NovelToon NovelToon
Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai / Masuk ke dalam novel / Menjadi NPC / Fantasi Wanita
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Rhododendron

Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'

Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.

Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13 : Edelweiss Miravale

...Happy Reading^^...

...💮...

Wanita itu berjalan mendekati kasurku, di satu sisi kami bersaudara Lorienfield menatap sosok wanita berpakaian putih dengan wajah terkejut.

Kak Asher pun bangkit dari kasurku ketika melihat wanita sudah berdiri di dekat kasurku, tampaknya Kak Asher paham bahwa wanita itu akan memeriksaku.

Melihat penampilan wanita berbaju putih yang ada di depannya itu, aku sadar bahwa wanita itu adalah seorang Biarawati. Biarawati yang biasanya memiliki kekuatan penyembuh, dia memiliki surai berwarna merah muda yang disanggul rapi dan mata berwarna kuning seperti Countess Daisy Lorienfield.

"Dilihat dari sikapnya yang terkejut dan bingung, tidak seperti biasanya saat bertemu denganku sudah cukup membuatku menyimpulkan kalau anak ini memang hilang ingatan!"

Aku mengerjapkan mataku mendengar setiap penjelasannya.

"Beliau adalah Edelweiss Miravale, sayangku. Kakak tertuaku di keluarga Miravale," jelas Mama dari Azalea. Wanita yang merupakan kakak perempuan tertua dari Mama Daisy itu mendekati kasurku dan duduk di atas kasurku.

Dia meletakkan tangan kanannya ke dahiku. Seketika aku merasakan sesuatu yang dingin menyentuh dahiku lalu rasa dingin itu menyebar hingga ke seluruh tubuhku. Rasa dingin itu juga mengantarkan rasa nyaman dan tenang yang membuat tubuhku rileks.

Mataku yang tadi terpejam, langsung terbuka begitu tangan wanita-maksudku bibiku terlepas dari dahiku.

Aku tidak tahu seperti apa wajahku saat ini, aku hanya mengedipkan mata berkali-kali lalu sedikit mengerucutkan bibirku tapi itu tampaknya membuat bibi di depanku ini gemas.

Sedetik kemudian, dia berdehem dan menentralkan ekspresinya. Dia menoleh pada pasangan Count dan Countess Lorienfield.

"Bagaimana keadaan putri kami, Edel?" tanya Countess Lorienfield.

"Seperti yang telah kita duga. Azalea hilang ingatan dan tubuhnya mengalami kelumpuhan sementara,"

"Apakah masih bisa diobati?" tanya Daisy Lorienfield dengan penuh harapan.

Wanita bernama belakang Miravale ini tersenyum. "Tentu saja bisa diobati. Kasus Azalea ini masih terbilang ringan bagi kami para penyembuh,"

"Berapa lama untuk Azalea bisa sembuh, bibi Edel?" kali ini yang bertanya adalah kak Asher. Wanita itu tampaknya  tersenyum menatap keponakan laki-lakinya.

"Paling cepat satu minggu dan paling lambat satu bulan. Selain memberikan terapi lewat kekuatan penyembuhku, akan akan memberikan beberapa ramuan herbal yang cepat bekerja untuk memperbaiki tulang-tulangnya serta syaraf-syaraf tubuhnya yang lumpuh. Di samping itu juga aku akan membantunya untuk melakukan terapi berjalan." aku menyimak semua penjelasan milik beliau. Ternyata pengobatan dunia novel ini dengan dunia tidak jauh berbeda ya. Hanya saja novel ini memiliki kelebihan yaitu bisa mengeluarkan kekuatan tertentu saja, salah satu contohnya yaitu kekuatan penyembuh yang mana bisa membantu kesembuhan seseorang dengan jauh lebih cepat.

Aku menatap kagum pada wanita tersebut.

"Kalau begitu, aku harus pergi menyiapkan ramuan herbal buat Azalea, bukan?"

Count dan Countess Lorienfield tertawa.

"Tentu saja, Edel. Silahkan ambil semua tanaman yang kamu butuhkan untuk membuat ramuan, di wilayah Lorienfield ini kami memiliki semua jenis tanaman yang sering digunakan sebagai ramuan herbal." jelas Count Lorienfield yang mempersilahkan kakak iparnya untuk membuat obat untuk diriku.

Dia menoleh padaku dengan tatapannya yang lembut. Saat akan berjalan untuk mendekatiku, ajudannya datang memanggil Count Lorienfield.

"Count! Maaf menganggu!" seru seseorang yang masuk dari pintu kamar Azalea. Dia adalah ajudannya Count Lorienfield.

"Saya benar-benar minta maaf, tapi ini keadaannya serius dan kami butuh Count untuk mengatasi masalah ini." ucap tegas ajudan tersebut dengan wajahnya yang sejak tadi tegang.

Count Lorienfield tampak menghela nafas lelah sembari menutup mata.

"Baiklah, ayo!" jawab Count setelah membuka mata, dia menatap istrinya sambil mengelus kepala pink istrinya. Lalu dia menoleh padaku.

"Papa akan segera kembali," ucapnya padaku dan aku hanya bisa menganggukkan kepalaku.

Setelah itu, Count Lorienfield pergi diikuti ajudannya dan beberapa pengawal.

Di sisi lain, Countess Lorienfield mendekat ke ranjangku. Dia membungkuk sedikit untuk mengelus kepalaku dengan kelembutan dan sarat kasih sayang.

"Mama pergi dulu untuk membantu Bibi Edel membuat obat herbalmu ya, Mama senang kamu bisa cepat sembuh." setelah mengatakan itu, Countess Lorienfield pamit untuk pergi meninggalkan kamarku diikuti dayang dan pelayan miliknya.

Tersisa pelayan-pelayan yang memang bertugas untuk membersihkan kamarku dan kak Asher yang tetap tinggal untuk menjagaku.

"Senengnya adikku bisa cepat sembuh," ucapnya dengan nada ceria membuatku ikut tersenyum. Kak Lian pun kembali duduk di pinggir ranjangku seperti tadi.

"Aku juga seneng bisa sembuh dengan cepat kak," jawabku.

"Kakak lebih seneng."

Kami tersenyum bersama.

...💮...

"Beberapa wilayah meminta untuk memasok makanan lebih banyak dari biasanya?" Count membaca laporan yang baru saja diberikan oleh Ajudannya.

Count Lorienfield sedang duduk di meja kerjanya yang berada di Ruang kerja Count Lorienfield turun temurun. Meja kerjanya yang simbel dan hanya berisi beberapa kertas dan tinta yang digunakan untuk menulis. Di depan meja kerja tersebut berdirilah ajudannya.

"Benar, Tuan. Wilayah-wilayah yang meminta pasokan makanan lebih banyak ini adalah wilayah yang kondisi pangannya menipis. Ada yang karena serangan monster dan ada juga karena panen mereka akhir-akhir ini selalu gagal. Oleh karena itu, mereka meminta bantuan pada kita." penjelasan dari Ajudannya membuat Count Lorienfield berpikir keras.

"Panen kita akhir-akhir ini selalu berhasil, namun kita juga harus menyimpan cadangan makanan takut terjadi hal-hal yang tidak kita duga. Tapi kita juga harus membantu mereka yang kesusahan," Count Lorienfield tampak frustasi memikirkan masalah di depannya ini, terutama setiap kata dari surat yang baru saja dia baca.

"Lalu, apa yang harus kita lakukan Tuan?" tanya Ajudannya.

"Maka kita harus tetap membantu mereka..." Count mengambil kertas kosong dan tinta untuk menulis balasan dan surat tersebut.

...💮...

"Nama Papa adalah Alder Lorienfield, lalu nama Mama adalah Daisy Lorienfield, dan nama kak Ash adalah Asher Lorienfield." Asher mengangguk sebagai jawaban dari ucapan Azalea tadi.

"Lalu nama bibi yang akan mengobatiku ini?"

"Nama beliau adalah Edelweiss Miravale. Kakak tertua dari Mama kita, bibi paling tua dan yang paling dekat dengan Mama kita."

Dari jawaban Asher membuatku sadar mengapa beliau berkata seperti itu ketika melihat keadaanku pertama kalinya.

"Dilihat dari sikapnya yang terkejut dan bingung tidak seperti biasanya saat bertemu denganku sudah cukup membuatku menyimpulkan kalau anak ini memang hilang ingatan!"

Azalea Lorienfield memang diketahui hilang ingatan semenjak kecelakaan serta mengalami kelumpuhan. Dari sikapnya Edelweiss juga tampaknya begitu dekat dengan anak-anak dari adiknya.

"Apa kita sangat dekat dengan Bibi Edel? Dia tampaknya sangat dekat dengan kita karena aku lihat tadi dia tampak kecewa setelah tahu bahwa aku hilang ingatan?"

Asher tersenyum mendengar pertanyaan Azalea, dia mengelus rambut Azalea dengan lembut.

"Kita sangat dekat dengan Bibi Edel. Dia satu-satunya keluarga Mama yang masih ingin sekali berhubungan dengan kita dan mama. Bibi Edel juga sering berkunjung ketika Mama atau salah satu dari kita demam, selalu dan selalu Bibi Edel yang datang untuk mengobati kita."

...💮...

...Bersambung....

...Thanks For Reading My Story^^...

...Dipublikasikan pada tanggal 24 Januari 2026....

1
Alishe
masi kaku dia wkwk menanti gebrakannya deh😘
Azalea Rhododendron: oke siap^^
total 1 replies
Alishe
w demen nih kluarga bucin bontot gini🤣🤣🤣
Azalea Rhododendron: iya, nantikan terus keluarga cemara ini ya^^
total 1 replies
Alishe
mampirrr
Azalea Rhododendron: Terima kasih sudah menyempatkan ke cerita ini😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!