NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Gagal Move on

Liana semalaman tak bisa tidur, dia masih kepikiran dengan perbincangannya dengan Dion. Apa benar yang dikatakan Dion mengenai keberadaan Reynan di hotel yang sama kala itu?

"Mommy, aku lapar. Mommy buat sarapan apa?" Kenzie tiba-tiba lari ke dapur dan mengejutkannya. "Mommy, hari ini bisabuatin nasi goreng telur nggak," imbuhnya dengan meraih kursi plastik yang ada di belakang pintu penghubung dapur.

"Bisa sayang. Mommy buatin dulu ya?"

Liana mengambil nasi sisa kemarin sore yang masih layak untuk dikonsumsi. Dia berniat untuk membuat nasi goreng sesuai keinginan putranya.

"Mana bang Kenzo? Apa dia belum bangun?" tanya Liana yang tidak mendapati keberadaan anaknya yang lain.

"Bang Ken masih di dalam kamar mom, katanya malas sekolah. Emangnya sekarang boleh libur ya mom?"

Lagi-lagi Kenzo kembali berulah. Dulu sewaktu tinggal di luar dia sering berdrama ketika hendak berangkat sekolah. Selalu saja menangis agar diizinkan untuk bolos sekolah, untungnya dia masih terlalu kecil, dan pihak sekolah masih memakluminya.

"Enggak ada kata libur ya, Kenzie! Hari ini kalian tetap masuk seperti biasanya. Jangan suka bolos, memangnya di rumah kalian mau ngapain? Kalian sekarang berangkat lebih awal, om Dion sebentar lagi datang mau jemput kalian dan antarin ke sekolah."

Kenzie tercengang dengan muka polosnya dan menjawab. "Loh, kok dianterin Om Dion? Kenapa bukan mommy aja sekalian berangkat ke kantor. Kan ini masih pagi, mom!"

"Iya sayang, hari ini kalian diantar sama Om Dion, nanti pulangnya juga dijemput sama Om Dion. Hari ini mommy agak sibuk bekerja, jadi mommy minta om Dion untuk jagain kalian."

Liana tidak ingin si kembar tahu bosnya berkunjung ke kontrakannya. Ia khawatir mereka tidak bisa menjaga sikap dan menyerangnya. Untuk menjaga agar tetap aman, ia meminta bantuan Dion untuk mengantarnya ke sekolah.

"Ayo kalian lekas mandi dulu. Bang Ken juga suruh mandi, setelah ini sarapan dan berangkat sekolah. Mommy akan buatin bekal dulu buat kalian."

"Baik mom!" Kenzie langsung melenggang pergi kembali menuju ke kamarnya.

Tidak menunggu lama datanglah Dion. Dia tidak sendiri, melainkan bersama Pamela. Tiga tahun menikah mereka masih belum juga dikaruniai keturunan. Pamela ingin mendekatkan diri pada si kembar agar bisa segera mendapatkan kepercayaan untuk bisa memiliki keturunan. Menurut mitos, jika masih sulit untuk mendapatkan keturunan, harus memancingnya menggunakan anak orang lain dan diakui sebagai anaknya sendiri, itulah kenapa Pamela selalu ikut andil turun tangan untuk membantu Liana dan kedua anaknya.

"Liana, kamu sedang apa?" tanya Pamela dengan memasuki rumahnya yang tak terkunci. Pamela dan Dion memutuskan untuk nyelonong masuk ke dalam saat beberapa kali memanggil pemilik rumah tak kunjung keluar.

Pamela menuju dapur dan mendapati keberadaan Liana tengah berkutat dengan penggorengan.

"Loh, kak Ela," sapa Liana terkejut saat menoleh ke arah pintu penghubung dapur. "Sejak kapan kakak datang?" tanya dia lagi.

"Barusan Na. Kamu dipanggil panggil nggak ada nyahut, jadi kami putuskan untuk masuk. Maaf ya..., kami kurang sopan," celetuk Pamela.

Liana terkekeh. "Enggak apa-apa kak, aku juga yang salah. Aku nggak denger saat kalian memanggilku. Oh ya, kak Dion mana?" tanya Liana yang tak mendapati keberadaan Dion.

"Ada tuh, mungkin lagi duduk di ruang tamu. Katanya kami diminta untuk mengantar anak-anak ke sekolah?"

Liana mengangguk. "Iya kak, maaf ya..., udah ngerepotin kalian. Aku masih kepikiran kalau bosku tiba-tiba datang dan ketemu sama anak-anakku. Mereka itu suka menyinggung perasaan orang, takutnya nanti bosku tersinggung dengan celetukan mereka."

Pamela terkekeh. "Ya biarin aja kalau mereka ketemu, bukanlah itu jauh lebih baik? Dengan begitu si kembar bakalan tahu siapa majikan kamu."

"Kurasa belum waktunya mereka bertemu dengan bosku, kak. Aku nggak yakin mereka bisa bersikap baik pada pak Reynan."

Pamela terkikik pelan. "Kamu itu Na, nggak usah terlalu takut sama dia. Dia itu sebenarnya baik, hanya saja agak dingin dan tak romantis.

Seandainya saja Liana masih belum memiliki anak, Pamela memiliki keinginan untuk menjodohkan sepupunya dengan wanita itu, tapi sayangnya Liana memiliki anak di luar nikah, sudah pasti keluarga besarnya tak akan memberinya restu.

"Ini kamu lagi masak apa?" tanya Pamela dengan berjalan mendekat ke arahnya.

"Nasi goreng. Tadi Kenzie minta dibawain bekal nasi goreng telur," jawab Liana.

Di ruang tamu Dion berusaha menghubungi Reynan. Dia ingin memastikan apa benar sahabatnya itu berniat untuk menemui Liana di kontrakannya.

("Halo Rey, aku mau tanya sama kamu, apa benar pagi ini kamu mau menemui Liana di kontrakannya?")

("Iya, kamu dikasih tahu sama dia?")

("Hm..., iya. Ini aku ada di rumahnya sama istriku.")

("Sepagi ini kamu sudah bertamu di rumah orang? Ini masih pukul enam, Dion! Dan kau sudah ada di rumah janda! Kau tidak sedang bermain perasaan dengannya kan?")

("Ngawur aja kamu! Aku datang ke sini bersama istriku! Kami sudah berjanji akan mengantar si kembar ke sekolah. Jangan bicara ngaco kamu ya! Kalau kedengaran Pamela bisa-bisa dia salah paham sama aku. Kalau aku memang berniat menikahinya tentu sudah dari dulu, nggak nunggu dia melahirkan!")

Dion jengkel dengan celetukan sahabatnya. Setiap kali ngobrol ada kaitannya dengan Liana, Reynan langsung menuduhnya selingkuh. Soal perasaan tentu masih ada, tapi ia juga harus bisa menjaga sikap agar tidak melukai perasaan istrinya.

("Bukankah dulu kau bilang kalau cintamu bertepuk sebelah tangan? Dia tak mau kau nikahi? Kebanyakan alasan kau itu!")

("Sudahlah..., jangan kau buat hatiku kesal. Aku itu mau tanya sama kamu, ada maksud apa kamu datang ke rumah Liana?")

("Ya ada kepentingan lah, dia itu kan karyawanku!")

("Baru kali ini ada bos datang langsung ke rumah karyawannya. Apa kau selalu mendatangi rumah semua karyawanmu? Kau tidak memiliki niatan buruk padanya kan?")

Dion khawatir kedatangan Reyhan hanya untuk mengganggu kehidupan Liana. Liana sempat bilang, jika sampai bosnya mengusik ketenangannya maka dia bakalan pindah rumah. Sebagai teman tentu ia peduli. Liana dan si kembar sudah hidup menderita, ia tak ingin ada orang lain yang menambah beban penderitaannya.

("Aku ada urusan penting sama dia. Tadi malam dia bilang hendak resign hari ini. Dia baru beberapa hari kerja tapi sudah minta izin resign, padahal kan sudah menandatangani kontrak. Aku ingin tahu bagaimana reaksinya kalau aku langsung datangi ke rumahnya.")

("Kenapa harus mendatanginya ke rumah? Bukankah nanti dia juga masih masuk kerja?")

("Emangnya kenapa kalau aku menemuinya di rumah rumah? Kamu keberatan kalau aku mendatanginya ke rumah? Memangnya kamu siapanya dia? Suami bukan, saudara bukan, kok ngatur ngatur hidup orang lain. Atau jangan-jangan kau gagal move on?"

1
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!