NovelToon NovelToon
Bukan Istri Cadangan

Bukan Istri Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Poligami / Selingkuh
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Lima tahun Hana Ayunindya mengabdi sebagai istri sempurna bagi Arlan Mahendra. Namun, cinta saja ternyata tidak cukup untuk mengisi rahim yang masih sunyi. Di bawah tekanan keluarga dan ego yang terluka, Arlan menjatuhkan vonis paling kejam. Ia akan menikah lagi.

​Maura hadir bukan hanya untuk memberikan keturunan yang didambakan Arlan, tapi juga untuk perlahan menggeser posisi Hana di rumah yang ia bangun dengan air mata. Hana mencoba ikhlas, mencoba menelan pahitnya dipoligami, hingga ia menyadari bahwa keikhlasan tanpa batas hanya akan membuatnya hancur tak bersisa.

​Di tengah puing-puing hatinya, Hana memutuskan untuk bangkit dan menemukan kembali jati dirinya yang hilang. Saat itulah, Adrian Gavriel hadir dan menunjukkan bahwa Hana layak dicintai tanpa syarat.

​Ketika Hana mulai berpaling, mampukah Arlan merelakannya? Ataukah penyesalan datang saat pintu hati Hana sudah tertutup rapat?

Kita simak kisah selanjutnya yuk di Karya => Bukan Istri Cadangan.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Malam semakin larut ketika SUV putih milik Arlan memasuki halaman kediaman Mahendra dengan kecepatan yang tidak stabil. Suara decit ban yang beradu dengan aspal terdengar kasar, seolah menggambarkan gejolak di dalam dada pengemudinya.

Arlan turun dari mobil dengan langkah gontai. Kepalanya berdenyut, dan setiap tarikan napas membuat rusuknya terasa nyeri akibat pergulatan di apartemen Hana.

Di dalam rumah, suasana tampak kontras. Maura dan Ibu Mira sedang duduk santai di sofa ruang keluarga yang luas, ditemani camilan buah dan teh hangat. Mereka sedang mendiskusikan daftar belanja barang-barang bayi yang ingin dipesan Maura secara daring.

Tawa kecil Maura terhenti seketika saat pintu utama terbuka dengan bantingan pelan.

"Mas Arlan?" Maura berdiri dengan wajah ceria, namun keceriaan itu menguap dalam hitungan detik. "Ya Tuhan, Mas! Kamu kenapa?!"

Ibu Mira ikut berdiri, wajahnya memucat melihat putra kebanggaannya pulang dalam kondisi yang memprihatinkan. Kemeja putih mahal Arlan kini tak lebih dari kain kotor yang robek di beberapa bagian. Sudut bibirnya membiru, dan ada luka goresan yang cukup dalam di rahangnya.

"Arlan! Siapa yang melakukan ini padamu? Apakah kau dirampok?" tanya Ibu Mira dengan suara bergetar, tangannya mencoba menyentuh wajah Arlan, namun Arlan menghindar dengan gerakan kasar.

"Hanya kecelakaan kecil," jawab Arlan pendek. Suaranya serak, penuh dengan nada dingin yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.

"Kecelakaan tidak akan membuat wajahmu babak belur seperti itu, Mas! Katakan, apakah ini karena wanita itu? Apakah Hana menyewa preman untuk memukulmu?" Maura mulai memprovokasi, matanya berkilat penuh kebencian.

Arlan tidak berhenti. Ia terus berjalan menuju tangga tanpa menoleh sedikit pun ke arah Maura maupun ibunya. "Jangan sebut namanya sekarang. Aku lelah."

Langkah kakinya yang berat menaiki anak tangga satu per satu, meninggalkan dua wanita itu dalam kebingungan yang mencekam. Arlan memasuki kamarnya - kamar yang dulu selalu harum aroma lavender yang disiapkan Hana - dan mengunci pintu dari dalam.

Di bawah guyuran air pancuran yang dingin, Arlan berdiri diam. Ia tidak meringis saat air menyentuh luka-lukanya. Pikirannya terus memutar kejadian di apartemen tadi, bagaimana Hana memandang Adrian, bagaimana Hana berlindung di balik punggung pria itu, dan bagaimana Hana mengusirnya seolah ia adalah sampah.

Rasa sakit fisik di tubuhnya tak sebanding dengan rasa sakit di harga dirinya yang telah hancur lebur di kaki Adrian Gavriel. Selesai mandi, ia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang tanpa mengobati lukanya. Bibirnya terkatup rapat, diam seribu bahasa, hingga kegelapan tidur membawanya pergi.

Berbeda dengan ketegangan di rumah Mahendra, di lantai 12 apartemen Hana, suasana begitu tenang. Setelah Adrian memastikan Hana tenang, ia tidak langsung pergi begitu saja.

"Tidurlah, Hana. Aku sudah menempatkan dua orang di depan pintumu. Mereka tidak akan bergerak dari sana sampai fajar tiba," ucap Adrian sebelum berpamitan.

Hana menatap pintu apartemennya. Melalui lubang intip, ia bisa melihat dua bayangan pria tegap berdiri bersiaga di lorong. Kehadiran mereka bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai benteng yang memberikan rasa aman yang selama ini tidak pernah ia dapatkan selama lima tahun menikah dengan Arlan.

Malam itu, untuk pertama kalinya sejak ia meninggalkan rumah Mahendra, Hana tidur tanpa gangguan. Tidak ada mimpi buruk tentang teriakan Ibu Mira, tidak ada kegelisahan tentang perselingkuhan Arlan. Ia tertidur lelap dalam perlindungan yang tenang.

Matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden rumah mewah Mahendra, namun sinarnya tidak mampu mencairkan suasana beku di sana. Di ruang makan, meja sudah tertata dengan sarapan yang disiapkan Bi Inah, meski tidak selengkap biasanya.

Maura dan Ibu Mira sudah duduk di sana. Maura tampak gelisah, ia terus-menerus melirik ke arah tangga. Pikirannya liar membayangkan apa yang terjadi semalam. Apakah Arlan benar-benar bertemu Hana? Apakah mereka berdamai?

Ketakutan terbesar Maura adalah jika Arlan menyadari betapa berharganya Hana dan memutuskan untuk mendepaknya demi memperbaiki nama baik perusahaan.

"Mama takut, Maura," bisik Ibu Mira sambil mengaduk tehnya dengan gerakan mekanis. "Arlan tidak pernah seperti ini. Dia selalu menceritakan semuanya pada Mama. Semalam... dia terlihat seperti orang asing."

"Mas Arlan pasti hanya lelah, Ma. Hana pasti sengaja memancing emosinya," sahut Maura, meski suaranya tidak setegas biasanya.

Terdengar langkah kaki dari lantai atas. Arlan menuruni tangga dengan setelan jas hitam yang kaku. Luka di wajahnya sudah sedikit mengering, namun bekas birunya justru semakin jelas, memberikan kesan menyeramkan pada wajahnya yang biasanya tampan.

Tanpa sepatah kata pun, Arlan berjalan melewati ruang makan. Ia tidak melirik ke arah meja, tidak pula menyapa dua wanita yang menantinya.

"Arlan, sarapan dulu, Nak. Mama sudah minta Bi Inah buatkan bubur hangat," panggil Ibu Mira.

Arlan berhenti sejenak, namun tidak berbalik. "Aku sarapan di luar."

"Mas..." Maura mencoba berdiri untuk mendekatinya. "Luka kamu... biar aku obati dulu sebelum ke kantor."

Arlan hanya diam. Ia melanjutkan langkahnya menuju halaman depan, menaiki mobilnya, dan melesat pergi meninggalkan gerbang rumah.

Di meja makan, Maura terduduk kembali dengan lemas. Ia melihat piring kosong di tempat biasanya Arlan duduk. Perasaan tidak enak mulai menggerogoti hatinya. Arlan yang biasanya memanjakannya, kini memperlakukannya seolah ia hanyalah pajangan dinding.

"Maura..." Ibu Mira menatap menantunya itu dengan tatapan kosong. "Sepertinya Hana benar-benar sudah membawa pergi kewarasan putraku. Jika Arlan menyesali keputusannya... bagaimana dengan nasibmu dan bayi itu?"

Pertanyaan itu menggantung di udara, membuat Maura merinding. Di saat yang sama, ia bersumpah dalam hati, jika Hana tidak bisa ia singkirkan dengan cara halus, maka ia akan menggunakan cara yang lebih kejam. Ia tidak akan membiarkan Hana kembali dan merampas semua kemewahan yang baru saja ia cicipi.

..

**Di Kantor Gavriel Corp**

Hana sampai di kantor dengan wajah yang segar. Ia membawa kotak bekal berisi nasi goreng hangat untuk dirinya sendiri. Di lobi, ia berpapasan dengan Adrian yang baru saja keluar dari mobilnya.

Adrian memperhatikan wajah Hana. "Kau tidur nyenyak?"

Hana tersenyum kecil, binar matanya menunjukkan ketulusan. "Sangat nyenyak. Terima kasih, Adrian. Untuk semuanya."

"Bagus. Karena hari ini kita akan sibuk. Tim legal sudah menyiapkan berkas yang kau minta semalam," jawab Adrian sambil melangkah bersama Hana menuju lift pribadi.

Hana tahu, perang yang sebenarnya baru saja dimulai. Arlan mungkin sedang terluka secara fisik, namun egonya yang terluka akan membuatnya menjadi singa yang lapar. Dan Hana sudah siap dengan tombak di tangannya.

...----------------...

**Next Episode**....

1
mama
ujian preet han..jgn goblok 2x lah jd cwe🤣..mulut suami km licin kyk minyak goreng kok dipercaya🤭
Lee Mba Young
setelah koar koar cerai ada yg bantuin akhirnya di bujuk dikit lngsung luluh sebegitu bucin pa bgitu enak goyangan suami smp gk mau cerai.
nnti kl gk adil jng nangis minta cerai lagi nikmati saja toh di keloni juga kan dpt burung nya juga kan. sakit ya telen saja.
awas habis ini jng cerai jng jd wanita labil.
Lee Mba Young
🤣🤣 ngapain kemarin koar koar cerai trus sekarang batal. hrse terima saja poligami nya kebiasaan wanita indo yg lemah. setelah koar koar cerai smp sidang di rayu dikit langsung luluh. iku ae belum di keloni nnti di keloni lngsung gk jd cerai. 🤣.
sebegitu murah nya Hana Hana.
habis ini jng nyusahin yg Bantu kamu supaya bisa cerai.
cinta semu
buat Hana tegar Thor ...
Miss Ra: 💪🤗
siaaaappp
total 1 replies
Mundri Astuti
sakit kamu mah Arlan, ntar anak yg dikandung Maura taunya bukan anaknya ni y, nangis" dah situ saat itu terkuak
Mundri Astuti
mudah"an Adrian bisa jadi tameng buat Hana, hancurin perusahaannya Arlan aja Adrian biar tau rasa dia
Sasikarin Sasikarin
kok di buka pernikahan sandiwara dah terhapus
Miss Ra: iya kak maaf yah...

mnurutku ceritanya kurang bagus dan menarik...
takutnya nanti seperti beberapa karya gagal retensi yg sudah aku buat tpi mengecewakan..

nanti aku buatkan cerita yg lebih menarik lainnya yaa...

🙏
total 1 replies
Mundri Astuti
ayo Hana kamu harus kuat, tunjukkan ke Arlan bahwa kamu bisa berdiri diatas kakimu sendiri dan bahagia tanpa nama besar Arlan dan keluarganya
Himna Mohamad
kereeen
Sasikarin Sasikarin
lanjuuuuuuut 💪
Lee Mbaa Young
lanjuttt
Miss Ra: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjutt thoor kereen ceritanya
Miss Ra: siaaappp 💪

/Heart//Kiss/
total 1 replies
Yantie Narnoe
semangat up nya...💪💪
Miss Ra: siaaaappp

💪
total 1 replies
Yantie Narnoe
lanjut..💪💪💪
Soraya
mampir thor
Miss Ra: siaaaapppp 💪
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjut kk
Miss Ra: siaaapppp💪💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!