Apakah kamu percaya cerita Cinderella?
Amina Arafat hanyalah seorang gadis yatim piatu, imigran dari Palestina dan tinggal bersama paman bibinya serta sepupunya di Brussels Belgia. Amina memiliki wajah cantik yang khas, membuat Akira Léopold, putra mahkota kerajaan Belgia, jatuh cinta pada pandangan pertama.
Amina yang merasa tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran dan putra mahkota, mencoba menjauh dari Akira tapi dia salah. Akira adalah keturunan Léopold yang tidak akan menyerah begitu saja demi mendapatkan wanita yang sudah mencuri hatinya sejak bangku sekolah.
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Pelakunya?
Imelda segera menghubungi bagian IT istana guna mencari tahu siapa yang sudah melakukan doxing data Amina atas perintah Princess Amira. Segera para ahli IT istana mencari tahu apalagi mereka memiliki teknologi dari Jang Corp.
"Apa tuan putri ada kecurigaan?" tanya Imelda.
"Fermipan!" geram Amira. "Mas Akira baru deploy udah ada kejadian saja!"
"Akira jangan sampai tahu, Mira. Aku tidak mau dia kepikiran." Amina menatap cemas ke Amira.
"Diusahakan mas aku tidak tahu." Amira menghubungi bagian IT. "Sudah dapat?"
"Sudah princess."
"Aku akan lihat nanti sampai istana!" ucap Amira judes.
"Baik princess."
Amina tampak cemas, takut ada paparazi atau gadis-gadis yang tidak suka hubungannya dengan Akira, akan datang ke rumah pamannya atau sekolah tempatnya bekerja. Bagaimana pun juga dia tidak mau merepotkan paman dan bibinya yang sudah begitu baik membesarkan dirinya.
Apa yang harus aku lakukan?
***
Istana Brussels
"Doxing? Amina di doxing?" Arsyanendra menatap wajah serius putrinya.
"Iya Daddy, sesaat mas Akira deploy, langsung data mbak Mina dibuka di publik. Termasuk dengan rumah tempat mbak Amina tinggal dan tempat kerjanya," jawab Amira.
Arsyanendra menghela nafas panjang. "Siapa pelakunya? Apakah si Ferina?"
"Bukan."
Arsyanendra dan Violet melongo. "Bukan?"
Amira menggeleng.
"Siapa?"
***
Sementara itu di Kapal Perang Belgia
Akira sedang berdiskusi dengan kapten kapal tentang perjalanan perdamaian Belgia. Mereka akan bergabung dengan kapal perang Belanda yang dikomandani oleh Aspen Al Jordan. Pangeran Belanda itu memang maju atas permintaan sendiri. Bagi Aspen, tidak ada negara yang boleh main klaim negara lain terlepas dulu Belanda pernah menjajah Indonesia tiga setengah abad.
Kali ini berbeda. Posisinya adalah seperti genosida dan dua negara yang berhubungan ipar serta sepupu pun menolak keras dan mengecam pasukan militer negara di Afrika tersebut. Mereka kesana untuk memberikan bantuan bagi para korban terutama wanita dan anak-anak.
"Jadi kita akan berlayar ke Mesir?" tanya Akira. "Atau melewati terusan Suez?"
"Mesir, My Prince. Justru lebih dekat disana karena terusan Suez ditutup untuk kapal perang negara manapun."
"Termasuk kapal yang membawa misi perdamaian?" tanya Akira.
"Iya My Prince."
"Bagaimana dengan kapal perang Inggris? Mereka sudah berangkat?" Akira melihat kapal Belanda berada beberapa puluh mil di depan kapalnya.
"Inggris sudah berangkat. Jujur My Prince, ada untungnya anggota NATO masih ada hubungan kekerabatan jadi bisa kompak."
Akira tersenyum. "Bagaimana dengan Denmark dan Spanyol?"
"Berangkat semua, My Prince."
"Prince Akira. Kapal HNMLS Beatrix menghubungi kita. Prince Aspen Al Jordan mencari anda," lapor seorang kelasi.
"Biar aku terima." Akira pun menerima panggilan dari Aspen Al Jordan lewat panggilan pribadi di kapalnya.
"Halo Oom," sapa Akira sementara kapten kapal dan para Admiral lainnya keluar dari ruang pertemuan itu. Mereka tahu ini adalah hubungan dua arti, bilateral dan keluarga.
"Akira, apa kamu membawa misi perdamaian?" tanya Aspen Al Jordan.
"Iya Oom. Apa ada sesuatu?" tanya Akira.
"Oom rasa, misi perdamaian ini tidak hanya misi perdamaian. Oom rasa PBB main cantik untuk memakai nama kita."
Akira menghela nafas panjang. "Itu juga yang dikhawatirkan Daddy. Sudah berapa kali PBB berat sebelah antara NATO dan Amerika."
"Sejak kapan PBB netral Oom? Daddy saja kadang pengen ngajak gelut tapi ditahan."
Aspen terbahak. "Daddy kamu itu mirip Oom Bayu. Hajar dulu pikir belakangan meskipun dulu hobinya suka bilang pikir-pikir dulu."
Akira tersenyum.
"Akira, Oom lihat kamu bersama dengan seorang gadis cantik. Pacar kamu?"
"Iya Oom. Namanya Amina. Teman sekolah aku dulu."
"Sepertinya dia gadis yang baik."
"Iya Oom." Akira membuka ponselnya dan matanya terbelalak saat tahu Amina kena doxing.
"Akira ... Kamu baik-baik saja?" tanya Aspen.
"Oom ... Amina kena doxing." Wajah Akira tampak cemas.
Aspen terkejut. "Bagaimana bisa Amina di doxing? Akira ... Dia bersama siapa?"
"Amira."
"Semoga semuanya baik-baik saja."
"Aamiin."
***
Istana Brussels Belgia
"Dimana dia? Apa sudah ditangkap?" tanya Arsyanendra ke Isaak.
"Sudah Your Highness. Ditangkap di ruang kerjanya. sekarang sedang diinterogasi."
Arsyanendra menoleh ke Amina yang masih tampak cemas dan shock. "Apa kamu tidak mengira jika dia yang melakukannya?"
"Tidak, Your Highness. Seperti halnya dengan Amira, saya mengira itu adalah perbuatan Ferina," jawab Amina.
"Tahan dia di kantor polisi. Biar nanti ...."
"Aku saja yang maju, Daddy." Amira menatap ayahnya. "Aku akan datang ke kantor polisi bersama dengan mbak Mina. Biar aku tahu sendiri alasannya!"
Arsyanendra hanya mengangguk. "Kalau kamu yang maju kan dia tidak akan berkutik. Isaak, kirim utusan datang ke rumah keluarga Arafat. Bilang pada mereka kalau Amina sementara tidak pulang dulu karena dalam perlindungan keluarga Léopold."
"Baik Your Highness."
Amina tampak bingung. "Kalau saya tidak pulang, saya akan tinggal dimana?"
"Kamu bisa tinggal di apartemen milik Oma, Amina. Disana aman dan tidak ada paparazi yang tahu," jawab Zinnia.
Amina semakin panik. "Tidak perlu Queen Mother ... Saya terlalu ... Dimanjakan. Jangan Queen Mother, saya bukan orang yang pantas ..."
"Amina. Kamu pacar Akira. Jika Akira tahu kamu dalam situasi tidak menyenangkan, dia bisa balik kanan grak!" potong Sean. "Kamu tidak mau kapal kerajaan balik bersandar di pelabuhan bukan?"
Amina melongo. "Akira tidak mungkin berani melakukannya ... Benar?" tanyanya dengan nada tidak yakin.
Amira menepuk bahu Amina. "Masa mbak Mina tidak hapal kelakuannya mas ku satu itu?"
Amina menatap panik. "Mira ... tolong jangan sampai kakak kamu main balik kanan."
Zinnia dan Violet tersenyum melihat tingkah Amina yang tampak panik.
"Akira tidak akan balik kanan grak, Amina. Selama kamu mengikuti perintah kami," ucap Arsyanendra tegas.
"Baik Your Highness." Amina menunduk.
***
Setelah makan siang, Amina diantarkan ke apartemen milik Zinnia dan gadis itu tampak terkagum-kagum dengan mewahnya apartemen itu.
"Miss Amina, anda boleh memakai pakaian yang tersedia di lemari. Atas perintah Queen Mother." Pengawal wanita bernama Bea menunjukkan kamarnya.
"Apa benar?"
"Benar Miss Amina."
Amina merasa senang karena dia sudah khawatir harus pulang untuk mengambil baju padahal sudah pasti ada wartawan disana.
"Terima kasih."
"Senang anda merasa nyaman."
***
Sementara itu di kamar Amira
"Kalian sudah mendapatkan pelakunya?" tanya Akira ke Amira saat melakukan panggilan video.
"Sudah mas. Aku benar-benar tidak menduganya karena awalnya aku mengira si Fermipan!" jawab Amira.
"Jadi ... Siapa yang akan ke kantor polisi? Daddy dan Opa sudah pasti tidak mungkin."
"Aku yang akan kesana."
"Siapa dalangnya, Mira?"
"Sahabatmu, Jake Hamm."
***
Yuhuuu up malam yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
The sableng family, yg nyuruh turun genteng aja, mama Rarasati bawa prince Akira 😂😂😂😂😂