NovelToon NovelToon
Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:23.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pita Cantik

Lima tahun lalu, Olivia Elenora Aurevyn melakukan kesalahan fatal salah kamar dan mengandung anak dari pria asing. Ketakutan, ia kabur dan membesarkan Leon sendirian di luar negeri. Saat kembali ke Monako demi kesehatan psikologis Leon, takdir mempertemukannya dengan Liam Valerius, sang penguasa militer swasta. Ternyata, pria "salah kamar" itu adalah Liam. Kini, Liam tidak hanya menginginkan putranya, tetapi terobsesi memiliki Olive sepenuhnya melalui rencana pengejaran yang intens dan provokatif.

​Dialog Intens Liam kepada Olive
​"Setiap inci tubuhmu adalah milikku, jangan pernah berpikir untuk lari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pita Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 KESALAHAN YANG SEHARUSNYA TIDAK TERJADI

​Kamis, 7 Juli 2020, Musim Panas

​Lampu neon berwarna ungu dan biru elektrik memantul di atas permukaan gelas-gelas kristal yang berjejer di meja VIP sebuah klub malam paling bergengsi di Monte Carlo. Udara di dalam ruangan itu terasa berat, dipenuhi oleh aroma parfum mahal, asap cerutu berkualitas tinggi, dan dentuman musik techno yang menggetarkan dada. Malam ini bukan sekadar malam biasa; malam ini adalah perayaan untuk sang The Golden Butterfly, Olivia Elenora Aurevyn.

​Gadis dengan wajah berbentuk diamond dan mata hazel yang memukau itu duduk di tengah sofa beludru. Hari ini, Olive genap berusia 18 tahun. Sesuai tradisi geng "The Royal Lustre", legalitas adalah sesuatu yang harus dirayakan dengan kemewahan yang tak terkendali.

​"Minum, Olive! Ini malammu! Kamu sudah legal untuk menyentuh surga dunia ini!" seru Zaylee atau Zee, sang Siren of Monte Carlo, sambil menggoyangkan gelas sampanye di depan wajah Olive.

​Vera Odile Kensington, yang duduk dengan gaya minimalis mewahnya, hanya tersenyum tipis. "Satu gelas tidak akan membunuhmu, Butterfly. Tapi tiga botol? Itu baru namanya pesta."

​Olive, yang biasanya penurut dan elegan, merasa tertantang. Sebagai putri dari Aurevyn Global Group, dia selalu dijaga ketat. Namun malam ini, di bawah pengawasan para sahabatnya, dia merasa bebas. Dia meneguk minuman itu. Satu botol, dua botol, hingga botol ketiga kosong.

​Efeknya instan. Dunia di sekitar Olive mulai berputar. Lantai dansa yang tadinya penuh dengan tubuh manusia yang bergerak seirama, kini tampak seperti pusaran warna yang kacau. Kepalanya terasa sangat berat, dan rasa mual mulai naik ke tenggorokannya.

​"Zee... Vera... aku pusing sekali," gumam Olive, suaranya parau. Dia mencoba berdiri, namun kakinya terasa seperti jelly.

​Zee dan Vera yang sedang asyik berdansa dengan pasangan masing-masing Zee yang sudah menempel pada Kenzo Alistair, dan Vera yang sesekali mencuri pandang pada Brian, kakak Olive yang berdiri tak jauh dari sana langsung menghampiri Olive dengan panik.

​"Ya Tuhan, Olive! Kamu pucat sekali," seru Zee. Dia melirik ke arah pintu keluar. Dia tahu jika Brian atau orang tua Olive melihat keadaan ini, mereka akan habis.

​Dengan gerakan cepat, Zee merogoh tasnya dan menyerahkan sebuah kartu kunci elektrik berwarna emas dengan nomor 666 terukir di atasnya. "Dengarkan aku, menginaplah di hotel atas klub ini. Ini kunci kamar suite pribadi keluarga Caelmont. Jangan pulang sekarang, Brian akan membunuh kita semua jika melihatmu mabuk begini."

​"Aku antar ya?" tawar Vera khawatir.

​Olive menggelengkan kepalanya dengan lemah, rambut long layered-nya berantakan menutupi dahi. "Tidak... kalian bersenang-senanglah. Aku bisa sendiri. Aku hanya butuh... tidur."

​Dengan sisa kewarasan yang menipis, Olive berjalan terhuyung-huyung menuju lift khusus tamu VIP. Di dalam lift, angka-angka di panel kontrol tampak menari-nari. Pandangannya kabur. Saat pintu lift terbuka di lantai tujuan, dia menyeret langkahnya di atas karpet tebal koridor hotel yang sunyi.

​Dia berhenti di depan sebuah pintu kayu jati besar. Di matanya yang berputar, angka 999 tampak seperti 666. Dia memegang kepalanya, mencoba fokus, namun rasa pusing itu menang. Dia menempelkan kartu kuncinya.

​Klik.

​Pintu terbuka. Olive tidak sadar bahwa sistem keamanan sedang mengalami gangguan atau mungkin takdir sedang mempermainkannya. Dia masuk ke dalam ruangan yang gelap, hanya diterangi oleh lampu remang-remang dari arah balkon.

​Olive berjalan menuju ranjang besar di tengah ruangan, berniat untuk langsung menjatuhkan diri. Namun, sebelum tubuh mungilnya menyentuh kasur, sebuah tangan kekar dan panas tiba-tiba melingkar di pinggangnya dan menariknya dengan sentakan kuat.

​"Akh!" Olive terpekik, namun suaranya langsung tertelan saat sepasang bibir yang kasar dan menuntut membungkam mulutnya.

​Laki-laki itu adalah Liam Maximilian Valerius. Pria berusia 22 tahun yang dikenal sebagai Iron Monarch itu sedang berada dalam kondisi yang mengerikan. Tubuhnya membara, pembuluh darahnya berdenyut kencang karena pengaruh obat perangsang dosis tinggi yang dicekokkan oleh musuh bisnisnya beberapa saat lalu. Dia sedang mencari pelampiasan, dan saat pintu kamarnya terbuka, insting liarnya mengambil alih.

​Olive yang terkejut setengah mati, menggunakan sisa tenaganya untuk melepaskan tautan bibir mereka. Plak! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Liam.

​"Brengsek! Siapa kau?! Pergi!" teriak Olive dengan mulut belatynya, meski suaranya bergetar karena takut dan mabuk.

​Liam mengerang rendah, suaranya serak dan dalam, terdengar sangat berbahaya. Dia mencengkeram kedua pergelangan tangan Olive dan menindihnya di atas ranjang. "Berani sekali kau menamparku," desis Liam. Mata tajamnya menatap siluet gadis di bawahnya. "Berapa harganya? Katakan saja, akan kubayar berapapun asal kau tutup mulut dan layani aku malam ini."

​Harga diri Olive mendidih. "Aku bukan wanita bayaran, kau bajingan! Aku... aku bahkan masih di bawah umur!"

​Liam terdiam sejenak. Obat itu mengaburkan logikanya, tapi kata 'di bawah umur' sempat menembus kabut di otaknya. "Berapa umurmu?" tanyanya dengan napas memburu yang terasa panas di leher Olive.

​"Delapan belas! Aku baru delapan belas hari ini!" seru Olive polos, air mata mulai menggenang di mata hazelnya.

​Mendengar itu, sebuah senyum smirk muncul di wajah tampan bak Dewa Yunani milik Liam. "Delapan belas... itu sudah legal, Sayang. Cukup untuk melakukan apa yang ingin kulakukan padamu."

​"Lepaskan! Jangan!" Olive meronta, namun tubuh Liam yang setinggi 190 cm dengan otot padat itu mengunci tubuh mungil Olive yang hanya 47 kg. Perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh.

​Tanpa peringatan, Liam merobek gaun Chanel indah yang dikenakan Olive. Bunyi kain yang robek terdengar mengerikan di keheningan kamar itu. "Ah! Tidak!" Olive menjerit saat dadanya terekspos, memperlihatkan payudara yang mulus, besar, dan kenyal yang selama ini tersembunyi di balik pakaian elegannya.

​Mata Liam menggelap melihat pemandangan itu. Tanpa basa-basi, dia langsung membenamkan wajahnya di sana, melahap puncak payudara Olive dengan liar.

​"Nngh... ahh... hentikan... s-sakit..." desahan pertama lolos dari bibir hati Olive, bercampur dengan isak tangis. Namun, rasa panas menjalar dari sentuhan Liam, membuat tubuhnya yang mabuk mulai memberikan reaksi yang tidak diinginkan.

​Liam tidak berhenti. Erangan rendah yang sangat jantan keluar dari tenggorokannya. "Hhhnngh... kau sangat harum... kulitmu... begitu lembut..." Liam berbicara dengan suara serak yang sangat seksi di telinga Olive.

​Tangannya turun, meraba paha jenjang Olive dan dengan kasar menyingkirkan pakaian dalam gadis itu. Liam langsung memposisikan dirinya di antara kaki Olive, melahap bagian sensitif gadis itu dengan mulutnya.

​"AAHH! siapapun kamu... kumohon... ahh... nngh!" Tubuh Olive melengkung, jari-jarinya meremas seprai dengan kuat saat lidah Liam memberikan sensasi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dia benar-benar buta tentang hal ini, namun tubuhnya mulai mengkhianati pikirannya.

​Liam bangkit, napasnya tersengal-sengal. Dia membuka celananya dengan terburu-buru, memperlihatkan miliknya yang sudah menegang sempurna besar dan panjang.

​"Bantu aku... pegang ini..." bisik Liam, suaranya sangat serak, penuh dengan nafsu yang tak tertahankan.

​Olive yang melihat ukuran tersebut langsung membelalak ketakutan. "T-tidak... itu terlalu besar... aku tidak mau... kumohon biarkan aku pergi..." Olive mencoba mundur, namun Liam menarik kakinya kembali ke tengah ranjang.

​"Maaf... aku sudah tidak bisa menahannya lagi," gumam Liam. Dia mengarahkan miliknya ke mulut Olive. "Buka mulutmu. Sekarang."

​Karena Olive menolak, Liam mencengkeram rambut belakang Olive dengan paksa namun terkendali, mengarahkan kepala gadis itu untuk maju-mundur mengikuti gerakannya. Olive terdesak, dia tersedak dan mengeluarkan suara-suara erangan yang teredam di balik benda besar yang memenuhi rongga mulutnya.

​"Nnggh... p-pintar... ahh... teruskan seperti itu..." Liam memejamkan matanya, menikmati bagaimana bibir lembut Olive mencoba menampung kejantanannya.

​Namun Liam ingin lebih. Dia menginginkan segalanya. Dia membalikkan tubuh Olive, memposisikannya telentang kembali. Tanpa pemanasan yang lembut, tanpa kata kata manis, Liam mengarahkan kejantanannya tepat di depan pintu keperawanan Olive.

​"Ini akan sakit, tapi kau akan menyukainya," bisik Liam sebelum memberikan satu dorongan kuat yang menghancurkan pertahanan terakhir Olive.

​"AAAAAAKKKKKHHHHHH!!!"

​Olive menjerit histeris. Rasa sakit seperti tubuhnya dibelah dua menyengat saraf-sarafnya. Darah segar mengalir, mengotori seprai putih di bawah mereka bukti nyata bahwa Liam adalah pria pertama yang menyentuh sang Primadona Monako tersebut.

​Liam tertegun sejenak merasakan hambatan yang robek di dalam sana. Namun bukannya berhenti atau merasa bersalah, pengaruh obat dan kenyataan bahwa gadis di bawahnya masih murni justru memberikan kepuasan yang luar biasa bagi insting predatornya.

​"Ssshhh... kau sempit sekali... ahh, gila! Kau masih perawan?" Liam mengerang liar, suaranya penuh kemenangan. Dia mulai bergerak maju-mundur dengan tempo yang cepat dan bertenaga.

​"Hiks... sakit... cabut... hhuuu... ahhh... s-sakit sekali..." Olive terus menangis, namun setiap tumbukan keras yang diberikan Liam mulai mengubah rasa sakit itu menjadi sensasi panas yang membakar.

​"Nngh... diamlah dan nikmati, Sayang... ahh! Kau menjepitku sangat kuat!" Liam mempercepat gerakannya. Kamar itu kini dipenuhi oleh suara kulit yang beradu dengan keras dan erangan-erangan liar.

​"Ahhh! Ahhh! Nngh... s-stop... ahh!" Olive mendesah kencang, matanya berputar ke atas saat Liam menghantam titik sensitifnya berkali-kali tanpa ampun. Tidak ada kelembutan di sini, yang ada hanyalah nafsu murni yang membara di bawah dinginnya AC kamar hotel.

​Liam benar-benar menggila. Dia membalik tubuh Olive menjadi posisi menungging, mencengkeram pinggang mungil gadis itu hingga memerah, dan kembali menghantamnya dari belakang.

​"Hhnnggh... kau milikku malam ini... tidak peduli siapa kau... ahh!" Liam mengerang serak, keringat bercucuran dari dadanya yang bidang dan berotot, jatuh mengenai punggung mulus Olive.

​Pertempuran ranjang itu berlangsung sangat lama dan panas. Olive yang awalnya menolak, kini hanya bisa mengikuti arus yang dibawa oleh pria asing tersebut. Desahan-desahan seksi dan liar keluar dari mulutnya secara spontan, memicu adrenalin Liam untuk bertindak lebih jauh lagi.

​Mereka terjebak dalam pusaran gairah yang salah, di tempat yang salah, namun dengan intensitas yang seolah-olah mereka ditakdirkan untuk bersatu dengan cara yang paling kasar sekalipun. Di bawah remang lampu kamar 999 (atau 666 dalam pandangan Olive), sebuah takdir baru baru saja dimulai dengan tumpahan darah dan air mata kebahagiaan semu yang menyesakkan.

1
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Mg Arka insyaf, mnemukan cinta sejati ny & membangun kehidupan yg baru
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Boleh, Ade, yg pnting no jahat & hny yg manis² aja 🤭🤭🤭
total 2 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Aaaa jd ikut terharu 🙈🙈🙈
Kita pada pngen type cwo gini, Ade ❤️🤗😘
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Gk nyesel kn, Liam jd Pilihan ❤️🤗😘
Mg Liam selamat & segera sehat kembali y ❤️🤗😘
Erriz M'Prima
😭😭😭aku tersendu sendu Thor 🤧
Erriz M'Prima
aduh Thor jdi deg-degan 🤧🤧🤧
Erriz M'Prima
update yg byk Thor
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Arka ktahuan dnk ... Liam & Brian udh turun tangan 🔥🤟💪
Erriz M'Prima
Arkan sialan lu bisa bisanya lu culik olive. awas ya Thor pokonya jgn terjadi ppa sama olive titik
Erriz M'Prima
dih Arkan gila lu berani sentuh olive ma Alex, Liam akan habis lu ihhh greget bgt
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Cwo yg terobsesi akut, pasti bakal lakuin apa aja sih 🤦🤦🤦
Erriz M'Prima
aku malah emosi Thor 🤧 gendek bgt ma si sarkan itu dasar kampret licik
Erriz M'Prima
aduhhh bacanya sampe ngos ngosan karena emosi 🤧
Erriz M'Prima
awas ya Thor klu mereka gagal nikah 😀
Erriz M'Prima
idih Arkan gelooo lu g tau juga ceritanya gimane ye...Brian lu jgn terpancing dulu ye di sini yg salah bukan cuma Liam ye tpi juga olive karena olive memilih pergi gitu aje ye...cari tau dulu yg sebenarnya deh nnti lu juga nyesel wkwk
Butterfly🦋: aduh makasih ya kebetulan juga setelah tamat nanti mau bikin novel baru stay tuned terus ya💪🤭
total 4 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Hrsny, Liam punya, De, gk mau kalah dr Arka dnk 🤭🤭🤭
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Tim Liam aja, gmana, Ade tp seru juga, klo bersaing ketat dulu ama Tim Arka 🤭🤭🤭
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: hi hi oleng boleh tp akhir tetep hrs usahain sesuai mau ny Baby Alex, mau pny Daddy yg mana ya, De 🤭🤭🤭 ... Siap, Cama², Ade, kami tunggu kelanjutan ny ❤️🤗😘
total 2 replies
Mifta Nurjanah
cieelahh digempur hbis
Mifta Nurjanah
yaelah tujuh ronde gtuh
Mifta Nurjanah
cie mimpi basah
Nindy bantar
karya mu bagus banget thor saya suka,,,tetep semangat berkarya y thor up terus
Butterfly🦋: terima kasih kakak semoga suka dengan ceritanya🤭😍 enjoy ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!