Seorang pembaca muak dengan novel bacaannya yang dimana para antagonis jenius dengan latar belakang tragis selalu kalah konyol oleh Long Tian, protagonis yang menang hanya bermodal "Keberuntungan Langit".
Saat bertransmigrasi ke dalam novel, dia menjadi Han Luo, NPC tanpa nama yang ditakdirkan mati di bab awal, ia menolak mengikuti naskah. Berbekal pengetahuan masa depan, Han Luo mendirikan "Aliansi Gerhana". Ia tidak memilih jalan pahlawan. Ia mengumpulkan para villain yang seharusnya mati dan mengubah mereka menjadi senjata mematikan.
Tujuannya satu: Mencuri setiap peluang, harta, dan sekutu Long Tian sebelum sang protagonis menyadarinya.
"Jika Langit bertindak tidak adil, maka kami akan menjadi Gerhana yang menelan Langit itu sendiri." Ini adalah kisah tentang strategi melawan takdir, di mana Penjahat menjadi Pahlawan bagi satu sama lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota Naga Langit
Ibu Kota Kerajaan Qin, Kota Naga Langit, adalah permata peradaban di Benua Awan Selatan. Dikelilingi oleh tembok setinggi tiga puluh meter yang terbuat dari batu hitam, kota ini menampung lebih dari lima juta jiwa manusia dan kultivator.
Di sinilah pusat kekuasaan dunia fana, di mana keputusan satu orang bisa menggerakkan jutaan tentara.
Han Luo berdiri di antrean gerbang masuk, mengenakan jubah sarjana biru muda yang sederhana. Wajahnya telah diubah menjadi wajah pemuda biasa yang sedikit tampan namun pelupa—persona "Sarjana Han".
"Tujuan masuk?" tanya penjaga gerbang dengan tombak bersilang.
"Mengunjungi kerabat dan mencari inspirasi puisi untuk ujian pejabat," jawab Han Luo, menyelipkan sekeping perak ke tangan penjaga.
"Lewat."
Han Luo melangkah masuk.
Hiruk pikuk kota langsung menyambutnya. Jalanan utama selebar sepuluh kereta kuda dipenuhi pedagang, bangsawan, dan tentara patroli. Aroma makanan, dupa, dan kotoran kuda bercampur menjadi satu.
"Sangat hidup," batin Han Luo. "Dan sangat busuk."
Dengan Mata Roh-nya yang tajam, dia bisa melihat aura hitam tipis menggantung di atas istana kerajaan yang menjulang di kejauhan. Itu adalah aura kematian dan konspirasi.
Kaisar Qin sedang sekarat. Itu adalah fakta umum yang tidak diucapkan. Dan perebutan takhta antara para pangeran sedang memanas.
Di novel asli, Long Tian akan datang ke sini untuk menyelamatkan Putri Ketujuh yang baik hati. Tapi Han Luo datang lebih awal. Dan dia tidak berniat menyelamatkan Tuan Putri.
Dia berniat melamar kerja pada Pangeran Ketiga.
Han Luo berjalan menuju Distrik Barat, daerah kumuh yang berbatasan dengan distrik pasar. Dia menyewa sebuah rumah halaman kecil yang terpencil dengan harga murah karena "berhantu" (bekas bunuh diri pemilik sebelumnya).
"Sempurna," kata Han Luo, meletakkan pot Anggrek Wajah Hantu di jendela yang gelap. "Hantu tidak takut hantu."
Dia melepaskan Raja Ulat Sutra Mimpi Buruk dari lengan bajunya. Ulat itu terbang mengelilingi ruangan, membuat sarang sutra tak kasat mata di langit-langit sebagai sistem keamanan.
"Sekarang, mari kita cari informasi."
Han Luo tidak pergi ke rumah teh biasa. Dia pergi ke Rumah Bordil Paviliun Merah. Tempat di mana para pejabat mabuk dan membocorkan rahasia negara di pelukan wanita.
Dia tidak masuk sebagai pelanggan. Dia menyelinap ke atap.
Menggunakan Pernapasan Kayu Mati dan Indra Pendengaran yang diperkuat Qi, dia menyaring ratusan percakapan di bawahnya.
"...Pangeran Mahkota terlalu lemah..." "...Pangeran Ketiga baru saja mengeksekusi Menteri Keuangan karena terlambat setor pajak..." "...Istana Musim Dingin ditutup. Katanya ada 'hantu es' yang berkeliaran..."
Telinga Han Luo berkedut.
Istana Musim Dingin. Tempat di mana Jantung Beku Seribu Tahun berada.
"...Ya, Pangeran Ketiga sedang mencari 'Penasihat Spiritual' baru. Penasihat lamanya gagal menyembuhkan sakit kepalanya dan dipenggal kemarin."
Han Luo tersenyum di atas genteng.
"Lowongan pekerjaan."
Pangeran Ketiga Qin Yu. Di novel, dia adalah antagonis tipikal: Kejam, paranoid, gila kuasa, dan memiliki ambisi untuk menyatukan dunia kultivasi di bawah tumit kerajaan. Dia adalah musuh bebuyutan Long Tian.
"Pangeran yang paranoid butuh rasa aman," analisis Han Luo. "Dan tidak ada yang memberikan rasa aman lebih baik daripada sebuah organisasi bayangan yang tahu segalanya."
Han Luo kembali ke markasnya. Dia mulai meracik tinta khusus.
Dia menulis sebuah surat. Bukan di atas kertas, tapi di atas selembar sutra hitam.
Isinya singkat:
"Kepada Yang Mulia Pangeran Qin Yu. Menteri Li akan mengkhianati Anda besok siang di Perjamuan Teratai. Dia membawa racun di cincinnya. Jika Anda ingin hidup, jangan minum anggur ketiga. - Aliansi Gerhana."
Informasi ini valid. Han Luo tahu dari novel bahwa Menteri Li adalah mata-mata Pangeran Mahkota yang mencoba meracuni Qin Yu (tapi gagal di novel karena Qin Yu tidak sengaja menjatuhkan gelasnya).
Han Luo akan mengubah "kebetulan" itu menjadi "prediksi akurat".
Dia memanggil Raja Ulat Sutra.
"Kirimkan ini ke kamar tidur Pangeran Ketiga. Jangan terlihat. Jangan terdeteksi."
Ulat itu mencicit pelan, mengambil gulungan sutra itu dengan kakinya, lalu berubah menjadi bayangan transparan dan melesat keluar jendela.
Han Luo menuangkan teh untuk dirinya sendiri.
"Umpan sudah dilempar. Sekarang kita tunggu ikannya menggigit."
Besok siang, nasib Kerajaan Qin akan mulai berbelok. Dan Han Luo akan menjadi sopirnya.
selalu ditunggu lanjutannya 💪💪💪👍👍👍