Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4. Penderitaan Yuli
"Aaah panas sekali." Yuli mulai merintih karena seluruh tubuh terasa panas menyengat seolah di beri balsem.
"Mama mau minum ya?" Yudith berusaha mendekati Yuli yang sedang merintih itu.
"Enggak, Mama tidak ingin minum Mama ingin mandi." Yuli memang merasa ingin tubuh ini di guyur oleh air dingin.
"Tapi kata Papa Mama tidak boleh mandi karena nanti luka yang ada di tubuh semakin busuk." Yudith ingat dengan ucapan Nando.
"Ya Allah seluruh tubuhku terasa panas seperti ini, sebenarnya aku ini sakit apa?" Yuli ingin menangis dan mulai putus asa dengar rasa sakit yang ada pada tubuh tersebut.
"Mama harus cepat sembuh biar bisa mengantar Yudith ke sekolah lagi." bocah tampan ini berkata dengan nada memelas karena dia sangat kasihan bila melihat sang Mama.
Yuli hanya bisa mengangguk karena dia juga berharap akan segera sembuh dan menjalani aktivitas seperti biasa, walau selama ini dia memang jarang keluar dan bila keluar hanya mengantar Yudit ke sekolah saja dan setelah itu dia tidak pernah lagi berkumpul dengan orang lain untuk berghibah atau segala macam.
Walau keluarga mereka bisa di katakan berduit karena selama ini Nando bekerja di tambang minyak ilegal tapi tetap saja dia tidak pernah bergaya selayaknya para istri di luar sana, Yuli bisa di katakan tidak menjaga penampilan karena dia merasa telah menikah dan sang suami juga menerima dia apa ada nya.
Selama ini sudah banyak yang mengatakan bahwa Yuli kurang bisa menjaga penampilan dan takut bila nanti Nando pasti akan berkhianat karena tertarik bila melihat wanita yang jelas jauh lebih cantik, sebab para pria memang tidak bisa di percaya dan mereka akan terus merasa kurang bila sudah memiliki uang banyak seperti Nando saat ini.
Yuli percaya sepenuh hati kepada sang suami bahwa Nando tidak akan pernah memiliki wanita lain, sebab mereka dulu pacaran saja begitu lama sehingga Yuli merasa dia memang telah mengenal Nando mulai dari luar dan juga dalam sehingga dia sudah sangat percaya bahwa Nando akan terus mencintai dirinya sampai tua nanti.
Tapi sekarang dia mulai goyah karena Nando mulai uring-uringan ketika mengurus Yuli yang sedang sakit seperti ini, terlihat jelas bahwa Nando mulai terlihat bosan sehingga Yuli merasa sang suami begitu terbebani dengan keadaan dia yang menderita penyakit tidak jelas seperti sekarang.
Bahkan sekarang Nando tidak pernah mengajak dia ngobrol atau berbicara hal lain, setelah memberikan makanan atau mengelap tubuh sang istri maka dia akan langsung pergi begitu saja dan dalam masa itu pun Yuli bisa melihat secara langsung bahwa wajah Nando terlihat tidak bahagia alias begitu muram.
Tes.
Tes.
"Nanah Mama keluar dari dalam kulit." Yudith mundur sambil menutup hidung karena itu berbau sangat amis.
"Bisa Mama minta tolong kepada kamu, tolong ambilkan kain itu agar Mama lap sendiri nanah ini." pinta Yuli kepada sang anak.
"Sebentar ya, Ma." Yudith segera mengambil kain yang di tunjuk oleh Yuli dan memberikan.
"Kalau kamu memang tidak kuat mencium bau Mama, sekarang keluar saja tidak masalah kok." Yuli berkata dengan lemah lembut karena dia tahu sang anak sedang merasa jijik.
"Enggak, aku mau di sini saja menemani Mama karena tadi Papa keluar dari rumah." Yudith menggeleng karena dia memang akan menemani Yuli malam ini.
"Apa Papa ada bilang dia akan pergi ke mana?" tanya Yuli karena Nando memang tidak ada berpamitan kepada dia.
Yudith menggeleng sebab tadi dia memang tidak banyak bertanya kepada Nando, sebab terlihat Nando begitu tidak ramah sehingga bocah kecil ini pun takut untuk bertanya kepada Papa dia sendiri, maka memilih untuk diam dan tidak bertanya lagi lebih jauh mau kemana dia malam ini dan ada urusan apa.
"Papa terlihat lagi serius jadi aku tidak berani untuk bertanya." jelas Yudith.
"Ya sudah, kamu istirahat lah karena besok sekolah." suruh Yuli.
"Aku mau tidur sama Mama saja." rengek Yudith.
"Mama lagi sakit begini, nanti kamu tertular dan tidak bisa sekolah loh." bujuk Yuli.
"Ya sudah lah, kalau begitu aku kembali ke kamar dulu ya." pamit Yudit dengan wajah muram karena dia memang ingin tidur dengan Yuli sang Mama.
Yuli takut sekali bila nanti sang anak akan tertular penyakit dia lalu tidak bisa sekolah, sebab ini berair dan mengeluarkan nanah begitu amis sehingga sudah pasti bila bersentuhan dengan kulit orang lain maka bisa saja akan menular dan kemudian orang tersebut akan mengalami rasa sakit yang sama seperti yang sedang di alami oleh Yuli.
"Aduh Ya Allah kenapa sakit kulit saja bisa sampai parah seperti ini?" Yuli menangis bila sedang sendirian seperti sekarang.
"Tolong sembuhkan lah rasa sakit yang sedang aku alami ini Ya Allah, aku ingin merawat anak dan juga suami ku." Yuli berdoa dengan air mata berderai.
Tes.
Tes.
"Banyak sekali nanah yang keluar, apa memang benar yang di katakan oleh semua orang?" Yuli juga mulai takut bila dia kena santet.
Sebab rasanya memang agak aneh bila ini di sebut hanya penyakit kulit biasa, mana bukan hanya pada bagian lengan atau kaki saja tapi sudah di seluruh tubuh dan sekarang Yuli sudah tidak bisa memakai pakaian lagi karena dengan nanah yang terus keluar itu maka baju yang dia pakai akan melekat pada kulit.
"Astagfirullah!" Yuli mengelus dada karena dia telah berburuk sangka kepada orang lain.
"Tidak, ini pasti sakit yang Tuhan berikan kepada diriku sebagai ujian sehingga aku tidak boleh berburuk sangka kepada orang lain." Yuli menggeleng dan terus mengusap nanah yang keluar itu.
"Aku tidak boleh putus asa." Yuli menggeleng dengan air mata berderai.
"Ssssshhh!"
Yuli mendesis seperti orang yang sedang merasakan pedas luar biasa ketika akan mengangkat bagian kaki, ternyata kaki Dia sudah lengket dengan sprei yang ada pada kasur sehingga ketika akan diangkat terasa begitu menyakitkan sekali akibat kulit itu sudah menempel erat pada sprei.
"Ya Allah ini gimana?!" Yuli meringis namun dia tetap berusaha untuk melepas kaki dia.
Sreeeeeek.
"AAAAAAGHHH!"
"Ya Allah, sakit sekali rasa kaki ku!" Yuli menjerit histerius karena kulit kaki justru terkelupas karena berusaha dia tarik dari sprei itu.
Darah mengalir deras akibat kulit kaki sudah tidak ada karena menempel pada bagian sprei, darah berhamburan dan ini nanti pasti akan membuat amarah Nando kian besar saja karena Yuli telah mengotori kasur dan juga lantai sampai seperti ini sehingga membuat wanita ini merasa takut dan juga kesakitan secara bersamaan.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
klu kyk gini dia ngk tau jg
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...