Kisah seorang gadis yang terpaksa menjadi pelayan pebisnis misterius dan kejam agar organ tubuhnya tidak dijual oleh pria itu akibat ulah ibunya sendiri.
Namun, ia tetap berusaha melarikan diri dari sangkar Tuannya.
Sebuah rahasia besar sang CEO terkuak saat pelayan itu hadir dalam kehidupannya yang membuat pria itu marah besar dan berencana membuat hancur kehidupan gadis itu.
Bagaimana kelanjutan cerita mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alensvy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
...****************...
"Damian, kita mau kemana?" tanya Anna pelan dengan perasaan yang cemas. Bagaimana tidak, ia diseret paksa dan pergi berdua saja dengan Damian di negara yang tak pernah ia kunjungi.
Damian yang mendengar pertanyaan Anna hanya diam. Ia fokus menyetir menembus jalanan yang semakin sepi. Hingga akhirnya, suara debutan ombak mulai terdengar dari kejauhan. Anna menoleh ke luar jendela dan matanya membesar saat menyadari tempat yang mereka tuju.
Sebuah pantai dengan pasir utuh yang membentang di depan mereka. Cahaya bulannya memantulkan di permukaan laut menciptakan kilauan indah yang menenangkan.
Damian memarkirkan mobil dan keluar lebuh dulu serta membukakan pintu untuk Anna.
"Turun," katanya singkat.
Anna keluar dengan perasaan campur aduk. Angin pantai langsung menerpa wajahnya yang membawa aroma sun laut yang khas. Ia memeluk lengannya sendiri.
"Kenapa ke sini?" Anna bertanya lagi dan menoleh ke Damian yang berdiri dengan tangan di saku celana sedang menatap laut.
Damian menghela napas panjang.
"Aku butuh udara segar."
Anna menatap pria itu dengan u gung. Damian yang ia kenal selalu serius dan dingin. Tapi malam ini, ada sesuatu yang berbeda–tatapannya.
"Kau lihat kursi di sana? Duduklah dulu disitu. Aku akan menyusul." Anna mengangguk pelan. Ia melangkah menuju kursi panjang tanpa perasaan ragu. Suasana pantai membuatnya sedikit lega. Ia merasa bebannya menghilang begitu saja saat angin menerpa kulitnya dengan lembut.
Tak berselang lama, Damian ikut menyusul sambil membawa kantong kresek yang berisikan beberapa es krim dan minuman.
"Kau menyukai pantai?" tanya Damian tiba-tiba.
Anna mengangkat bahunya.
"Saya tidak sering datang ke pantai, tapi.. Ya, aku suka. Rasanya menenangkan."
Damian tersenyum tipis dan menatap dalam mata Anna yang membuat Anna sedikit tak nyaman.
"Anna.." Anna menoleh.
"Apa kau pernah merasa... Terjebak dalam sesuatu yang tak bisa kau kendalikan?"
Anna terdiam sejenak. Ia tahu perasaan itu lebih baik dari siapa pun. Sejak hati ibunya menjualnya, sejak Damian menyeretnya ke kehidupannya yang penuh kendali.
"Ya," jawabnya pelan. "Aku mengerti perasaan itu."
Mereka saling menatap. Sejenak, waktu seakan melambatkan. Angin pantai berembus membawa kesunyian yang justru terasa begitu berisik di hati masing-masing.
"Baiklah, lupakan." jawab Damian sambil menghela napas sebelum ia melanjutkan lagi.
"Kau tahu siapa pesaing terbesarku dalam bisnis?" tanya Damian tanpa melihat ke arah Anna.
Anna mengerutkan kening, tidak menyangka Damian akan membahas bisnisnya di saat seperti ini.
Ia menggeleng pelan.
"Saya tidak tahu."
Damian menyendok sisa es krimnya sebelum menatap Anna dengan ekspresi yang sulit ditebak. "Dareen."
Anna spontan menoleh, matanya membesar.
"Dareen?" ulang ya memastikan bahwa ia tidak salah dengar.
Damian mengangguk, sudut bibirnya sedikit terangkat tapi bukan senyuman.
"Dia terus mencoba menyaingiku, tapi dia lupa bahwa aku tidak akan membuatkan siapa pun menginjak bisnis yang sudah ku bangun."
"Jika kau pikir aku membencinya hanya karena masalah pribadi, kau salah. Dia juga seseorang yang berusaha menjatuhkanku."
Anna menggenggam wadah es krimnya dengan erat. Dareen yang ia kenal cukup baik dan sopan. Berbalik dengan yang di katakan Damian.
"Ia sangat baik pada saya. Bukankah itu hanya perasaan anda saja sebagai pesaingnya?" tanya Anna yang membuat Damian sedikit terkekeh.
"Kau membelanya?"
"Bukan seperti itu." Jawab Anna sambil menunduk. Ia kembali terdiam tak tahu harus berkata apa lagi.
Damian bangkit. "Ayo pulang." tegasnya.
.
.
.
Next👉🏻
Kalo berkenan boleh singgah ke "Pesan Masa Lalu" dan berikan ulasan di sana🤩