NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Menyerah

Biarkan Aku Menyerah

Status: tamat
Genre:Poligami / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:12M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pasha Ayu

Dalam rumah tangga, CINTA saja tidak cukup, ... Masih diperlukan kesetiaan untuk membangun kokoh sebuah BIDUK.

Namun, tak dipungkiri TAKDIR ikut andil untuk segala alur yang tercipta di kehidupan FANA.

Seperti, Fasha misalnya; dia menjadi yang KEDUA tanpa adanya sebuah RENCANA. Dia menjadi yang KEDUA, walau suaminya amat sangat MENCINTAI dirinya. Dia menjadi yang KEDUA, meski statusnya ISTRI PERTAMA.

Satu tahun menikah, bukannya menimang bayi mungil hasil dari buah cinta. Fasha justru dihadapkan kepada pernikahan kedua suaminya.

Sebuah kondisi memaksa Samsul Bakhrie untuk menikah lagi. Azahra Khairunnisa adalah wanita titipan kakak Bakhrie yang telah wafat.

Tepatnya sebelum meninggal, almarhum Manaf memberikan wasiat agar Bakhrie menikahi kekasihnya yang telah hamil.

Wasiat terakhir almarhum Manaf, akhirnya disetujui oleh Bakhrie dan keluarganya tanpa melihat ada hati yang remuk menjadi ribuan keping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAM TIGA TIGA

Fasha terjaga, ... dari gulungan selimut tebal, matanya terarah pada meja kerja lelaki yang kini terpaku di depan laptop.

Gantara tampak memainkan mouse, di layar yang sedikit terlihat seperti tengah memilih perintilan sparepart mobil.

Fasha kira Gantara sudah akan tidur setelah barusan menemaninya tidur, rupanya malam seorang Gantara masih terlalu panjang untuk ditutup.

Masih ada waktu untuk membuat kopi sendiri, terpaku dengan pekerjaan setelah memastikan istrinya tertidur.

Fasha semakin merasa bersalah, andai saja bisa memilih, Gantara akan lebih layak bersama wanita yang tepat. Bukan wanita yang sudah menumpahkan banyak cinta bodoh kepada pasangan sebelumnya.

Kembali Fasha memejamkan mata sesaat setelah Gantara menutup laptop dan lalu bangkit dari kursinya.

Fasha mulai menyimak dengan indera pendengaran, Gantara berjalan ke arah kamar mandi.

Gemercik air terdengar pula, disusul dengan suara takbir yang terdengar cukup pelan.

Fasha lekas membuka matanya, menatap punggung Gantara yang tengah menghadap Tuhan di waktu mendekati sepertiga malam.

Masha Allah, kurang apa lagi? Namun bukan bangga, Fasha justru semakin insecure.

Fasha kembali pura-pura tidur. Dan tak lama dari diam khusyuk-nya doa beserta dzikir Gantara, Fasha merasakan derit ranjang juga sentuhan lembut di tangannya.

Satu menit berlalu, kembali Fasha membuka mata yang tak lagi kantuk, Gantara sudah terpejam sembari menggenggam tangan mulusnya.

Pangkal hidung Gantara yang tegas, kini berada di depan mata Fasha. Masha Allah memang pahatan rupawan milik Tuhan ini.

"Jangan ditatap seperti itu." Fasha lekas memejamkan mata yang ternyata sudah terpergok memandangi suaminya.

Gantara hanya tersenyum kecil, lalu membuka mata untuk sekedar memastikan jika istrinya sudah kembali terpejam. "Selamat tidur."

Fasha menjawabnya dengan bergumam, keduanya sempat tertidur dua jam sebelum akhirnya alarm tubuh di kebiasaan mereka menyuruh terjaga untuk shalat subuh.

Fasha menggeliat kecil. Dan ketika membuka mata yang sebelumnya dikerjap, secara impulsif, Gantara menarik tangan Fasha yang sudah ke tepi ranjang.

"Nona..." Sontak, Fasha meraih tarikan tangan Gantara dan berakhir di pelukan suami.

Gantara tertawa, rupanya Fasha baru sadar jika tubuhnya akan terjatuh. Sebegitu menolaknya Fasha, bahkan dalam alam bawah sadar pun tak ingin mereka dekat.

"Terima kasih, Bang." Fasha bergumam pelan, lalu merasakan usapan di kepala polosnya.

"Ini gambaran pilihan hidup, Nona. Lebih baik terjatuh, atau berada dipeluk ku."

Fasha hanya menyengir kaku lalu beranjak dari tempat itu. "Shalat dulu, Bang, baru boleh gombal lagi."

Memeluk guling, Gantara tertawa pelan sambil memandangi punggung Fasha memasuki kamar mandi. "Sangat indah."

Yah, setidaknya pemandangan ini tidak haram bagi Gantara. Pinggang ringkih yang meliuk, rambut basah nan panjang di pagi hari, juga kemulusan tubuh Fasha yang entah kenapa bisa disia-siakan seorang Bachrie.

Tepatnya di pukul lima pagi, Fasha sudah rapi dengan pakaian hijab biru lembut. Ia keluar untuk memeriksa Abrar yang ternyata sudah mengoceh di sofa ruang tengah.

"Masha Allah, anak Mama." Digendongnya batita tampan itu, lalu membacakan surah- surah pendek untuk menyambut pagi Abrar.

"Semalam Abrar nggak rewel kan, Mbak?"

Rasanya, semalam Fasha tak mendapat ketukan pintu dari mbak Agya. Kira- kira jam sembilan malam tadi Fasha tidur dengan nyenyak sampai terbangun dan memergoki Gantara masih bekerja.

Bahkan setelah itu pun, tidak ada ketukan pintu yang Fasha dengar hingga subuh dia terbangun bersama Gantara.

Namun, Agya cengengesan. "Den Abrar sempat menangis jam 12 malam, untung Mas Dosen keluar buat bantu menidurkan Den Abrar lagi."

"Oya? ... Jam 12 malam?"

"Iya."

Ah, ternyata Fasha yang tak mendengar. Jadi sebelum terbangun di jam 2-an, Abrar sudah lebih dulu menangis di jam 12.

"Abrar nggak takut sama Bang Tara?" cecar Fasha.

"Nggak, Non." Agya memotong. "Malah langsung tidur, sampai pagi baru bangun lagi."

"Syukurlah," gumam Fasha.

Sebelumnya, di kampus, Abrar dan Gantara sudah sering bertemu, dan mungkin itu sebabnya Abrar menurut bahkan mau digendong dan ditidurkan oleh Gantara.

"Mau pada makan apa?" Seperti kemarin malam, Gantara yang baru keluar dari kamar menawarkan makanan.

Kali ini, Agya menyahuti. "Biar saya saja yang masak sarapan, ya, Mas Dosen?"

"Mbak Agya fokus ke Abrar saja. Sementara belum punya koki, biar saya yang masak. Asal doyan saja masakan saya."

Agya menyengir. "Masakan Mas Dosen enak kok. Yang nggak enak Sayanya. Masa perempuan dimasakin sama lelaki sih?"

"Santai, Mbak." Gantara sudah terbiasa melakukan apa pun sendiri. Yah, dan dia tipe manusia yang pegal- pegal jika diam saja.

Dibalik itu, Fasha yakin Gantara bukan orang yang mau berdekatan dengan wanita selain mahramnya. Maka, Fasha yang berinisiatif untuk membantu suaminya.

"Kalian sama Abrar saja. Biar Fasha yang bantu Bang Tara." Fasha meletakkan kembali Abrar bersama stroller dan Agya juga Nuri.

Kedua pengasuh cantik lagi sabar tersebut menurut. Fasha mulai mendekati Gantara lalu menanyakan apa yang bisa dia bantu.

Hanya mencuci sayuran yang akan dibuat soup, Gantara bahkan modus, memberikan tips dan trik lewat sentuhan lembut di tangan, sambil berdiri melekat di belakang tubuh Fasha yang melirik risih.

Sabar sekali Gantara mengajari istrinya ini dan itu sampai Fasha sendiri takjub dengan pengetahuan memasak Gantara sebagai seorang pria.

"Bang Tara bisa masak begini dari siapa?"

"Selebgram." Fasha lekas tertawa mendengar jawaban enteng Gantara. "Jadi Bang Tara juga mengikuti selebgram?"

"Untuk pengetahuan kenapa tidak?"

"Ingat ya. Selebgram juga lebih banyak mudharatnya dari pada faedahnya loh."

Gantara tersenyum, ia suka dengan cara Fasha mengingatkannya. "Nona takut saya mengikuti selebgram yang seksi?"

"Enggak!" Kikuk, Fasha lantas menundukkan wajahnya, menatap wortel yang kemudian dia iris kecil- kecil. "Lagian Bang Tara ngapain tahu selebgram seksi segala, berarti lihat?"

"Pengennya nggak lihat, tapi lewat."

Gantara hanya menjawab enteng sedari tadi. Dan Fasha tak mengira jika Gantara aktif di media sosial juga. Sejauh ini, Bachrie tak pernah membuka media sosial, mungkin juga itu yang membuat dunia Bachrie hanya seputar Fasha kemudian tentang Azahra yang cukup memberikan warna baru.

"Bang Tara suka yang seksi begitu?"

"Lebih suka Nona." Lagi dan lagi Gantara berhasil membuat Fasha tersipu tanpa sadar.

"Lagi pula bukan hidup kalau tidak ada godaannya kan? ... Ketaatan itu akan bisa dirasakan ketika ikut memasuki dunia yang dibarengi mudharat tapi mampu menyelamatkan diri dari nista itu."

Fasha menyelami perkara yang Gantara sampaikan. Ada kesombongan yang tersirat sepertinya. "Jangan ujub."

Gantara tertawa. "Insya Allah, sejauh ini ujub saya cuma karena sudah berhasil menjadikan Nona istri saya."

Fasha tertawa. Masha Allah, ternyata Gantara suka sekali melontarkan gombalan. Dan sejauh ini dia tak keberatan akan hal itu.

"Semoga Allah memaafkan kesombongan saya ini. Dan tidak mengambil lagi keindahan berupa Nona yang sudah saya miliki."

Fasha tercabik mendengarnya. Dan, mungkin Bachrie diambil darinya karena kecintaannya terhadap Bachrie sudah melampaui apa pun.

Ponsel Gantara dan Fasha bergetar bersamaan. Sebelumnya, mereka meletakkan gawai itu di atas meja makan dengan posisi yang tidak jauh.

Fasha berjalan ke sana, meraih ponsel miliknya kemudian membuka pesan group keluarganya. Kini, tersiar berita sakit parahnya Fatima yang mungkin sudah mendekati ajal.

Gus Emyr meminta pengertian keluarga untuk hadir menguatkan Jatmiko. Namun, Fasha sendiri tidak mungkin melakukan hal itu.

"Ada apa?" Gantara paling peka. Tanpa diberitahu, Gantara hapal raut wajah istrinya.

"Ummi Fatima semakin parah. Kasihan Abah juga lagi drop. Bang Tara mau kan bantu Fasha buat bawa main Abrar ke Abah?"

"Boleh."

"Fasha di rumah saja."

"Kenapa tidak ikut?" tanya Gantara. "Takut berpaling ke mantan?"

Fasha hanya diam, dan itu sudah menjawab pertanyaan Gantara barusan. "Ikut saja, insya Allah, ... Allah sendiri yang akan jaga hati dan perasaan istri saya di sana."

1
WHATEA SALA
Saya parnah di komeni penulis seperti author bilang,ya kaget aja...padahal komen ku gak membahas author nya "bikin cerita kok gini" cuma kesel sama si peran dalan ceritanya" ...ya sudah aku bilang"klu gak boleh komen ya maaf"gitu aja sih😁😁
WHATEA SALA
Azara sudah terbongkar kedoknya,mungkinkah fasha mau kembali pada bakrie..?? berharap sih enggak
WHATEA SALA
Klu masih cinta kenapa pulang ke indonesia,pake marah nangis kecewa..di nikmati aja apa yang terjadi meskipun sakit yang penting kan cinta..cinta...cinta,makan tu cinta klu sudah sampai muntah2 masih bilang masih cinta kah....!!??
WHATEA SALA
Syukurin kena tuduh...sudah suami di ambil orang e sok2an peduli sama anak nya,tinggal panggil emaknya kasih tau anak nya nangis
WHATEA SALA
Sombong amat anak nya miller tapi sombong mu gak ada guna karna suamimu nikah lagi....masih mau bertahan..??
WHATEA SALA
Preettt....mulai agama jadi sasaran
WHATEA SALA
oalah....fasha plus mu tambah😩😩
WHATEA SALA
Pergi aja fasha...kesannya kok seperti rebutan minta di kelon,pada kurang kerjaan,uuuphs...maaf cuma komen
WHATEA SALA
Andai bakrie dapat wasiat untuk terjun dari gedung mencakar langit kira kira mau gak ya...? ya jelas gak maulah karna tidak menguntungkan dan ada orang tercinta yang akan menangisin nya tapi wasiat ini sangat menguntungkannya walau ada hati tersakiti.keren ya laki laki macam ini
Eli Elieboy Eboy
𝑏𝑖𝑎𝑟 𝑔𝑎𝑘 𝑗𝑑 𝑑𝑢𝑑𝑎 𝑛𝑔𝑒𝑛𝑒𝑠 𝑙𝑜🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑒𝑟𝑒𝑛 𝑔𝑎𝑘 𝑡𝑢ℎ 𝑠𝑚𝑢𝑎 𝑏𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑡𝑎2 𝑑𝑟 𝑔𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑖𝑡𝑢 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑢𝑔𝑎𝑙2𝑎𝑛 𝑡𝑝 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑒𝑔𝑜𝑖𝑠 𝑦𝑔 𝑔𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑢 𝑚𝑎𝑛𝑡𝑎𝑛 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖 𝑑𝑖 𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑝𝑟𝑖𝑎 𝑙𝑎𝑖𝑛 😡😡😡
Eli Elieboy Eboy
🤣🤣🤣 𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠 𝑑𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑖𝑔𝑖𝑙
Retno aja
bener nabeel jangan sama ayana
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑤 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑖𝑡𝑢 𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑘𝑒𝑏𝑜𝑠𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑢 𝑦𝑔 𝑘𝑤 𝑢𝑐𝑎𝑝 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒 𝑎𝑐ℎ𝑎.... 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑚𝑎𝑚𝑝𝑜𝑠 𝑘𝑤 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒
Sari Nilam
Bahrie...ampun deh gamon ...
fasha udah bahagia ngapain masih ngarepin sesuatu yang sudah kamu buang dan abaikan. Gimana rasaya...nano nanokan
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus banget suka, terimakasih KK author semoga sukses selalu buat karya yg menarik lagi, terimakasih banyak🙏
Sari Nilam
bachrie laki2 gak punya urat malu sama dengan umminya yang angkuh.
acha sudahlah untuk apa masih peduli sana manfan syami dan mertua jahat
Sari Nilam
mantap cha...hiduplah bahagia dengan anakmu yang sempat diragukan oleh suami bodohmu itu. Biarkan bachrie menyesal seumur hidupnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!