Di dunia yang penuh dengan keajaiban, di mana yang Abadi mampu membelah lautan dan menghancurkan gunung, di mana Akar Roh menjadi penentu antara yang fana dan yang Abadi, jiwa lain bangkit di tubuh manusia fana.
Dengan kitab harta karun yang ia peroleh, jiwa itu membawa tekad untuk bertahan di dunia yang kejam. Ia melangkah ke dunia kultivasi, menciptakan klan kultivasinya sendiri. Setiap langkah adalah perlawanan, setiap kemajuan dipenuhi berbagai rintangan dan cobaan.
Namun ia ditakdirkan untuk tidak menjadi biasa-biasa saja.
Ia ditakdirkan untuk mencapai sesuatu yang besar.
Saksikan bagaimana seorang manusia fana memulai jalan kebangkitan untuk klannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.22 - Deteksi Akar Roh (1)
Setengah jam lagi berlalu sebelum badai energi perlahan-lahan mereda di sekitar Yan Xuanxie.
Matanya perlahan-lahan terbuka, dan seringai tipis muncul di bibirnya. Dia menatap Yan Xuanlie yang saat itu juga sedang menatapnya dengan senyuman.
“Kakak, saya berhasil!” ucapnya bahagia.
Yan Xuanlei juga senang untuknya. Dengan begitu, adiknya ini menikmati umur yang panjang. Dia lalu mengeluarkan lima jimat hasil rampasan kultivator Iblis dari kantong penyimpanan-nya, dan memberikannya pada Yan Xuanxie sambil berkata, “sebuah hadiah untukmu.”
Yan Xuanxie dengan penasaran mengambil lima jimat itu, yang merupakan Jimat Bola Api. Dua jimat merupakan Jimat Kelas Satu Tingkat Menengah, dan tiga yang tersisa adalah jimat Tingkat Rendah.
Yan Xuanlei lalu berkata, “Xie’er, cukup alirkan saja Energi Spiritual mu pada simbol di jimat itu untuk mengaktifkannya. Tapi ingat, dengan cadangan Energi Spiritualmu saat ini, mengaktifkan Jimat Kelas Satu Tingkat Menengah akan menghabiskan seluruh Energi Spiritualmu. Jadi hanya gunakan saat kau terpojok.”
Yan Xuanxie mendengarkan dengan serius dan diam-diam menyelipkan jimat itu di balik kantong bajunya. Jimat merupakan satu-satunya cara bagi para kultivator Pemurnian Qi tingkat Rendah untuk melepaskan serangan berbasis elemen.
“Adapun Artefak, saya akan mencarinya untukmu,” lanjut Yan Xuanlei.
“Terima kasih, kakak..” Yan Xuanxie merasakan kehangatan mengalir di hatinya. Dia baru saja memasuki alam Pemurnian Qi, tapi Yan Xuanlei sudah menyiapkan berbagai hadiah agar mampu melindungi dirinya sendiri.
Perawatan yang ia terima jauh lebih mewah dari kebanyakan kultivator lepas yang sering ia baca selama ini.
Satu jam lagi berlalu dan ketiganya juga berhasil menyelesaikan terobosan mereka. Dan sama seperti Yan Xuanxie, Yan Xuanlei memberi mereka masing-masing beberapa Jimat.
Setelah itu, Yan Xuanlei membawa mereka mengelilingi gunung Kunli, memperkenalkan kondisi lingkungan di sekitar. Ketika mereka menyaksikan Ladang Spiritual, mereka langsung terkejut.
“Saudara ketiga, kau sudah menjadi Petani Roh?” ucap Yan Xuanwei dengan heran.
Yan Xuanlei hanya mengangguk pelan. Melihat itu, Yan Xuanjun segera menimpali dan berkata, “bukankah itu berarti kau sudah di Pemurnian Qi tingkat Menengah?” tanyanya tidak percaya.
Ambang masuk untuk menekuni seratus seni kultivasi adalah Pemurnian Qi tingkat Menengah. Karena hanya pada saat itu para kultivator dapat mengendalikan elemen mereka, yang menjadi syarat utama untuk setiap seni kultivasi.
“Ya..saya sudah mencapai tingkat 6.”
Jawaban Yan Xuanlei menyebabkan keheningan di tempat itu. Mereka menatapnya seperti sedang melihat monster.
Selama ini, Yan Xuanlei tidak pernah berbicara mengenai kekuatan-nya. Bukankah baru tiga tahun? Bagaimana dia sudah mencapai tingkat 6?
Yan Xuanlei di sisi lain mengabaikan mereka. “Sekarang karena kalian sudah memasuki Pemurnian Qi, sudah saatnya mengembangkan klan. Kita akan menetap di gunung ini mulai sekarang.”
Mereka berempat mengangguk. Bahkan jika Yan Xuanlei tidak mengatakannya, mereka berempat tidak akan mau meninggalkan gunung Kunli. Hampir tidak ada Energi Spiritual di luar sana.
Yan Xuanlei lalu meminta mereka untuk membangun beberapa gubuk sederhana di puncak gunung itu, sebelum dia sendiri meninggalkan gunung Kunli dengan kreasi Origami dan menuju kota Qinghe.
“Sudah saatnya mencari mereka dengan akar roh di klan.” Yan Xuanlei bergumam pelan. “Klan membutuhkan kekuatan. Selama tidak melebihi usia 30 tahun, saya akan menerimanya, ” lanjutnya dengan sedikit tak berdaya.
Pada umumnya, semua klan kultivasi memulai deteksi akar roh pada anak-anak usia 5-7 tahun. Karena dengan itu, anak-anak dapat dipersiapkan secara dini agar tidak memulai terlambat dalam berkultivasi, sehingga harapan mereka untuk mencapai alam yang lebih tinggi semakin besar dan pada akhirnya tidak menyia-nyiakan sumber daya yang terbatas.
Tapi anggota Klan Yan berbeda. Yan Xuanlei tidak punya pilihan. Mereka baru saja memulainya. Tidak ada yang pernah mendeteksi akar roh mereka sebelumnya. Mungkin bahkan terdapat beberapa generasi tua dengan akar roh selama ini.
Ketika Yan Xuanlei muncul di langit, kota Qinghe mengalami kehebohan. Setiap penduduk langsung berlutut dan menunduk, memberi hormat pada Dewa Abadi.
Dia di sisi lain terbang menuju Paviliun Klan. Di sana, dia bertemu dengan Tetua Yan Song yang ditemani beberapa tetua lainnya.
Yan Xuanlei lalu segera meminta mereka untuk mengumpulkan setiap anggota klan yang berusia lima hingga tiga puluh tahun. Beberapa tetua segera menyadari niatnya dan pergi dengan berseri-seri.
Kota Qinghe langsung berisik saat itu juga. Beberapa langsung berlari keluar kota, mencari dan memanggil anggota keluarga mereka yang sedang sibuk bekerja di ladang. Beberapa pendatang baru di kota, yang bukan bagian dari Klan Yan, hanya bisa memandang dengan iri.
Hampir satu jam berlalu saat semua anggota klan yang memenuhi syarat berkumpul di alun-alun kota. Ada ribuan dari mereka. Hampir mencapai sepuluh ribu orang!
Alun-alun itu penuh sesak. Dan Yan Xuanlei segera meminta mereka berbaris rapi.
Ada tenda kecil yang baru saja didirikan oleh para tetua di situ, dan Yan Xuanlei duduk di dalamnya, dikelilingi oleh beberapa tetua, dengan Kristal Deteksi terletak di atas meja. Yang pertama berbaris memasuki tenda adalah anak-anak usia lima hingga lima belas tahun. Ada hampir empat ribu dari mereka.
Seorang anak kecil memasuki tenda itu dengan gugup. Dia melirik Yan Xuanlei yang sedang duduk dan tubuhnya semakin gugup.
“Jangan khawatir, letakkan saja tanganmu di kristal ini,” Yan Xuanlei menatap anak itu dengan sedikit senyuman.
Anak kecil itu mengangguk dan dengan hati-hati meletakkan tangannya pada kristal. Beberapa detik berlalu, dan tidak ada apa pun yang terjadi.
Yan Xuanlei mendesah pelan dalam hati, tapi wajahnya selalu tersenyum. Anak itu hampir menangis.
Yan Xuanlei berbicara padanya dengan lembut dan berkata, “tidak apa-apa. Dao Abadi bukanlah segalanya. Saya yakin kau akan menjadi orang yang hebat di masa depan.”
Lalu anak itu di antar keluar oleh salah satu tetua.
Satu jam berlalu, dan hampir seribu anak yang ia deteksi, tapi tidak ada satu pun kemunculan Akar Roh. Beberapa tetua sudah mulai cemas, tapi Yan Xuanlei tetap tabah. Akar Roh bukanlah sesuatu yang mudah ditemukan.
Dan ketika tepat memasuki urutan seribu, seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun, dengan beberapa patahan ranting dan rumput yang masih terselip di pakaiannya, memasuki tempat itu dengan cemas.
Bocah itu meletakkan tangannya di kristal setelah diberi petunjuk, dan segera Kristal Deteksi bersinar dengan cahaya empat warna. Para tetua di tempat itu langsung berseru gembira.
“Itu Yan Ling! Hahaha, anak kecil ini benar-benar diberkati surga,” Tetua Chen Lu, yang kini namanya berganti Yan Lu, tertawa terbahak-bahak.
“Nak, orang tuamu pasti bangga,” ucapnya, dengan sedikit air mata bahagia. Anak ini berasal dari marga Chen yang lama, yang bisa dibilang sedikit memperkuat posisi mereka di klan.
Tak terelakkan. Dengan gabungan beberapa marga, kelompok-kelompok akan terbentuk di klan.
Bocah itu, Yan Ling, berdiri tertegun. Dia sepertinya tidak mengharapkan hasil seperti itu.
Rencana saya update 2 chapter/hari.
Bagi kawan2 yang menyukai cerita ini, bantu like dan komen skuyy.
Dukungan kalian jadi motivasi buat Author.
Salam membaca, Salam dari dunia kultivasi. Gua tunggu lu pada di sana.