Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 22
"Anda memanggil saya Pak, Bu?" Pak Elan menunduk hormat menemui mereka di sebuah restoran VIP. Di sana juga sudah bergabung dengan mereka Aruna dan Xavier.
"Iya Pak Elan, santai saja dan kita makan siang dulu!" jawab Papi Devan.
"Terima kasih atas kebaikan anda Pak," jawab Pak Elan sopan.
Selama makan, mareka mengobrol santai mengenai keseharian Pak Elan dan sebaliknya Pak Elan bertanya tentang keadaan Aruna. Pak Elan terlihat bahagia saya menyaksikan perlakuan Xavier dna keluarga Hananta kepada Aruna. Saat masih ada Mahardika juga, mereka memang sudah begitu menyayangi Aruna, maka tak heran jika sekarang mereka begitu menyayangi Aruna setelah menjadi bagian dari keluarga itu. Pak Elan tahu betul bagaimana sulitnya hidup yang di alami oleh Aruna selama ini.
"Saya ikut bahagia melihat anda bahagia bersama dengan keluarga yang tepat, Nona!" ujar Pak Elan.
"Terima kasih Pak Elan, sehat selalu untuk anda. Dan maaf merepotkan karena anda masih harus berada di perusahaan dan kini menjadi kepercayaan saya menggantikan Kakek Mahardika," jawab Aruna.
Selain Pak Elan, Aruna juga menempatkan orang-orangnya di beberapa bagian yang sangat strategis untuk mengawasi perusahaan. Hal itu dia lakukan karena tak selamanya dia berada di perusahaan Mahardika, apalagi dia juga sudah meminta Pamannya menjalankan perusahaan Mahardika dan dia fokus dengan perusahaan Runa'z tanpa mengabaikan pengawasan di perusahaan Mahardika.
"Begini Pak Elan, kamu ingin meminta pendapay anda. Rencananya kamu akan mengumumkan pernikahan Xavier dan Aruna juga mengumumkan Aruna dan Arkha sebagai cucu dari keluarga Mahardika. Anda tahu sendiri perlakuan orang-orang kepada Aruna seperti apa! Rasanya hal itu membaut kami kesal dan tak mungkin kamu harus membungkam mulut mereka satu persatu dan melempar mereka ke kolam buaya! Bagaimana menurut anda?" tanya Papi Devan.
"Saya sangat setuju dengan rencana kalian. Karena sebenarnya sebelum Pak Mahardika meninggal, keinginan terakhinya adalah agar semua orang tahu jika dia punya cucu lain selain anak-anak dari Pak Danar. Cucu yang berasal dari anak perempuannya. Menurut saya tak ada masalah, justru akan sangat bagus," jawab Pak Elan.
"Baguslah kalau anda juga setuju. Karena saya khawatir akan ada pihak yang tak setuju dengan keputusan kami," jawab Papi Devan.
"Bagaimana dengan Respon Pak Danar? Apa kalian sudah membicarakan dengannya? Aku dengan anak dan istrinya akan kembali dalam beberapa hari kedepan dan akan menetap di sini. Revano dan Anastasia rencananya akan mulai masuk ke perusahaan membantu Pak Danar!" jelas Pak Elan.
"Dia sudah setuju, dan dia juga mengatakan kalau anak dan istrinya akan kembali. Hanya saja kami belum tahu jika anak-anaknya akan mulai terjun ke perusahaan," jawab Mami Violet.
"Semoga saja dari salah satu anaknya ada yang bisa jauh lebih baik dari ayahnya. sejujurnya saya lebih berharga Nona Aruna yang memimpin perusahaan Mahardika sendiri. Saya tahu kemampuan anda jauh di atas Pak Danar yang maaf ..." jelas Pak Elan yang tak bisa melanjutkan ucapannya karena menjaga perasaan dan juga sadar dengan jabatannya.
"Tidak masalah Pak, kita tetap awasi saja. Dan anda tahu jika aku tetap memantau perusahaan walau jarang ke kantor. Sejujurnya aku meminta Om Danar mengelola perusahaan adalah memberikan kepercayaan diri kepada dia. Selama ini dia selalu kalah oleh Sandy. Kemampuan dia memang tak sebagai Sandy, aku akui itu. Namun walau bagaimanapun aku masih menjaga harga diri Om Danar sebagai penerus perusahaan Mahardika," jelas Aruna.
Dia bahkan sampai memikirkan harga diri pamannya sendiri walau dia tahu kemampuan Danar memang berada di bawah standar jika urusan memimpin perusahaan. Makanya dia menempatkan orangnya di sana agar perusahaan Mahardika tetap stabil.
"Apa yang bisa saya bantu? Dan kapan rencananya pengumuman ini ke publik?" tanya Pak Elan.
"Besok, lebih cepat lebih baik. Ada beberapa hal yang kami butuhkan," jawab papi Devan.
Setelahnya mereka mengobrol cukup lama hampir satu jam. Hingga akhirnya Pak Elan pamit kembali ke kantor.
"Pak Elan, anda di panggil ke ruangan Pak Danar!" ujar resepsionis saat Pak Elan tiba di perusahaan Mahardika.
"Anda memanggil saya Pak Danar?" tanya Pak Elan setelah mengetuk pintu.
"Duduklah, ada yang ingin aku bicarakan. Apa kamu sebelumnya sudah di hubungi Pak Devan atau Aruna?" tanya Danar.
"Belum Pak, saya bahkan belum berkomunikasi lagi dengan Bu Aruna karena beliau sedang sibuk dengan perusahaan Runa'z yang sedang kebanjiran banyak proyek baru," jawab Pak Elan tenang.
Mendengar perusahaan pribadi Aruna mengalami kemajuan yang pesat ada sedikit rasa iri di hati Danar karena Aruna sama cerdasnya dengan almarhumah dang adik dulu. Mutiara juga sangat pintar mengelola perusahaan dan bahkan bisa mendapatkan banyak klien untuk perusahaan Mahardika.
"Mereka berencana untuk mengumumkan pernikahan Xavier dan Aruna serta mengumumkan Aruna dan Arkha sebagai cucu dari keluarga Mahardika. Bagaimana menurutmu?", tanya Danar.
"Tak ada yang salah, bahkan saat Pak Mahardika masih hidup dan ketika tahu jika Aruna cucu kandung yang dia cari. Rencananya dia memang ingin mengumumkan hal itu, namun karena satu dan lain hal apalagi ketika itu Aruna masih membenci kakeknya membuat Pak Mahardika masih menahan diri mengumumkannya," jelas Pak Elan.
"Apa anda merasa keberatan dengan usul itu?" tanya Pak Elan setelahnya saat melihat Danar masih terdiam mendengar jika ayahnya juga berencana mengumumkan keberadaan Aruna dan Arkha.
"ah tidak! Aku juga sudah setuju, aku hanya meminta pendapatmu saja. Apalagi anda dengan dengan dengan ayah saya dulu,", jawab Pak Danar yang memang sedikit sungkan kepada Pak Elan. Apalagi jabatannya di periksa adalah orang yang di tunjuk langsung menjadi kepercayaan Aruna, pemilik saham mayoritas perusahaan Mahardika.
rexa kau jd kekesed na Renata ternyata
awas az s danar berulah n mulai culas n tamak harta
ini mah harus baca ulang dari awal
thanks teh 💪