NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Racun No 1

Legenda Pendekar Racun No 1

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Xiao Chen kehilangan seluruh keluarganya akibat sebuah rumor tentang Buku Racun Legendaris yang sebenarnya tidak pernah ada. Keserakahan sekte-sekte besar dan para pendekar buta membuat darah tak bersalah tumpah tanpa ampun.

Dihantam amarah dan keputusasaan, Xiao Chen bersumpah membalas dendam. Ia menapaki jalan terlarang, memilih menjadi pendekar racun yang ditakuti dunia persilatan.

Jika dunia hancur karena buku racun yang tak pernah ada, maka Xiao Chen akan menciptakannya sendiri—sebuah kitab racun legendaris yang lahir dari kebencian, kematian, dan dendam abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Serigala di Antara Anjing Penjaga

​Xiao Chen melangkah keluar dari bayang-bayang sungai dengan tubuh yang terasa lebih ringan, meski masih jauh dari kekuatan masa kejayaannya.

Setelah satu malam bermeditasi, ia berhasil menembus kembali ke Ranah Pembersihan Tubuh tingkat awal. Kulitnya yang tadinya kusam kini tampak lebih kencang, dan matanya mulai memancarkan kilatan tajam yang tersembunyi.

​Saat ia memasuki kembali desa di kaki gunung, ketenangan pagi itu hancur oleh suara teriakan dan barang-barang yang dibanting.

Di depan sebuah kedai kecil, sekelompok pria bertubuh kekar dengan tato tengkorak di lengan mereka sedang menendang seorang pedagang tua.

​"Mana setoran minggu ini, Tua Bangka?! Kau pikir patung Iblis Xiao di sana bisa melindungimu?!" teriak pemimpin bandit itu, seorang pria bermata satu yang memegang parang besar.

​Xiao Chen berhenti tepat di depan mereka. Ia menatap pemimpin bandit itu dengan pandangan datar.

Di matanya, pria ini hanyalah semut yang bahkan tidak layak untuk ia lirik sepuluh ribu tahun yang lalu. Namun sekarang, semut inilah yang menghalangi jalannya.

​"Lepaskan dia," ucap Xiao Chen pelan, namun suaranya mengandung wibawa yang membuat udara di sekitar mereka mendadak dingin.

​Para bandit itu terdiam sejenak, lalu meledak dalam tawa. "Lihat ini! Seorang pengemis sok pahlawan!" Pemimpin bandit itu melangkah maju dan mencoba mencengkeram leher Xiao Chen. "Kau tahu siapa kami? Kami adalah Geng Tengkorak Hitam!"

​Sebelum tangan kotor itu menyentuh kulitnya, Xiao Chen bergerak. Gerakannya tidak cepat karena basis kultivasinya yang rendah, namun sangat presisi.

Ia menangkap pergelangan tangan si bandit, menekannya pada titik saraf tertentu, dan terdengar suara krak yang mengerikan.

​"Aaaarrghh! Tanganku!"

​Xiao Chen tidak berhenti. Ia menendang lutut bandit itu hingga hancur, lalu menghantamkan telapak tangannya ke dada pria itu.

Meskipun hanya kekuatan Ranah Pembersihan Tubuh, Xiao Chen menyisipkan sedikit sisa energi racun dari dalam nadinya. Wajah si pemimpin bandit langsung membiru, ia ambruk sambil memegangi tenggorokannya yang mendadak bengkak.

​Melihat pemimpin mereka tumbang dalam dua gerakan, tiga bandit lainnya menghunus senjata dan menyerang bersamaan.

Xiao Chen berkelit dengan anggun—sebuah tarian maut yang ia ingat dari ribuan pertempuran masa lalu.

Ia merebut parang salah satu bandit dan dalam sekejap, ketiga pria itu tumbang dengan luka sayatan di tendon kaki mereka.

​"Siapa... siapa kau sebenarnya?!" tanya salah satu bandit yang gemetar ketakutan.

​"Tunjukkan jalan ke markas kalian," jawab Xiao Chen dingin, matanya berkilat ungu sesaat. "Aku butuh tempat untuk beristirahat, dan kalian butuh pemimpin yang tidak sebodoh pria ini."

​Markas mereka berada di sebuah benteng kayu tua di atas bukit, tidak jauh dari desa. Di sana terdapat sekitar tiga puluh bandit yang sedang berpesta pora. Saat Xiao Chen masuk sambil menyeret pemimpin mereka yang sudah sekarat, suasana langsung hening.

​"Siapa yang berani mengusik ketenangan kami?!" teriak seorang pria besar bersenjata kapak, wakil pemimpin geng tersebut.

​Xiao Chen melempar tubuh si pemimpin ke tengah ruangan. "Mulai hari ini, tempat ini milikku. Siapa yang keberatan, maju sekarang."

​Melihat tubuh mungil Xiao Chen, para bandit itu merasa terhina. Lima orang maju sekaligus dengan senjata terhunus.

Namun, Xiao Chen tidak menggunakan kekuatan fisik semata. Ia menghentakkan kakinya ke lantai, melepaskan sedikit gas beracun yang ia kumpulkan dari tanaman beracun di sepanjang jalan menuju markas.

​Seketika, kelima bandit itu jatuh pingsan dengan mulut berbusa.

​"Masih ada yang ingin mencoba?" tanya Xiao Chen sambil berjalan menuju kursi besar di ujung ruangan.

​Melihat rekan-rekan mereka tumbang tanpa disentuh, sisa bandit itu langsung menjatuhkan senjata dan berlutut serentak.

Mereka adalah anjing penjaga yang hanya tunduk pada yang paling kuat, dan pria di depan mereka adalah monster yang tidak mereka pahami.

​Xiao Chen duduk di kursi besar itu, menyandarkan kepalanya di tangan. "Tugas pertama kalian... kumpulkan semua informasi tentang sekte-sekte besar di benua ini. Siapa yang memimpin, dan di mana lokasi perbendaharaan mereka."

​Xiao Chen menatap tangannya yang mulai pulih. Ia tidak akan memulai perjalanan ini sebagai pahlawan. Ia akan menggunakan para sampah ini sebagai pion pertamanya untuk membangun kembali kekaisaran mautnya.

​"Bai... Ling... tunggu aku," bisiknya di dalam hati. "Dunia ini akan segera tahu bahwa Iblis yang mereka segel... telah kembali untuk menagih hutang nyawa."

1
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Dendam yg tumbuh menjadi sebuah obsesi..
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz 🔥🌽
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll lanjut terus Thor
Agen One: 👍🤣😭🔥🔥😭🤣😱😱🤣🔥💪💪👍😭🤣😱🤭🤣👍🔥🔥🔥💪💪🔥🔥
total 1 replies
JUWANTO
🔥 Jejak Silat di Puncak Dimensi 🔥
Silat Nusantara • Kultivasi • Dunia Purba • Dimensi

MC tidak naif.
Kekuatan dibangun dari raga, napas, dan kehendak.

👉 Jika suka progres nyata & cerita panjang,
jangan lupa favorit & komentar.
Agen One: semangat teruzzz💪💪💪
total 1 replies
momoy
cuma mau tanya Thor umur Xiao Chen berapa waktu orang tua nya mati,trs di dalam gua ya ada di lembah beracun berapa taun kok bisa dah 25 taun aja
Agen One: 15 tahun
total 1 replies
Aman Wijaya
mantab xiao Chen
Agen One: terima kasih💪💪💪💪💪
total 1 replies
Aman Wijaya
xiao Chen kok gak bawa harta rampasan dari sektenya mu rong sekte pedang langit
Agen One: udah di ambil, cuma gak di jelaskan
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut
Aman Wijaya
mantab xiao Chen
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Hadir.. Tetap semangat Thor 💪💪
Agen One: Terima kasih mbah sudah hadir/Pray/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!