NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:885
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Kini Reynaldo membawa Nabila menuju kamarnya di Istana Mahkota Perak. Kemudian meletakkan Nabila di atas sofa kamar itu, dengan cepat Reynaldo mengambil kotak P3K dari laci lemari meja yang berada di samping ranjang besarnya.

"Biar aku lihat, ini harus segera dibersihkan agar tidak terkena infeksi..!" ucap Reynaldo lembut sambil mengambil kapas dan sedikit alkohol untuk membersihkan luka di kaki Nabila.

"Ini tidak apa-apa kok.." ucap Nabila sambil menatap kakinya yang terluka cukup dalam akibat goresan pecahan kaca.

"Jika tidak apa-apa mengapa kau menangis tadi..!"

"Aku hanya merasa kesal – kaki mulusku sekarang terluka! Lihat saja aku tidak akan biarkan nenek lampiran dan kakek lampiran itu nyaman tinggal di istana ini!" ucap Nabila dengan wajah kesal, raut wajahnya membuat Reynaldo merasa gemas.

"Apa yang ingin kau lakukan..?" tanya Reynaldo.

"Aku ingin nenek lampiran itu juga merasakan bagaimana rasanya kena pecahan kaca!"

"Apa aku harus mengusir mereka??"

"Ihh bodohh! Kalau kau mengusir mereka bagaimana aku bisa membalasnyaaa!!" ucap Nabila geram kepada Reynaldo.

"Hahahah baiklah baik saja – lakukan apa yang membuatmu bahagia, tapi biarkan dokter memeriksa lukamu dulu!"

"Hahh?? Dokter? Ini hanya luka ringan Reynaldo, kau terlalu berlebihan..!"

"Tidakk ini bukan berlebihan – biarkan dokter memeriksanya. Dan yah, hari ini kita akan melaksanakan pernikahan di gereja Kota Perak. Aku akan menyiapkan semua yang diperlukan.."

"Huffffttt...!!" tiba-tiba suara keluhan keluar dari mulut Nabila.

"Ada apa??" ucap Reynaldo khawatir.

"Tidak ada..!"

"Apa kau yakin?"

"Aku yakin.. pergilah bersihkan dirimu dulu... Dan aku juga ingin makan bersamamu – hari ini aku memasak omlet untukmu, aku belajar membuatnya melalui internet..!"

"Aku tidak lapar!!" cetus Reynaldo.

"Baiklah, akupun tidak lapar sepertinya.."

"Baiklah baikk! Aku akan makan bersamamu!!" ucap Reynaldo kemudian berjalan menuju kamar mandi, sementara dokter yang baru saja masuk kini mulai membersihkan luka di bagian kaki Nabila.

"Ini hanya luka ringan saja Dokk! Mengapa dia terlalu berlebihan!!" cetus Nabila.

"Itu karena tuan Reynaldo tidak ingin Nyonya terluka dengan parah.." ucap dokter itu ramah.

"Pffttt hahahahah dia tidak ingin aku terluka karena aku adalah mitra kerjanya.."

"Sepertinya saya melihatnya dari pandangan tuan – kalau tuan Reynaldo memiliki perasaan khusus untuk Nyonya.."

"Whatt perasaan?? Hahaha sudahlah Dok, kok makin melenceng ya yang dokter maksud..! Bagaimana dengan kakiku??" ucap Nabila bertanya.

"Ini tidak apa-apa nyonya, oleskan salep ini untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan."

"Baiklah dok..!"

"Oke Nyonya, kalau begitu tugas saya sudah selesai. Saya pamit pergi."

"Hemmm baiklah, terimakasih banyak" ucap Nabila, kemudian dokter itu meninggalkan kamar.

"Lumayan perihh.." ucap Nabila meringis kesakitan saat menyentuh bagian perban di kakinya.

"Masih sakitt??" ucap Reynaldo yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Mata Nabila terkejut kala melihat Reynaldo yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Tubuh kekar, dada bidang, dan perut berotot membuat Nabila tidak bisa memalingkan wajahnya. Kulit putihnya yang cerah dan tato Harimau Sumatera yang tergambar indah di dada membuat pria ini terlihat sangat sempurna. Terutama rambutnya yang masih sedikit basah, airnya menetes membasahi dada bidang itu. Mata Nabila seperti mendapatkan pemandangan yang membuatnya terpana.

"Heiii!! Nabila!!" teriak Reynaldo yang sudah beberapa kali memanggilnya tapi tidak mendapatkan jawaban, sehingga dia sedikit meningkatkan suaranya dan membuat Nabila terkejut.

"Ahh bangsat!! Ada apa denganmu membuatku terkejut!!" ucap Nabila mengumpat.

"Ada apa?? Apa yang kau lihat!! Sampai matamu mau keluar dari tempatnya!" ucap Reynaldo mendekat ke arah Nabila.

Semakin Reynaldo mendekat, semakin cepat detak jantung Nabila berdebar. Aroma sabun yang masih melekat pada tubuhnya membuat Nabila merasa kehilangan kendali diri. Bagaimana tidak – wanita yang melihat pria tampan seperti itu pasti ingin sekali memeluk tubuhnya yang gagah itu.

"Apa yang kau lakukan mengapa kau mendekat sini!!" ucap Nabila gugup.

Namun Reynaldo tetap diam dan semakin mendekat. Tiba-tiba tangan dinginnya menyentuh bagian perban yang menutupi luka di kakinya – mungkin karena baru saja menyentuh air, tangannya terasa sangat dingin.

Ada getaran yang membuat Nabila ingin berteriak ketika pria tampan itu menatapnya dengan sangat dekat.

"Bangsaaat!! Apa yang dia lihat! Dan mengapa dia senang sekali menggodakuu seperti ini!!" umpat Nabila dalam hati. Dia selalu berharap menemukan seseorang dengan tubuh seperti Reynaldo.

"Mengapa wajahmu memerah??" ucap Reynaldo kini menyentuh wajahnya seperti sedang mengecek suhu tubuhnya.

Wajah Nabila hanya terpaku dan diam. Ingin sekali memeluk tubuh kekar itu, namun dia tetap menahannya.

"Sialaann pakai bajumu!! Apa kau akan selalu seperti ini didepankuu!!"

"Emang ada yang salah??"

"Salah bangsatt! Kau bertelanjang dada di hadapan wanita belia bangsat!"

"Siapa belia? Heii nyadarr umurmu sudah 19 tahun dan sudah bisa menikah!" ucap Reynaldo datar.

"Hubungan pakaian dengan menikah apa hayoo! Sana cepat pakai bajumu!!" teriak Nabila.

"Tidak!! Aku ingin mengeringkan rambutku dulu!"

"Pakai bajumu bangsat!! Apa kau ingin menggodaku dengan berpakaian seperti itu!!" teriak Nabila.

"Oooooohh jadii kau tergodaa nona Nabila.. hemm.." ucap Reynaldo menarik alisnya sambil menggoda.

"Reynaldoooo!!!! Pakai atau tidakk! Atau ku hajar kauu!!" ucap Nabila berteriak.

"Kalau aku tidak mau, kau ingin apa??" ucap Reynaldo kini mendekat, menarik pinggang Nabila agar wajahnya bisa berhadapan langsung dengan dirinya.

Pergerakan itu membuat Nabila terkejut, tangannya tidak sengaja menyentuh dada bidang Reynaldo dan terkena tetesan air dari rambutnya yang masih basah.

Nabila terdiam, Reynaldo semakin mendekatkan wajahnya ke arahnya.

"Katakan apa yang ingin kau lakukan Nabila..?" ucap Reynaldo tersenyum manis.

Namun Nabila seperti terhipnotis – dia merasa kesulitan bernapas ketika merasakan tubuh dingin Reynaldo yang kini berada sangat dekat.

Reynaldo tertawa melihat ekspresi wajahnya yang bingung, kemudian menyentil jidatnya dan berjalan menuju walk in-closet miliknya.

"Nabila.. Nabila.. kau sangat lucuuu!!" teriak Reynaldo dari dalam ruangan.

Nabila sadar dan merasa malu karena kebodohannya yang tidak bisa bergerak ketika Reynaldo mendekat. "Dasarr Reynaldo mesuumm!!!" teriak Nabila.

"Hahah bukan aku yang mesum tapi kau!!" balas Reynaldo berteriak dari dalam.

"Diam!! Pergi dari kamarku!!" teriak Nabila yang kini merasa sangat malu.

"Hahahah kau lupa kaulah yang menginap di kamarku hahah"

"Berhentilah tertawa bajingan!!"

"Hahaha Nabila kecil ternyata nakal juga yahh...." ucap Reynaldo saat keluar dari walk in-closet, kini sudah berpakaian santai dengan kaos dan celana pendek.

Nabila hanya mengumpat dalam hati, memarahi dirinya sendiri yang bertindak bodoh di depan Reynaldo. Bisa bisanya dia tidak bisa bergerak ketika Reynaldo mendekat.

"Pissttt ceweeee..." ucap Reynaldo menggoda Nabila yang kini menunduk dengan wajah kesal.

"Hahahah sudah sudahh makanlah.. lihat makanan ini kalau dibiarkan begitu saja akan hangus.." ucap Reynaldo yang masih terkekeh melihatnya.

"Sekali lagi kau tertawa – awass!!" ucap Nabila menatapnya tajam.

Tatapan itu terlihat aneh dan membuat Reynaldo sedikit merasa tidak nyaman.

"Baiklah baikk aku akan diam, dan yah aku sudah lapar – bolehkah aku meminta sedikit..!" ucap Reynaldo dengan wajah memelas.

"Nahh.. ini bagianmu!!" ucap Nabila memberikan sepiring omlet yang sudah dia siapkan beserta roti panggang.

"Terimakasih.." ucap Reynaldo kemudian mulai menyantapnya.

Kini mereka makan bersama di kamar itu. Setelah selesai, Reynaldo langsung meminta Nabila untuk bersiap-siap karena mereka akan segera melakukan pernikahan secara agama dan sesuai hukum negara – karena ini hanya pernikahan kontrak, tidak ada acara meriah yang diadakan.

Reynaldo membiarkan Nabila mempersiapkan diri di kamarnya. Gaun putih panjang dan sepatu high heels yang indah sudah disiapkan Reynaldo untuknya. Sementara Reynaldo sendiri akan menggunakan jas putih yang senada dengan gaun Nabila.

Saat menunggu Nabila bersiap, Reynaldo memutuskan untuk pergi ke ruang kerjanya untuk beristirahat sebentar.

Hampir dua jam diperlukan Nabila untuk mempersiapkan diri. Kini dia terlihat sangat cantik – gaun putih yang melekat pada tubuhnya memperlihatkan lekuk tubuh yang indah, kulit putihnya membuat pakaian itu semakin menonjol, dan makeup tipis membuat kecantikannya terlihat sangat alami dan sempurna.

Sementara itu Reynaldo juga sudah siap, jas putihnya terlihat sangat rapi dan sesuai dengan penampilannya yang gagah.

Kini dia berjalan menuju kamarnya. Reynaldo menatap wajah Nabila dari pantulan cermin – matanya bahkan tidak berkedip kala melihat wanita cantik itu.

Kemudian Nabila membalikkan tubuhnya dan menatap Reynaldo dengan tatapan penuh perhatian.

"Menurutmu apa ini bagus??" ucap Nabila sedikit takut kalau dia terlihat jelek menggunakan pakaian mewah itu.

"Tidak – kau sangat cantikk.." ucap Reynaldo tersenyum lembut.

"Ini pujian atau hinaan ya, tuan Reynaldo yang terhormat!!"

"Ini pujian Nabila.. sekarang kau siap??" ucap Reynaldo mengulurkan tangannya.

"Hemm baiklah, ini jauh lebih baik dari yang aku bayangkan.." ucap Nabila kemudian memeluk lengan pria tampan itu. Kini mereka melangkah keluar dari kamar dan menuju lift untuk pergi ke lantai dasar istana. Seluruh pengawal menatap ke arah Nabila – wanita cantik yang memang pantas untuk tuan mereka.

Sementara Raden Wijaya dan Alisha yang sedang duduk di ruang keluarga terkejut melihat mereka berjalan keluar dengan pakaian pernikahan.

"Mau kemana kalian!!" ucap Raden Wijaya ke arah Reynaldo.

"Bukan urusanmu!!" ucap Reynaldo dengan nada datar.

"Hahaha wanita rendahan itu sangat tidak cocok menggunakan pakaian seperti itu!" sindir Alisha.

"Setidaknya aku bukan benalu yang tinggal di keluarga orang lain!!" cetus Nabila sinis.

"Kaaauuu!!" teriak Alisha marah.

"Jangan berteriak di istana milik suamiku! Atau silakan pergi dari sini!" ujar Nabila dengan nada datar.

"Reynaldo, istrimu kurang ajar kepada ibu mu nak!"

"Istriku melakukan hal yang tepat!" ucap Reynaldo datar, kemudian melangkah keluar dari istana.

Mobil mewah sudah terparkir di depan halaman Istana Mahkota Perak. Reynaldo membuka pintu untuk Nabila, kemudian dia naik ke tempat pengemudi – karena kali ini dia sendiri yang akan mengemudikan mobil menuju gereja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!