NovelToon NovelToon
Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Dark Romance
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Menikahi ku atau melihat ayahmu membusuk di penjara?"

Elena tidak punya pilihan. Demi melunasi utang yang dijebak oleh Arkan—pria masa lalunya yang kini menjadi penguasa angkuh—ia setuju menjadi istri di atas kertas. Namun, di balik kemewahan rumah Arkan, Elena bukanlah nyonya, melainkan budak. Ia dijambak, diludahi, bahkan dipaksa melayani selingkuhan suaminya sendiri.
​Setiap hari adalah neraka, hingga Arkan melampaui batas dengan menyentuh satu-satunya alasan Elena untuk hidup.

​Di saat Elena hampir menyerah, sosok pria dari masa lalu yang menghilang selama lima tahun kembali. Ia bukan lagi pemuda desa yang miskin, melainkan putra mahkota dinasti mafia yang haus darah.

​"Siapa pun yang menyentuh milikku, hanya punya satu tempat: liang lahat."

​Pembalasan dendam dimulai. Ketika Sang Mafia menjemput ratunya, istana emas Arkan akan berubah menjadi abu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Pelarian ke Perbatasan

Hawa dingin Moskow tidak lagi terasa hanya di permukaan kulit Elena; kini dingin itu seolah telah meresap jauh ke dalam sumsum tulangnya. Di depannya, mayat Arkan mulai tertutup butiran salju halus yang turun dari langit kelam, sebuah pemandangan yang seharusnya mengerikan, tapi bagi Elena, itu adalah tanda titik dari sebuah kalimat panjang yang penuh penderitaan. Darah merah yang tadinya segar kini mulai menghitam, membeku bersama semua memori pahit setahun terakhir.

​Tapi, kebebasan yang ia dambakan tidak datang dengan ketenangan. Ia berdiri di antara dua kutub kekuatan yang berbeda. Di satu sisi, Eros—pria yang telah menghancurkan dunianya sekaligus menjadi satu-satunya alasan ia masih bernapas—berdiri dengan napas terengah-engah, tangannya yang berlumuran darah masih memegang pistol dengan kokoh. Di sisi lain, Liam—pria yang mengaku sebagai kakaknya, sosok yang membawa janji akan identitas masa lalu yang hilang—berdiri dengan pasukannya, menawarkan perlindungan keluarga yang belum pernah Elena rasakan.

​"Pilih, Elena," suara Eros terdengar parau, beradu dengan deru angin badai yang mulai mengamuk. "Ikut dengan dia dan kembali ke pusaran politik mafia Rusia yang akan memanfaatkanmu, atau ikut denganku dan kita tinggalkan semua kegilaan ini selamanya."

​Liam melangkah maju, tangannya terentang ke arah Elena. "El, jangan dengarkan dia. Dia adalah bagian dari dunia yang menyakitimu. Ikutlah denganku, aku akan membawamu ke tempat di mana kau bukan sekadar 'milik' seseorang. Kau punya keluarga, El. Ayah membutuhkanmu."

​Elena menoleh ke arah Ayahnya yang terduduk lemas di salju, dijaga dua anak buah Liam. Pria tua itu tampak hancur, matanya kosong, meratapi rahasia dua puluh tahun yang kini meledak di depan matanya. Elena merasakan perih yang luar biasa. Ia ingin memeluk ayahnya, tapi ia juga takut pada bayang-bayang pria yang telah membohonginya seumur hidup itu.

​"Eros ...." Elena berbisik. Ia menatap mata Eros yang gelap. Di sana, ia tidak melihat janji kebahagiaan yang sempurna, melainkan sebuah janji tentang kesetiaan yang berdarah.

​Tiba-tiba, suara dentuman dari kejauhan kembali terdengar. Lampu-lampu sorot dari kendaraan lapis baja milik The Great Council mulai terlihat di cakrawala, membelah kegelapan hutan pinus. Mereka tidak punya waktu untuk berdebat.

​"Elena, sekarang!" bentak Liam.

​Elena mengambil satu langkah, tapi bukan ke arah Liam. Ia bergerak menuju Eros. Menggenggam tangan pria itu yang kasar dan dingin. "Aku ikut dengan Eros," ucap Elena tegas. Suaranya tidak lagi gemetar. "Liam ... jika kau benar saudaraku, kau akan mengerti. Aku butuh waktu untuk memahami siapa dirimu, siapa Ayah yang sebenarnya. Tapi saat ini, satu-satunya orang yang tidak pernah membohongiku tentang siapa dia sebenarnya ... adalah Eros."

​Wajah Liam mengeras, ada kekecewaan yang mendalam di sana, tapi ia tidak punya waktu untuk memaksa. "Baiklah. Jika itu pilihanmu. Tapi ambil ini." Liam melempar sebuah alat komunikasi kecil ke arah Eros. "Gunakan jika kau terpojok. Faksiku tidak akan membiarkan Dewan menang, dengan atau tanpa persetujuanmu."

​Eros menangkap alat itu tanpa kata. Ia menarik Elena menuju sepeda motor salju (snowmobile) yang disembunyikan di balik gundukan salju oleh tim Vanya sebelumnya. Mesin motor itu menderu, memecah kesunyian malam. Eros menaikkan Elena di belakangnya, memastikan tangan wanita itu melingkar erat di pinggangnya.

​"Pegang erat-erat, El. Kita akan melewati perbatasan Finlandia sebelum matahari terbit," perintah Eros.

​Motor salju itu melesat melintasi padang putih yang luas, meninggalkan Liam, Ayah Elena, dan mayat Arkan di belakang. Angin dingin menghantam wajah Elena, tapi ia membenamkan wajahnya di punggung Eros. Elena merasa seperti sedang terjun ke dalam lubang hitam, tapi setidaknya ia terjun bersama orang yang ia pilih sendiri.

​Logika pelarian mereka sangat berisiko. Perbatasan Rusia-Finlandia dijaga ketat, apalagi setelah ledakan di The Fortress. Tapi, Eros memiliki jalur tikus yang biasa digunakan untuk penyelundupan senjata. Mereka harus melewati danau yang membeku—sebuah wilayah terbuka yang sangat berbahaya karena mudah terpantau dari udara.

​"Eros, bagaimana dengan Vanya?" teriak Elena di tengah deru angin.

​"Vanya sedang melakukan tugasnya; dia akan membuat kekacauan di pusat kota untuk mengalihkan perhatian Dewan. Dia tidak membantu kita secara gratis, El. Dia ingin kursi dewan itu kosong agar dia bisa berkuasa," sahut Eros.

​Setelah satu jam perjalanan yang melelahkan, mereka sampai di pinggiran danau Ladoga yang luas. Permukaan danau itu tertutup lapisan es tebal yang mengkilap di bawah cahaya bulan. Di seberang sana, hutan lebat Finlandia menanti. Tapi, masalah baru muncul.

​Suara helikopter kembali terdengar. Bukan helikopter taktis kecil, melainkan helikopter tempur yang dilengkapi dengan lampu pencari raksasa.

​"Mereka menemukan kita!" Elena berteriak ngeri saat cahaya putih raksasa mulai menyapu permukaan es di belakang mereka.

​Eros memacu motor saljunya hingga batas maksimal. Mesinnya menjerit, memuntahkan asap tipis. "El! Di dalam tas kecil di samping jok, ada suar (flare)! Ambil dan siapkan!"

​Elena meraba tas itu dengan tangan yang kaku karena beku. Ia menemukan tabung suar tersebut. "Lalu apa?"

​"Tunggu aba-abaku!"

​Helikopter di atas mulai melepaskan rentetan tembakan senapan mesin. Peluru-peluru panas menghantam permukaan es di sekitar mereka, menciptakan retakan-retakan besar yang mengerikan. Es yang tadinya kokoh kini mulai bergetar. Satu peluru nyaris mengenai tangki bahan bakar motor mereka.

​Eros melakukan manuver zig-zag yang berbahaya di atas es yang licin. Ia tahu ia tidak bisa melarikan diri dari helikopter hanya dengan kecepatan. Ia butuh sesuatu untuk menipu sensor panas mereka.

​"Sekarang, El! Tembakkan suarnya ke arah kanan, sejauh mungkin!" teriak Eros.

​Elena menarik pelatuk suar itu. Cahaya merah menyala terang melesat ke arah kanan, menciptakan tanda panas yang kuat di atas permukaan danau. Di saat yang sama, Eros mematikan lampu motor dan membelokkan kemudi ke arah kiri secara mendadak, bersembunyi di balik gundukan salju besar yang menumpuk di tengah danau.

​Taktik itu berhasil sejenak. Rudal pencari panas yang dilepaskan helikopter menghantam area di sekitar suar merah, meledakkan lapisan es dan menciptakan lubang raksasa yang mengeluarkan air dingin yang menyembur ke atas.

​Tapi, guncangan ledakan itu membuat es di bawah motor mereka mulai retak.

​"Lompat, Elena! LOMPAT!" Eros menarik Elena dan mereka berdua berguling di atas salju tepat saat motor salju mereka terperosok masuk ke dalam air danau yang membeku.

​Mereka terbaring di atas es yang rapuh, hanya beberapa meter dari lubang yang menganga. Helikopter di atas masih berputar, tapi debu salju akibat ledakan menutupi pandangan mereka.

​"Kita harus merangkak, El. Jangan berdiri, berat badanmu akan memecahkan es ini," bisik Eros, napasnya terlihat seperti uap putih yang tebal.

​Mereka merangkak dengan sangat lambat di atas permukaan es yang mendinginkan perut mereka. Setiap suara retakan kecil di bawah mereka terdengar seperti lonceng kematian. Di tengah perjuangan itu, Elena melihat Eros meringis. Luka di bahunya kembali terbuka, darah merembes ke salju, menciptakan jejak yang bisa diikuti.

​"Eros, kamu berdarah...."

​"Abaikan, El. Teruslah merangkak. Finlandia hanya tinggal beberapa ratus meter lagi," Eros memaksakan diri, meski wajahnya kini sudah seputih salju di bawahnya.

​Tiba-tiba, sebuah suara dari radio komunikasi yang diberikan Liam berbunyi. "Eros, ini Liam. Aku sudah di posisi. Lihat ke arah utara. Aku punya hadiah untuk helikopter itu."

​Eros menoleh ke utara. Dari kegelapan hutan di seberang danau, sebuah kilatan cahaya meluncur cepat. Sebuah rudal panggul permukaan-ke-udara (SAM) melesat dengan kecepatan tinggi, menghantam helikopter Dewan tepat di tangki bahan bakarnya.

​BOOOMM!

​Ledakan itu jauh lebih besar dari sebelumnya, menerangi seluruh danau Ladoga seperti siang hari. Helikopter itu jatuh seperti bola api raksasa ke tengah danau, menghancurkan sisa-sisa es di sekitarnya.

​Eros dan Elena terdorong oleh gelombang panas ledakan itu. Mereka terengah-engah, menatap kehancuran di depan mereka. Untuk sesaat, hanya ada suara api yang berderak dan napas mereka yang memburu.

​"Kakakmu ... dia benar-benar gila," gumam Eros dengan senyum lemah yang sangat langka.

​Elena membantu Eros berdiri. Di seberang danau, di batas hutan Finlandia, beberapa siluet pria muncul. Kali ini, mereka tidak membawa senjata yang diarahkan ke arah mereka. Mereka adalah tim medis dan ekstraksi yang dikirim oleh faksi Liam untuk membantu pelarian terakhir mereka.

​Elena merangkul pinggang Eros, membiarkan pria itu bersandar sepenuhnya padanya. Mereka berjalan tertatih-tatih meninggalkan wilayah Rusia, meninggalkan mayat Arkan, dan meninggalkan masa lalu yang kelam.

​Tapi, saat mereka mencapai tepi hutan, Elena menoleh sekali lagi ke arah hamparan danau yang luas. Ia tahu, meskipun mereka telah menyeberangi perbatasan, perang ini belum berakhir. 'The Great Council' tidak akan pernah membiarkan aset mereka dan pengkhianat terbesar mereka hidup tenang di luar negeri.

​Eros pingsan tepat saat mereka mencapai tangan tim medis. Elena berteriak memanggil namanya, tapi perhatiannya teralih pada sebuah benda yang jatuh dari saku Eros saat pria itu tak sadarkan diri.

​Itu adalah sebuah foto lama yang sudah kusam. Foto seorang wanita muda yang sangat cantik sedang menggendong dua bayi kembar. Dan di balik foto itu, tertulis sebuah nama yang membuat jantung Elena berhenti berdetak:

​"Liam & Elena. 1991. Jangan biarkan Volkov menemukan mereka."

​Elena menatap foto itu, kemudian menatap Liam yang berjalan mendekat dari arah pepohonan. Jika Liam adalah kakaknya, kenapa Eros memiliki foto masa kecil mereka? Apa hubungan Eros dengan keluarganya sebenarnya jauh lebih dalam daripada yang pria itu katakan?

1
𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆ᴍᴜᴍᴜ
cetirinya menarik
gas up yng bnyk ka semoga makin sukses dikarya" nya aamiin 🤲
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
caeritanyabgus ka dan keren
smngat up kaka🤗
🧡⃟𝚉𝚑𝚘𝚞𝚔𝚎ͫ𝚌ᷴ𝚑ͫ𝚞ᷴ𝚗⁷
cerita bagus ka, penulisan juga rapi dan enak dipahami jdi gmpang kebawa isi novel
smngat up kaka🤗🤗
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
cerita luar biasa bagus ka
semangat cerita smpai pnjang dan semangat update juga kaka
novel kaka good
🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
bagus karyanya ,sukses selalu untuk kaka
semoga makin sukese disemua karya" nya
ceritanya bagus kak
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅͫᴏᷰᴜͫʙᷰᴇʟˢ🧡
ceritanya bagus, penulisan juga rapih
dan mudah dipahami
semangat kaka untuk update iya
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳
semoga Elena bisa selamat dari dendam msa lali wkwkwk
🍁🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏ❣️ѕ⍣⃝✰
aku mampir kak smeoga makin sukses skedepannya
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dan orang2 yg akan menghancurkan Eros bisa dikalahkan sama Eros .
Eve_Lyn: hehehe...nyaman bacanya bunda? baca novel aku yang judulnya gara2 biji kedondong aku menikahi tapir dong bund...itu komedi rumah tangga,,habis baca istri di atas kertas meluncur kstu sbgai penawar nya bund.hihihi
total 1 replies
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dari orang2 yg akan berbuat jahat pada Eros .
partini
penasaran lanjut Thor
Arin
Arkan ini sakit jiwa. Psikopat sebenarnya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
lanjut thor
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ni orang ya.. pengen ku lempar pakai kayu tuh mulut rasanya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ku tampol juga ya mulutmu arkan
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
sabar ya elena ngadepin arkan
Ma Em
Mampir Thor , tapi sepertinya ceritanya membuat hati sakit dan deg2 an dgn nasib Elena , semoga Elena bisa menghadapi cobaan dgn sabar tapi jgn diam Elena hrs bisa melawan .
Eve_Lyn: terimakasih Bunda...iya bund..alurnya bakalan berkembang kok..tapi aku bakalan bawa pembaca ngilu sama penderitaan elena dulu hehehe...sekali lagi makasih yaa bund..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!