NovelToon NovelToon
Baru Kenal, Sudah Halal

Baru Kenal, Sudah Halal

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Azrinamanda

ON GOING | UPDATE SETIAP HARI

Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.

"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"

"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega

"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega

"cancel aja pak makasih!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1 Hari penuh tawa

Perjalanan menuju Hoch‑Ybrig Ski Resort terasa seperti potongan film yang bergerak pelan. 

kereta melintasi lembah putih, atap-atap rumah tertutup salju, pepohonan cemara yang berdiri kaku di selimuti musim dingin. Aruna tak berhenti memotret dari balik jendela, sementara Ayra hanya tersenyum melihat tingkah adiknya.

"untung aja kita gak jadi naik mobil tadi" ucap aruna

"sebenarnya bukan karena apa-apa sih tapi kaka gabisa nyetir dengan keadaan jalanan licin karna salju hehe" celetuk ayra dengan kekehannya

aruna hanya tertawa 

"kenapa gak bilang kak? aku bisa nyetir disini. aku juga punya SIM. ka aya bukannya ada SIM internasional?" tanya aruna

"ya gengsi lahh! masa bilang gak bisa ke kamu!" jawab ayra spontan lalu terkekeh

"kak aya bisa gengsi juga ternyata hahaha" celetuk aruna

"yee aku kan manusia normal ya pasti ada lah gengsi sedikit." ucap ayra

mereka cukup menikmati perjalanannya dengan di selingi tawa

***

Ibu Kota.

Lampu ruang kerja rega masih menyala meski waktu sudah lewat pukul sepuluh malam. tumpukan berkas memenuhi mejanya. proposal investasi, Dokumen merger, laporan keungan kuartal akhir.

ia membaca dengan fokus yang nyaris berlebihan. Seolah jika ia berhenti satu menit saja, pikirannya akan kembali melayang.

"ini revisi terakhir, gua balik duluan ya ga" ucap Gio menyerahkan mapnya

"taruh aja, duluan aja yo. Gua nanggung" ucap rega tanpa mengangkat kepalanya.

sejak ayra pergi, ia benar-benar menenggelamkan diri dalam pekerjaan. meeting pagi, Site visit siang, Review laporan malam. 

Ia bahkan mulai ikut kelas manajemen kepemimpinan tambahan, sesuatu yang dulu selalu ia anggap tidak penting.

Gio belum beranjak pergi, memperhatikan rega yang kerja tiada henti.

"Lo jangan jadi robot juga," sindir gio

rega hanya tersenyum tipis

"dari pada jadi orang yang gak tau cara jaga istrinya?" ucap rega masih fokus ke berkasnya

Gio terdiam.

Rega menutup map terakhirnya.

"ada hal yang cuma bisa di perbaiki kalo gua berubah. bukan cuma nunggu dia maafin" ucap rega lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju jendela kantornya.

lampu kota berkelip seperti biasa. hidup terus berjalan walaupun tanpa ayra di sisinya. dan untuk pertama kalinya, ia tidak lagi mengirim pesan setiap malam untuk istrinya ayra.

Gio menghampirinya lalu merangkul pundaknya. 

"Udah yo balik! kita makan di luar sebelum balik." ucap gio 

***

Udara di resort begitu dingin hingga napas mereka menjadi uap tipis. Ayra memakai perlengkapan ski dengan canggung. sepatu terasa berat dan tongkat terasa asing di tangan.

"kak aya jangan jatuh ya, aku gak kuat angkatnya," goda aruna

ayra tertawa kecil.

"doain aja aku gak nyungsep lima detik pertama." jawab ayra dengan kekehannya

instruktur pemula membantu mereka berdiri di lintasan landai. ayra sempat goyah, hampir kehilangan keseimbangan namin berhasil bertahan.

"pelan aja ka!" seru aruna dari belakang.

ayra mulai meluncur perlahan. angin menerpa wajahnya. Dingin, tajam tapi menyegarkan. untuk beberapa detik ayra benar-benar larut dalam kebahagiaanya dan tidak memikirkan apapun.

sampai tiba-tiba seseorang meluncur cepat dari samping dan berhenti tidak jauh darinya. Gerakannya rapi dan terlatih.

Ayra menoleh. Helm dan kacamata ski itu di buka. Ia tau betul itu seseorang yang ia kenal dan itu bukan aruna melainkan Arda.

Ayra membeku di tempat. Aruna yang menyusul dari belakang hampir menabraknya.

"Eh..." teriak aruna yang berhenti mendadak dan hampir tergelincir namun dengan cepat Arda memegang aruna.

"hufttt hampir aja. Danke sirr" ucap aruna kepada arda

"iya sama-sama. Hati-hati ya" jawab arda dan aruna menutup mulutnya tidak menyangka, ia pikir arda warga lokal karna parasnya yang menurutnya seperti warga lokal

"dia adikku.. aruna" ucap ayra

"aruna? yang dulu setinggi ini?" goda arda dengan kekehannya dan sambil mensejajarkan tangannya di pinggangnya.

"ya masa mau kaya kurcaci terus!" jawab aruna sebal

ayra menghela nafasnya "kamu suka banget mucul tiba-tiba ya" ucap ayra

Arda tekekeh. "aku memang sering kesini. biasanya akhir pekan." 

aruna memandangan interaksi keduanya bergantian lalu akhirnya membuka suara

"siapa kak?" tanya aruna

"aduh sakit juga ternyata di lupain. Kirain inget" goda arda sambil memegang dadanya 

"dulu kamu sering di kasih coklat sama ka arda. selalu nanyain kalo ka arda ga kerumah" jelas ayra 

"ohh yaa aku inget!! maaf ya kak aku hampir lupa sama kak arda hehehe" ujar aruna lalu terkekeh.

arda berdiri santai dengan tongkat ski yang masih tertancap di salju.

"bukan hampir lupa. tapi kamu sudah lupa na!" cibir arda lalu terkekeh

"kamu keliatan lebih santai sekarang," ucap ayra pelan

lalu ayra mengalihkan pandangannya menatap hamparan putih di depan mereka. 

"ya gini kehidupan aku ya. Lebih menikmati hidup disini cuma bedanya disini aku gak bisa liat kehidupan kamu aja." ucap ayra

aruna yang mendengar itu lebih paham situasinya.

"kak aku duluan ya" ucap aruna pamit dan kembali berseluncur

"hati-hati na!" teriak arda yang masih terdengar aruna

ayra menghela nafas. tanpa memandang arda dia berucap

"aku lagi belajar nikmatin jatuh tanpa takut terlalu sakit." ucap ayra

arda tersenyum samar. "kalau jatuh ya bangkit lagi. kan saljunya empuk." goda arda sambil tekekeh.

"aku lanjut ya. kasian Runa sendiri" pamit ayra

"have fun" jawab arda ringan

tidak ada kecanggungan. tidak ada getar yang aneh. pertemuan itu terasa biasa dan justru membuat ayra sadar, hatinya memang sudah tidak lagi di sana.

ia meluncur lagi. kali ini lebih berani bahkan lebih cepat hingga bisa menyusul aruna. dan ketika ia hampir jatuh, aruna tertawa keras hingga membuatnya ikut tertawa juga.

di tengah salju itu, ayra merasa hidup. bukan karna masa lalu tapi karna dirinya sendiri.

***

langit sore mulai turun di Hoch-Ybrig. Ayra duduk di bangku kayu, melepas sarung tangannya. pipinya memerah karena dingin dan tertawa terlalu banyak.

Aruna menghampirinya dan ikut duduk di samping ayra sambil membawakan coklat hangat untuknya dan ayra

"kak." 

"hm?"

"kakak masih sayang sama kak rega?" tanya aruna tiba-tiba

ayra terdiam beberapa detik hingga ia menjawab pertanyaan itu dengan anggukan lalu menyeruput coklat hangat buatan adiknya.

"terus kenapa kaka masih kabur dari kak rega?" tanya aruna

"aku cuma gamau kembali sebagai orang yg sama." 

aruna mengangguk pelan. "berarti tunggu sampai dua-duanya berubah."

ayra tersenyum kecil

"dia sudah berhenti mencari kaka!" ucap ayra pelan.

aruna menoleh ke arah ayra. kali ini tatapan ayra sendu namun aruna tau jika kakaknya sudah tidak bisa menangisi itu. Aruna meletakan cangkirnya di atas meja lalu menggenggam tangan ayra

"kak. Aruna masih disini, jangan merasa tidak di cari! runa selalu butuh kaka." ucap aruna menenangkan.

ayra menoleh lalu mengelus tangan aruna 

suara notifikasi pesan dari ponsel ayra. Terpampang nama Elio disana

[aya kenapa ga ngabarin!!]

"sebentar ya na!" ucap ayra lalu ia langsung membuka pesan itu dan segera membalas chat dari elio

...----------------...

...EL 🔥...

[aya kenapa ga ngabarin!!]

^^^[maaf lupa el!]^^^

^^^[lagi sama aruna habis main ski]^^^

[wihhh seru banget kayanya!]

[nanti gua sama resa kesana kalo kerjaan gua udah beres]

^^^[iya nanti kita liburan bareng-bareng]^^^

...----------------...

Ayra meletakan ponselnya lalu kembali berbicara santai dengan adiknya. mereka berdua menikmati momen bersama setelah 5 tahun berpisah karna keadaan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!