Zafira Amara, belajar bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan indah. Ditinggal Anggara tanpa kabar setelah janji melamar, ia membangun benteng tinggi di hatinya.
Hingga akhirnya datang Aditya Pranata, pengagum rahasia yang mengisi kekosongan itu. Dari teman, menjadi hubungan tanpa status, hingga akhirnya resmi berpacaran.
Namun ironi terjadi, saat status sudah jelas, mereka justru kehilangan esensi. Trauma masa lalu Zafira bertabrakan dengan ketakutan komitmen Aditya.
Di tengah hiruk pikuk Yogyakarta, mereka belajar bahwa tidak semua yang dicintai bisa bertahan. Tidak semua janji bisa ditepati. Dan terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling tulus meski itu menyakitkan. Sebuah kisah tentang kehilangan, trauma, dan keberanian untuk move on.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Luka yang Terkuak
Pagi ini Fira bangun dengan mata bengkak. Malem tadi dia nangis sampe ketiduran, hape masih nempel di tangan, Instagram masih kebuka di profil Ditya.
Dia ngeliatin layar ponselnya yang udah gelap. Jari-jarinya gemetar pas nyalain lagi. Profil Ditya masih di situ, foto terakhir yang dia liat kemarin tentang Jessica.
Fira tau dia harusnya berhenti. Harusnya tutup aplikasi ini, lupain semua tentang Ditya, fokus ke diri sendiri. Tapi rasa penasarannya lebih kuat dari akal sehat.
Dia scroll lagi ke foto-foto lama Ditya. Foto satu tahun yang lalu, dua tahun lalu, tiga tahun lalu. Dan di situ ada banyak foto sama Jessica.
Foto mereka di pantai, di kafe, di taman, di mana mana. Jessica selalu senyum manis, Ditya selalu memegang pinggang dia dari belakang atau pegangan tangan.
Captionnya semua manis.
'Kopi pagi paling enak ya bareng dia'.
'Weekend terbaik bareng orang tersayang'.
'Dia yang bikin hidup gue warna warni'.
Setiap caption bikin dada Fira makin sesak. Makin sakit. Soalnya Ditya nggak pernah posting foto Fira. Nggak pernah ngasih caption manis kayak gitu buat Fira.
Fira klik salah satu foto. Foto Ditya sama Jessica lagi duduk di tepi pantai, sunset di belakang mereka, Jessica lagi bersandar ke bahu Ditya. Captionnya 'Terima kasih udah jadi rumah aku'.
Ada komentar banyak banget di foto itu. Temen-temen mereka pada ngasih ucapan sweet, pada bilang 'couple goals', 'semoga langgeng sampe tua', 'kapan nikah nih?'
Tapi yang bikin Fira berhenti nafas adalah satu komentar dari akun @jessicamrlne.
'Terima kasih juga udah jadi segalanya buat aku. I love you, A'.
Jessica.
Itu akun Jessica. Tangan Fira gemetar pas mengklik username itu. Profil Jessica terbuka.
Foto profilnya seorang cewek cantik, rambut panjang tergerai, senyum manis, mata berbinar. Cantik bukan main. Jauh lebih cantik dari Fira.
Bionya simple. 'Living my best life. Jakarta'.
Fira scroll timeline Jessica sambil jantung berdetak kenceng nggak karuan.
Foto-foto terakhir adalah foto Jessica sama cowok lain. Cowok tinggi, ganteng, jas rapi. Mereka lagi pelukan di depan restoran mewah. Captionnya 'New chapter with you'.
Berarti bener kata Dimas. Jessica udah pindah hati, dan udah punya pacar baru. Tapi Fira nggak berhenti di situ. Dia scroll terus ke bawah, ke foto-foto lama. Foto Jessica sama Ditya.
Dan makin ke bawah, makin banyak, bahkan sampai ratusan foto. Lima tahun pacaran, lima tahun kenangan, dan lima tahun cinta yang kayaknya bener-bener tulus.
Fira berhenti di satu foto. Foto Jessica lagi senyum lebar sambil nunjukin kamera ke Ditya yang lagi main gitar. Captionnya panjang.
'5 tahun bersama A. Terima kasih untuk segalanya. Terima kasih udah ngajarin aku arti cinta yang tulus. Terima kasih udah jadi rumah, jadi tempat pulang, jadi alasan aku senyum tiap hari. Aku sayang kamu. Selalu'.
Tanggal uploadnya, satu setengah tahun yang lalu. Berarti ini foto terakhir sebelum mereka putus. Fira baca ulang caption itu berkali kali sampe air matanya jatuh menetes ke layar ponselnya.
'Terima kasih udah ngajarin aku arti cinta yang tulus'.
Cinta yang tulus. Jessica ngomong kayak gitu tentang Ditya. Berarti Ditya bener-bener sayang sama Jessica, dia bener-bener cinta.
Dan sekarang Fira apa? Pengganti? Pelarian?
Fira scroll lagi. Ada foto foto mereka dari empat tahun lalu, tiga tahun lalu, dua tahun lalu. Semuanya keliatan bahagia. Semuanya keliatan sempurna.
Nggak kayak Fira sama Ditya, yang cuma jalan-jalan tanpa ada foto bareng. Cuma chat tanpa ada postingan. Cuma rahasia yang nggak pernah diumumin ke dunia.
"Apa aku cuma pengganti, Jessica?" bisik Fira pelan sambil nangis. "Apa aku cuma pelarian dia dari lukanya yang belum sembuh?"
Dia terus scroll sampe nemu satu foto lagi yang bikin dadanya hancur lebur. Foto Jessica lagi nangis di pelukan Ditya. Matanya merah, pipinya basah, tapi Ditya lagi meluk dia erat, sambil mencium pucuk kepalanya. Captionnya...
'Di saat aku paling rapuh, dia yang pegang aku paling erat. Terima kasih udah nggak pernah ninggalin aku sendirian. Aku beruntung punya kamu'.
Fira menutup ponselnya, lempar ke kasur sambil menangis sejadi-jadinya.
Kenapa? Kenapa dia baca semua itu? Kenapa dia harus tau betapa bahagia nya Adit sama Jessica?
Kenapa dia harus tau, kalau ternyata dia cuma bayangan dari cinta yang belum bisa Ditya lepaskan?
"Bodoh, aku bener-bener bodoh banget." isak Fira sambil memeluk bantal. "Kenapa aku pikir, bahwa aku bisa menggantikan Jessica? Kenapa aku pikir Ditya bisa bener-bener sayang sama aku?"
Semua jadi jelas sekarang, kenapa Ditya takut memberi kepastian. Soalnya dia belum bener-bener move on dari Jessica. Kenapa Ditya nggak mau komitmen. Soalnya dia masih menyimpan perasaan pada Jessica.
Kenapa Ditya bilang 'aku takut ngecewain kamu'. Soalnya dia tau dia belum bisa memberi hati sepenuhnya buat Fira.
Dan Fira cuma pengganti, dia cuma pelarian. Cuma orang yang kebetulan ada di saat Ditya lagi butuh pengalihan dari lukanya.
"Aku benci kamu, Ditya," bisik Fira sambil menangis semakin kenceng. "Aku benci kamu, tapi kenapa aku masih sayang? Kenapa masih sakit kayak gini?"
Ponselnya tiba-tiba berbunyi, sebuah notifikasi masuk.
Fira mengambil ponselnya dengan tangan gemetar. Pesan dari nomor nggak dikenal. Berarti Ditya pake nomor lain buat menghubungi Fira.
...📩...
Nomor tak dikenal: Fir, ini aku Ditya. Aku tau kamu block nomor aku. Tapi please baca pesan ini. Aku kangen sama kamu. Kangen banget. Aku mau ketemu. Aku mau bicara lagi. Kumohon Fir.
Fira membaca pesan itu sambil menangis. Sebagian dari dirinya pengen bales, pengen ketemu, pengen peluk Ditya sambil bilang 'Iya aku maafin, ayo kita coba lagi'. Tapi sebagian lain nya bilang 'jangan bodoh dua kali'.
Fira menghapus pesan itu. Block nomor yang baru. Terus matikan ponselnya. Dia nggak mau baca lagi. Nggak mau denger lagi. Nggak mau sakit hati lagi.
"Maafkan aku, Dit," bisiknya pelan pada ponsel yang udah mati. "Tapi aku nggak bisa jadi Jessica. Aku nggak bisa jadi orang yang kamu mau. Dan aku capek jika harus jadi pilihan kedua."
Fira rebahan di kasur sambil memeluk bantal erat. Nangis sampe nggak ada air mata lagi yang keluar. Nangis sampe tenggorokannya perih. Nangis sampe dia ngerasa mati rasa.
Dan di tengah tangisan itu, satu pertanyaan terus muncul di kepalanya.
Apa aku cuma pengganti Jessica?
Apa aku cuma pelarian dia?
Apa Ditya pernah beneran sayang sama aku? Atau, aku cuma bayangan dari orang yang nggak bisa dia lupakan?
Pertanyaan itu nggak akan pernah terjawab. Soalnya Fira udah memutuskan buat nggak nanya lagi. Fira memutuskan buat melepas Ditya. Dan dia sudah memutuskan buat meninggalkan cinta yang belum sempet jadi miliknya.
Dan keputusan itu, adalah keputusan yanh paling menyakitkan yang pernah dia ambil. Tapi dia tau, itu buat kebaikan dirinya sendiri. Buat berhenti jadi bayangan dari cinta orang lain. Meski itu terasa sakit dan hancur, meskipun hatinya masih berteriak 'aku masih sayang sama dia'.
Fira harus kuat, dan belajar mencintai diri sendiri lagi. Walau butuh waktu bertahun-tahun buat sembuh dari semua luka itu.
jadilah wanita teges jng terlalu bucin ma laki. fira Cinta sendirian 🤣