NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs. Fmz

​"Tiga syarat, Maya. Jangan jatuh cinta padaku, jangan mencampuri urusan dinasku, dan jangan biarkan satu orang pun di sekolahmu tahu siapa suamimu."
​Lettu Arga adalah perwira muda paling berbakat dengan kekayaan yang melampaui gaji bulanannya. Baginya, pernikahan adalah strategi untuk menyelamatkan karier dari fitnah. Sementara bagi Maya, siswi SMA yang baru berusia tujuh belas tahun, pernikahan ini adalah kontrak untuk menyelamatkan nyawa ibunya.
​Di depan saksi dan di bawah sumpah prajurit, mereka terikat. Maya harus belajar hidup di antara kaku dan dinginnya aturan Markas Komando, sementara Arga harus menahan diri agar tidak melewati batas terhadap "istri kecilnya" yang lebih sering memikirkan PR Matematika daripada melayani suami.
​Namun, ketika musuh mulai mengincar Maya sebagai titik lemah sang Letnan, Arga sadar bahwa ia telah melanggar syarat pertamanya sendiri: Ia telah jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Fmz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Bukan Suami Sungguhan

Bukan suami sungguhan adalah kenyataan pahit yang terus menghantam kesadaran Maya Anindya saat dia melihat cara Arga Dirgantara memperlakukannya di tengah situasi genting. Pria itu menarik lengannya dengan sangat kasar untuk berlindung di balik dinding beton yang sangat tebal saat suara tembakan mulai menyalak di luar asrama. Tidak ada pelukan hangat atau kata-kata penenang melainkan hanya instruksi taktis yang keluar dari bibir dingin perwira tersebut.

"Tetap di posisi rendah dan jangan pernah melepaskan genggamanmu dari sabuk seragamku," perintah Arga Dirgantara dengan napas yang sangat teratur.

Maya Anindya merayap di atas lantai semen yang dingin sambil merasakan getaran hebat dari setiap ledakan yang terjadi di kejauhan sana. Dia menatap punggung tegap suaminya yang tertutup rompi pelindung sementara tangannya gemetar hebat karena rasa takut yang luar biasa. Air mata keputusasaan jatuh membasahi kerah seragam sekolahnya saat dia menyadari bahwa pernikahan ini hanyalah sebuah protokol militer yang sangat kaku.

"Apakah Anda benar-benar tidak memiliki sedikit-pun rasa peduli pada ketakutan saya, Tuan Letnan?" tanya Maya Anindya dengan suara yang nyaris tenggelam oleh bisingnya suasana.

Arga Dirgantara berhenti sejenak lalu menoleh dengan tatapan mata yang sangat tajam serta penuh dengan perhitungan yang matang. Dia mencengkeram bahu Maya Anindya agar gadis itu fokus sepenuhnya pada instruksi keselamatannya dan mengabaikan emosi yang sedang meluap-luap. Wajah tegasnya hanya berjarak beberapa jengkal namun terasa seperti ada tembok es yang sangat tebal yang memisahkan jiwa mereka berdua.

"Tugas saya adalah memastikan kamu tetap hidup bukan untuk menjadi teman curhat atas emosimu yang labil," jawab Arga Dirgantara dengan nada bicara yang sangat otoriter.

Gadis remaja itu merasa hatinya semakin hancur berkeping-keping saat menyadari bahwa dia benar-benar sendirian di tengah badai yang sangat mematikan ini. Dia melihat Arga Dirgantara kembali mengokang senjata apinya dengan gerakan yang sangat tangkas serta tanpa ragu sedikit-pun. Kesadaran bahwa pria ini hanya menjalankan perintah ayahnya membuat Maya Anindya merasa seperti sebuah paket berharga yang sedang dikirim ke zona perang.

"Jadi, semua perhatian kecil yang Anda berikan selama ini hanyalah bagian dari sandiwara kontrak kita?" tanya Maya Anindya dengan sisa keberanian yang dia miliki.

Arga Dirgantara tidak menjawab pertanyaan itu melainkan justru menarik tubuh Maya Anindya agar segera masuk ke dalam mobil lapis baja yang sudah menunggu. Dia membanting pintu kendaraan tersebut hingga menciptakan suara dentuman logam yang sangat keras serta memekakkan telinga siapa saja. Di dalam kegelapan kabin mobil yang sempit, suasana menjadi sangat sunyi sementara deru mesin mulai terasa menggetarkan seluruh permukaan jok kulit.

"Simpan pertanyaan konyolmu itu sampai kita tiba di tempat yang jauh lebih aman dari jangkauan musuh," tegas Arga Dirgantara sambil menatap lurus ke arah jendela depan yang sangat gelap.

Maya Anindya memalingkan wajahnya ke arah jendela samping sambil melihat bayangan pepohonan yang berlari sangat cepat di bawah siraman lampu jalanan yang suram. Dia menyentuh cincin polos di jari manisnya dengan perasaan benci yang mulai tumbuh perlahan di dasar hatinya yang paling dalam. Namun sebuah guncangan hebat tiba-tiba menghantam bagian belakang mobil mereka hingga membuat kendaraan tersebut terpental ke arah jurang yang sangat dalam serta penuh dengan pangkat dan harta.

1
muna aprilia
lanjutkan
Ihda Rozi
lanjut
merry
nyiksa ank org kmu ga,, pdhl maya gk salah lohh,, ko berhrp maya truma gt biar nyesel tu si Arga bini msh kecill dihukum kyk bgtt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!