NovelToon NovelToon
Gus, I'Am In Love

Gus, I'Am In Love

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:742
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Cerita ini adalah tentang Regenerasi Hidayah. Dari Zain yang Bertaubat Karna pergaulan yang Salah saat masa remaja, Dan dikaruniai Anak yang bernama Zavier yang Pintar dan Tegas, Hingga Putri Kemnarnya Zavier Bernama Ziana dan Ayana yang menyempurnakan warisan tersebut. Dan Ditutup Dengan Kisah Anak Ayana, Gus Abidzar.
Ini adalah bukti bahwa meski darah berandalan mengalir dalam tubuh, cahaya agama mampu mengubahnya menjadi kekuatan untuk melindungi dan mengayomi sesama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamar Mandi

Uap hangat memenuhi kamar mandi luas di dalam ndalem. Di bawah guyuran shower yang lembut, Zayn berdiri di belakang Abigail, membimbing istrinya untuk melakukan mandi wajib pertama mereka. Suasana yang seharusnya sakral itu justru terasa sangat intim karena kulit mereka yang bersentuhan di bawah aliran air.

Zayn memegang kedua tangan Abigail, membimbingnya melakukan gerakan wudhu sebelum mandi, lalu mulai menuntunnya melafalkan niat dengan suara baritonnya yang rendah dan bergetar di telinga Abigail.

"Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillahi ta'ala..." Zayn membimbing Abigail dengan sabar. "Ratakan airnya ke seluruh rambut, Abby. Pastikan setiap sela kulit kepalamu terkena air."

Namun, saat tangan Zayn membantu meratakan air ke bahu dan punggung Abigail, sentuhannya tidak lagi sekadar membantu ibadah. Jemarinya yang terampil mulai menari di atas kulit Abigail yang basah dan licin. Abigail bisa merasakan napas Zayn yang semakin memburu di tengkuknya.

"Gus... bukannya kita harus segera selesai?" bisik Abigail, meski tubuhnya justru semakin bersandar pada dada bidang Zayn.

Zayn mematikan keran air, meninggalkan suara sunyi yang hanya diisi oleh napas mereka. "Ibadah sudah selesai, tapi hak suami atas istrinya belum tuntas, Abigail."

Zayn membalikkan tubuh Abigail, menatapnya dengan tatapan lapar yang tidak bisa disembunyikan lagi. Sisi bad boy yang selama ini dipendam Zayn meledak malam itu. Ia membawa Abigail kembali ke ranjang, dan gairah yang sempat mereda justru terbakar jauh lebih hebat dari sebelumnya. Zayn menunjukkan stamina yang luar biasa, membuat Abigail benar-benar terhanyut dalam permainan suaminya yang sangat lihai dan penuh tenaga.

Waktu seolah berhenti. Jam dinding menunjukkan pukul tiga, lalu pukul empat, namun mereka seolah tidak mengenal kata lelah.

Hingga kemudian, sayup-sayup terdengar suara adzan subuh berkumandang dari masjid pesantren.

Allahu Akbar, Allahu Akbar...

Tepat saat itu, terdengar ketukan lembut namun tegas di pintu kamar mereka. "Zayn? Abby? Ayo bangun, Le... sudah adzan. Jamaah ditunggu di masjid," suara Umi Khadizah terdengar dari balik pintu.

Abigail tersentak, wajahnya merah padam. Ia mencoba menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, namun Zayn justru menahan pinggangnya, tidak membiarkan Abigail menjauh.

Di dalam kamar, di bawah temaram lampu tidur, Zayn masih terus bergerak, menuntaskan hasratnya yang memuncak di detik-detik terakhir adzan berkumandang. Ia seolah tidak peduli dengan dunia luar. Keringat membanjiri tubuh mereka, dan suara napas mereka yang menderu beradu dengan suara muadzin di kejauhan.

"Zayn? Kamu sudah bangun?" panggil Umi sekali lagi, sedikit heran karena biasanya putranya itu paling awal berada di masjid.

Zayn baru melepaskan Abigail setelah mencapai puncaknya, tepat saat kalimat Laa ilaha illallah menutup adzan. Ia mengatur napasnya yang tersengal, lalu berdeham kuat agar suaranya terdengar normal.

"Inggih, Umi. Zayn sudah bangun. Sebentar lagi Zayn ke masjid," jawab Zayn dengan suara serak yang khas.

Umi Khadizah yang di luar hanya tersenyum tipis, seolah paham dengan situasi pengantin baru, lalu melangkah pergi. Sementara di dalam kamar, Abigail menyembunyikan wajahnya di dada Zayn karena malu yang luar biasa.

"Gus, kamu gila ya? Tadi itu ada Umi!" bisik Abigail sambil memukul pelan dada Zayn.

Zayn terkekeh, mengecup dahi Abigail dengan penuh kemenangan. "Itulah bedanya Gus dengan pria biasa, Abby. Kami tahu kapan harus khusyuk berdoa, dan kapan harus khusyuk menyayangi istri."

😍🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear❤

1
ros 🍂
😍😍
kalea rizuky
suka deh endingnya
kalea rizuky
hot ya gus/Curse/
kalea rizuky
bagus deh q baru baca novel mu yg andrian ke anak cucunya skg nemu ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!