Langit dan Bumi adalah pasir dalam Alam Semesta yang luas. Takdir yang mutlak menentukan. Kisah seorang anak yang terlahir dari Batu Kosmik Alam Semesta. Lin Tian, reinkarnasi dari sang legenda, Noa.
Bumi dan planet adalah wadah berdimensi 30, Alam semesta adalah wadah berdimensi 9000, dan seluruh kumpulan dari dunia absolute infinite atau kumpulan dunia setengah realita sejati yang berdimensi tidak terbatas. Manusia, makhluk berdimensi 3, dan kultivator, makhluk berdimensi 10 perbedaan yang sangat signifikan dengan dewa yang berdimensi 10.000 sampai berdimensi melampaui tak terbatas. Mereka akan terus bertarung memperebutkan kekuasaan dan menyelamatkan dunia. Harapan hanya ada di tangan Lin Tian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azriel Ahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15: Memurnikan Tombak Leluhur.
Secercah kesadaran yang Noa tinggalkan di sebuah batu cahaya dan melemparnya ke dunia lain yang tak lain adalah Great God Circle..
Tetapi, aura dari kekuatan nya saja cukup membuat mengerikan, bahkan Dewa kehancuran saja sampai mengatakan bahwa aura itu melebihi kekuatan Dewa pencipta pada bentuk terkuat nya.
Sementara itu, Lin Tian tengah berada di sebuah pasar perdagangan yang disebut Pasar harta karun.
Disana, Lin Tian diberi tugas untuk mencari beberapa esensi tingkat 10 (setara dengan dimensi 1000)
Noa sengaja menyuruh Lin Tian melakukan nya adalah mencari bahan untuk meningkatkan dan memurnikan Tombak Leluhur Alam semesta agar menjadi lebih murni untuk mereka.
Lin Tian mengangguk.
Dan disana, Lin Tian menggunakan nama samaran Tianlin, dia tidak dapat menemukan beberapa esensi jiwa bagus.
Disana terdapat sosok pria dengan aura kegelapan dan elegan yang amat sangat, dia bernama Huang Zi dari sekte boneka roh, dikenal karena ketampanan dan kekejamannya pada musuhnya.
Disana juga terdapat Huang Mei dari Sekte Langit, seorang gadis yang terkenal dengan kecantikan dan pesonanya yang luar biasa
Dan ketika memasuki beberapa toko, dia hanya memperoleh 8 esensi tingkat 10, Lin Tian lalu memutuskan untuk mengikuti sebuah pelelangan.
Yang dimana, pelelangan itu ternyata melelang banyak benda bagus, di antaranya ada karpet 7 kehidupan dan kematian, 3000 langkah dewa, gulungan formasi lama yang sobek, dan sebuah esensi Dewa Kosmos.
Esensi itu terdengar menarik bagi Lin Tian, tetapi bagi semua orang, itu hanya esensi biasa..
Lin Tian yang mendengar percakapan orang orang tentang esensi Dewa Kosmos, segera menggunakan kekuatan mental dan Mata Dimensi nya, dan dia bisa melihat bahwa aura asli dari esensi itu ternyata sudah ditutupi oleh sebuah segel.
Lin Tian bergumam "seperti nya tak ada yang tahu soal itu, kalau begitu, aku yang akan mengambilnya."
Lalu, saat esensi itu mulai dilelang, banyak orang yang tidak menawar karena tidak tertarik dengan esensi itu.
Lin Tian lalu menawar esensi itu dengan harga tinggi yaitu 10.000 koin Naga hitam.
Hal tersebut membuat semua orang terkejut karena itu hanya esensi biasa, tapi anak muda bernama Tianlin (Lin Tian) ini mau menawarnya dengan harga tinggi.
Huang Mei yang melihat hal tersebut cukup terkesan dengan anak muda bernama Tianlin yang menawar harga sedemikian besar hanya untuk sebuah esensi tak berguna.
Setelah esensi Dewa Kosmos jatuh ke tangan Lin Tian, barang yang dilelang selanjutnya adalah gulungan kuno yang sobek..
Sang Pemandu lelang memulai proses pelelangan dengan harga 1000 Yuan Naga hitam.
Huang Zi menawar gulungan itu dengan harga 10.000 Yuan Naga hitam.
Lin Tian sebenarnya tak tertarik dengan gulungan itu, tetapi Noa menyuruh Lin Tian untuk mengambil gulungan tersebut.
Jadi mau tak mau, Lin Tian beradu harga dengan Huang Zi dengan menawar 11.000 Yuan Naga hitam.
Semua orang terkejut melihat Lin Tian yang berani menawar harga dan bersaing dengan Huang Zi yang terkenal kejam.
Keduanya terus bersaing harga, hingga Lin Tian berseru "100.000 Yuan Naga Hitam!!"
Sungguh harga yang fantastis untuk sebuah gulungan sobek, Huang Zi akhirnya memilih mengalah apalagi dia juga memiliki banyak h. barang yang lebih bagus.
Setelah mengumpulkan bahan bahan yang diperlukan, Lin Tian segera pergi menuju ke tempat terdekat untuk pemurnian senjata.
Di perjalanan, dia ditemui oleh Huang Mei yang mengatakan bahwa diri nya cukup terkesan dengan keberanian Lin Tian untuk bersaing harga dengan Huang Zi.
Tianlin menjawab bahwa dirinya hanya beruntung saja, dan sebenarnya dia juga tak berniat bersaing harga dengan Huang Zi.
Di tengah tengah obrolan itu, terlihat Huang Zi yang datang dan mengucapkan selamat pada Huang Mei, lalu dia pergi dari sana dengan tatapan penuh kesombongan dan amarah pada Lin Tian.
Lin Tian terlihat tidak bergeming pada tatapan anak muda yang angkuh tersebut, dia lebih memilih untuk segera pergi menuju ke tempat peningkatan senjata..
“... ”
“Groo”
"Tap.. Tap.. Tap.. Tap... Tap."
Lin Tian memakai topeng sambil berjalan, jadi tak ada orang yang mengenalinya dan hanya tahu bahwa pemuda bertopeng itu adalah Tianlin.
Dia akhirnya sampai di tempat peningkatan senjata yang di miliki oleh seorang master yang ahli dalam peningkatan dan pemurnian senjata yang disebut Master Shi.
Lin Tian memasuki ruangan dan segera menemui Master Shi, dia mengutarakan tujuan kedatangannya adalah untuk meningkatkan senjatanya.
Master Shi berkata "Anak muda, kamu terlihat masih muda, tapi auraku melebihi ekspetasi ku, baiklah senjata apa yang ingin kau tingkat kan?"
Lin Tian menunjukkan Tombak Leluhur Alam semesta miliknya dan mengatakan "Ini adalah tombak saya, saya sudah menyiapkan bahan bahannya, mohon Master bersedia membantu."
Lin Tian menunjukkan rasa hormat nya.
Master Shi yang melihat sifat Lin Tian yang penuh sopan menyetujui nya, tetapi dia berkata "Anda tahukan berapa harganya nak?, aku juga tak bisa menjamin ini akan berhasil."
Lin Tian tanpa pikir panjang menyetujuinya dan berkata "saya tidak mempermasalahkan nya, master."
Secara kultivasi, Master Shi jauh dibawah Lin Tian, tetapi Lin Tian menghormati nya karena usia dan kebaikan Master Shi.
Lin Tian menyerahkan bahan bahannya kepada Master Shi, dan Master Shi memulai proses peningkatan.
Dia meleburkan bahan bahan dan Tombak itu ke dalam sebuah matahari buatan dari energi Yuan.
Sambil memulai proses peningkatan, dia juga berkata bahwa orang tua ini cukup kagum dengan senjata milik Tianlin.
Setelah proses peningkatan yang panjang, akhir Master Shi berhasil meningkatkan Tombak leluhur Alam semesta milik Lin Tian.
Lin Tian yang melihat hasilnya menjadi sangat senang dan berterima kasih kepada Master Shi.
Sesuai kesepakatan, Lin Tian membayar harganya kepada Master Shi, tapi Lin Tian menambahkan harganya untuk menghormati kerja keras Master Shi.
Di tengah tengah perbincangan itu, Huang Zi datang dan mengatakan bahwa dirinya cukup kagum dengan senjata milik Lin Tian, dan ingin membelinya..
Lin Tian dengan tegas berkata "Maaf.. aku tak bisa menjualnya."
Master Shi juga menyuruh Huang Zi untuk bersikap sopan sambil menunjukkan aura nya yang amat kuat..
Huang Zi berkata "Master, tak perlu kekerasan, aku akan memberinya 1 hari untuk berfikir."
Huang Zi lalu pergi..
Sementara itu, Master Shi menyuruh Lin Tian untuk pergi dari kota ini agar tidak diganggu oleh Huang Zi.
Lin Tian menerima saran Master Shi dan berkata "Terima kasih atas kebaikan Master, tapi, aku Tianlin tak akan pernah takut pada siapapun."
Dan Bersambung..
btw makin hari makin seru aja ni btw semangat terus ya kak up nya☺️