"Aku hamil" Tiara akhirnya mengatakan rahasia yang di tutupinya selama beberapa minggu ini pada atasan sekaligus kekasihnya, Rex Hamilton, setelah kegiatan panas Mereka berdua yang baru selesai beberapa menit lalu.
Rex yang tengah mengenakan kembali pakaian dalamnya, terdiam sejenak.
"Gugurkan" Ucap Pria itu datar, tanpa melirik Tiara sama sekali.
Rex memang seperti itu, sikapnya dingin dan datar pada siapapun, termasuk pada Tiara yang telah menjadi sekretaris sekaligus teman tidurnya selama 3 tahun terakhir.
"Aku ingin melahirkan anak ini"
Rex menatapnya tajam. Pria itu kemudian menghampiri Tiara dengan langkah pelan tapi penuh ancaman.
"Hanya karena Kamu bisa naik ke ranjangku, bukan berarti Kamu bisa menjadi Nyonya Hamilton. Sadarlah dengan posisimu. Kamu hanyalah simpananku"
"Jika Kamu mau mempertahankan janin sialan itu, maka enyahlah dari hidupku. Tentukan pilihanmu"
"Aku akan mempertahankannya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Kembali Yang Mengejutkan
Nyonya Viona dan Rex tengah menunggu di depan ruang NICU tempat Jayden Adrian Hamilton dirawat.
Viona tampak sangat gelisah, sementara Rex, meskipun dari luar Dia tampak datar dan tenang, tapi sebenarnya Dia juga mengkhawatirkan Jayden.
Eveline baru saja dimakamkan 3 hari yang lalu. Sebenarnya kecelakaannya tidak parah, tapi yang tidak di ketahui oleh keluarga Hamilton adalah, Eveline ternyata memiliki penyakit jantung bawaan yang sudah parah.
Viona merasa marah karena ditipu, keluarga Eveline juga seolah melarikan diri dari kesalahan Mereka. Setelah putri keluarga Mereka dimakamkan, keluarga Mereka tiba-tiba menghilang. Bahkan, saat kondisi Jayden seperti ini pun tidak ada dari Mereka yang menampakkan batang hidungnya.
"Kenapa lama banget sih...." Viona lagi-lagi menggerutu sambil melihat ke arah pintu ruangan yang kini tertutup rapat itu.
Rex menghela nafas panjang, lalu berkata dengan tidak sabar,
"Mama bolak-balik kaya gitu sambil ngomel-ngomel memangnya akan bisa bantu Jayden?"
Viona menatap Rex yang tampak acuh tak acuh disaat seperti ini dengan kesal. Saat Ia hendak mengomel, pintu ruangan NICU itu terbuka.
Viona pun segera berjalan cepat untuk menghampiri dokter pribadi keluarganya itu.
"Edison, gimana keadaan Jayden?"
"Saat ini bisa dikatakan stabil, tapi pemberian ASI milik mendiang Eveline melalui selang infus tidak bisa terus di lakukan, apalagi ASI Eveline termasuk encer dan kurang bagus, mungkin karena efek kesehatannya selama ini"
Mendengar kembali tentang penyakit jantung bawaan Eveline, Viona kembali kesal.
"Lalu, tentang Ibu Susu yang pernah Aku rekomendasikan, gimana? udah ketemu belum?"
"Udah, udah... Dia lagi perjalanan kesini, mungkin dinihari nanti baru sampai"
"Ok, bagus, setelah datang langsung medical check up dulu, setelah dipastikan bersih dan sehat, baru kita coba ke si kecil. Aku heran juga sama cucumu itu, masih bayi tapi sangat pemilih, udah puluhan Ibu susu yang datang dan udah lulus test, nggak ada yang cocok, abis nyusu langsung muntah, terakhir kali malah parah banget sampe harus di rawat di NICU"
"Ya gimana lagi, bapaknya juga begitu" Ucap Viona seraya melirik putranya dengan sinis. Rex hanya memutar bola matanya ke atas dengan malas.
Setelahnya, tidak ada lagi yang berbicara.
Pada dinihari, Tiara dan dokter Lingga sampai di Jakarta, tepatnya di depan rumah sakit elit tempat bayi itu di rawat.
"Tia, nanti pas di dalam biar Saya aja ya yang jawab, Kamu nanti di bawa medical check up dulu sama dokter Edison ya, Beliau sepupu Saya"
"Ok dok, Saya paham"
"Bagus, kalo gitu ayo Kita masuk. Ketemu sama pihak keluarga bayinya dulu ya"
Tiara mengangguk, Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah sakit itu, naik ke lantai paling atas. Tiara bisa menebak bahwa lantai teratas ini adalah ruang VVIP, hanya para konglomerat yang menempati ruangan ini, dan biasanya Mereka akan menyewa 1 lantai sekaligus.
Setidaknya, Ia tahu saat masih berkerja pada Rex. Rex sering melakukan itu saat Neneknya, Nyonya Diana Hamilton jatuh sakit dan butuh perawatan intensif.
"Viona, calon Ibu susunya udah datang, Dia baru sampai di lantai 5 ini"
"Ok, jangan lupa di steril dulu, terus langsung suruh Dia MCU, kalo nggak cocok langsung suruh pulang biar nggak buang-buang waktu"
Viona sudah
"Ck, belum apa-apa udah langsung putus asa aja. Harusnya Kamu berdo'a, semoga kali ini cocok, biar Jayden bisa bebas dari masa-masa kritis"
Viona hanya membuang nafas. Rex masih duduk disofa kamar rawat Jayden yang kosong karena bayi itu masih di ruang NICU, Pria itu tampak tertidur sambil bersandar.
Tok-tok
Terdengar suara di ketuk. Edison tersenyum, sepertinya itu adalah Lingga, sepupunya beserta dengan calon Ibu susu yang Lingga bawa.
"Lingga!" Seru Edison kemudian memeluk Lingga dengan erat.
"Halo bang. apa kabar? Ini Dia calon Ibu susunya, namanya Tiara"
Deg!
Baik Viona maupun Rex yang tengah tertidur sebentar langsung terkejut. Rex seketika bangun dari duduknya dan menatap siluet yang berdiri canggung di belakang sepupu dokter Edison itu.
"Halo Tiara..." Sapa Edison. Tiara yang tadinya berdiri di belakang dokter Lingga pun menggeser tubuhnya untuk menjawab sapaan Edison, juga menyapa keluarga bayi yang akan menjadi bosnya nanti.
Begitu Tiara menunjukkan dirinya, tubuhnya langsung membeku. Melihat 2 orang yang berdiri kaku dan tegang di hadapannya.
Nyonya Viona dan Rex.
Suasana yang tadinya biasa saja seketika berubah menegangkan sampai Edison dan Lingga jadi kebingungan.
"Kamu???" Ucap Viona, tatapannya sangat tajam sampai bisa membunuh orang.
Sementara Rex, Dia menatap Tiara dengan tatapan rumit, tapi Tiara jelas melihat kemarahan serta kebencian dari matanya.
Tiara ingin kabur saja. Kenapa bisa terjadi kebetulan seperti ini.
Bayi....
Apakah bayi yang membutuhkan Ibu susu adalah... Anak Rex???
Dugaannya itu membuat hati Tiara sakit. Anaknya mati, sekarang Dia berada disini untuk menjadi Ibu susu dari bayi orang lain yang tengah kritis. Ironisnya bayi itu adalah anak dari Pria yang dulu memintanya untuk menggugurkan Zayn saat masih dalam kandungan.
"Maaf dokter Lingga, sepertinya Saya nggak bisa lanjut, Saya pulang sekarang aja"
Ucap Tiara dengan tegas. Dia menatap dokter Lingga yang mengerjapkan matanya dengan bingung.
"Saya juga nggak Sudi kalau cucu Saya harus di susui oleh wanita ini! Saya bisa cari Ibu susu yang lain yang lebih LAYAK!" Ujar Viona dengan kejam. Edison pun menatapnya dengan heran. Apa Viona mengenal Tiara? Dia beralih menatap Rex yang wajahnya jadi lebih menyeramkan daripada batu nisan.
Sebenarnya ada apa ini?
"Dokter!!! Dokter!!! Bayinya, bayinya tiba-tiba kejang!!!"
Seorang suster tiba-tiba berlari dari arah ruang NICU khusus tempat Jayden dirawat..
Edison pun langsung panik dan meluncur cepat ke arah ruang NICU tanpa memperdulikan keadaan tegang yang kini terjadi antara Tiara dan keluarga Rex.
Viona pun ikut berlari menyusul dokter Edison, saat melewati Tiara, Viona memelototi wanita itu dengan garang, tapi Tiara tidak perduli, ekspresinya sangat datar. Dan itu membuat Viona merasa lebih kesal.
"Dokter, sebaiknya Saya pulang sekarang" Dokter Lingga merasa dilema, bayi itu sepertinya sangat membutuhkan ASI sekarang, tapi sepertinya hubungan Tiara dan keluarga bayi itu sangat buruk.
Tiara tidak mau menunggu, jadi Dia pun memutuskan untuk pergi sendiri saja, Ia memutar tubuhnya dan hendak pergi sebelum teriakan Rex menghentikan langkahnya.
"Berhenti!!!"
Dokter Lingga tersentak mendengar suara Pria itu yang lebih mirip raungan serigala. Dokter muda itu sampai menelan ludah karena ketakutan.
Tapi tidak dengan Tiara, setelah diam sebentar, Tiara melanjutkan langkahnya lagi.
"Tiara! Aku bilang berhenti!!"
Tiara pura-pura tidak dengar dan terus berjalan, Rex pun menerjang ke arah Tiara, melewati Lingga yang hampir terjatuh karena tertabrak tubuh besar Rex.
Set!!
Rex meraih pergelangan tangan Tiara dan mencengkeramnya erat.
Saat ini, Rex bisa merasakan bahwa pergelangan tangan Tiara sangat kurus, Ia bahkan bisa merasakan tulangnya yang menonjol.
terima kasih ya,udh buat tia tegas dan tdk menye menye. suka dgn karakter tia yg sekarang.
jgn jatuh ke lubang yg sama dan jatuh cnta lgi dgn tirex,manusia kaku,egois,kasar dan mulut tajam dan tdk peka.
lgi an ya,gw heran ama lu rex,kaga ad jiwa kebapakan lu dah,sama jayden aj kaya kaga ad ikatan batin ,minimal dekat dan sayang. darah daging sndri . 😒😒