NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:51.8k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 32: Mabuk Laut Sang Sekretaris

​"Aku tidak mabuk laut. Ini murni efek kurang tidur gara-gara bos tirani yang memaksaku lembur dadakan ke pulau terpencil," balas Harper ketus, berusaha keras menyembunyikan getaran di suaranya.

​Wanita itu mengangkat dagunya tinggi-tinggi, melangkah naik ke atas geladak yacht mewah bernama Vance Ocean dengan postur kaku bak robot. Koper kecilnya ditarik dengan tenaga ekstra.

​Dominic tertawa mengejek, berjalan santai mengikuti sekretarisnya dari belakang. "Terserah apa alasanmu. Tapi pastikan kau tidak muntah di atas karpet Persia seharga miliaran rupiah ini. Aku tidak akan membayar biaya penatu untuk kecerobohanmu."

​Kapal pesiar kecil itu mulai bergerak membelah lautan. Suara mesin menderu pelan, namun ombak siang itu memang sedang tidak bersahabat. Guncangan keras langsung terasa begitu mereka meninggalkan perairan dangkal dermaga.

​Harper mencengkeram erat pagar besi di tepi geladak, buku-buku jarinya memutih. Matanya menatap lurus ke depan, berusaha memfokuskan pandangan pada garis cakrawala seperti teori yang sering dia baca di internet. Tapi perutnya benar-benar terasa seperti sedang diputar di dalam mesin cuci dengan kecepatan tinggi.

​"Kau mau berdiri di situ terus mematung seperti patung Liberty?" ejek Dominic. Pria itu sudah duduk dengan sangat nyaman di atas sofa kulit empuk di bagian tengah geladak. Kacamata hitam masih bertengger di wajahnya, tangannya memegang segelas jus jeruk dingin. "Buka tabletmu. Bacakan draf final kontrak Tuan Wijaya. Kita harus memastikan tidak ada celah hukum sedikit pun."

​Harper menarik napas panjang, menahan rasa mual yang melonjak ke kerongkongan. Demi harga diri dan profesionalitas kerjanya, dia memutar tubuh, melepaskan cengkeramannya dari pagar pembatas, lalu berjalan menghampiri Dominic.

​Guncangan kapal kembali terjadi saat menabrak ombak besar. Langkah Harper seketika oleng. Dia terhuyung ke samping, nyaris menabrak meja kaca bulat di tengah ruangan.

​Dominic tertawa lepas. Benar-benar tawa renyah yang sangat puas melihat penderitaan orang lain. "Kau terlihat seperti penguin mabuk, Nona Sloane. Sangat tidak elegan."

​"Tutup mulut kotor dan sombongmu itu, Dom," desis Harper tajam. Dia berhasil menggapai sandaran kursi di seberang Dominic, berpegangan kuat-kuat di sana. Wajahnya perlahan berubah warna menjadi hijau pucat.

​"Aku ini bosmu. Jaga kesopananmu," balas Dominic enteng. Dia menyesap jus jeruknya dengan gaya paling menyebalkan. "Ayo, mana laporannya? Bukankah kau sekretaris paling tangguh yang pernah Vance Corp miliki? Baru diguncang ombak kecil begini saja sudah mau menyerah?"

​Harper memejamkan mata kuat-kuat. Kepalanya berputar hebat. Rasa mualnya sudah mencapai batas toleransi maksimal. Dia tidak sanggup membalas ejekan Dominic. Tangannya yang gemetar berusaha membuka ritsleting tas untuk mengambil tablet, tapi tiba-tiba isi perutnya bergejolak parah.

​Tanpa mempedulikan omelan bosnya, Harper membalikkan badan dan berjalan gontai kembali ke arah pagar pembatas geladak. Dia menunduk, meraup udara sebanyak-banyaknya dari laut lepas. Namun melihat air laut yang bergulung-gulung kasar di bawah sana justru membuat pertahanannya hancur total.

​Kaki Harper mendadak lemas seperti jeli. Cengkeramannya pada pagar besi terlepas. Tubuhnya lunglai dan merosot tajam, nyaris terjerembap membentur pagar besi yang keras.

​"Harper!"

​Suara tawa Dominic lenyap seketika, tergantikan oleh teriakan panik yang membelah deru ombak. Gelas jus jeruknya jatuh menghantam dek kayu hingga pecah berkeping-keping.

​Pria bertubuh tinggi besar itu melesat lebih cepat dari kedipan mata. Tangannya yang kekar menyambar pinggang Harper tepat satu detik sebelum wajah wanita itu menghantam besi pagar. Dominic menarik tubuh Harper dengan paksa, merengkuhnya dalam pelukan erat untuk menahan bobot tubuh sekretarisnya yang sudah benar-benar lemas tak berdaya.

​"Kau ini keras kepala sekali! Kalau sudah tahu tidak kuat, jangan berlagak sok tangguh!" omel Dominic dengan nada marah yang anehnya terdengar sangat cemas.

​Harper tidak bisa membalas. Napasnya terengah-engah, matanya terpejam erat, dan keringat dingin membasahi seluruh wajah cantiknya.

​Dominic menggendong pinggang Harper, setengah memapah dan setengah menyeret wanita itu kembali ke sofa kulit. Dia mendudukkan Harper secara paksa, lalu menahan bahu wanita itu agar tidak jatuh ke samping.

​"Kapten!" raung Dominic ke arah ruang kemudi di lantai atas, suaranya menggelegar mengalahkan suara mesin kapal. "Bawa kotak P3K kemari sekarang juga! Cari minyak angin! Obat anti mual! Apa saja! Kalau sekretarisku sampai pingsan di kapal ini, kalian semua kupecat dan kapal sialan ini kubakar jadi abu!"

​Kepanikan langsung melanda seluruh kru kapal. Kapten kapal berlari tergopoh-gopoh menuruni tangga sambil membawa sebuah botol kecil berisi minyak angin aromaterapi yang memang selalu disiapkan untuk penumpang VIP.

​"I-ini, Pak Dominic," ucap kapten itu gemetar menyerahkan botol hijau tersebut.

​Dominic menyambarnya kasar. "Kembali ke kemudimu! Kemudikan kapal ini senyaman mungkin atau kulempar kau ke laut!"

​Kapten itu langsung lari terbirit-birit. Dominic membuka tutup botol minyak angin itu cepat-cepat. Aroma pedas dan menenangkan langsung menguar di udara. Tanpa ragu, Dominic menempelkan botol itu tepat di bawah hidung Harper.

​"Hirup ini dalam-dalam," perintah Dominic setengah memaksa. Tangan kirinya masih melingkar kuat menahan pinggang Harper. "Buka matamu, Harper. Jangan berani-berani pingsan di depanku."

​Harper menghirup aroma minyak angin itu dengan rakus. Rasa hangat menjalar di rongga hidungnya, sedikit mengusir rasa mual yang melilit perutnya. Dia perlahan membuka mata, menatap wajah Dominic yang kini berjarak sangat dekat dengannya. Rahang pria itu mengeras, matanya menatap tajam penuh kekhawatiran yang tidak bisa disembunyikan lagi.

​"Aku... aku bisa memegangnya sendiri," cicit Harper lemah, mencoba meraih botol kecil di tangan Dominic.

​"Diam dan menurut saja!" bentak Dominic memotong protes Harper. Dia justru menarik pinggang Harper lebih dekat ke sisinya agar wanita itu tidak tumbang. "Wajahmu sudah seperti mayat hidup. Jangan banyak tingkah."

​Harper akhirnya menyerah. Tubuhnya terlalu lemas untuk berdebat. Dia menyandarkan kepalanya yang berat, membiarkan insting protektif bos arogannya itu mengambil alih kendali.

​Namun, ketenangan itu hanya bertahan kurang dari semenit.

​Tiba-tiba, sebuah ombak raksasa menghantam keras lambung kiri yacht tersebut.

​Brak!

​Kapal pesiar kecil itu berguncang hebat, miring ke satu sisi secara ekstrem. Harper yang belum sepenuhnya pulih langsung kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terlempar kuat ke arah depan.

​Dominic bereaksi kilat. Pria itu membuang botol minyak angin, merentangkan kedua lengan kekarnya, dan menangkap tubuh Harper sepenuhnya. Wajah Harper jatuh menabrak dada bidang Dominic dengan keras, sementara kedua tangan sang CEO mendekap erat pinggang sekretarisnya, mengunci wanita itu di pelukannya agar tidak terpental ke lantai.

1
Savana Liora
halo readersku tersayang. mohon maaf banget. aku masih hiatus. tgl 1 Insya Allah mulai up lg. karena saat ini aku lg mudik dan sinyal dikampung ternyata sangat susah banget. lg ada problem katanya. untuk kirim komen ini aku musti ke kabupaten dulu nih buat nyari sinyal. maaf ya 🙏
Siti Hasanah
CEO gilaaaa
MamDeyh
Blm up lagi nih kak😀
Savana Liora: halo readersku tersayang. mohon maaf banget. aku masih hiatus. tgl 1 Insya Allah mulai up lg. karena saat ini aku lg mudik dan sinyal dikampung ternyata sangat susah banget. lg ada problem katanya. untuk kirim komen ini aku musti ke kabupaten dulu nih buat nyari sinyal. maaf ya 🙏
total 1 replies
Rismayanti Ishar
Alhamdulillah cerita Novelx bagus2 semua 👏👏👏👏
Rasax semangat banget klu baca alurx👌Tiap hari kerjaan rmh cpt2 saya selesaikan Krn satu tujuan 🤭 mau lanjt lanjut baca karya KK Savana Liora 🥰🥰🥰🥰
sehat dan sukses sell ya Thor & ditunggu karya selanjutnya 🤲🤲🤲🤲🤲
TETAP SEMANGAT 💪💪💪💪💪
Muft Smoker
good Harper ,,
Kalo perlu si Dom tu sruh tdur di atas air laut pake sekoci ,,
biar Tau rasa dy ,,
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Rlyn
bgus harver🤭🤣
Muft Smoker
khawatir yx Pak bos ,,
makany jgn natckal Pak bos ,, nnti di tinggal Harper baru Tau anda ,,
😑😑😑
Eli Rahma
kok ada yaah manusia bentuknya modelan si Dom..bnr² bikin tensi naik nih
Fbian Danish
cemburu ni yeeee......
Pa Muhsid
galak amat pak bos cinta nya makin dalam ya makanya makin galak
Naureen Ridwan
punya boss kayak gitu ... udh q geprekk
Mei Saroha
kapan nihh bikin bos Dombret nyeselll.. pengen tau reaksinya
Sastri Dalila
cieee😅😅
Rlyn
pertama 🤭🤣
MamDeyh
Ya Allah kuatkan saya,Ya Allah kuatkan saya tiap baca kelakuan DomDom /Sob//Gosh/
Savana Liora: Aamiin
total 1 replies
Muft Smoker
pengen aq rujak si Dom ini kak ,,
boleh ta ,, 🤭🤭🤭😁😁😁

next kak
Muft Smoker: asyyaaap laa kak ,,
di rujak sing Lada ,, 👍👍👍🤭🤭🤭
total 2 replies
Maria Lina
emosi lamo"nengok dom thor
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
.
Mantappp
Mei Saroha
nelen ludah jangan lama2 Thor... kaga laper apa si Dom? eh, ud makan burger ya 🤭😊 tapi emosi tingkat dewa gitu pasti laper lagi kannn
Mei Saroha
jd pengen kasih bom kentut ke Dom mister perfect. asli nyebelin kuadrat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!