sekali kamu, sudah jadi pelacur murahan, dapat laki-laki mokondo 😂😂🤭🤭
Ariany Sudjana
dari sekian orang di keluarga Arga, hanya Rangga yang wise, yang lain serakah semua. dasar Arga, kamu pikir kamu sudah menang, dengan angel hamil sekarang? yang ada kamu akan semakin terpuruk
Martina Loe
sedih dgn keluarga parasit
Ariany Sudjana
benar klop, laki-laki mokondo yang ga tahu diri dan pelacur murahan 🤣🤣 heh angel kamu mimpi mau jadi nyonya besar? mimpi kamu ketinggian, Laras itu perempuan baik-baik dan juga konglomerat, sedangkan kamu hanya batu kerikil dan juga jalang peliharaan 😂😂🤭🤭
Yati Syahira
elit pingin bergaya wkwkk ekonomi sulit pingin bergaya borju
Yati Syahira
mertua tsk ada aqlaq
Yati Syahira
benalu tapi arogan laras bodoh lama
Ariany Sudjana
Arga kamu bodoh, melepaskan berlian demi batu kerikil 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
hahaha pasangan yang cocok, yabg satu pelacur murahan, yang satu laki-laki mokondo 😄😄🤣🤣
tanpa nama
keluarga kere gaya hedon🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!