NovelToon NovelToon
Crazy Obsession

Crazy Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Pelakor jahat
Popularitas:185
Nilai: 5
Nama Author: Bertepuk12

Afnan tahu dia adalah penjahat, demi mendapatkan Dareen yang menjadi obsesinya sejak lama, Afnan tega menghancurkan kebahagiaan Jeslyn, sahabat sekaligus wanita yang dicintai Dareen.

​Satu jebakan licik darinya, sebuah penghianatan yang membuat Dareen kehilangan dunianya dan mulai menanam kebencian mendalam pada Afnan.

​Namun, Afnan belum puas.

​Melalui skenario malam yang kotor, Afnan akhirnya berhasil menyeret Dareen ke altar pernikahan, ia mendapatkan status, ia mendapatkan raga pria itu, tapi ia tidak pernah mendapatkan jiwanya.

​"Kau telah menghancurkan hidup Jeslyn, dan sekarang kau menghancurkan hidupku, Afnan. Jangan pernah bermimpi untuk dicintai di rumah ini."

​Di tengah dinginnya pengabaian Dareen dan bayang-bayang Jeslyn yang masih bertahta di hati suaminya, Afnan tetap bertahan dengan segala tingkah centil dan nekatnya untuk membuat sang suami bertekuk lutut.

​Akankah cinta yang berawal dari penghianatan ini akan menemukan titik terang?

#KOMEDIROMANSA
#KONFLIKRING

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bertepuk12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Setelah drama konyol di bandara, Afnan dan Leona akhirnya tiba di sebuah kafe brunch terkenal di tengah kota yang ramai. Kafe itu dipenuhi gemerlap lampu gantung, bangku beludru, dan aroma kuat coffe espresso yang bercampur dengan berbagai aroma harum masakan koki.

​"Ah, akhirnya tiba!" Seru Leona, melepas faux fur coat besarnya dan menyerahkannya pada sang sahabat, "Tolong pegangi darling, mantelku sudah bekerja keras hari ini."

​Afnan menerima mantel itu dengan tatapan datar, lalu melipatnya di kursi kosong di sampingnya, "Kau yang menciptakan kekacauan Leona, jadi jangan salahkan mantelmu."

Tak lama tiba-tiba ​seorang pelayan muda dengan pakaian khas pelayan datang sembari membawa satu bundel buku menu.

​"Aku butuh makanan berat, sebab di pesawat tadi aku hanya diberi makan peanut, Itu tidak cocok dengan perut karetku." Leona mendesah dramatis. Ia segera membuka buku menu semangat.

Tertawa pelan Afnan hanya mengangguk, "Pilih saja makanan yang kau inginkan." Ia menjawab.

Leona mendongok, "Kau ingin mentraktirku?"

"Tentu saja tidak, kau bisa memilih sesuka hatimu sebab kau sendiri yang membayarnya." Kata Afnan santai, pun ia tak bisa menahan tawa sebab ekspresi wajah Leona yang langsung berubah kilat. Dari penuh harapan berubah kesal.

​"Aku akan pesan Eggs Benedict Truffle Deluxe dengan smoked salmon tambahan, dan side of artisan sourdough toast yang dipanggang sempurna." Pinta Leona kepada pelayan.

"Dan untuk minum, aku butuh Latte dengan foam yang artistik dan suhu yang pas. Tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin, kau paham?" Lagi-lagi Leona memberi titah, memperingatkan.

​Pelayan itu hanya bisa mengangguk kaku, berusaha mencatat semua detail rumit pesanan itu.

​"Dan kau?"

​"Aku? Caesar Salad saja, dan jus alpukat." Afnan tersenyum, mempersilahkan pelayan itu pergi setelah membungkuk, seolah tengah memberi penghormatan.

"Ngomong-ngomong, bukankah Algio itu pengemis? Mengapa sekarang bisa menjadi CEO of Aircraft? Apa gembel itu dipungut oleh orang kaya yang belum memiliki anak seperti drama-drama China?" Leona membuka percakapan.

Mendengar seruan itu membuat Afnan mencubit jemari Leona pelan hingga pekikan terdengar, ia menggeleng, "Kau ini, terlalu banyak menonton Drama China."

"Afnan, kau melakukan kekerasan dalam pertemanan," Leona menatap Afnan tak senang, bibirnya mengerucut, "Aku tau dengan jelas jika Algio itu memang miskin, bahkan sampai meminta-minta padaku."

"Astaga Leona, sekarang dia sudah menjadi CEO dengan kekayaan melimpah, dia dulu adalah pewaris namun memilih minggat karena, kau tau sendiri bukan saat kakak lelakinya meninggal?" Afnan diam sejenak, maju mundur ingin bercerita.

Sedangkan Leona, wanita itu memangku wajah menggunakan kedua tangannya, mendengar dengan seksama sesekali memainkan ujung surai hitamnya dengan gemulai.

"Dan dia merasa tak berhak atas jabatan itu, jadi dia melarikan diri tanpa membawa uang atau apapun, ATM juga diblacklist oleh keluarganya, ya sudah dia menjadi miskin." Jelas Afnan pelan, kembali menerawang masa lalu.

"Oh? Maka dari itu dia memilih kembali dan menjadi CEO, ceritanya benar-benar mirip seperti Drama China yang sering aku lihat." Seru Leona tersenyum.

Kening Afnan terangkat, wanita itu memutar bola matanya jengah, "Lagi-lagi kau mengaitkan itu dengan Drama China. Kupikir kau ini sudah kecanduan."

"Memangnya kenapa? Itu bagus, para pemainnya juga tampan-tampan!" Leona berkata dengan antusias seolah sedang mempromosikan tontonan kesukaannya.

Mendengar kata 'tampan' membuat sudut bibir Afnan terangkat, kembali mengingat sang suami tentunya, lantas ia melirik Leona, apa jadinya jika ia berkata bahwa sudah menikah? Apakah wanita itu akan berteriak?

"Apa lebih tampan dari suamiku?" Afnan tersenyum tanpa dosa, memperhatikan Leona yang nampak fokus pada IPadnya.

Tanpa mendongok, Leona tertawa remeh, "Tentu saja, kau in-" Sebelum menyelesaikan ucapannya, ia mendongok, "SUAMI KAU BILANG?" Teriaknya menggebrak meja.

Beberapa pasang mata spontan terarah pada mereka sebab gebrakan meja yang terdengar begitu memekik genderang telinga, Afnan hanya menundukan kepala, berusaha menahan malu yang menelusup didadanya.

"Katakan padaku, siapa suamimu Afnan!?" Leona menatap Afnan tak percaya, menatap penasaran sang sahabat yang tiba-tiba berkata sudah menikah? Membuat jantungnya terasa meloncat.

"Jangan bilang kau menikah dengan Dareen itu, heh? Oh my Gosh." Leona kembali mencerca, berharap jika bukan nama Dareen yang akan Afnan sebutkan sebagai suaminya.

Sayangnya tak sesuai harapan, Afnan malah tersenyum dan menganggukan kepala, "Tentu saja dengan Dareen, memangnya siapa lagi?" Serunya pelan.

Diam, Leona seolah tengah terkejut sampai-sampai tak bisa berkata, bibir itu terkatup rapat, hingga ia melototkan netranya dan lagi-lagi mengebrak meja, kali ini lebih keras.

"DAREEN KAU BILANG? PRIA SINTING ITU? My God, apa yang membuatmu begitu kecintaan pada pria itu kawan, hayy? Apa kau dipelet? Afnan, dia itu sudah minus berkali-kali lipat dari skor ujianku di masa lalu!" Seru Leona menggelengkan kepala, meratap dramatis, tangannya menjambak-jambak rambutnya sendiri.

"Aku yakin itu bukan cinta, itu pasti guna-guna! Katakan padaku, siapa dukunnya? Aku akan menuntut dia karena mendukunkanmu!" Cerca Leona dengan nafas tak beraturan.

Helaan nafas Afnan layangkan, "Kau pasti akan terkejut jika aku bilang bahwa aku yang menjebaknya." Ia berhenti sejenak, menimang - nimbang ucapanya.

"Aku memberinya obat perangsang."

Leona terduduk lemah, netranya menyorot kosong lalu melirik Afnan tak percaya, "Sungguh? Demi mendapatkan pria sinting itu kau menggunakan cara kotor, Afnan? Apa yang sebenarnya membuatmu suka dengan pria tak waras itu, heh?!"

"Dia tampan dan mapan." Afnan menjawab dengan senyuman.

Memutar bola matanya jengah, Leona mendelik tajam, "Hanya itu, selebihnya semua minus, kau lihat otaknya itu? Kutebak hanya sebesar ujung jarum." Ejeknya.

"Cinta itu memang membuat orang waras menjadi bodoh ya?" Leona terkikik geli, melirik Afnan penuh sindiran, "My Gosh, jauhkan aku dari sikap kecintaan itu, aku tak sudi."

Afnan hanya terdiam, memang sedari dulu Leona membenci Dareen, sejak mereka di bangku perkuliahan, sebab dulu Dareen pernah menabrak Leona hingga masuk ke dalam got pembuangan dan tidak bertanggungjawab sama sekali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!