Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15 sore yang sibuk
Yasir , menatap ke arah pohon sengon laut yang berukuran sedang dengan ranting kering yang sangat banyak.
Dengan antusias, keduanya memotong cabang satu demi satu dan tanpa terasa sudah terkumpul satu ikat kayu bakar yang kering dan mudah terbakar.
" mas , ini sudah mau malam " kata Halimah menatap ke atas langit ,di mana cahaya matahari telah lama menghilang dari balik gunung sebelah barat .
" iya , ayo, kamu bawa peralatan ini " ucap Yasir menyerahkan beberapa parang dan juga tali yang tidak terpakai .
Karena sudah mulai malam, keduanya berjalan sedikit lebih cepat dan sampai di area sawah, kentongan terdengar sebanyak enam kali berbunyi .
Suara binatang malam mulai terdengar dengan diiringi suara tongeret yang nyaring yang hinggap di sisi pohon .
" mas ini bagaimana cara membawanya ?"
" gampang , ayo kita tinggalkan dulu kayu bakar, yang lebih penting dulu di bawa , walaupun kayu bakar juga penting " kata Yasir mengangkat karung berisi keong sawah dan keluarganya.
Gadis muda di belakangnya mengikuti dengan patuh , membawa parang dan tali , dan tidak membawa barang barang berat, ia tidak diperbolehkan oleh Yasir karena seorang wanita akan begitu berotot bila membawa barang barang berat.
Karena jalan pulangnya naik ke atas bukit , di butuhkan waktu yang cukup untuk dua kali turun dari atas bukit, dan sampai di halaman rumah, sudah menunggu dua wanita muda dan tua, mata mereka tampak khawatir dan cemas , terutama malam sudah tiba dan mereka mulai berfikir yang tidak tidak .
" umi ,maaf membuatmu khawatir, sebenarnya kami sudah pulang tadi siang, tapi kami berdua turun dan mengambil keong sama kayu bakar !" Kata Yasir tersenyum, ia menurunkan karung yang ada di pundaknya, dan tanpa berbicara lagi , kembali lagi turun untuk mengambil kayu bakar yang ada di dekat sawah.
Melihat pemandangan itu , sang ibu paruh baya hanya bisa menghela nafas pelan , matanya yang tua tampak berkaca kaca, dan segera menghapus air mata yang mulai muncul itu.
" nak kamu mandi dulu sana , sebelum nak Yasir kembali.." ujar sang ibu dengan mata mulai tenang.
" iya umi ..!"....
Tak lama kemudian, pemuda dengan beban kayu bakar kering di pundaknya sampai di atas bukit ,segera menurunkannya, ia segera beristirahat sejenak, guna menghilangkan keringat yang membasahi seluruh pakaian satu satunya .
Karena merasa gerah , ia melepaskan pakaiannya dan terlihat di kegelapan malam bulan purnama , terlihat samar otot otot perut yang sangat bagus , tanpa di sadarinya , dari kejauhan, seorang gadis muda menatap ke arah perut pemuda yang sedang bersantai itu .
" ya allah.. begitu gagahnya , aku tidak bisa menahan diri ini " gumamnya dengan wajah memerah padam , lalu membasuhnya dengan air dingin , hal itu untuk menghilangkan pikiran kotor yang ada di dalam dirinya .
" ehh tari sedang apa kamu di sini ?" Yasir memandang penasaran ke arah gadis muda yang tampak salah tingkah itu .
" umhh tidak mas , apakah kamu sudah mandi , kalau belum , biar aku panaskan airnya , " katanya cepat berlari.
Pemuda itu terlihat kebingungan, jari jari tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal , " ahh sudahlah , aku akan segera mandi , " gumamnya berjalan turun menuju tempat kamar mandi yang ada di bawah itu.
Seperti pria pada umumnya, tidak membutuhkan waktu yang lama , Yasir sudah membersihkan badannya yang kekar berotot dan secepat kilat mengeringkannya menggunakan kain yang kering.
" aku harus membeli pakaian yang cukup untuk berganti setiap hari " gumamnya berjalan dengan mata menatap ke arah bulan dan bintang yang bersinar terang di atas langit.
" aku tidak tahu apakah ini dunia pararel atau memang dunia nyata zaman dahulu , bila nyata kemungkinan akan bertemu dengan insinyur soekarno dan tokoh tokoh nasional.
Langkah kakinya terasa ringan dan saat sampai di atas ia melihat kedua gadis muda sudah sibuk memasak keong sawah yang baru saja dia dan Halimah ambil sore tadi .
" mas kamu sudah mandi ?"
" sudah tari , ayo semuanya berhenti bekerja, kita semua makan malam terlebih dahulu " ujar Yasir duduk di atas meja besar ,di mana itu khusus untuk tidur dan bersantai bagi ketiganya .
" iya mas !"
" baik mas. .!"...
Satu keluarga itu mulai makan malam dengan lahap dan tanpa banyak bicara makan malam selesai dalam waktu beberapa menit saja.
" umi bagaimana kesehatannya?"
" tidak apa apa nak , tidak masalah, paling terkadang hanya kelelahan saja " kata sang ibu menjelaskan pelan ..
" kalau memang kelelahan , umi tidak perlu bekerja lagi , biar kami bertiga yang muda muda , aku takut saat cucu umi lahir , umi tidak bisa berbuat apa apa ,istirahat saja mi .." kata Yasir dengan nada sungguh sungguh .
" iya tenang saja nak , bila cucuku lahir , umi juga akan berhenti sendiri " ucap sang ibu paruh baya dengan wajah memancarkan kehidupan yang sesungguhnya .
" baiklah mi , pokoknya jangan lelah lelah , ohh iya bagaimana dengan pekerjaan tadi di sawah?"
" umhh biasa saja mas , tidak ada yang istimewa atau hal penting , "
" ohh begitu ya , mas besok pagi subuh bangunkan ya !"
" iya mas ...!"
Yasir yang sudah lelah karena seharian bekerja tertidur dengan pulas , kedua gadis muda dengan hati hati , berbaring di kedua sisi kanan kiri pemuda yang sudah tertidur itu .
Malam itu tepat hujan deras tiba , membuat suasana yang awalnya panas gerah, menjadi dingin, dan ketiga orang yang berbaring di atas anyaman bambu secara tanpa sadar saling peluk satu sama lain .
Entah karena efek dingin atau sudah nyaman, pada malam itu terasa kehangatan sampai seluruh badan menyebar .
Tepat pada waktu subuh, Yasir membuka matanya, ia melihat kedua gadis sudah bangun dan sedang sibuk memasak di dapur , ia berjalan keluar dari dalam rumah dan melihat suasana yang sangat gelap terasa dalam pandangan matanya .
" uhh hujan deras lagi, apakah ada buah buahan yang jatuh " gumamnya menguap.
Ia berjalan menuju ke arah samping rumah dan melihat bahwa beberapa keong sawah sudah tergeletak di sekitarnya.
Segera ia memungut dan memasukannya kembali ke dalam kantong yang berisi air.
Setelah itu , ia mengambil pakaian kerjanya yang merupakan pakaian satu satunya yang ia punya , sedangkan malam tadi , ia hanya memakai kain yang belum jadi pakaian, sehingga entah apakah terlihat atau tidak seluruh tubuhnya saat ia tertidur pulas.
" memang dingin, " gumamnya berjalan kembali masuk ke dalam rumah .
" tari , aku berencana pagi ini ke kota kecamatan, siapa diantara kalian yang mau ikut ?"
Kedua gadis muda itu terdiam, mereka serempak menggelengkan kepala bersamaan.
" tidak mas , kota kecamatan jauh dari desa , aku tidak mau menjadi beban mas di perjalanan !" Ucap lestari tersenyum menggelengkan kepala.
" aku juga mas , aku malah gugup kalau banyak orang..apalagi orang putih yang banyak warga desa bicarakan " sambung Halimah menambahkan.
" baiklah kalau begitu, mas akan pergi ke kota kecamatan, mungkin nanti pada pukul dua belas kali kentongan berbunyi, mas sudah tiba di rumah .." katanya bersiap untuk berangkat ke kota kecamatan.
" mas tidak makan dulu...?"