NovelToon NovelToon
Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Transformasi Hewan Peliharaan / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Dunia Kultivasi adalah dunia yang kejam bagi yang lemah dan indah bagi yang kuat

Karena itu Li Yuan seorang yatim piatu ingin merubah itu semua. bersama kawannya yaitu seekor monyet spiritual, Li Yuan akan menjelajahi dunia dan menjadi pendekar terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Sang Penandai Maut

​Hutan yang semula rimbun kini terasa seperti lorong penjagalan. Sisa-sisa prajurit Elang Hitam yang tadinya begitu perkasa, kini tercerai-berai. Mereka bukan lagi pasukan elit; mereka hanyalah kumpulan ternak yang menunggu giliran untuk disembelih oleh seorang bocah yang mereka anggap "tikus".

​Li Yuan melangkah di atas hamparan daun kering yang kini basah oleh cairan merah pekat. Setiap langkahnya diikuti oleh dentingan halus pedang hitamnya yang haus. Kabut ungu tipis keluar dari sela-sela pakaiannya yang terkoyak, menandakan ranah Penyatuan Roh yang tidak stabil namun sangat menghancurkan.

​"Jangan... jangan mendekat! Aku hanya menjalankan perintah!" teriak salah satu prajurit yang merangkak mundur, kakinya telah hancur dihantam tongkat Dong Dong.

​Li Yuan berdiri di depan pria itu. Ia tidak menjawab. Matanya yang kini berwarna ungu gelap tanpa pupil menatap kosong, seolah melihat menembus daging dan langsung ke arah jiwa korbannya.

​"Perintah?" Li Yuan bertanya, suaranya terdengar seperti dua lempengan logam yang bergesekan. "Apakah perintahmu juga termasuk menebas leher seorang gadis kecil yang memberiku bunga?"

​Li Yuan mengangkat pedangnya perlahan. Bilah hitam itu bergetar hebat, mengeluarkan jeritan melengking yang hanya bisa didengar oleh mereka yang berada di ambang maut.

​"Pedang ini bertanya... di mana teman-temanmu yang lain?"

​Prajurit itu gemetar hebat, air kencing mengalir di celananya. "Di... di lembah seberang! Markas utama... Jenderal Feng Gao ada di sana! Tolong, ampuni—"

​JLEB!

​Pedang itu menusuk tenggorokan sang prajurit sebelum ia sempat menyelesaikan permohonannya. Seketika, esensi kehidupan pria itu tersedot masuk ke dalam bilah pedang. Li Yuan memejamkan matanya, menikmati aliran energi panas yang memaksa masuk ke dalam jiwanya. Tubuhnya bergetar hebat, urat-urat di lehernya menonjol, dan auranya kembali melonjak.

​"Li Yuan!" Dong Dong berteriak, suaranya penuh kekhawatiran. Monyet itu menyadari ada yang salah. "Berhenti menyerap energi itu! Pedang itu mengendalikanmu! Matamu... matamu bukan lagi milik manusia!"

​Li Yuan menoleh ke arah Dong Dong. Untuk sesaat, Dong Dong merasa seolah jantungnya berhenti detak. Tatapan Li Yuan begitu dingin, begitu asing, seolah ia sedang menatap musuh, bukan sahabat.

​"Energi ini... mereka harus dibayar dengan energi ini, Dong Dong," ucap Li Yuan dengan nada datar yang mengerikan. "Setiap nyawa yang kuserap memperpendek jarakku dengan Jenderal mereka."

​Tiba-tiba, sebuah anak panah hitam melesat dari kegelapan hutan dengan kecepatan yang membelah suara.

​TANG!

​Li Yuan menangkis anak panah itu dengan satu gerakan malas tanpa menoleh. Namun, ledakan energi dari tabrakan itu cukup kuat untuk melempar debu di sekelilingnya.

​Dari balik pepohonan, muncul seorang pria bertubuh tinggi dengan zirah hitam yang lebih lengkap dan jubah bulu serigala. Di tangannya terdapat sebuah busur besar yang terbuat dari tulang hewan buas. Auranya kuat, menekan udara di sekitarnya—seorang kultivator ranah Penyatuan Roh Tingkat 4.

​"Aku adalah Kapten Wei Ruo," ucap pria itu dengan suara berat. "Aku tidak tahu iblis apa yang merasukimu, Bocah. Tapi membantai anak buahku adalah tiket satu arah menuju neraka."

​Li Yuan sedikit memiringkan kepalanya. "Wei Ruo... kau orang yang memberikan perintah pembantaian di Desa Qingyun?"

​"Mereka hanya kerikil di jalan ambisi kami. Kematian mereka adalah kehormatan," jawab Wei Ruo sambil memasang tiga anak panah sekaligus.

​Mendengar kata 'kehormatan', Li Yuan tertawa. Itu bukan tawa bahagia, melainkan tawa kering yang menusuk telinga. Tanah di bawah kaki Li Yuan mulai retak. Energi ungu di sekelilingnya memadat membentuk siluet tangan-tangan raksasa yang seolah merayap keluar dari neraka.

​"Kehormatan?" Li Yuan menggenggam pedangnya dengan kedua tangan. "Kalau begitu, biarkan aku memberikan 'kehormatan' yang sama padamu."

​Wei Ruo melepaskan ketiga anak panahnya. Syuuut! Anak-anak panah itu berubah menjadi tiga naga hitam yang mengaum.

​Li Yuan tidak menghindar. Ia justru menerjang maju, membelah naga-naga energi itu dengan satu tebasan vertikal yang brutal. Ledakan Qi terjadi, menghanguskan pepohonan di sekitar mereka.

​"Dong Dong, jangan campuri urusanku," perintah Li Yuan tanpa menoleh. "Kepala pria ini... aku sendiri yang akan memisahnya dari tubuhnya."

​Dong Dong hanya bisa terdiam di tempat, memegang tongkatnya dengan erat. Ia menyadari bahwa di hadapannya bukan lagi Li Yuan si bocah gila yang ceria, melainkan Iblis Pedang yang baru saja lahir dari abu Desa Qingyun.

​Pertarungan tingkat tinggi di ranah Penyatuan Roh pun pecah, mengguncang hutan yang kini menjadi saksi bisu awal dari legenda berdarah Li Yuan.

1
Nanik S
Awal yang menarik
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut terus update nya semangat semangat semangat
Agen One: /Good//Good//Good//Pray//Ok//Ok//Good//Good//Ok/
total 1 replies
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut
Aman Wijaya
jooooz pooolll
Aman Wijaya
mantab Li Yuan maju terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut terus
Aman Wijaya
semangat semangat Li Yuan bantai semua musuh mu
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
markotop top lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
joooooss joooooss pooolll lanjut
Aman Wijaya
jooooz pooolll
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Aman Wijaya
siiiip lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
lanjut Thor semangat semangat
Agen One: okeeeee
total 1 replies
Aman Wijaya
nyimak Thor lanjut
Agen One
Ceritanya gak ada sedih-sedihnya coi. komedi dan perjuangan!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!