Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyelamatkan Hana
Fira berjalan kaki memasuki gunung, untung saja mobil rangga tidak jauh berhenti. Fira mengendap-endap masuk bersembunyi di balik pohon besar. dia ingin melihat apa yang akan mereka lakukan pada Hana
Jantung Fira berdetak sangat kencang, dia takut mereka akan menyadari keberadaannya. Fira terus memperhatikan mereka. namun, sayangnya di sana terlalu gelap, jadi dia pun tak bisa melihat dengan jelas
" Letakkan saja tubuh wanita bodoh ini di sini. aku yakin tidak akan ada yang bisa menemukannya" ucap Mayang
" Gimana kalo kita kubur saja?" usul Rangga
" Kita tak punya peralatan untuk menggali, biarkan saja dia di sini. dia tak akan bisa kemana-mana dengan kaki dan tangan terikat begini. dia juga gak akan bisa meminta tolong" ucap Mayang lagi
" Baiklah, ayo kita pulang. aku tak ingin orang mencurigai kita karena membawa mobil ke dalam sini" ucap Rangga masuk ke dalam mobil
Rangga kembali melajukan mobil keluar dari area pengunungan dan meninggalkan Hana seorang diri di sana yang tidak sadarkan diri. untung saja Fira sudah mengambil sedikit foto dan video rekaman saat mereka menurunkan Hana dari mobil
Fira segera berlari menghampiri Hana
" Han, Hana... bangun..!!" ucap Fira menepuk pipi Hana
Dia melepaskan lakban yang menutupi mulut Hana. tapi dia tak bisa melepaskan ikatan tali yang ada di kaki dan tangan Hana. tak lama dia melihat cahaya lampu mobil, dia pun segera ke sana dan meminta supir taksi itu untuk membantunya
" Pak, ada gunting atau pisau gak?"
" Gunting ada neng, mau ngapain neng?"
" Pinjam bentar pak, cepatan. bapak ikut ya, bantuin aku" ajaknya
Sang supir taksi hanya mengikuti ucapan Fira, dia pun melangkah memasuki gunung itu. dia sangat terkejut melihat seorang wanita di sana dalam kondisi terikat
" Ya ampun neng, siapa wanita ini?" tanyanya
" Nanti aja pak tanya nya, sekarang bapak bantuin saya dulu. tolong bawa teman saya ke dalam mobil pak" ucap Fira setelah berhasil melepas semua tali yang mengikat Hana
Namun sebelumnya, Fira membuka semua pakaian Hana, dan meletakkannya begitu saja di sana bersama dengan tali itu. dia membuka jaketnya untuk menutupi tubuh Hana
Tanpa berkata lagi, sang supir segera menggendong Hana masuk ke dalam mobil
" Neng, kenapa wanita itu ada di dalam sana? apa mobil yang tadi membawanya kesana?" tanyanya penasaran
" Iya pak, sepertinya mereka ingin menghilangkan jejak teman saya" jawabnya
" Kasihan sekali teman neng. lalu kita mau kemana ini? apa ke alamat yang tadi?"
" Bukan pak. tolong antarkan kami ke rumah saya" jawabnya kemudian memberikan alamat rumahnya
Tiba di sana, supir taksi kembali menggendong Hana masuk ke dalam rumah dan meletakkannya di kasur
" Pak, terima kasih karena sudah membantu saya, ini ongkos untuk bapak. tolong jangan katakan pada siapapun soal ini. anggap saja bapak tidak pernah melakukan ini" pinta Fira memberikan dua gepok uang pada supir itu
" Tapi neng, itu terlalu banyak. saya tidak bisa terima"
" Terima saja pak, saya iklhas karena bapak sudah membantu saya. tapi tolong ingat pesan saya tadi"
" Baiklah neng. saya akan mengingatkan. terima kasih banyak neng" jawab supir itu menerima dua gepok uang dan segera pergi dari sana
Setelah supir itu pergi, Fira segera mengunci pagar dan pintu rumahnya. dia masih punya rasa takut, andai saja Rangga tau akan hal ini
Dia segera menghampiri Hana, dia mencoba untuk membangunkan Hana. namun hana belum sadar juga. tiba-tiba dia teringat bahwa Hana sedang mengandung
" Astaga... bagaiman aku bisa lupa. aku harus segera memanggil dokter" ucapnya menghubungi dokter keluarganya
Tak lama, dokter itu pun datang
" Hana? kenapa dengan Hana, Fira?" tanya dokter itu terkejut melihat Hana sedang terbaring
" Hana tadi pingsan dok, saya hanya kepikiran dengan janinnya" ucap Fira cemas
" Kandungannya baik-baik saja. tapi apa yang terjadi? dia kekurangan darah, apa dia sudah terbentur? kenapa ada bekas darah di kepalanya?" tanya dokter
" Aku juga tak tau dok. aku menemukan Hana sudah dalam kondisi seperti itu" jawabnya jujur
" Apa maksudmu? bagaimana mungkin?"
" Aku juga bingung. aku akan mencari tau apa yang terjadi padanya. yang penting dokter jangan pernah mengatakan hal ini pada suami atau pun adik Hana"
" Kenapa memangnya?"
" Aku curiga mereka yang melakukan ini pada Hana"
" Baiklah, aku akan merahasiakannya. aku sudah memberi obat pada Hana. setelah dia sadar, beri dia makan dan obat untuk penambah darah dan penguat kandungan"
" Iya dokter. terima kasih" ucapnya mengantar dokter itu hingga ke depan. kemudian Fira kembali mengunci pagar dan pintu rumahnya
Setelah semalaman Hana tak sadarkan diri, akhirnya dia pun terbangun pagi itu. dia merasa sedikit bingung dengan tempatnya berada sekarang. dia mencoba untuk bangkit, namun dia merasa sakit di seluruh badannya
" Hana..! kau sudah sadar?" ucap Fira segera berlari menghampiri Hana dengan sepiring makanan di tangannya
" Fira? kenapa aku bisa di sini?" tanyanya bingung
" Jangan bertanya dulu. sebaiknya pulihkan dulu tenagamu. aku sudah membuat sarapan untukmu. ayo makan dulu" pinta Fira menyodorkan sesendok makanan padanya
Hana menerima suapan itu dan segera membuka mulutnya. dia hanya tertunduk kemudian kembali menatap Fira dengan linangan airmata
" Fir, maafkan aku, aku-"
" Iya aku tau apa yang ingin kau katakan. aku sudah memaafkanmu. sekarang habiskan dulu makanan ini kemudian bersihkan dirimu" ucapnya memeluk sahabatnya dan Hana hanya mengangguk
Setelah menghabiskan makanan itu, Hana segera masuk ke kamar mandi. sementara fira menyiapkan pakaian untuk Hana
Hana sudah menyelesaikan semuanya, kini dia melangkah menghampiri Fira yang duduk menantinya
" Dia terlihat cantik tanpa kacamata" bathin Fira
" Maafkan aku, aku telah salah menilaimu Fira. aku pikir kau adalah selingkuhan suamiku. ternyata wanita benalu itu adalah selingkuhan mas rangga" ucapnya
" Iya aku tau kalo Mayang adalah selingkuhan Rangga"
" Kau sudah tau? lalu mengapa kau tak memberitahuku?"
" Aku juga baru tau. sebenarnya malam itu aku kerumahmu dan berniat untuk memperlihatkan sosok wanita selingkuhan Rangga" ucapnya melangkah mengambil foto yang kemarin di berikan oleh Hana
" Bagaimana kau tau jika wanita ini adalah Mayang?" tanyanya
" Kau lihat foto ini. coba perhatikan pantulan kaca itu, bukankah itu jelas Mayang? meskipun sedikit buram, tapi aku yakin jika wanita itu adalah Mayang" jawabnya
Hana mengambil foto itu dan memperhatikannya dengan seksama. dan benar saja, pantulan kaca itu menunjukkan wajah Mayang yang sedang tersenyum saat berpelukan dengan Rangga
" Lalu kenapa aku bisa ada di sini? seingatku terakhir kali aku...." hana menghentikan ucapannya dan mengingat kembali kejadian itu
" Apa yang mereka lakukan padamu?"
" Aku mendapati mereka sedang bercumbu, dan parahnya mereka melakukan hal menjijikkan itu di dalam kamarku, di tempat tidurku, fir" ucap Hana kembali terisak
" Apa? mereka melakukannya di kamarmu? sialan.." ucap Fira
" Mereka juga telah mengambil semua aset dan perusahaan ayahku, fir. bahkan surat cerai pun sudah di tanda tangani oleh mas Rangga. aku sudah tak punya apa-apa dan siapa-siapa lagi, fir" ucap Hana lagi
" Masih ada aku bersamamu, Han. jangan khawatir" ucapnya kembali memeluk Hana
" Mayang, dia mengambil perhiasanku yang di berikan oleh ayahku saat ulang tahunku. itu hadiah terakhir ayahku. tapi dia mengambilnya. aku ingat saat itu dia mendorongku, lalu setelahnya aku tak ingat lagi" ucap Hana
" Kau tau, mereka membawamu ke pengunungan yang jauh dari kota ini"
" Bagaimana kau tau?"
" Aku sudah katakan, malam itu aku berniat menemuimu, kan. tapi aku urungkan saat memergoki mereka membawamu masuk ke dalam bagasi mobil dengan keadaan terikat. dan aku putuskan untuk mengikuti mereka, hingga aku berhasil membawa kemari" jawabnya
" Benarkah? terima kasih Fira. aku memang bodoh karena telah salah menuduhmu. pantas saja Mayang selalu mendesak ku untuk menceraikan Rangga, ternyata itu alasannya"
" Dan juga, kamu harus mencari ponselku. di sana aku sudah merekam semaunya. bukti jika mereka juga yang membuat ayahku sakit, bahkan mereka juga yang membunuh ayahku, huhuhu....huhuhu..." Hana kembali terisak
" Kamu yang sabar ya han. tenangkan pikiranmu dulu. kita akan cari jalan keluarnya bersama-sama" ucapnya kembali memeluk Hana