Shabila Diaskara adalah gadis polos dan lugu yang bersikap hiperaktif serta pecicilan demi menarik perhatian ayahnya—seorang Daddy yang membencinya karena kematian sang ibu saat melahirkan dirinya. Dalam sebuah insiden, Shabila berharap bisa merasakan kasih sayang seorang ayah sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.
Saat terbangun, Shabila menyadari dirinya telah bertransmigrasi ke tubuh Aqila Weylin, gadis cantik namun pendiam dan cupu. Kini dipanggil “Aqila,” Shabila—yang akrab disapa Ila — mulai mengubah penampilan dan sikapnya sesuai kepribadiannya yang ceria dan manja.
Beruntung, kehidupan barunya justru memberinya keluarga yang penuh kasih. Sikap hiperaktif dan manja Ila membuat seluruh keluarga Aqila gemas, bukan marah. Setelah tak pernah merasakan cinta keluarga di kehidupan sebelumnya, Ila bertekad menikmati kesempatan kedua ini sepenuh hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyly little, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 **Kantin**
Kringg... Kringg
Bel istirahat sudah berbunyi dan para murid DHS berhamburan menuju kantin untuk mengisi perut mereka.
Ila tidak bergerak dari duduknya dia masih setia duduk untuk
menunggu abang-abang kembar nya menjemput.
"Lo gak mau ke kantin cil?"tanya luna yang melihat Ila hanya diam saja.
"Ila ke kantin kok, "sahut Ila.
"Terus kenapa masih duduk? Ayo kita ke kantin sekarang gue udah laper ini. " ajak Luna.
"Luna duluan aja, Ila mau nungguin abang, kata ayah Ila gak boleh ke kantin sendiri, Ila harus sama abang."
"Yaelah cil, lo gak sendirian ada gue yang temenin lo"
"Ila udah janji Luna, Ila gak boleh ingkar. "Ila memasang wajah kesalnya dan itu membuat Luna ingin mencubit keras pipi chubby Ila itu.
Saat hendak menyentuh pipi Ila tiba-tiba ada seseorang yang berdehem dibalik pintu kelas X itu. Ila menoleh kearah pintu lalu dia tersenyum lebar saat melihat abang-abangnya sudah datang menjemputnya untuk makan.
"Abanggg." Ila berlari menghampiri abang-abangnya.
"Hati-hati princess, "peringat Alzian, dia takut adek kecilnya itu akan kesandung meja atau kursi dan membuat adeknya terjatuh.
Ila hanya nyengir lalu dia merengek, "abang lihat perut Ila? Huhu perut Ila kecil dan ingin segera diisi makanan biar besar lagi." ucapnya lucu dan Alzian terkekeh gemes.
"Maaf ya, abang tadi ada ulangan harian dan lama deh keluarnya." Alzian mengusap lembut kepala Ila.
Ila mengerjap polos menatap Elzion yang sedari tadi cemberut dan tidak berbicara, "why abang El?" tanya Ila pada Elzion.
"Kepo lo cil." sewot Elzion.
Ila cemberut, "ishh Ila gak like abang El" rajuk Ila.
Alzian kembali terkekeh melihat adek kecilnya merajuk.
"udah ya jangan hiraukan dia, kita ke kantin yah, katanya lapar kan?" ajak Alzian.
Luna yang sedari tadi melihat interaksi Ila dengan kedua most wanted nya DHS hanya melongo tidak percaya bahwa Ila adalah adek dari laki-laki tampan di DHS itu. Ya salah Ila sih tidak mengingat nama lengkapnya jadi orang-orang tidak tau bahwa dia keturunan Weylin yang berpengaruh di DHS itu.
Ila mengangguk semangat mendengar ajakan sang abang lalu dia menoleh kebelakang lebih tepatnya kearah Luna yang masih diam memperhatikan interaksi kakak dan adek itu.
"Luna ayo ke kantin. "ajak Ila kepada Luna.
Luna tersadar dari lamunannya, "ah iya Cil, ayoo.." Luna tersenyum kaku pada Alzian dan Elzion... Uhh dia sungguh gugup berhadapan dengan most wanted sekolah ini.
Alzian hanya diam dan dia menggenggam tangan mungil adek kecilnya lalu berjalan terlebih dahulu dan Luna mengikuti dari belakang.
Sedangkan Elzion dia masih cemberut melihat nilainya dikertas putih yang ada di tangannya tersebut. Dia berjalan kearah kantin dengan mata yang tertuju pada kertas itu hingga tiba-tiba dia menabrak seseorang.
Dugg
"Ehh maaf ya, "Elzion langsung meminta maaf kepada seseorang yang ditabrak itu.
Luna yang kena tabrak itu hanya mengangguk kaku, "tidak masalah kak, "ucap Luna
Saat ini mereka sudah sampai dimeja yang biasanya para most wanted atau lebih tepatnya Alzian dan teman-temannya duduk.
"Woahhh ini adek lo bro?" tanya salah satu teman Alzian yang sudah duduk manis dikursi.
"Hm, "deham Alzian.
"Abang sick?" tanya Ila yang mendengar deheman Alzian.
"No princess, duduklah..." ucap Alzian lembut lalu mendudukan adek kecilnya itu.
"Luna sini," Ila menyuruh Luna untuk duduk disebelah kiri nya karena disebelah kanan nya Alzian yang duduk,
Elzion masih berdiri dengan memandang kertas putih itu, Alzian yang kesal lalu merebut kertas itu. "Pesan nasi goreng buat adek dan temannya," titah Alzian pada Elzion.
Elzion kesal tapi dia tetap membelikan adeknya itu makanan.
Ila penasaran dengan kertas yang membuat abang nya itu cemberut lalu dia mengambil nya dari tangan Bryan.
"Woahh nilai abang El kecil hihi..." Ila terikik lucu saat melihat nilai ulangan harian Elzion yang rendah.
Teman-teman Alzian terpekik karena Ila yang gemesin.
"Ooo astaga adek lo gemesin banget sumpah."
"Pengin bawa pulang boleh?"
"lucu banget sih."
Alzian hanya memutar bola matanya malas mendengar pekikan teman-teman nya, cuma satu teman Alzian yang diam karena sikap nya 11 12 dengannya yaitu dingin dan cuek.
"Abang Al, mereka siapa?"tanya Ila menunjuk semua teman-teman abangnya.
"Teman-teman abang," sahut Alzian lembut.
"Bisa lembut dan hangat juga lo ke cewe yahh, " ledek salah satu teman Alzian lagi dan Alzian hanya mengacuhkan nya saja.
"Kenalan dek." ajak teman Alzian yang lainnya pada Ila.
"Hu'um, I'm Ila.." ucap Ila.
"Cuma Ila namanya?"tanya nya.
Ila menggelang lucu, "Ila lupa nama panjang Ila," sedih Ila.
Mereka yang ada dimeja itu seketika tertawa gemes karena ucapan Ila. Alzian sendiri ikut tertawa kecil lalu mengecup pipi chubby sang adeknya.
"Aqila Weylin, "ucap Alzian memberi tahu teman-teman.
"Kenalin nama abang Liam Afkar , dipanggil Liam" ucap Liam.
"Nama abang Arjuna Azkara. Dipanggil Juna. "Ucap Juna.
"Kalau abang Radian Jifrano dipanggil sayang," ucap Dian genit dan dapat geplakan dari Liam.
Ila mengangguk saja lalu matanya melihat kearah teman abang nya yang duduk didepan nya ini, "ini?" tunjuk Ila pada laki-laki dingin tersebut.
"Arlanka Adhiyaksa, Lanka. "ucap Lanka dengan wajah datarnya.
Elzion datang bersama ibu-ibu kantin untuk membawa makanan. Ila bertepuk tangan kecil karena makanannya sudah sampai, dia segera memakan dengan lahap dan lucu membuat yang lain gemes dengan cara makan Ila yang seperti anak kecil.
...****************...
Di sebuah cafe ada Bryan yang sedang menunggu teman lama untuk bernostalgia sekaligus ingin membicarakan tentang pekerjaan.
"Maaf lama Bry," ucap seseorang yang baru datang itu.
Bryan mendongak lalu tersenyum kearah teman lama nya itu,
"ah tidak masalah Zidan, silakan duduk.." ujar Bryan lalu menyuruh temannya itu duduk.
Yaa Zidan, ada yang ingat kan siapa itu Zidan? Ayah dari Shabila Diaskara yang sekarang ada ditubuh Aqila. Zidan dan Bryan berteman tapi mereka jarang bertemu karena Zidan tinggal dijakarta dan bukan dibandung
"Apa kabarmu Bry?"tanya Zidan kepada teman lama sekaligus teman kerja nya itu.
"Baik, dan kamu? Seperti nya kamu terlihat tidak baik-baik saja. "Bryan dapat melihat raut wajah Zidan yang terlihat lesu dari biasanya.
"Kamu selalu bisa menebak raut wajahku. "Zidan terkekeh.
"Ada apa?" tanya Bryan yang ingin tahu apa penyebab temannya itu bersedih.
"Aku kehilangan putri kecilku Bry, " lirih Zidan, dia benar-benar menyesal karena tidak pernah menyayangi anaknya itu Shabila, setelah kematian Shabila Zidan hanya bisa menyesali kesalahan nya ditambah lagi Galenio yang marah dan tidak mau bicara dengannya selama berhari-hari sungguh itu membuat Zidan semakin bersalah.
"Putri? Kamu punya putri Dan? Kenapa aku tidak pernah tau?" heran Bryan, Zidan tidak pernah mempublikasikan Shabila karena dia membenci anaknya itu, bahkan teman nya pun tidak ada yang tau bahwa seorang Zidan mempunyai puti.
Zidan menghela nafas kasar lalu dia menceritakan dari istrinya yang meninggal setelah melahirkan Ila ke dunia, dia juga menceritakan bagaimana perlakuannya terhadap putrinya itu sampai waktu dia membentak dan meminta mati kepada Putrinya itu..
Bryan terkejut mendengar cerita temannya itu dan tidak menyangka seorang Zidan yang terkenal baik tapi dia malah jahat dengan putri kandungnya sendiri.
"Kamu ayah yang buruk," hanya itu kalimat yang ada di pikiran Bryan
"Ya aku tau, aku menyesal Bry... Aku dihantui dengan rasa bersalah terhadap mendiang istri dan putriku, padahal sebelum melahirkan putriku itu istriku sempat berpesan sayangi dia dan jangan membuatnya bersedih... Tapi aku malah membuatnya bersedih setiap saat Bry, dulu putriku suka buat masalah hanya untuk menarik perhatian ku tapi aku malah membentak nya dan kemarin aku tidak sadar berucap saat aku meminta nya untuk mati.. Setelah kepergian putriku aku begitu hancur Bryan, jika waktu bisa diputar aku ingin putriku kembali dan aku berjanji akan menyayangi nya.." Zidan menangis saat menceritakan nya dan Bryan dapat melihat sorot penyesalan diwajah Zidan.
"Sudahlah jangan bersedih, putrimu sudah tenang dan sudah bersama istrimu diatas sana, mau menangis kencang pun kamu tidak akan bisa mengembalikan keadaan Dan. "Bryan berusaha menenangkan teman nya itu. Bryan paham dengan perasaan Zidan.
"Aku pindah kesini karena aku sudah tidak tahan berada dijakarta dengan bayang-bayang putriku. "lirih Zidan.
"Pindah dengan putramu?"tanya Zidan.
"Iya, seperti nya dia akan menjadi kepala sekolah di DHS"
"Terus pak Edo?"
"Pak Edi mau pensiun dan ingin kembali ke kampung maka dari itu Galenio yang akan menggantikan nya."
"Galenio tidak bekerja di kantor?"
"Dia juga bekerja dikantor, tapi sebelum kantor pusat dipindah disini maka dia akan fokus menjadi kepala sekolah dulu."
"Kantor pusat mau dipindah? Maka dari itu kamu meminta ku untuk merancang desain bangunan perusahaan?"
"lya, aku mau kamu merancang nya sama seperti perusahaan dan bangunan-bangunan yang lainnya. Aku suka kamu yang ngasih harga murah, "Zidan terkekeh kecil.
Bryan ikut terkekeh, "karena kamu temanku, lagian juga kamu membiarkan anak-anak ku sekolah di DHS tanpa bayaran sama sekali.”
"Itu karena kamu temanku juga, kita sama-sama saling bantu. "keduanya lantas tertawa.
"Oh iya bagaimana keadaan keluarga mu Bry? Lama tidak berjumpa dengan si kembar dan si pendiam, "tanya Zidan.
"Istri dan anak-anakku baik, tapi putri ku sekarang berubah, dia menjadi ceria dan manja. Sangat menggemaskan!!" Bryan menceritakan dengan wajah senangnya, sungguh dia sangat senang dengan perubahan putrinya itu.
Zidan tersenyum getir saat Bryan menceritakan tentang putrinya dia menjadi mengingat Shabila putri yang dia sia-sia kan.
"Wahh aku menjadi penasaran dan ingin melihat putrimu Bry,"
"Datanglah kerumah, putriku sungguh menggemaskan dan aku yakin kamu menyukainya nanti."
"Lain waktu aku akan bertamu kerumahmu, untuk sekarang aku harus mengurus perusahaan dan kepindahan dulu."
"Semoga lancar ya."
Keduanya lantas berbincang tentang keluarga dan kerjaan sambil makan.
...****************...