NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Saudara palsu / Duda / Menikah dengan Kerabat Mantan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:587.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kikan dwi

Belva Kalea harus menelan kekecewaan saat mengetahui calon suaminya berselingkuh dengan saudara tirinya tepat di hari pernikahannya. Bukan hanya itu saja, Glory diketahui tengah mengandung benih Gema Kanaga, calon suaminya.

Di sisi lain, seorang pengusaha berhati dingin bernama Rigel Alaska, harus menelan pil pahit saat mengetahui istrinya kembali mengkhianatinya. Disakiti berulang kali, membuat Rigel bertekad untuk membalas rasa sakit hatinya.

Seperti kebetulan yang sempurna, pertemuan tak sengaja nya dengan Belva membuat Rigel menjadikan Belva sebagai alat balas dendam nya. Karena ternyata Belva adalah keponakan kesayangan Roland, selingkuhan istrinya sekaligus musuhnya.

Akankah Rigel berhasil menjalankan misi balas dendam nya?
Ataukah justru cinta hadir di tengah-tengah rencananya?

Mampukah Belva keluar dari jebakan cinta yang sengaja Rigel ciptakan?
Ataukah justru akan semakin terluka saat mengetahui fakta yang selama ini Rigel sembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

"Sangat cantik, cocok untukmu Baby."

Bevla tersenyum manis dengan pipinya yang merona saat Rigel menatapnya penuh kekaguman. Pria itu memakaikan kalung pemberiannya dengan inisial RB di leher Belva.

Keduanya sedang berada di dalam perjalanan untuk kembali ke kantor. Hari ini Rigel benar-benar memanjakan Belva, ia membelikan barang-barang mewah untuk Belva di hampir seluruh toko. Perhiasan, tas, sepatu, pakaian dari brand terkenal bahkan lengkap dengan dalamannya.

Belva sampai malu sendiri saat Rigel sendiri yang memilihkan dalaman untuk Belva.

"Tapi Om, ini hadiah apa sebenarnya?" Belva memicingkan matanya penuh selidik.

Rigel terkekeh melihat tatapan penuh curiga wanitanya. Ia tahu apa yang ada dalam pikiran Belva saat ini.

"Ini hadiah kecil untukmu, Baby. 𝘈𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘢𝘧𝘬𝘶."

Rigel hanya bisa mengucapkan kalimat terakhirnya dalam hati.

Rigel tidak bisa melepaskan tatapannya dari Belva. Belva adalah gambaran seorang wanita yang sangat sempurna di matanya. Andai saja wanitanya itu bukan keponakan Roland.

"Aku sangat beruntung memilikimu," gumamnya tanpa sadar. "𝘈𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢, 𝘧𝘰𝘬𝘶𝘴 𝘙𝘪𝘨𝘦𝘭. 𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘦𝘣𝘢𝘬 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘢𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘤𝘪𝘱𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯."

Entah apa yang akan terjadi andai Belva tahu Rigel sebenarnya hanya menjadikannya bahan permainan.

"𝘔𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶, 𝘈𝘣𝘦𝘭. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘯𝘤𝘪𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘮𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶."

Ada rasa sesak yang Rigel rasakan, bahkan membuatnya nyaris menyerah dengan dendamnya. Namun rasa marah dan benci selalu menguasainya saat kembali teringat dengan pengkhianatan yang dilakukan mantan istrinya dan Roland.

Keduanya sudah sampai di kantor Alaska Company. Rigel ataupun Belva kembali bersikap profesional saat berada di area kantor.

"Tuan, ada seseorang yang menunggu di ruangan Anda," ucap asisten Rigel begitu Rigel dan Belva keluar dari mobil.

"Siapa? Seingatku hari ini tidak ada janji dengan siapapun?" Tanya Rigel.

"Anda akan mengetahuinya nanti," celetuk asistennya.

Rigel menatap tajam sang asisten yang berani membuatnya penasaran. Sementara, Vander sebenarnya tidak bermaksud untuk merahasiakannya, hanya saja ia tidak mungkin mengatakannya di depan Belva.

"Pak, aku duluan. Mau ke toilet."

Rigel mengangguk, kemudian pergi ke ruangannya diikuti Vander yang mengekor di belakangnya.

Ceklek

Begitu Rigel membuka pintu ruangannya, ia sudah di sambut dengan tatapan tajam Roland. Ya, Roland lah yang menunggu Rigel sejak setengah jam yang lalu.

"Van, jangan biarkan Abel masuk selama Dia di sini," bisik Rigel pada Vander sebelum asistennya itu meninggalkan ruangannya.

"Tapi Tuan----"

"Lakukan perintah ku, atau ku pecat!"

"𝘏𝘶𝘩𝘧 𝘯𝘢𝘴𝘪𝘣 𝘣𝘢𝘸𝘢𝘩𝘢𝘯," 𝘨𝘦𝘳𝘶𝘵𝘶 𝘝𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢. "𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘙𝘰𝘭𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩, 𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘮𝘪𝘴𝘪 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘨𝘦𝘭?"

Tiba-tiba saja Vander merasa hawa di sekitar berubah panas. Apalagi saat matanya tak sengaja bertemu dengan tatapan Roland.

"𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢?"

Vander mendadak khawatir sendiri, padahal jelas-jelas ini bukan masalahnya dan juga tidak ada hubungan dengan urusan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Namun dilihat dari cara Roland menatap, sepertinya pria itu akan meledakkan amarahnya.

"𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢𝘯𝘺𝘢?"

Kekhawatiran bukan hanya dirasakan Vander, tanpa asistennya itu ketahui Rigel pun diam-diam merasakan ketakutan saat Roland menatapnya penuh permusuhan.

Bukan takut dengan tatapan Roland, Rigel takut kebersamaannya dengan Belva akan berakhir, karena rencananya belum sepenuhnya berhasil. Rigel belum merasakan kehangatan satu ranjang bersama Belva, seperti tujuan awalnya.

"Wah... wah... siapa yang datang?" Rigel tersenyum smirk, ia tetap terlihat datar dan angkuh di depan Roland untuk menyembunyikan kekhawatirannya.

"Cih! Jangan basa-basi, apa tujuanmu mendekati Belva?" Tanya Roland to the poin. "Tidak mungkin Kamu tidak tahu Belva keponakan ku, kan? Apa yang Kamu rencanakan?" Roland berteriak sambil mencengkram kerah Rigel.

Tawa Rigel menggelegar, pria itu justru bertepuk tangan setelah berhasil keluar dari cengkeraman Roland.

"Jika Kamu masih memiliki kecerdasan seperti dulu, coba tebak apa yang aku rencakan?"

Rigel semakin membuat Roland terbakar amarah. Ia sengaja memancing mantan sahabatnya itu untuk marah, karena semakin Roland kesal, semakin membuat Rigel puas.

"Apa Kamu sengaja memanfaatkan Belva untuk balas dendam padaku?"

"Tepat sekali. Ternyata otakmu masih berfungsi dengan baik," cibir Rigel. Pria itu tersenyum smirk, namun ia merasa bingung karena Roland tidak se-agresif biasanya. "𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘦𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢? 𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘤𝘪𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘦𝘬𝘴𝘵𝘳𝘪𝘮 𝘭𝘢𝘨𝘪."

"Tapi rencanaku belum sepenuhnya berhasil, karena aku belum sempat meniduri keponakan mu itu," ucapnya dengan seringai di wajahnya.

"Jadi, Kamu tidak benar-benar mencintai Abel?" Tanya Roland.

"Tentu saja tidak. Aku tidak sudi mencintainya, apalagi dia keponakan mu. Aku yakin dia juga memiliki sifat pengkhianat sepertimu."

Roland tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Ia sangat mengenal mantan sahabatnya itu, Roland akan tahu dengan jelas saat Rigel tengah berbohong.

"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢?"

"Kamu mendengarnya kan, Abel?"

𝘋𝘦𝘨

"𝘈𝘣𝘦𝘭? 𝘚𝘦𝘫𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢?"

Kebingungan Rigel akhirnya terjawab. Pria itu sengaja memancingnya.

"𝘚𝘪𝘢𝘭! 𝘑𝘢𝘥𝘪, 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘈𝘣𝘦𝘭 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢?"

Roland sudah menyadari kehadiran keponakannya sejak beberapa saat lalu. Karena itu Roland sengaja memancing Rigel untuk mengatakan rencananya.

Walaupun Roland tahu saat Rigel mengatakan rencananya, Rigel terlihat menutupi perasaannya pada Belva, dan justru pria itu dengan sengaja mengatakan ucapan yang menyakitkan hanya untuk membuat Roland marah.

Tanpa Rigel sadari ucapannya itu justru sangat menguntungkan untuk Roland, karena tanpa harus susah payah membalas perbuatan nya, justru Rigel sendiri lah yang sudah terjebak dengan permainan yang ia ciptakan.

"Jadi, Om tidak benar-benar mencintaiku?" Air mata Belva mulai mengembun, Belva tidak menyangka ia akan terjebak ke dalam permainan balas dendam yang Rigel rencanakan. "Om hanya memanfaatkan ku untuk balas dendam?"

Bratt

Belva menarik kalung yang beberapa waktu lalu Rigel pasangkan di leher jenjangnya. Belva mencengkeram kalung yang sudah putus itu di tangannya. Dengan mata yang memerah, wanita cantik itu mengucapkan satu kalimat yang berhasil membuat Rigel merasakan sesak di dadanya.

"Aku membencimu."

Deg

Seperti keinginan Rigel, Belva akhirnya membencinya.

Belva pergi dari ruangan Rigel dengan berurai air mata. Hatinya sangat sakit, berulang kali ia menepuk-nepuk dadanya berharap rasa sesak itu menghilang, namun semakin lama rasa sesak itu justru semakin membuatnya nyaris tak bernapas. Lagi-lagi ia dipermainkan oleh yang namanya cinta.

"Semua pria sama saja, hanya Daddy yang benar-benar mencintai Mommy." Belva bahkan tak kuasa menahan tubuhnya sendiri. Ia nyaris ambruk andai Vander tak membantu menahan tubuhnya.

"Anda tidak apa-apa, Nona?"

"Apa Kakak juga tahu, dia hanya mempermainkan ku?" Tanya Belva pada Vander. Melihat Vander menundukkan wajahnya Belva pun tersenyum getir. "Padahal aku merasa dia benar-benar tulus," lirih Belva dengan air mata yang kembali menggenang.

𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥

Kapok Rigel😫

1
Saptyaning Rahayu
belva ketemu sama om duda
Risna Tanjung
sammaa,,, ternodai akoh nya thor😔🤭
Saptyaning Rahayu
kasihan Abel
Saptyaning Rahayu
mantap ayukk balas belva
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙤𝙘𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙟𝙤𝙨𝙤𝙝 𝙩𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙣𝙖.🤭
𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙩𝙝𝙤𝙣 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙖𝙟𝙖, 𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧 𝙗𝙖𝙗𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙤𝙘𝙖𝙠 𝙡𝙜... 𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙙𝙥𝙩 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙮𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙟𝙙 𝙗𝙪𝙢𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙢 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞2 𝙙𝙤𝙖𝙣𝙜 𝙧𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙩𝙧𝙨 𝙙𝙞 𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙡𝙜, 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙞 𝙥𝙖𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙙𝙧 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙣𝙜𝙚𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙚𝙢𝙤𝙨𝙞 𝙣 𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙪𝙘𝙖𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙞𝙣 𝙆𝙖𝙡𝙚𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙪 𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙣𝙟𝙖𝙧𝙖𝙠𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠 𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙘𝙖𝙡𝙤𝙣 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙪 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙗, 𝙘𝙖𝙢𝙚𝙧 𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙙𝙖𝙠.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙪𝙪𝙣𝙣 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙗𝙞𝙨𝙠𝙪𝙞𝙩 𝙤𝙩𝙖𝙠𝙢𝙪 𝙩𝙧𝙚𝙫𝙚𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜2 𝙙𝙪𝙙𝙖... 𝙝𝙖𝙡𝙖𝙡𝙞𝙣 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙡𝙖𝙝.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙮𝙖 𝙑𝙖𝙣𝙙𝙚𝙧, 𝙗𝙤𝙨 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜2 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙠𝙚𝙧𝙚𝙥𝙤𝙩𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙨𝙚𝙧𝙗𝙖 𝙗𝙨 𝙟𝙙 𝙖𝙥𝙖𝙥𝙪𝙣😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝, 𝙇𝙤𝙫𝙞𝙧𝙖 𝙖𝙥𝙖 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙪𝙧𝙪𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙞𝙣𝙙𝙖𝙠 𝙇𝙖𝙣𝙙 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙁𝙖𝙧𝙚𝙨 𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙟𝙖𝙪𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙠 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙡𝙚𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙙𝙪𝙝 𝙤𝙢𝙖 𝙍𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙖𝙜𝙚𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙣𝙜𝙖𝙠𝙖𝙠.😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙇𝙤𝙫𝙞𝙧𝙖 𝙜𝙖 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠2 𝙠𝙖𝙢𝙪, 𝙁𝙖𝙧𝙚𝙨 𝙟𝙜 𝙜𝙖 𝙢𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙣𝙮𝙖𝙧𝙞 𝙙𝙪𝙞𝙩 𝙙𝙧 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖𝙖𝙣 𝙊𝙡𝙖𝙣𝙙 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙪 𝙧𝙪𝙨𝙖𝙠 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙥𝙤𝙣𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙧 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙜 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞𝙢𝙪 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙧𝙞𝙯𝙠𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙟𝙚𝙣𝙜 𝙟𝙚𝙣𝙜 𝙟𝙚𝙣𝙜.. 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙮𝙚𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙞𝙧𝙞𝙥 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙊𝙡𝙖𝙣 𝙠𝙧𝙣 𝙇𝙤𝙧𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠𝙢𝙪.
𝙩𝙥 𝙠𝙤𝙠 𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙇𝙤𝙧𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙠 𝙢𝙞𝙧𝙞𝙥 𝙟𝙜 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙥𝙚𝙩 𝙠𝙚 𝙍𝙤𝙡𝙖𝙣𝙙.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖 𝙤𝙩𝙖𝙠 𝙥𝙞𝙘𝙞𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙤𝙗𝙖𝙩, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙨𝙞𝙡𝙖𝙥𝙤𝙧𝙞𝙣 𝙠𝙚 𝙥𝙤𝙡𝙞𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖 𝙨𝙤𝙢𝙗𝙤𝙣𝙜 𝙩𝙧𝙨 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙙𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙨𝙞 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖.
𝙊𝙩𝙖𝙠 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙤𝙧𝙮𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙪𝙖𝙩 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙟𝙙 𝙢𝙖𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙝𝙣𝙥𝙪𝙣 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙮𝙜 𝙢𝙚𝙥𝙚𝙩 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜 𝙠𝙚 𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙨𝙞𝙩𝙪 𝙮𝙖 𝙙𝙞 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜..😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙉𝙤 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣 𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙮𝙞𝙢𝙖𝙠 𝙖𝙟𝙖.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙩𝙥 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙣𝙜𝙪𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!