Kinara Aulia. Seorang gadis pilihan keluarga Dirgantara, yang akan menjadi istri Kenan, laki-laki tampan, sukses, yang mempunyai segalanya, namun nahasnya. Ia mengalami kecelakaan saat akan menikah dengan wanita pujaannya.
Setelah mengalami kecelakaan, sang wanita yang ia cintai malah meninggalkan dirinya, karena tidak mau mempunyai suami cacat.
Kenan merasa terpuruk, tidak percaya diri. Sampai dimana keluarganya mencarikan istri untuk dirinya.
"Jaga batasan, kamu cuman istri kontrak pilihan keluargaku!" bentak Kenan.
"Aku juga tidak tertarik denganmu, jangan terlalu percaya diri," jawab Kinara Ketus.
•••
Lalu bagaimana kisah mereka? Setelah melewati banyak hal dalam kehidupan mereka?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukacoretan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janji
Tita dengan Alex, bergandengan tangan. Memasuki rumah kedua orangtua Tita.
"Selamat malam, tuan Bagas," sapa Alex tersenyum.
"Selamat malam, Alex. Kelihatannya ada kabar gembira," ujar Bagas.
"Ya, kami memang akan mengumumkan sesuatu," kata Alex tersenyum, menatap Tita.
"Yasudah, kita langsung makan saja," ujar Mareta.
"Betul, kita makan terlebih dulu, sebelum mengumumkan sesuatu," kata Bagas.
Alex hanya mengangguk sembari tersenyum.
"Maaf, kalo jamuannya cuman seperti ini," ucap Mareta.
"Ah, ini sudah lebih dari yang saya bayangkan, nyonya. Terima kasih sudah mengundang saya untuk makan malam," ucap Alex tersenyum.
Sepanjang pembicaraan, Alex selalu memancarkan senyuman khasnya.
Saat makan, tidak ada percakapan apapun, bahkan tidak ada suara apapun, hanya terdengar suara garpu dan pisau.
Meskipun Alex terkenal dengan pria dingin, tetapi rasanya kali ini, perasaannya sangat cemas, dia takut salah bicara, saat membicarakan hubungannya dengan Tita, kepada kedua orangtua Tita.
"Ini lebih bahaya, dari pada bertemu dengan musuh," gumam Alex.
Suasana hatinya tegang.
Setelah mereka menghabiskan makan malamnya, mereka berganti tempat.
"Ada kabar apa?" tanya Bagas penasaran.
Tita menyenggol tangan Alex, memberikan kode agar bicara dengan ayahnya.
"Ah iya, hampir saja saya lupa," ucap Alex gugup.
"Tidak usah gugup, anggap saja kita ini keluarga, karena sekarang kita berada diluar kantor," kata Bagas.
Alex hanya tersenyum, hatinya tidak bisa dibohongi, kalo dirinya sangat cemas.
"Ayok katakan, mau aku saja yang mengatakannya?" bisik Tita.
"Saya dengan Tita, sudah resmi mempunyai hubungan," ucap Alex.
"Hubungan apa?" tanya Bagas,
"Siapa tahu hubungan pekerjaan."
"Ah bukan, saya dengan Tita sudah memutuskan akan melanjutkan hubungan kami, kearah yang lebih serius," kata Alex.
"Maksudnya, menikah?" tanya Bagas.
"Ya, saya sudah mantap, akan menikah dengan Tita, wanita yang saya cintai selama ini," ucap Alex.
"Tidak terlalu buru-buru?" tanya Bagas.
"Tidak, untuk apa menunda, kalo sudah menemukan wanita yang cocok," jawab Alex.
"Baiklah, semua keputusan berada ditangan kalian, saya hanya bisa mendoakan dan mendukung kalian," ucap Bagas.
"Jadi, ayah menyetujui aku dengan kak Alex?" tanya Tita senang.
"Ya, ayah setuju," jawab Bagas tersenyum.
Tita tersenyum sumringah, mendengar ayahnya memberikan restu kepada mereka, karena selama ini, Bagas tidak pernah menyetujui Tita berhubungan dengan laki-laki manapun.
Tetapi dengan Alex, Bagas menyetujuinya, karena Bagas percaya, kalo Alex akan menjaga Tita dengan sangat baik.
"Rencananya, kami akan menikah dibulan ini," ucap Alex.
"Sepertinya tidak sabar sekali," goda Bagas.
Alex hanya tersenyum malu, mendengar godaan calon mertuanya.
"Baiklah, saya dengan istri saya akan membantu kalian, menyiapakan acara pesta pernikahan kalian," kata Bagas.
"Tidak usah, karena saya sudah mengurus semuanya, kalian cukup istirahat saja," ujar Alex.
Alex memang sudah menyiapkan untuk acara pernikahannya dari jauh-jauh hari, karena perkiraan Alex tidak pernah meleset.
"Secepat itu?" tanya Bagas.
"Tenang saja, anak buah saya banyak, jadi kita tidak usah capek," kata Alex.
"Baiklah, saya percaya dengan cara kerja kamu," ucap Bagas.
"Terima kasih sudah percaya dengan saya, tuan, nyonya," ucap Alex terharu.
"Sudah tugas kami sebagai orangtua, mendukung keputusan seorang anak, selagi itu benar," jawab Bagas tersenyum.
Sedikit cerita tentang Bagas, yang langsung meng-iyakan keputusan anaknya menikah.
Bagas percaya, kalo Alex laki-laki yang bertanggung jawab, karena tidak ada jejak cacat tentang Alex.
Setelah Alex menolongnya, beberapa waktu yang lalu, Bagas selalu berdoa kalo Alex adalah jodoh anaknya.
"Maaf, bukannya tidak sopan, tapi saya harus segera pulang," ucap Alex.
"Yasudah, terima kasih sudah menerima undangan kami," kata Bagas tersenyum.
"Sama-sama," jawab Alex,
"Saya izin pulang dulu."
Tita mengantarkan kekasihnya sampai kedepan.
"Besok aku akan menjemput kamu," kata Alex.
"Mau kemana?" tanya Tita penasaran.
"Ke rumah tuan Kenan, untuk membicarakan pernikahan kita, mereka juga berhak tahu," jawab Alex.
"Baiklah, aku akan menunggumu," ucap Tita tersenyum.
"Aku pulang dulu, ada kerjaan yang harus aku lakukan," pamit Alex.
Tita mengangguk, kemudian Alex meninggalkan kekasihnya, karena ada hal yang harus dia bahas dengan Aaron.
...
...
...
Sedangkan disisi kain, Kinara sedang melamun, air matanya membasahi wajah cantiknya.
"Sampai kapan, kamu akan berhenti menangis?" tanya Kenan, yang sedari tadi duduk, di belakang istrinya.
"Sampai kamu mau menceraikan aku," jawab Kinara.
"Jangan mimpi, aku tidak akan menceraikanmu," kekeh Kenan.
"Benar-benar egois," ujar Kinara kesal.
"Egois demi kebaikan, sepertinya tidak apa-apa," jawab Kenan.
"Kenan!" geram Kinara.
"Sudah malam, sudah waktunya untuk tidur," kata Kenan,
"Ayok kita tidur."
"Bodo amat, aku tidak mengantuk," jawab Kinara.
"Jangan membuat aku marah, Kinara Aulia!" ucap Kenan kesal.
Kinara membalikan badannya, lalu dia menatap suaminya.
"Aku tidak meminta, kamu ke sini," ucap Kinara kesal.
"Aku harus melakukan apa, supaya kamu tidak marah lagi," kata Kenan sudah pasrah.
"Selain bercerai."
"Lupakan mantan kekasihmu, atau bercerai denganku!" tegas Kinara.
"Aku sudah melupakan dia, sumpah demi Tuhan," jawab Kenan.
Kenan sudah bingung, harus menjelaskan bagaimana lagi, kepada istrinya, tentang perasaannya kepada Lana.
"Aku butuh bukti, bukan hanya sekedar omong kosong," ujar Kinara.
"Baiklah, akan aku buktikan," jawab Kenan.
"Aku istri sah, istri satu-satunya, tapi di sembunyikan, sangat miris sekali," ucap Kinara.
Setelah mengatakan itu, Kinara langsung meninggalkan suaminya.
Kinara bergegas masuk kedalam kamarnya, karena dia tidak mau mertuanya cemas, memikirkan dirinya dengan Kenan, jadi Kinara memutuskan untuk satu kamar.
Kinara naik keatas ranjang, lalu menyelimuti tubuhnya.
"Kalo aku tidak keguguran, mungkin aku sekarang, sedang menikmati masa kehamilanku," gumam Kinara.
Kinara mengelus perutnya yang masih ngilu, karena sehabis kuret.
"Semoga mendapat gantinya," harap Kinara.
Setelah memikirkan itu, Kinara memutuskan untuk tidur, karena malam sudah larut, dan matanya sudah sangat mengantuk.
"Dia sudah tidur saja, baru saja masuk kamar," ucap Kenan, yang tidak aneh lagi dengan istrinya.
"Jangan marah-marah mulu, aku tidak kuat, kalo harus memarahimu terus-terusan," ucap Kenan mengelus rambut Kinara.
"Maaf, belum bisa menjadi suami yang baik, dan kita kehilangan calon anak kita, aku yang sudah lalai menjagamu."
Kenan merasa bersalah, karena tidak mengetahui kalo istrinya sedang mengandung, jadi dia bersikap ceroboh.
"Mulai sekarang, aku akan lebih berusaha, menjagamu.."
Kenan terus mengusap rambut istrinya, cintanya semakin tumbuh, ia semakin tidak mau kehilangan Kinara, karena Kenan sudah jatuh cinta.
"Kamu wanita satu-satunya, nyonya Dirgantara."
Setelah puas menatap wajah istrinya, Kenan langsung membukan laptopnya.
Guna akan melanjutkan pekerjaannya yang sudah tertunda, karena harus menyelesaikan masalahnya dengan Kinara.
Tetapi Kenan baru ingat dengan janjinya kepada Kinara, Kenan membuka ponselnya.
"Beritahu media, kalo saya sudah menikah dengan seorang wanita bernama Kinara Aulia, beberapa bulan yang lalu."
Lalu Kenan menutup telfonnya.
***
tolong lanjutkan dulu crita kenan nya jangan lompat2 kak🤭
𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚝𝚑𝚞𝚛 𝚓𝚗𝚐𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐