NovelToon NovelToon
Kembali Ke Akhir Dunia

Kembali Ke Akhir Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Hari Kiamat / Ruang Ajaib
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Serigala Kecil

Gugur dalam sebuah pemberontakan tepat di hari pelantikannya sebagai jenderal, Ellenoir, mantan prajurit wanita hebat di dunia kuno, kembali ke dunia aslinya, dunia yang sudah hancur. Dengan membawa pedang dan tekad ia bergerak menumpas kejahatan dan zombie.

Sepupu dan tunangan yang selingkuh? Bunuh!
Paman dan Bibi yang licik? Bunuh!
Orang-orang serakah yang berniat jahat? Bunuh!

Meski perjalanan panjang dan berdarah menanti, Elle siap menghadapinya. Bersama orang-orang kepercayaannya, menaklukkan kota miskin yang terbuang, menciptakan sebuah kota aman yang akan menjadi cahaya dimasa depan. Menciptakan sebuah harapan ditengah-tengah keputusasaan.

Mampukah Elle menciptakan harapan ditengah kehancuran? Atau justru gugur dimakan kejinya akhir dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serigala Kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berhasil Terbangun

**

Setelah beberapa waktu menunggu, paman Jergh dan Sam akhirnya membuka kedua mata, dengan mata berbinar keduanya saling menatap sebelum akhirnya mengangguk semangat bersamaan.

"Berhasil?" Tanya Elle sedikit bersemangat, ketika ia melihat ekspresi keduanya.

"Ya, aku merasakannya." Ucap paman Jergh mengangguk, diikuti oleh Sam. "Aku juga merasakannya, nona."

"Coba keluarkan kemampuannya. Jenis apa itu?" Tanya Elle, membuat kedua orang itu berdiri bersamaan. "Mungkinkah berkaitan dengan fisik?" Tanya Elle membuat keduanya lagi-lagi mengangguk.

Paman Jergh yang pertama kali beraksi, dengan umurnya yang sudah agak tua, ia mulai berkonsentrasi menarik energi dalam tubuhnya, hingga energi keluar membentuk otot tubuh dibadannya, sehingga tubuhnya berubah menjadi kekar.

"Wow! Paman, kau keren sekali!" Puji Elle tertawa kecil.

"Hei! Cocok sekali danganku, kan?" Balas Paman Jergh tertawa bahagia.

Disisi lain, Sam juga mulai menunjukkan kekuatannya, yang begitu energi ditarik keluar, Sam mulai melangkah dan seketika berlari dengan sangat cepat.

"Wow! Kau tipe kecepatan! Bagus, bagus!" Puji Elle mengangguk puas. Membuat Sam tersenyum lebar, ia bisa membangkitkan kekuatannya sendiri yang sungguh sebuah keberuntungan.

Disisi lain, Darrion semakin sedih. Tanpa berkata apa-apa, ia pergi meninggalkan ruang tengah, memasuki kamar kosong kemudian merebahkan dirinya, ia memilih tidur daripada membiarkan rasa kecewanya semakin besar.

"Biarkan saja, dia butuh waktu sendiri." Ucap Elle, sehingga semua orang kembali fokus pada Elle, mulai mendengarkan nasihat-nasihat yang ia tahu sebagai pengguna kemampuan agar tidak ceroboh dan tidak selalu menggunakannya sebagai senjata utama.

Beberapa waktu berlalu, Avin mulai tidak bisa diam. Ia merasa sedikit khawatir dengan Darrion. Meski sebelumnya selalu tidak akur, tapi dalam hati ia menganggapnya sebagai kakak juga sebab Elle kakak dari Darrion. Jadi ia beralasan pergi ke kamar mandi, hanya untuk melihat Darrion.

Berjalan perlahan, ia sempat ragu dan ingin berbalik, takut mengganggunya beristirahat. Tapi pada akhirnya, Avin memberanikan diri mengetuk pintu kamarnya. Setelah 10 kali ketukan, pintu tidak kunjung dibuka, jadi ia berpikir untuk kembali.

SWOOOSH, SOOOOSSSH, BRAK! SSSSSHH

Suara kencang terdengar dari kamar yang ditempati Darrion, membuat Avin tidak ragu lagi, dengan panik membuka pintu dan terkejut dengan keadaan dikamar. Ia berdiri didepan pintu yang terbuka, mulutnya juga terbuka karena takjub.

"K-kakak! Kakak! Datanglah kemari! Kakak!" Teriak Avin begitu sadar.

Elle mendengar teriakan yang panik tersebut, lantas berlari untuk melihat, diikuti tiga orang lainnya. "Ada ap--oh! Darrion!" Pekiknya terkejut, tapi juga bersemangat.

"Ugh, kakak? Ada apa? Apa makan malam sudah siap?" Tanya Darrion setengah sadar.

"Makan malam apa! Lebih baik buka matamu sekarang juga, tuan muda!" Pekik Sam panik, ia bahkan hendak maju tapi dihalangi Elle.

"Tidak bisa mendekat, tornado itu bisa melukaimu." Larang Elle.

"Tornado apa kak--AH! Kakak, a-apa yang terjadi? Kenapa aku terbang?!" Teriak Darrion histeris, membuat Elle tertawa renyah.

"Baiklah, itu kemampuanmu.. Fokuskan pikiranmu, kumpulkan energi yang kacau dalam tubuh, lalu kendalikan." Ucap Elle memberi tahu, membuat Darrion mengangguk dengan perasaan takut. Ia sedang tidur nyenyak sampai suara sang kakak membangunkannya, tidak disangka ia tiba-tiba berada diudara hampir mencapai langit-langit.

Elle bangga, adiknya membangkitkan kemampuan angin. Salah satu kemampuan yang hebat jika berhasil diasah dan ditingkatkan dengan baik.

Setelah keadaan kembali tenang, Darrion berlari dan memeluk kakaknya. "Baiklah, kau sudah terbangun. Jangan merasa sedih lagi." Ucap Elle menepuk punggungnya.

"Ya, kakak! Aku, kami semua punya kemampuan saat ini!" Ucap Darrion seraya melepaskan pelukannya.

Elle mengangguk, "kalau begitu, ayo kita berangkat besok?" Ajaknya.

**

Keesokan harinya, semua orang telah siap dengan perbekalan masing-masing yang hanya memuat satu tas punggung. Pada saat ini, semua orang telah keluar dari rumah lantai 5 tersebut, dan menunggu Elle yang minta ditinggalkan didalam sendiri.

Sementara Elle tanpa rasa bersalah, ia memasukkan semua barang yang ada dilantai 5. Termasuk sofa, lemari, dan tempat tidur yang ada beberapa. Simpan, simpan, simpan semua ke dalam ruangnya, bisa digunakan nanti ketika dibutuhkan. Tentunya, hanya barang-barang yang masih bersih dan kualitasnya bagus yang ia bawa, sedangkan sisanya tidak ia bawa sama sekali.

"Sudah selesai, ayo pergi." Ucap Elle seraya tersenyum kecil. "Oh ya, bagaimana dengan kendaraan? Sudah ditemukan yang cocok?" Tanya Elle setelahnya.

"Sudah nona, jenis mobil Hummer, tipe Jeep. Dengan kursi yang muat 6 penumpang, pas sekali dengan jumlah kita saat ini. Bahan bakar juga sudah diisi penuh, dan ada cadangan bensin yang disimpan di bagasi. Kami dapat dari mobil-mobil lain yang sudah rusak, yang tidak akan bisa digunakan lagi." Jelas Sam, diangguki oleh paman Jergh, sebab keduanya yang bekerja mencari.

Adapun mobil lainnya yang masih bagus, keduanya melewatkannya, karena masih ada penyintas yang bersiap menunggu penjemputan nanti. Jadi, tinggalkan saja mobil-mobil ini.

"Jeep Hummer? Bukankah ini mobil simpanan ayahku dulu? Ternyata masih ada? Aku kira sudah dijual, atau setidaknya ada dirumah besar?" Tanya Elle bingung.

"Sebelum bencana dimulai, tuan muda menggunakan mobil ini datang kemari untuk menemuimu nona." Jawab paman Jergh seraya tersenyum, membuat Darrion membusungkan dadanya agak sombong.

"Bagus juga, bocah. Beruntung kau memakainya waktu itu." Ucap Elle mengangguk, dengan ibu jari yang terangkat, ditujukan pada Darrion, membuatnya tersenyum lebar. Merasa semakin bangga karena keputusannya menggunakan Hummer sang ayah untuk menemui sang kakak sangat berguna.

"Baiklah, ayo pergi." Ucap Elle kemudian berjalan dengan Luca yang ada disampingnya, sedangkan yang lain mengikuti dari belakang.

"Kami butuh bantuanmu sepanjang jalan ini, jadi hemat tenaga dan energimu. Aku juga akan memberikan banyak inti kristal nanti agar kau bisa menyerapnya, untuk meningkatkan kekuatan psikismu." Ucap Elle seraya menepuk lengan Luca.

Luca berdehem pelan, ia memang memiliki kekuatan psikis, sejak ia tahu ia bisa melihat hanya dengan pikirannya. Ini seperti radar berjalan, yang akan sangat membantu perjalanan tim sampai ke kota Q.

"Ada yang mengikuti kita dibelakang." Ucap Luca memberitahu, tanpa menjawab ucapan Elle sebelumnya.

"Haruskah aku mengusirnya, nona?" Tanya Sam dari belakang. Meski begitu, semuanya tidak ada niat menghentikan langkahnya menuju basement.

Elle mengernyitkan dahinya, kemudian menggeleng. "Tidak perlu, biarkan saja." Ucapnya setelahnya. Lagipula itu kehendak mereka, ia tidak bisa melarangnya sama sekali. Selain itu, ia tidak punya kewajiban apapun untuk melindungi dan menjaga disepanjang jalan.

Ia sudah memberi jalan pada mereka untuk menunggu penjemputan yang akan datang dalam satu hari. Tapi beberapa orang memang selalu tidak percaya begitu saja dan khawatir, jadi biar saja mereka melakukan apa yang mau mereka lakukan.

"Baiklah, fokus pada perjalanan kita sendiri." Ucap Elle, dan satu persatu memasuki Hummer yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan posisi duduk, paman Jergh dan Sam sebagai pengemudi berada di kursi depan, Elle dan Luca di kursi tengah, sisanya kurai belakang diisi oleh Avin dan Darrion.

**

1
azka aldric Pratama
hadir 😁
Windy Hapsarini
lanjut Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!