NovelToon NovelToon
Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: RantauL

Season 2 dari Novel Sang Penakluk.

Hi Cesss, Novel Sang Penakluk kembali lagi ni. Semoga klean suka dengan alur ceritanya Cesss.

Jangan Lupa Like, Komen dan Supportnya Cesss. Karena setiap like, komen dan support dari kalian akan sangat berguna bagiku yang pemula ini.

Selamat Membaca...,,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RantauL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4. Meninggalkan Hutan Larangan

Navhara tersenyum kecil. “Kalau begitu, tidak mengherankan jika tuan Ray begitu kuat. Ternyata tuan adalah adik dari Rax Zen. Apakah semua orang bermarga Zen memang sekuat itu?”

Ray Zen hanya tersenyum tipis, tidak menjawab.

“Baiklah,” katanya kemudian, suaranya kembali tegas. “Sudah waktunya kita meninggalkan tempat ini. Masih banyak hal yang harus kita lakukan ke depannya.”

Bai Hu, Bear, Virdrax, dan Navhara mengangguk bersamaan.

Namun sebelum mereka benar-benar pergi, Ray Zen mengangkat tangannya. Aura hitam keemasan berdenyut lembut, dan satu per satu, puluhan binatang buas berusia ratusan ribu tahun yang telah gugur bangkit kembali—mata mereka kosong, tubuh mereka diselimuti bayangan, kini menjadi bagian dari pasukan bayangan Ray Zen.

Virdrax dan Navhara tidak lagi terkejut. Mereka telah menyaksikan kekuatan ini secara langsung dalam pertarungan sebelumnya.

“Kekuatannya… benar-benar mengerikan,” gumam Virdrax dalam hatinya.

“Virdrax,” panggil Ray Zen, “bisakah kau memulihkan kembali hutan tandus ini seperti semula?”

Virdrax terkejut, lalu mengangguk. “Bisa, tuan. Hanya saja, dengan kondisiku saat ini, aku tidak memung—”

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Ray Zen telah menyalurkan energi putih keemasan ke dalam tubuh Virdrax dan Navhara. Kehangatan menyelimuti mereka berdua. Luka-luka mereka sembuh, energi mereka pulih, dan rasa lelah lenyap seketika.

Virdrax dan Navhara menatap Ray Zen dengan mata bergetar, lalu menunduk dalam-dalam. Ucapan terima kasih keluar berulang kali dari mulut mereka. Mereka tak pernah menyangka bahwa sosok yang baru saja menjadi musuh terberat mereka justru menunjukkan kemurahan hati seperti ini.

Dengan kekuatan yang telah pulih sepenuhnya, Virdrax mengangkat kedua tangannya. Energi hijau tua menyebar ke seluruh penjuru. Dalam sekejap, tanah tandus mulai bergetar. Pohon-pohon besar tumbuh kembali, semak dan rumput liar muncul, bukit-bukit kecil yang hancur pulih seperti sedia kala. Rawa dan kolam—tempat tinggal Ratu Siluman Ular—kembali terbentuk dengan sempurna

Jantung Hutan Larangan benar-benar kembali seperti semula, seolah kehancuran sebelumnya tak pernah terjadi.

Setelah semuanya selesai, Ray Zen dan keempat lainnya meninggalkan tempat itu bersama pasukan siluman ular yang tersisa—yang kini telah menyatu ke dalam kalung milik Navhara.

Jauh dari sana, Lin Yu dan Rui Fe menyaksikan semua itu dengan tubuh gemetar. Keringat dingin membasahi punggung mereka.

Mereka tidak mendengar percakapan apa pun, namun apa yang mereka lihat sudah lebih dari cukup. Seorang pemuda yang membangkitkan binatang buas ratusan ribu tahun sebagai pasukan bayangannya. Dan seorang pria tua besar yang memulihkan Jantung Hutan Larangan dalam waktu kurang dari sepuluh menit.

“Kita harus segera pergi,” bisik Lin Yu. “Laporkan semuanya pada patriak sekte.”

Rui Fe mengangguk tanpa berkata apa-apa, lalu keduanya menghilang dari tempat tersebut.

...*****...

Ray Zen, Bai Hu, Bear, serta dua pengawal barunya—Virdrax dan Navhara—bergerak cepat, melompati pepohonan besar di Hutan Larangan. Mereka telah berada cukup jauh dari jantung hutan sebelumnya.

“Kemana tujuan kita selanjutnya, pangeran?” tanya Bai Hu tanpa mengurangi kecepatannya.

“Kita akan kembali ke Istana Kekaisaran Awan Putih, Paman,” jawab Ray Zen. Senyumnya menghangat. “Aku merindukan ayah, ibu, dan adik kecilku, Lia. Aku harus menepati janjiku padanya.”

(Cerita tentang janji Ray Zen kepada adiknya Lia Zen terdapat pada Chapter 69 di Season 1).

Bai Hu mengangguk penuh pengertian. Sudah satu setengah tahun mereka meninggalkan istana kekaisaran. Sudah waktunya mereka kembali.

“Tapi tuan,” Bear angkat bicara, “jarak menuju istana masih sangat jauh. Jika kita hanya bergerak seperti ini, kita akan membutuhkan waktu berminggu-minggu. Tuan bisa terlambat menepati janji.”

“Aku tahu,” jawab Ray Zen. “Karena itu kita tidak akan bergerak dengan cara biasa.”

Bear dan Bai Hu menoleh bersamaan. “Maksud tuan?”

“Kita akan mencoba sebuah teknik baru,” kata Ray Zen sambil tersenyum. “Teknik yang belum pernah aku gunakan sebelumnya.”

“Teknik apa itu, tuan?” tanya Bear penasaran.

“Nanti kalian juga akan tahu,” balas Ray Zen ringan. Senyum khasnya membuat mereka semakin penasaran.

Satu jam berlalu, langkah Ray Zen tiba-tiba melambat.

Beberapa saat kemudian, ia berhenti sepenuhnya di tepi Hutan Larangan, tepat di batas antara wilayah hutan larangan yang dipenuhi aura berbahaya dan dunia luar yang terasa jauh lebih tenang. Pepohonan raksasa di belakang mereka menjulang sunyi, seolah mengawasi kepergian lima sosok itu tanpa suara.

Melihat Ray Zen berhenti, Bai Hu, Bear, Virdrax, dan Navhara otomatis ikut menghentikan langkah mereka. Bai Hu dan Bear berdiri di belakang Ray Zen, menunggu tanpa bertanya—kebiasaan yang telah terbentuk dari perjalanan panjang bersama yang sering mereka lakukan. Sementara Virdrax dan Navhara masih terlihat kebingungan, namun tidak berani bertanya apapun.

Angin malam bertiup lembut. Aroma tanah lembap bercampur dedaunan perlahan tergantikan oleh bau jalanan dan rerumputan liar di luar hutan.

Ray Zen menatap ke depan, ke arah jalan setapak yang membentang panjang dan gelap. Di kejauhan, samar-samar terlihat garis pegunungan yang menjadi penanda wilayah salah satu kota besar di Kekaisaran Awan Hijau.

“Cukup sampai di sini,” ucap Ray Zen akhirnya. Nada suaranya tenang, namun jelas mengandung makna lain.

Bear mengernyit. “Tuan…?”

Ray Zen berbalik menghadap mereka. Di wajahnya terukir senyum tipis—senyum yang selalu muncul setiap kali ia hendak melakukan sesuatu yang tak terduga. “Aku sudah bilang tadi,” katanya pelan, “kita tidak akan melanjutkan perjalanan dengan cara biasa.”

Mata Bai Hu menyipit sedikit. Ia menatap sekeliling, lalu kembali menatap Ray Zen. “Apakah ini… teknik yang tuan maksud?”

Ray Zen mengangguk. “Benar.”

Virdrax dan Navhara saling melirik tanpa berkata apa-apa. Sebagai makhluk yang telah hidup ribuan tahun dan telah merasakan sendiri kekuatan Ray Zen, mereka memahami betul bahwa kata teknik yang keluar dari mulut Ray Zen pastilah berarti sesuatu yang jauh dari kata biasa.

Ray Zen melangkah satu langkah ke depan. Ia mengangkat tangan kanannya perlahan, lalu menutup mata.

Detik berikutnya, aura keemasan yang sangat murni, mulai memancar dari tubuhnya.

Tidak meledak. Tidak mengamuk.

Aura itu mengalir halus, seperti cahaya cair yang mengikuti garis-garis tak kasatmata di udara. Tanah di bawah kaki Ray Zen bergetar pelan, bukan karena tekanan, melainkan karena ruang itu sendiri mulai bereaksi.

“Perhatikan baik-baik,” ucap Ray Zen tanpa membuka mata. “Ini adalah teknik yang baru pertama kali aku gunakan di depan kalian.”

Udara di hadapan mereka mulai beriak—seolah permukaannya berubah menjadi cermin air yang disentuh ujung jari. Lingkaran cahaya perlahan terbentuk, garis-garis geometris kuno berputar di dalamnya, saling bertaut dan terpisah dengan irama yang presisi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan Lupa Like dan Komennya Cesss.....

Selamat Membaca.....

1
Zul Fiandi
jadi lira musuh nya keluwarga rayzen apa ada salah paham tor ayotur semangat😄
Zul Fiandi
ayo tor sebelum kompenrisi bawa adiak adiak nya raizen kedunia tersembunyi untuk menambah kekuatan nya toor
teguh andriyanto
lima tangkai mawar 🌹 buatmu thor..
teguh andriyanto
setidaknya ada keterangan siapa si lyra wanita terkutuk ini Thor...🤣🤣
Jojo Prabowo Gemblung
ayo dunk lebih semangat lagi,thor.....
reader yg setia masih menanti update yg terbaru
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hary
pertanyaan kaisar belum di jawab lyra
Salsa billa 1494
lanjut thor.....
Abdul Rahman
Lanjuuuut👍
Hary
Mu Che... MUKA CHETAN....😜
Hary
PANGERAN KOPLAK LAH....
Zul Fiandi
makasih up nya yg memuaskan ini tor ayoraizen bawak adiak mu kedunia tersembunyi itu buat adiak adik dan kakak mu menjadi kuwat biar kamu meni gal kan kekaisan nanti kamu gak perlu kuwatir lagi dengan saudara dan ayah mu semya sudah kuwat masak pengawal musaja yg di bawa ayo tor semangat
Zul Fiandi
boleh saran tor biasa nya kalau anak nya kuat biaaa bapak nya ju ga di bawa kuat sama anak nya kwnapaya raizen gak memperkuat kekuatan kasar bapak nya sendiri jagi gak bisa pejabat nya semena mena lagi
RantauL: Sippp Cesss, makasih sarannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
teguh andriyanto
5 mawar buatmu thor👍👍
MF
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
MF
💪💪💪💪💪
Harno
cuuus
teguh andriyanto
Thor.. Tuhan selalu suka hitungan ganjil, kenapa author sukanya hitungan genap, spt apdetannya..🤭
RantauL: Aduhh Cesss... kayak mana lagi ya kan 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ArganLK10
Wihhh dah ada lanjutannya nih.. Gassss terusss Thor, jngan nanggung" lah.👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!