NovelToon NovelToon
Maafkan Mama, Pa

Maafkan Mama, Pa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:466.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Safira

"Ma, Papa Anin masih hidup atau sudah pergi ke Sur_ga?" tanya bocah cantik bermata sayu yang kini berusia 5 tahun.

"Papa masih hidup, Nak."

"Papa tinggal di mana, Ma?"

"Papa selalu tinggal di dalam hati kita. Selamanya," jawab wanita bersurai panjang dengan warna hitam pekat, sepekat hidupnya usai pergi dari suaminya lima tahun yang lalu.

"Kenapa papa enggak mau tinggal sama kita, Ma? Apa papa gak sayang sama Anin karena cuma anak penyakitan? Jadi beban buat papa?" cecar Anindita Khalifa.

Air mata yang sejak tadi ditahan Kirana, akhirnya luruh dan membasahi pipinya. Buru-buru ia menyeka air matanya yang jatuh karena tak ingin sang putri melihat dirinya menangis.

Mendorong rasa sebah di hatinya dalam-dalam, Kirana berusaha tetap tersenyum di depan Anin.

Sekuat tenaga Kirana menahan tangisnya. Sungguh, ia tak ingin kehilangan Anin. Kirana hanya berharap sebuah keajaiban dari Tuhan agar putrinya itu sembuh dari penyakitnya.

Bagian dari Novel : Jodoh Di Tapal Batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Di Sekolah

Kembali ke masa sekarang, Surabaya.

Kirana datang ke sekolah Anin dan langsung menemui wali kelasnya bernama Bu Nuri di ruang guru.

"Ini Bu, hasil prakarya Anin. Maaf, Anin masih sakit jadi belum bisa masuk sekolah." Kirana menyerahkan hasil prakarya Anin ke Bu Nuri.

"Maaf sebelumnya, Bu Kirana. Anin sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Kalau boleh tau, Anin sakit apa ya, Bu? Apa cukup serius?" tanya Bu Nuri dengan nada penuh tulus dan perhatian. Sama sekali tak ada maksud apapun atau merendahkan Kirana sebagai ibu Anin.

"Iya, Bu. Penyakit Anin memang cukup serius. Saat ini dia opname bukan karena sakitnya, tapi kemarin tak sengaja keserem_pet motor di taman kota."

"Astaga, kondisi Anin bagaimana Bu?"

"Alhamdulillah tak ada luka serius, Bu. Mungkin tiga hari lagi juga sudah boleh pulang. Doakan ya, Bu."

"Pasti, Bu Kirana. Nanti di kelas, saya akan mengajak anak-anak untuk mendoakan kesembuhan Anin."

"Terima kasih banyak, Bu Nuri. Tapi, saya mohon jangan beritahu siapa pun perkara Anin yang punya sakit serius. Saya tak ingin merepotkan wali murid yang lain maupun dikasihani semisal mengumpulkan donasi untuk Anin seperti yang biasa dilakukan kelas kita jika ada anak yang sedang sakit," pinta Kirana.

"Saya mengerti, Bu Kirana. Saya tidak akan memberitahukan hal ini pada siapapun,"

Sebelum Kirana pergi, Bu Nuri sempat menyampaikan surat dari kepala sekolah perihal biaya masuk sekolah Anin yang belum lunas hingga detik ini. Ditambah biaya SPP yang sudah dua bulan menunggak.

Aturan di sekolah Anin, jika tidak membayar SPP selama tiga bulan berturut-turut maka setelah itu dianggap mengundurkan diri.

Kirana semakin terdesak dan nafasnya benar-benar sesak karena faktor himpitan ekonomi.

"Maaf jika saya terpaksa menyampaikan hal ini pada Bu Kirana. Saya hanya menjalankan tugas. Saya doakan semoga Bu Kirana segera diberikan rezeki yang berlimpah agar mampu melunasi dengan cepat biaya sekolah Anin sekaligus biaya berobatnya sampai sembuh. Aamiin..."

"Aamiin yaa rabbal alamiin..." ucap Kirana. "Terima kasih banyak, Bu. Akan saya usahakan untuk segera melunasinya,"

☘️☘️

Setelah pembicaraan tersebut Kirana berpamitan pulang. Namun kakinya yang baru saja melangkah keluar dari ruangan guru, mendadak terhenti akibat seruan dari seseorang.

"Mama !!"

Deg...

Hati Kirana mendadak ada getaran aneh merasakan seakan tak asing pada suara yang memanggilnya 'mama' tersebut. Lantas, Kirana segera membalikkan tubuhnya ke arah belakang guna mencari sumber suara.

Seketika tatapan Kirana terhenti pada bocah tampan seumuran Anin yang sedang berdiri menatapnya dengan jarak 2-3 langkah saja.

Keduanya masih diam, namun saling pandang. Ya, dia adalah Kenzo yang sebelumnya memanggil Kirana.

Perlahan langkah kaki Kenzo berjalan mendekati Kirana.

"Ehm, ma_af Tan. Tadi maksudku panggil mama Anin," ralat Kenzo berusaha menjelaskan.

Wajah Kirana yang awalnya tegang, kemudian tersenyum pada Kenzo. Kirana tak ingin bocah tampan di depannya ini merasa ketakutan karena ditatapnya cukup tajam.

"Kamu kenal Tante?" pancing Kirana seraya tersenyum dan sedikit berj0ng_kok di depan Kenzo.

"Iya, Tante-mama Anin kan?"

"Kamu tau dari mana, Nak?"

"Tadi, Ken gak sengaja dengerin tante bicara sama Bu Nuri. Maaf," cicit Ken.

"Apa kamu yang namanya Kenzo?" tanya Kirana.

"Kok Tante tau namaku?" balas Kenzo sedikit heran. Kirana pun tersenyum.

Kirana akhirnya mengajak Kenzo untuk duduk sebentar di salah satu bangku taman yang ada di sekolah. Rasanya tak etis jika mereka berbicara sambil berdiri di koridor sekolah.

"Tante tau kamu bernama Kenzo dari Anin," ucap Kirana setelah mereka duduk bersama di taman sekolah.

"Tapi, kita kan belum pernah ketemu Tan sebelumya. Anin juga gak punya foto aku. Kok tante bisa tau kalau aku-Kenzo?" Kirana tersenyum kecil mendengar cecaran menggemaskan dari Kenzo padanya.

Entah mengapa ada terselip rasa aneh semacam bahagia bisa berbicara dengan bocah tampan yang menurutnya pintar tersebut.

"Anin kan murid lama di sekolah ini. Sedangkan kamu murid baru. Semua teman Anin di kelas, tante cukup tau wajah-wajahnya. Walaupun tidak begitu hafal dengan semua namanya. Tapi, tadi pagi Anin bercerita banyak tentang teman barunya. Namanya-Kenzo. Jadi, feeling kuat tante mengatakan kamu adalah Kenzo."

"Wah, tante keren. Hehe..." ujar Kenzo seraya tertawa kecil sembari bertepuk tangan di depan Kirana.

Hal yang termasuk jarang dilakukan oleh Kenzo. Dikarenakan bocah tampan ini persis ayah kandungnya yang tipikal introvert. Tak mudah berkomunikasi dengan orang yang baru dikenalnya, apalagi sampai tertawa ceria seperti ini.

Padahal ketika berangkat sekolah tadi, Kenzo terus murung. Kini seakan kemurungannya itu lenyap begitu saja bagai tertiup angin usai berbincang dengan Kirana yang faktanya adalah ibu kandungnya sendiri yang tak diketahuinya.

Kirana sendiri pun tak tau, jika bocah tampan mengemaskan di depannya ini adalah saudara kembar Anin yang ia berikan pada Aldo dan Hana lima tahun yang lalu.

"Anin kenapa gak masuk sekolah lama, Tan?" tanya Kenzo terdengar sendu.

"Anin masih sakit, Nak."

"Sakit apa? Kok lama banget sembuhnya?"

"Doakan ya biar Anin cepat sembuh,"

"Pasti, Tan. Anin, temanku yang baik." Puji Kenzo. "Anin sakit na di rumah atau di rumah sakit, Tan?"

"Di rumah sakit,"

"Rumah sakit mana, Tan?"

"Kenapa?"

"Ken mau jenguk Anin," rengek Kenzo.

"Jangan, Nak. Di rumah sakit banyak vi_rus berbahaya buat anak kecil,"

"Tapi, Ken pengin banget ketemu Anin."

"Doakan semoga Anin lekat sehat dan cepat masuk sekolah lagi. Jadi kalian bisa saling bertemu lagi di sekolah,"

"Anin nangis gak Tan kalau disun_tik sama om dokter?"

"Enggak. Kalau Kenzo?"

"Ken juga gak takut sun_tik,"

"Anak hebat," puji Kirana seraya mengangkat kedua jempol tangannya ke atas pada Kenzo.

Tak lama Kirana melihat jam di ponselnya. Ia merasa sudah cukup terlalu lama berada di sekolah. Ia harus segera pulang dan bersiap untuk berangkat kerja.

"Maaf, Ken. Tante harus pergi dulu. Kamu juga harus segera masuk kelas lagi. Pelajaran kan belum selesai, Nak."

"Aku malas belajar di kelas kalau enggak ada Anin, Tan."

"Harus tetap semangat walau enggak ada Anin. Nanti kalau Ken gak rajin belajar, papa dan mama Ken pasti sedih."

"Papa dan bunda sering sibuk!" jawab Ken dengan nada ketus.

"Orang tua pasti sibuk bekerja demi masa depan anak-anaknya. Jadi sebagai anak yang baik, Ken harus rajin belajar biar papa dan bunda bangga sama kamu."

"Papa sibuk kerja, tapi bunda gak kerja cuma tetep sibuk. Kalau tante, kerja apa enggak?"

"Kerja, Nak."

"Kenapa papa Anin gak bantuin tante cari uang kayak papaku, biar tante gak capek-capek kerja?"

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Nena Anwar
nunggu part si Purba hancur seperti apa hukuman untuk si manusia iblis itu
Nena Anwar
iblis berwujud manusia si Purba perbuatannya sungguh biadab jika hukuman hanya mati doang mah terlalu cetek itu gk setimpal
Teh Euis Tea
ya ALLAH, iblis bgt si purba kasian julia🥹
Martha Bani Pertiwi
saya suka banget dgn alur ceritanya😍
Tutik Karlos
wesss ampun thooorrr....aku gedek sama purba😡😡😡😡😡😡
wesss d cut saja cerita si purba lingga
langsung ke hukum karma atau penjara seumur hidup....pasal berlapis lapis lapiiiiisss...jangan ada drama bebas jaminan....biar peyooot d penjara
Al Fatih
Dan faktanya,, apa yang d alami oleh Yulia,, sudah menjadi hal yang biasa d tengah2 masyarakat qta saat ini 😭.

Semoga qta dan keluarga qta d jauhkan dari manusia seperti si purba durjana itu... Aamiin
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘺𝘶𝘭𝘪𝘢
Dew666
❤️‍🩹🏆
kaylla salsabella
dan hukuman nya si yuli meregang nyawa... pas aborsi
Ayesha Almira
g sabar nunggu jatuhnya purba..enk bgt hidupnya...
Eni Istiarsi
di rl sekalipun "sayangnya"manusia2 iblis seperti Purba ini kadang malah dibiarkan begitu lama hidup dan tak ter endus kebusukannya.karena mungkin Tuhan sedang memberi kesempatan mereka untuk bertobat
Yulia Dhanty
manusia purba terkutuk 😠
Erna Wati
smga purba CPT kna karma
Ceu Markonah
perasaan aq baca sedikit ya😄😄
Yulia Dhanty: benul kak ko tau2 dh 😄😄
total 1 replies
Putri Dhamayanti
Kasiannya Yulia...
Benar² bedebah kelakuannya si manusia purba
na 🍭
iyaaaa, comeback ke masa skrng dong ka
itin
panjang sekali flashbacknya
Zuhril Witanto
jijik sama purba
Zuhril Witanto
benar2 bejat
Sugiharti Rusli
dan video saat dia di kamar mandi dan kamar Purba juga jadi senjata yang melemahkan Yulia kalo dia membeberkan rahasia mereka ke keluarganya, ini bisa jadi tuai bagi keluarga Gani ga yah tapi yang kena malah anaknya😔😔😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!