NovelToon NovelToon
Kontrak Kerja Dengan Mantan

Kontrak Kerja Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Kantor / Pernikahan Kilat / CEO / Nikah Kontrak / Playboy
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Ririn tidak menyangka, nasibnya akan seperti ini. Setelah kedua orang tuanya meninggal, Seluruh kekayaan Orang tuanya di curi Akuntan keluarganya, dan Akuntan itu kabur keluar negri.
Rumahnya di sita karena harus membayar hutang, dan sekarang Ririn harus tinggal di rumah Sahabat Anggie.
Anggie menawarkan pekerjaan kepada Ririn sebagai Disagner di perusahan IT ternama, tanpa Ririn tau ternyata perusahan IT itu milik mantan pacarnya Baskara, yang punya dendam kesumat sama Ririn.
Apa yang akan terjadi dengan Ririn akan kah dia bertahan dengan pekerjaannya karena kebutuhan, Atau kah dia akan menemukan cinta yang lama yang sempat terputus karena salah paham

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecelakaan Yang Di Rencanakan

Ambulans melaju kencang menembus malam, sirenenya meraung memecah keheningan. Ririn dan Baskara dilarikan ke rumah sakit yang sama, namun kondisi mereka berbeda.

Ririn mengalami luka-luka, tapi masih dalam batas aman. Tidak seperti Baskara, yang harus segera ditangani serius.

Di ruang ICU, mereka sempat dibaringkan berdampingan. Mesin-mesin medis berbunyi teratur, monitor detak jantung berkedip pelan. Bau obat dan antiseptik memenuhi ruangan.

Beberapa jam kemudian, kondisi Ririn dinyatakan stabil. dia dipindahkan ke ruang perawatan, sementara Baskara langsung dibawa ke ruang operasi.

Ririn terbaring lemah, wajahnya pucat. Perlahan, matanya terbuka. Pandangannya kosong beberapa detik, mencoba mengenali sekeliling.

“Mas…” suaranya pecah, hampir tak terdengar.

“Mas Baskara…”

Tak ada jawaban.

“Mas Baskara…” panggilnya lagi, kali ini dengan nada panik.

Riani, yang sejak tadi duduk di samping ranjang Ririn, segera bangkit dia menggenggam tangan Ririn, membelainya lembut seperti seorang ibu yang menenangkan anaknya.

“Ririn, tenang ya, Nak,” ucap Riani dengan suara selembut mungkin.Ririn menoleh, matanya berkaca-kaca.

“Mas Baskara di mana, Mah?” tanyanya lirih. “Dia baik-baik aja kan?”

Riani menelan ludah, dadanya terasa sesak, tapi dia memaksakan bibirnya tersenyum.

“Baskara baik-baik saja, Rin,” kata Riani tidak bermaksud berbohong, semua itu demi ketenangan menantunya. “

Dia lagi diperiksa dokter. Kamu fokus istirahat dulu, ya.” kata Riani lagi.

Ririn menggenggam tangan Riani lebih erat.

“Mas Bas udah udah di jalur yamg bener Mah,” ucapnya terbata-bata. “Tapi mobil yang menabrak kita mengambil jalur yang salah,"

“Kita serahkan sama polisi aja,” potong Riani cepat, suaranya bergetar tapi tegas. “Jangan mikir yang aneh-aneh, yamg penting kalian pulih dulu,”

Di dalam hatinya, Riani berdoa tanpa henti karena saat ini putranya sedang terbaring di meja operasi, sedang bertarung nyawa.

Tak lama kemudian, Aryo dan Dewi datang tergesa-gesa dengan wajah yang tegang.

“Ibu,” ucap Aryo pelan. “Bisa bicara sebentar?”

Riani mengangguk dia melirik Ririn sejenak, lalu memberi isyarat pada Dewi untuk menggantikannya.

“Kak Dewi,” Ririn berusaha bangkit sedikit. “Mas Baskara gimana?”

Dewi tersenyum lembut, meski matanya sembab.

“Dia kuat, Rin. Kamu tenang dulu, ya.”

Di lorong rumah sakit, Riani menunggu dengan napas tertahan. Aryo berdiri di depannya.

“Ada kabar apa, Nak Aryo?” tanya Riani tak sabar Aryo tersenyum lega.

“Operasinya berjalan lancar, Bu.”

Tubuh Riani melemas air mata langsung jatuh.

“Alhamdulillah,” bisiknya berulang kali.

“Sekarang Baskara sudah dipindahkan ke ruang perawatan,” lanjut Aryo. “Beberapa jam lagi kemungkinan besar sadar.”

Riani mengangguk cepat.air matanya tumpah tapi kali ini wajahnya tak seputus asa sebelumnya.

“Terima kasih, Nak Aryo,”

Tanpa menunggu lama, Riani langsung bergegas.

“Tolong jaga Ririn ya,” katanya sambil berjalan cepat. “Ibu mau lihat Baskara.”

Aryo mengangguk, kembali ke ruang perawatan, Ririn tampak semakin gelisah.

“Kak Dewi,” suaranya lirih. “Aku mau lihat Mas Baskara.”

Dewi mendekat, duduk di tepi ranjang.

“Rin, kamu belum boleh banyak bergerak.”

“Tapi aku mau lihat mas Baskara,” ucap Ririn memelas “Mas Bas nggak apa-apa kan, Kak?”

Dewi tersenyum, kali ini lebih yakin.

“Dia selamat, Rin. Operasinya berhasil.”

Ririn menutup matanya, air mata mengalir perlahan.

“Syukurlah,” bisiknya. “Tolong, bilangin ke Mas Bas, kalau dia siuman aku nunggu dia bangun.”

Dewi menggenggam tangan Ririn.

“Pasti. Dia juga pasti nyari kamu nanti.”

Di balik dinding rumah sakit itu, dua hati yang saling terikat tengah berjuang, satu untuk sembuh, satu lagi untuk bertahan, menuju satu pertemuan yang akan mengubah segalanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!