Menjadi duda di usia muda membuat hati sang CEO menjadi dingin, apalagi trauma masa lalu mengenai rumah tangga membuatnya menutup diri untuk yang namanya Cinta.
Simak kelanjutan kisahnya, tapi disarankan sebelum membaca ini agar terlebih dahulu membaca karya Lepaskan Aku, agar bisa semakin faham jalan ceritanya, karena karya ini adalah lanjutan dari kisah penuh lika liku rumah tangga dari cerita tersebut.
Jadi, tunggu apalagi. Yuk cap cus, baca dan nikmati kisah nano nano yang ada di cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💘 Nayla Ais 💘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal total
Alwi berulang kali berdecak kagum melihat lembaran kertas yang ada di atas meja kerjanya, Ia masih belum percaya bahwa gadis ingusan yang masih seumuran dengan adiknya itu bisa menyelesaikan semua tugas yang Ia berikan dengan hasil yang membuatnya tercengang. Luna menuangkan ide- ide yang bahkan sama sekali belum pernah terpikirkan olehnya.
" Siapa Dia sebenarnya, lumayan juga. Hanya dalam waktu setengah jam waktu yang Ia butuhkan untuk hasil sebagus ini. " Monolog Alwi
Alwi memanggil seseorang melalui interkom
" Keruangan ku sekarang juga. "
Tidak berselang lama pintu ruangan pun di ketuk dari luar, dan muncul seorang Pria yang juga sangat tampan. Sebelas dua belas dari Mas Duda.
" Ada apa Pak. " Tanya Joan langsung tanpa basa- basi.
Alwi memperlihatkan sebuah foto yang Ia ambil secara diam- diam beberapa jam lalu saat tes berlangsung.
" Cari semua yang bersangkutan dengan gadis ini, laporkan padaku informasi sedetail mungkin, jangan sampai ada yang terlewat satupun. "
Joan masih berdiri, tidak seperti biasanya Ia langsung mengangguk dan pergi untuk menyelesaikan tugasnya.
" Kenapa masih berdiri disana Joan, cepat cari tau apa yang bisa kamu dapatkan untukku kali ini. "
Meskipun sudah di perintahkan untuk kedua kalinya Joan masih tetap saja berdiri, Ia belum juga keluar, hal itu membuat Alwi menepuk jidatnya pelan.
" Namanya adalah Luna, Luna Anggraini. Umurnya genap berusia delapan belas tahun empat bulan lagi, dia adalah sahabat adikku Ara yang baru. Hanya itu yang aku tau, fotonya nanti aku kirim. "
Joan baru pergi setelah mendengar beberapa penjelasan Alwi, Ia segera pamit untuk menjalankan tugasnya.
" Bagaimana aku bisa mencari seseorang yang bahkan namanya saja aku nggak tau, fotonya pun hanya di perlihatkan sebentar. Pak Alwi ada- ada saja, permintaannya selalu aneh. " Gumam Joan pelan.
Joan menggeleng- gelengkan kepalanya pelan, tapi Ia juga penasaran. Setelah bertahun-tahun lamanya, baru kali ini Ia dapat tugas menyelidiki seseorang wanita.
" Siapa Dia, apa Dia orang yang penting. Sudahlah, siapa pun Dia, ayo Joan. Siap tempur, temukan siapa gadis itu sebenarnya. " Joan menyemangati dirinya sendiri.
Di tempat lain
Luna sedang gelisah menunggu hasil dari semua tes yang Ia jalani tiga jam yang lalu, hal itu membuat ketiga sahabatnya saling pandang.
" Ada apa Lun, dari tadi makan siangnya hanya di lihatin doang. Dimakan dong, mubazir. Apa nggak enak, atau kita keluar cari makan. Mumpung ini masih ada waktu setengah jam lagi, bagaimana guys."
Ara melirik jam yang bertengger di pergelangan tangannya, saat ini memang masih tersisa waktu setengah jam sebelum mata kuliah terakhir mereka dimulai.
" Ah maaf. Yang ini saja Ra, nggak usah ke mana-mana. Baiklah, aku akan segera menghabiskannya. " Sela Luna, Ia mulai menyantap makan siangnya begitu juga dengan yang lainnya.
Sampai malam tiba pun Luna masih belum mendapatkan kabar apapun, Ia mulai pesimis dan berpikir bahwa tes yang Ia jalani hari ini gagal total.
" Ya sudahlah Lun, mau diapain juga. Kemapuan mu hanya sampai segitu, lupakan saja untuk dapat peluang bekerja di kantoran. Lebih baik saat ini kamu konsen kuliah saja dulu, toh Ayah juga selalu mengirim uang untuk mu. Mungkin belum waktunya bahagiain Ayah. " Luna akhirnya tertidur setelah penantian nya yang menurutnya sia- sia.
Pagi ini ternyata kejadian persis seperti yang kemarin, ketika akan berangkat ternyata Abi sudah lebih dulu berdiri di depan rumah kontrakannya. Karena pagi Ia Dia ada mata kuliah jadi Ia putuskan untuk ikut saja, toh pulangnya Ia bisa jalan kaki atau naik taxi online.
" Bagaimana kuliah mu Lun. " Tanya Abi membuka percakapan.
Rasanya sia- sia saja Ia berhasil mengajak Luna ikut dengannya tapi keduanya hanya diam saja, sedangkan jarak antara kontrakan Luna tidak terlalu jauh dengan kampus.
" Baik Mas, semuanya lancar. " Jawab Luna sekenanya.
Suasana kembali sunyi hingga mereka tiba di kampus UNINDRA, Luna turun dari mobil Abi. Beberapa mata menatap Luna dengan tatapan takjub, apalagi Abi yang sengaja turun. Membuat dirinya menjadi pusat perhatian.
" Makasih Mas. "
Abi mengangguk dan masuk kembali kedalam mobil miliknya.
" Oh ya Lun, nanti Mas jemput lagi sehabis pulang kuliah ya. "
Luna merasa tidak nyaman karena merepotkan Abi, Ia tau Pria itu pasti punya beribu kesibukan.
" Nggak usah Mas, terima kasih. Tapi Luna pulang jalan kaki saja, kan jarak dari sini kekontrakan dekat Mas. "
Memang begitu kenyataan nya kalau jalan kaki, Ia bisa mengambil jalan alternatif yang membuat Ia mencapai kampus secepat Ia berkendara.
Kalau berkendara Ia harus memutar jalan besar, sedangkan jalan kaki Ia bisa mengambil jalan tikus.
" Ya sudah, Mas pulang dulu. Sampai ketemu lagi nanti ya. "
Luna mengangguk pelan dan melangkah masuk setelah mobil Abi melaju meninggalkan area kampus.
" Lun. " Panggil Ara yang tiba-tiba berlari di belakangnya.
Luna menghentikan langkahnya menunggu sahabatnya mendekat kearahnya.
" Kok kamu berangkat duluan sih Lun, padahal tadi aku ke kontrakan mu loh, tapi ternyata kamu sudah tidak ada. "
Ada rasa bersalah di hati Luna ketika melihat raut wajah kecewa Ara sahabatnya.
" Kamu pergi sendiri atau di jemput sama Mas Abi lagi. "
Luna tersenyum, Ia tidak ingin berbohong pada sahabatnya itu. Pada saat yang bersamaan kehebohan kembali terjadi setelah genk kampung berkumpul.
" Hai guys. " Sapa Atika dan Sintia berbarengan.
" Hai juga. "
Hanya Luna yang menjawab sedangkan Ara memilih masuk terlebih dulu, sikapnya yang tidak biasa membuat tiga sekawan itu heran.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu