NovelToon NovelToon
KUBALAS PERBUATAN SUAMI & KELUARGANYA

KUBALAS PERBUATAN SUAMI & KELUARGANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor
Popularitas:140.3k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Rara

Selama empat tahun pernikahan, Laras menjadi mesin ATM bagi keluarga suaminya. Sebagai wanita karier dengan posisi mapan dan gaji besar, ia tidak hanya menafkahi rumah tangganya sendiri, tetapi juga menanggung gaya hidup mewah ibu mertua dan adik iparnya, sementara suaminya, Arga, lepas tangan dengan alasan gajinya yang kecil.
Puncak kesabaran Laras habis ketika ia menyadari bahwa kebaikannya tidak pernah dihargai dan justru dianggap sebagai kewajiban mutlak. Laras memutuskan untuk melakukan "pemogokan finansial". Ia memotong uang bulanan secara drastis, berhenti membayar cicilan mobil sang adik ipar, dan mulai menikmati hasil jerih payahnya untuk dirinya sendiri.
Keputusan Laras memicu "perang" dalam keluarga besar. Arga yang manipulatif, serta ibu mertua dan adik ipar yang parasit, mulai melakukan berbagai cara untuk menekan Laras, mulai dari intimidasi, adu domba dengan keluarga besar, hingga ancaman perceraian. Namun, Laras yang kini lebih berdaya tidak lagi bisa ditindas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Rara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gosip tetangga

Arga terdiam. Semua yang dikatakan Laras adalah fakta pahit yang tidak bisa ia bantah. Selama empat tahun ini, ia memang hidup nyaman karena sokongan finansial istrinya.

"Tapi... masa iya kamu tidak punya tabungan sama sekali? Mas butuh sekali uang itu Ras. Janji, dalam tiga bulan aku kembalikan beserta bunganya. Bagaimana?" Arga masih mencoba merayu, benar-benar tak punya urat malu.

"Tidak ada." tegas Laras.

"Dasar pelit." umpat Arga dengan wajah memerah menahan malu sekaligus marah.

Dengan emosi yang meluap, Arga menghentakkan kaki keluar dari kamar. Ia memutuskan pergi malam-malam begini untuk mencari pinjaman lain.

" Apa aku gadaikan mobil saja? Tidak ada cara lain, sepertinya cuma itu jalan satu-satunya." batin Arga frustrasi.

**

Selesai salat Subuh, Bu Sulis membantu Laras menyiapkan sarapan di dapur. Anggota keluarga yang lain masih terlelap, sementara Pak Harun memilih untuk merebahkan diri kembali setelah beribadah karena cuaca pagi itu terasa sangat menusuk tulang.

"Kamu setiap hari masak sendiri begini, Nduk?" tanya Bu Sulis sambil menumis bumbu kangkung.

"Iya, Bu. Kalau tidak sempat, paling beli matang saja di depan." jawab Laras apa adanya.

"Lalu ibu mertuamu sama adik iparmu tidak bantu? Ngapain saja mereka kalau pagi?" Bu Sulis menyelidik, tangannya masih lincah mengaduk bumbu.

"Kalau pagi kan masaknya tidak ribet, Bu, yang penting cepat matang supaya Laras tidak telat. Nanti setelah Laras dan Mas Arga berangkat kantor, biasanya Bu Ajeng masak sendiri untuk makan siang mereka." ucap Laras tenang. Ia sengaja menutupi kelakuan mertuanya agar sang ibu tidak terbebani pikiran.

"Oh, begitu..." Bu Sulis hanya mengangguk, meski hatinya masih merasa ada yang kurang pas. Tak lama, aroma harum tumisan mulai memenuhi ruangan.

Menu sarapan pagi itu cukup lengkap. Tumis kangkung, ayam goreng dan sambal cumi asin. Laras sengaja memasak porsi besar agar cukup sampai siang, mengingat orang tuanya masih akan menginap satu malam lagi sebelum kembali ke kampung untuk mengurus perkebunan cengkeh dan kakao mereka yang luas.

"Ras, Ibu mau jalan-jalan ke depan sebentar ya, mumpung udaranya masih segar." ucap Bu Sulis setelah mencuci tangan.

"Iya Bu, maaf ya Laras tidak bisa menemani. Habis ini Laras harus menjemur pakaian, mandi, lalu berangkat ke kantor." jawab Laras.

"Tidak apa-apa. Kalau bapakmu cari, bilang saja Ibu cuma jalan di depan rumah."

Bu Sulis melangkah keluar. Langit masih remang karena jarum jam belum menyentuh angka enam. Namun, saat sampai di persimpangan jalan, ia tertegun melihat sekelompok wanita sudah berkumpul.

"Jam segini ibu-ibu sudah pada kumpul, apa mereka tidak masak?" gumam Bu Sulis heran.

"Loh, ini Bu Sulis ibunya Mbak Laras, ya? Kapan datang, Bu?" sapa Bu Rohima ramah.

"Kemarin sore, Bu. Ini lagi pada ngapain kok ramai sekali?"

"Biasa Bu, nunggu tukang sayur lewat. Sini Bu, gabung dulu." ajak Bu Sumi.

Bu Sulis pun ikut duduk. Ia sebenarnya menyukai lingkungan rumah Laras yang hangat dan ramai tetangga. Berbeda jauh dengan kondisi di kampungnya yang berada di daerah pegunungan, di mana jarak antar rumah sangat berjauhan dan warga biasanya sudah berada di kebun sejak fajar menyingsing.

"Bu Sulis mau lama di sini?" tanya Bu Rohima.

"Tidak, Bu, cuma dua malam. Kebetulan habis ada acara keluarga, jadi mampir ke rumah anak. Besok siang sudah pulang." jawab Bu Sulis ramah.

"Duh, kalau bisa agak lamaan saja Bu, biar Mbak Laras ada teman yang bantuin. Kasihan Mbak Laras itu, sering sekali diomeli Bu Ajeng." celetuk Bu Rohima tiba-tiba.

Wajah Bu Sulis berubah tegang. "Maksudnya bagaimana, Bu?"

Tanpa diminta dua kali, Bu Rohima langsung menumpahkan apa yang selama ini menjadi rahasia umum di lingkungan itu.

"Bu Ajeng itu kalau sudah marah, suaranya terdengar sampai tetangga sebelah, Bu. Mbak Laras dikatain pelitlah, malaslah sampai dibilang perhitungan. Padahal kami lihat Mbak Laras itu sudah seperti pembantu di rumahnya sendiri. Apalagi semenjak ibu dan adiknya Arga tinggal di sana, mereka makin seenaknya."

Bu Sumi menimpali dengan informasi yang lebih mengejutkan, "Katanya Bu Ajeng, mereka terpaksa tinggal di situ karena Mbak Laras punya utang di Bank Orange. Katanya Mbak Laras menjaminkan sertifikat rumah Bu Ajeng dan tidak sanggup bayar, makanya rumah lama Bu Ajeng disita. Jadi sekarang mereka merasa Mbak Laras yang harus tanggung jawab."

Astaghfirullahaladzim...

Bu Sulis mengusap dadanya. Dadanya sesak mendengar fitnah keji itu. Ia tahu benar bahwa selama empat tahun pernikahan ini, Laras-lah yang banyak membantu ekonomi keluarga Arga, mulai dari meminjamkan uang 25 juta pada Dimas hingga 15 juta pada Maya yang sampai sekarang entah kapan dibayarnya.

"Bohong.  Itu semua fitnah. " tegas Bu Sulis, suaranya bergetar menahan amarah. "Laras tidak pernah punya utang bank. Dia punya pekerjaan bagus di kantor dan gajinya lebih dari cukup. Meskipun kami orang desa, Laras tidak pernah kekurangan uang sejak kecil. Dan soal rumah ini... ini adalah rumah hadiah ulang tahun dari ayahnya untuk Laras. Jadi tidak mungkin ada urusan sita-menyita rumah Bu Ajeng."

Ibu-ibu di sana terperangah. Mereka baru tahu fakta yang sebenarnya.

"Kami sebenarnya juga tidak percaya, Bu. Mbak Laras itu baik sekali, tidak pernah perhitungan kalau tetangga minta tolong."  ujar Bu Lena, tetangga sebelah rumah. "Bu Ajeng saja yang terlalu sombong, suka pamer, padahal itu kan rumah menantunya."

**

Sementara itu, di tempat lain, Arga baru saja keluar dari sebuah kantor pembiayaan leasing. Ia baru saja mengambil keputusan nekat demi menikahi Angel, selingkuhannya. Karena tidak punya uang tunai yang cukup, ia terpaksa menggadaikan BPKB mobil kesayangannya.

"Akhirnya dapat uang juga untuk mahar Angel." gumam Arga sambil menatap amplop berisi uang di tangannya. "Emas 30 gram dan uang tunai 50 juta... harganya mahal sekali, tapi demi Angel aku rela."

Arga merasa yakin, dalam waktu satu tahun, ia bisa menebus kembali BPKB itu. Apalagi Angel berjanji bahwa setelah satu tahun hidup mandiri dan pas-pasan bersamanya, Angel akan menerima seluruh warisan besar dari orang tuanya, Pak Komar dan Bu Sitti.

"Halo sayang, aku jemput sekarang ya." ucap Arga melalui telepon kepada Angel.

"Iya Sayang, jadi kan kita cari gelang emas untuk mahar dan cincin kawin hari ini?" suara Angel terdengar manja.

"Jadi, dong. Tunggu aku ya."

Arga tersenyum penuh kemenangan. Dalam kepalanya, ia sudah menyusun rencana gila. "Seminggu lagi aku akan menikahi Angel. Kalau sudah sah, aku akan bawa Angel tinggal satu rumah dengan Laras. Kalau Laras tidak mau dimadu... ya sudah, akan aku ceraikan dia. Toh, keluargaku juga menganggap rumah itu milikku sendiri. Laras bisa ku depak dari rumah itu."

Arga tidak sadar, bahwa pondasi kebohongannya mulai retak tepat di saat ia merasa berada di atas angin.

1
Rismawati Damhoeri
sering kali cerita rumah hunian kado dari ayah, thor....
Anonymous
bunuh dirimu sendiri
Ariany Sudjana
bagus Arga, cukup kasih uang saja mantan mertua kamu itu, jangan mau diseret dalam masalah hidup angel.
Ariany Sudjana
Hahaha dasar laki-laki mokondo kamu Dimas, ga tau malu, sudah dipecat karena korupsi, dan sekarang mau cari uang mudah dengan memeras Rangga, ujungnya kamu yang malu, karena aib Maya semua dibongkar 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
salah sasaran kalau mentargetkan Tiara, kan yang jadi pelacur murahan itu Bu Ajeng, ya jangan jadikan Tiara untuk balas dendam Yuli. Arga dan Tiara tetap waspada yah, karena Ratih ga terima kalau dia diputusin sama selingkuhannya, apalagi kalau tahu Hadi juga menyukai Tiara, wah bahaya
Laila Amilia
ok kalo Arga emang bukan anak kandung si ajeng & yang harus, y yang jadi sasaran dendam ibu, y hadi cuma ke maya dimas sama ajeng sendiri sedangkan tiara kan g tau apa2 & tiara juga g tau gimana kelakuan ibu, y di masa lalu
Anyelir
Tiara Run!!
Aryo, yuk pepet Laras terus. Pepet aja, lagi kosong tuh
Ariany Sudjana
jangan sampai Tiara juga membuka hati untuk Hadi, ga rela kalau Tiara harus menanggung dendam ibunya Hadi
merry
ternyta damar memcintai Lara's Dan calon istri y tmn baik sm Lara's kata org dunia sempit bnr juga ya,,, tpp damar gk tegas ambil Keputusann dlm hdp y siapa yg hrs dia nikhi gt,, gk Mau crta siapa Lara's bagi dry,, mngkin bpky bs pertimbgkn lgg damar nkh sm Lara's yg ud selmtinn damar atau nkh sm siska demi jnji ya,,
merry
moga ajj tiara tau Hadi itu selingkhn kakak ipar Yaa biar gk trma cwo bks kkk ipar y
Anyelir
kenapa bu ajeng masih belum sadar ya?
apa karmanya belum cukup?
Ariany Sudjana
bagus Tiara, kamu bersikap tegas terhadap Hadi, fokus dahulu sama studi dan pekerjaan kamu Tiara, sambil juga introspeksi diri. sudah benar sikap kamu tadi, hanya menganggap Hadi itu kakak kamu. entah bagaimana reaksi Tiara, begitu tahu nanti kalau Hadi adalah selingkuhan mantan kakak iparnya
Ariany Sudjana
ga rela kalau Tiara sama Hadi, apalagi Hadi ada motif balas dendam, lebih suka Tiara sama laki-laki lain, yang bertanggung jawab dan juga menyayangi Tiara dengan tulus
Uthie
Dasarnya Jalang emang kaya gtu 😡
Ariany Sudjana
haha Bu Ajeng jadi gembel 🤣🤣
Anyelir
oh iya kak, mampir yuk ke ceritaku juga kalau kakak berkenan
Noona Rara: Okay kak. Makasih juga sudah baca novelku
total 1 replies
Anyelir
Selamat Arga, semoga semakin sukses kedepannya dan dapat jodoh yang baik
Anyelir
salah sendiri kamu selingkuh ratih. padahal dimas udah memanjakanmu sampai korupsi di kantor
tapi malah sekarang kamu ditinggal sama selingkuhanmu
Uthie
Ekhemm.. Damar 😂😁
Uthie
Tuhhh kan bener.. dasar manusia licik 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!