NovelToon NovelToon
Di Cerai Saat Hamil

Di Cerai Saat Hamil

Status: tamat
Genre:Single Mom / Selingkuh / Cerai / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:727.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy R

Selama tiga tahun ini, Hilda Mahira selalu merasa tertekan oleh ibu mertuanya dengan desakan harus segera memiliki anak. Jika tidak segera hamil, maka ia harus menerima begitu saja suaminya untuk menikah lagi dan memiliki keturunan.

Dimas sebagai suami Hilda tentunya juga keberatan dengan saran sang ibu karena ia begitu mencintai istrinya.

Namun seiring berjalannya waktu, Ia dipertemukan lagi dengan seorang wanita yang pernah menjadi kekasihnya dulu. Dan kini wanita itu menjadi sekretaris pribadinya.

Cinta Lama Bersemi Kembali. Begitu lebih tepatnya. Karena diam diam, Dimas mulai menjalin hubungan lagi dengan Novia mantan kekasihnya. Bahkan hubungan mereka sudah melampaui batas.

Disaat semua permasalahan terjadi, rahim Hilda justru mulai tumbuh sebuah kehidupan. Bersamaan dengan itu juga, Novia juga tengah mengandung anak Dimas.

Senang bercampur sedih. Apa yang akan terjadi di kehidupan Hilda selanjutnya?

Yuk ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesempatan

Bugh

"Reyhan" Teriak Hilda histeris.

Ya, Dimas yang sedang makan bersama dengan Viona di resto itu ternyata sejak tadi memperhatikan interaksi antara Istrinya dan laki-laki muda yang pernah ia lihat tempo hari.

Meskipun Dimas tahu kalau laki-laki itu adalah adik dari Reva, tapi entah mengapa melihat tatapan dan perlakuan laki-laki itu kepada istrinya membuat ia merasa cemburu.

Apalagi saat laki-laki itu menyentuh istrinya. Meskipun hanya berniat untuk menolong, tapi Dimas sudah sangat terbakar api kecemburuan hebat, yang membuat ia langsung melayangkan bogem mentah pada Reyhan.

"Mas, apa yang kamu lakukan?" Seru Hilda sembari membangunkan Reyhan.

"Dia baru saja menyentuhmu sayang. Aku tidak bisa terima hal itu!."

"Kalau kamu melihat kita dari awal, harusnya kamu tahu kalau dia itu sedang menolongku."

"Menolong dengan modus menyentuhmu. Heleh, itu hanyalah akal akalan dia untuk menarik perhatianmu sayang."

"Jangan samakan semua orang seperti kamu Mas. Jadi menurut kamu lebih baik dia tidak usah menolongku dan membiarkan aku terjatuh begitu saja? Iya?"

"Bukan, aku.."

"Oh, atau jangan jangan kamu memang mau kalau aku celaka ya? Supaya gak ada penghalang buat hubungan kamu sama kekasihmu itu?"

"Bukan begitu sayang, Aku mau kamu tetap selamat. Maksudku itu, dia kan bisa menolongmu dengan cara lain? Yang tidak usah menarikmu ke pelukannya? Itu namanya mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kamu sasar gak sih kalau kamu itu sedang dideketin?."

"Aku nggak ngerti sama jalan pikiran kamu Mas."

"Hilda aku tahu kalau laki-laki ini tu menyukai kamu."

"Dia itu adiknya Reva sahabat aku. Sama. Dia adik aku juga."

"Aku percaya sama kamu, tapi aku tidak percaya sama laki-laki itu." Seru Dimas sambil menunjuk Reyhan.

"Terserah. Aku mau pulang. Kamu silahkan lanjutkan makan sama kekasihmu itu. Kasihan kan dia udah nunggu kelamaan!."

"Hilda, aku bisa jelasin kenapa aku bisa disini. Novia, dia sedang ngidam pengen makan di sini. Jadi aku harus turuti semua keinginan ibu hamil. Iya kan? Kamu ngerti kan sayang?."

"Bukan urusanku!" Sahut Hilda sembari menarik tangan Reyhan dan keluar dari resto itu.

Dimas segera menyusul Hilda, namun Novia menghalangi langkahnya.

"Jangan di kejar. Biarkan dia sendiri dulu. Mungkin dia masih syok karena ketahuan jalan sama laki-laki lain."

Dimas tak menghiraukan ucapan Novia. Karena setiap kali ia mendengarkan perkataan Novia bahwa Hilda butuh waktu untuk sendiri, nyatanya setelah istrinya diberikan waktu untuk sendiri, istrinya tetap saja marah saat ia mendekatinya lagi.

Dimas melanjutkan langkahnya. Tapi wanita licik itu tak kehabisan akal. Ia menggunakan senjata paling ampuh dari tubuhnya yang ia yakin Dimas akan langsung berhenti seketika.

"Aw.. Aw.." Teriak Novia sambil memegang perut dengan posisi badan sedikit membungkuk.

Dan benar saja, Dimas langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakan.

"Berhasil." batin Novia

"Novia, kamu kenapa?."

"Perutku tiba-tiba sakit."

"Bukan tadi baik-baik saja? kenapa sakit tiba-tiba seperti ini?."

"Ini semua karena kamu."

"Aku?."

"Kenapa aku?."

"Iya kamu yang buat aku stres, makanya berimbas ke kandungan aku. Aku kan lagi hamil, Butuh banyak waktu dan perhatian dari kamu, tapi kamu malah cuekin aku dan malah ngejar mbak Hilda yang jelas jelas sedang sehat sehat saja. Kalau sampai terjadi apa-apa pada anak kita, kamu lah orang pertama yang harus di salahkan."

"Sudahlah, jangan banyak bicara, perut kamu bisa semakin sakit nanti. Ayo aku antar kamu ke rumah sakit."

"Tidak perlu ke rumah sakit, perutku hanya kamu sedikit. Sebentar lagi juga hilang. Aku cuma butuh kamu disisiku."

"Ya sudah, ayo kita pulang."

Novia akhirnya bisa tersenyum senang karena rencananya berhasil. Apalagi saat keluar dari resto mereka tak mendapati Hilda dan reyhan di tempat parkir.

Untung Hilda sudah pergi, kalau tidak pasti Dimas akan mengejarnya lagi. Huh, tidak sia-sia deh aku mengulur waktu di dalam biar Dimas tidak cepat keluar resto.

Semenjak kejadian itu, hubungan Hilda dan Dimas semakin jauh merenggang. Bagaimana tidak? Novia selalu membuntuti Kemana pun Dimas pergi. Bahkan jika ingin menemui Hilda, Dimas harus sembunyi sembunyi agar tidak ketahuan Novia.

Seperti halnya malam ini. Dimas sangat senang karena Novia dan ibunya sedang pergi shopping. Bukan itu yang membuatnya senang. Tapi hujan badai yang terjadi malam ini membuat Novia dan ibunya tidak bisa pulang ke rumah

"Dimas, kamu beneran gak bisa jemput aku sama ibu?"

"Gak bisa Nov, aku aja baru sampai rumah ini. Aku capek banget. Lagi pula kamu tau kan di luar sedang terjadi badai besar? Kalau pun aku paksaan keluar, itu akan membahayakan diriku. Kamu mau aku celaka?"

"Ya udah deh, aku sama ibu nginep di hotel deket sini aja. Tapi awas ya! Jangan macam macam kamu!"

"Apa sih Nov? Kamu tu posesif banget deh! Hilda itu juga istriku."

"Pokoknya aku mau kamu gak usah deket deket sama Hilda. Kamu langsung masuk kamar kita aja dan istirahat."

"Hmm.."

"Janji?."

"Sudah ya, aku mau mandi dulu."

Dimas langsung mematikan telepon. Membuat Novia meracau dan marah besar. Namun ia tak bisa berbuat apa apa karena jarak mereka yang terlampau jauh. Jika saja Novia ada di sana, pasti ia tidak akan membiarkan Dimas dekat dengan Hilda.

Dimas mandi dengan sangat bersih. Ia bahkan menyemprotkan parfum yang begitu wangi ke seluruh tubuhnya. Ia berharap malam ini akan menjadi malam indah bersama Hilda.

Dimas segera masuk ke kamar Hilda. Dilihatnya sang istri sudah meringkuk di balik selimut. Ia pun langsung naik ke ranjang dan memeluknya dari belakang. Tak ada pergerakan, Dimas pun mencium tengkuk Hilda dan menjilatnya.

Hal yang membuat Hilda langsung terbangun dan berbalik menatap Seseorang yang ada di belakangnya.

"Mas Dimas? Mas ngapain disini?"

"Aku sangat merindukanmu sayang."

"Keluar mas. Kalau Novia tau kamu ada di sini, dia pasti akan marah besar. Aku malas berdebat, aku malas ribut dengan dia lagi mas."

"Novia dan ibu tidak pulang malam ini. Jadi, malam ini adalah malam kita berdua sayang." Sahut Dimas sembari mencium kening Hilda.

Hilda tersenyum miris. Dulu, jika ingin bercinta, ia tak perlu mendapatkan ijin dari siapapun. Tapi sekarang? Hanya bertemu suaminya saja ia sudah tidak bisa bebas. Dan mirisnya, ia adalah istri sah dan istri pertama, tapi posisinya malah seperti istri siri dan istri kedua. sungguh berbanding terbalik dengan Wanita licik itu.

"Sayang, aku sangat merindukanmu. Sudah lebih dari satu bulan kita tidak melakukannya. Aku menginginkanmu sayang." Bisik Dimas sembari mencium leher Hilda.

"Maaf mas, kita sudah haram untuk melakukannya?."

"Apa? Kita masih suami istri yang sah. Apanya yang haram?."

"Aku sudah melayangkan gugatan cerai ke pengadilan. Sebentar lagi kamu akan menerima surat itu. Dan setelah kamu menerimanya, aku harap kamu tidak mempersulit proses perceraian kita."

Deg

"Hilda kamu tega sekali melakukannya padaku. Selama ini kamu anggap apa pernikahan kita?."

"Pergilah mas, renungkan semua yang sudah kamu perbuat, kamu akan tau jawaban atas pertanyaanmu padaku barusan."

"Oh ya, satu lagi yang harus kamu tau. Aku tidak mau berbagi suami. Aku tidak mau punya satu kenikmatan yang juga di nikmati oleh wanita lain. Aku jijik pada milikmu. Yang mungkin setiap malam telah kamu masukkan pada wanita itu."

Jleb

Ucapan Hilda membuat Dimas tak berdaya.

.

.

.

"

1
Marina Tarigan
naya diantar ke panti asuhan dia akan terjamin disitu dirawat dan didifik mandiri belajar lagi pula Rsejan jaddi donatur di panti asuhan itu
Marina Tarigan
lanjut ngomong terus itu saja kerjamu Hilda
Marina Tarigan
kejahatan terus nikmati saja Hilda musuhmu ada diluar sana kamu sangat baik tapi tdk punya otak. sembrono
Marina Tarigan
jilda orangnya sangat baik dan luhu dan bodoh dia tdk perduli bagaimana petjuanga Reva dan Rehan melindunhi dia dari keketasan yg dis terima selama ini dia tdk taju keselamatanmya bahaimana kedepannya kalau tdk ada pelindunhnya
Marina Tarigan
maunya Hilda sm Raehan ya atau sesudah melahirkan bawa saja Hilda keluar negeri biar bebas dari gangguan Dimas
Marina Tarigan
kan karma bagi penjahat sepertimu Novia hipersex biadap kamu sangaaaat menyakiti anak yg sangat baik dan yatim piatu
Marina Tarigan
novia ini manusia atau anjing ngeri amat tindakannya
Marina Tarigan
dimas lelaki bodoh Novia selalu main belakang dgn mantan suaminya dan boros rasakan karmanya bodoh
mama yogi
tamat 🤠🫰⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Marina Tarigan
bswa saja Jilda keluar negeri Reva supaya dia bebas dari orang biadap
Marina Tarigan
bavud kali ceritamya tjour wanita lemah lagi hamil yg sengsja disalkiti yg terlibst menyakiyi zjilda dpt ganjars berlipat ganda
Runik Runma
biadab
guntur 1609
rasain loe. anak sendiri kau buang
guntur 1609
🤣🤣🤣 rasain kau dimas
guntur 1609
dasar laki2 salah belum jadinya dibatur2
guntur 1609
dasar biadab kau dimas
guntur 1609
yakin loe.. gampang x kau berucap 🐒
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
sok jual mahal
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Lina Suwanti
lsg gugat cerai aja n pergi ke Australia ikut Reva
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!