NovelToon NovelToon
Si Cantik & CEO Buruk Rupa

Si Cantik & CEO Buruk Rupa

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Gadis Scorpio

Adira adalah seorang gadis cantik yang memutuskan untuk langsung menerima lamaran dari pria yang tidak ia kenal untuk membalas sakit hati setelah mendapati kekasihnya berselingkuh.

Sifat Andira yang terkadang ceroboh telah membuatnya terkejut ketika di hari pernikahannya ia melihat calon suaminya yang ternyata adalah seorang pria buruk rupa.

Arkan adalah seorang CEO yang memiliki wajah buruk rupa setelah kecelakaan yang ia alami. Tunangannya meninggalkannya di saat terpuruknya sehingga membuat Arkan tidak percaya lagi pada wanita manapun yang bisa menerima segala kekurangannya. Arkan tidak peduli dengan istri yang di pilihkan oleh orang tuanya yang tidak lain adalah Adira.

Bagaimana kehidupan rumah tangga Adira dan Arkan ? Apakah Adira akan menyesali keputusannya dan Arkan tetap tidak mempercayai Adira ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Scorpio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehilangan Selera Makan

Pagi ini Arkan hanya sarapan sendiri karena Adira masih belum keluar kamar. Adira bahkan tidak menyiapkan sarapan seperti biasanya. Arkan tidak menyuruh pelayan memanggil istrinya untuk sarapan bersama karena masih merasa kesal dengan Adira yang mengatakan untuk mengakhiri pernikahan mereka.

Arkan hanya menyentuh sedikit makanannya. Entah karena rasa makanan yang berbeda atau karena Adira tidak ada bersamanya. Setelah itu Arkan pergi ke kantornya.

Adira melihat jam di pergelangan tangannya, biasanya jam segini Arkan sudah pergi bekerja dan Adira pun keluar untuk segera sarapan. Perutnya sudah keroncongan karena tadi malam ia tidak makan sama sekali. Setelah itu pun Adira pergi ke butik.

Arkan menghela napasnya, sejak tadi pagi ia tidak berkonsentrasi dalam bekerja. Ia masih memikirkan perdebatannya dengan Adira semalam. Berulang kali Adira mengatakan jika ia ingin menjadi istri yang baik, tapi Arkan yang terlanjur tidak percaya lagi dengan wanita menganggap Adira hanya berpura-pura kepadanya.

"Arghhh. Semua wanita sama saja."

Arkan melanjutkan kembali pekerjaan untuk mengalihkan ingatannya dari terus memikirkan Adira.

Malam harinya lagi-lagi Arkan makan malam sendirian karena Adira tidak pulang ke rumah. Pulang dari butik tadi Adira memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya.

Saat ini Adira bersama kedua orang tuanya baru saja mulai makan malam.

"Kau sudah meminta izin kepada Arkan untuk menginap di sini ?" tanya Abizar kepada putrinya.

Sejak menikah Adira tidak pernah sampai malam hari ketika berkunjung ke rumah orang tuanya karena Adira harus menyiapkan makan malam untuk suaminya.

"Sudah, pa." jawab Adira.

Abizar dan Nia tak merasa curiga sama sekali karena Adira memang selalu datang sendiri dan mengatakan jika Arkan sedang sibuk. Orang tua Adira mengerti jika menantunya itu selalu sibuk mengingat dia merupakan seorang CEO Wiratama Grup, salah satu perusahaan terbesar di negeri ini.

Keesokkan harinya lagi-lagi Adira pulang ke rumah orang tuanya.

"Adira." panggil Nia saat Adira baru saja pulang dari butik.

"Ya, ma. Ada apa ?" Adira mendekat dan duduk di samping ibunya.

Nia memperhatikan wajah cantik putrinya. Menatap dalam mata Adira.

"Bagai mana pernikahan mu dengan Arkan ?" tanya Nia lembut.

Adira tersenyum canggung mendengar pertanyaan ibunya.

"Ba baik-baik saja, ma." jawab Adira terbata.

"Kalian sedang tidak berantam kan ?" Nia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh putrinya.

"Tidak, ma. Mama tenang saja." kata Adira meyakinkan Nia.

"Arkan sedang pergi ke luar kota beberapa hari. Jadi aku bisa menginap di sini. Aku kan sudah lama tidak tidur di rumah ini." Adira memberikan alasan agar mamanya lebih percaya.

"Jadi kapan suami mu pulang ?" tanya Nia tiba-tiba dan Adira bingung untuk menjawab apa. Ia kemudian berpikir beberapa saat sebelum menjawabnya.

"Em, belum pasti, ma. Nanti dia akan mengabari jika sudah pulang." bohong Adira. Ia tidak tahu harus mengatakan apa.

"Aku ke kamar dulu ma, mau mandi." Adira memilih pergi sebelum ibunya bertanya yang lain lagi.

Setibanya di kamar Adira membuang napasnya kasar. Sampai kapan ia akan menginap di sini ? Tanya Adira dalam hatinya. Dua atau tiga hari mungkin orang tuanya tidak akan curiga. Dan bagaimana nanti dia akan kembali ke rumah suaminya jika Arkan tidak menjemputnya atau mengajaknya pulang. Entahlah. Tentang itu Adira akan memikirkannya nanti.

Setelah istirahat dan mandi, Adira turun ke dapur untuk membantu ibunya memasak makan malam seperti rutinitasnya sehari-hari.

Hari ini sudah empat hari Adira pulang ke rumah orang tuanya dan selama empat hari juga Arkan terlihat uring uringan di rumah sendii. Apa lagi saat sarapan dan makan malam. Arkan bahkan beberapa hari ini melewati makan malamnya karena tidak berselera.

Setelah mandi dan istirahat, Arkan menuju ke meja makan. Arkan hanya melihat saja makanan yang sudah di sediakan oleh pelayan tanpa menyentuhnya sama sekali karena saat ini ia benar-benar tidak tertarik sedikit pun untuk makan dan perutnya pun tidak merasa lapar. Akhirnya Arkan memilih pergi keluar rumah.

Arkan melajukan mobilnya menuju ke kediaman mertuanya yang belum pernah ia datangi sejak menikah.

"Selamat malam pa, ma." sapa Arkan canggung.

"Malam, Arkan. Selamat datang di rumah papa." kata Abizar menyambut kedatangan menantunya untuk pertama kali.

"Maaf. Aku baru bisa datang mengunjungi papa dan mama." balas Arkan sekadar berbasa basi kepada kedua orang mertuanya.

"Tidak apa-apa, nak Arkan. Kami tau jika kau sibuk."jawab Nia.

"Ayo, Arkan kita makan malam bersama. Sebentar lagi Adira juga akan turun." lanjut Nia lagi.

Saat Adira tiba di meja makan, ia terkejut melihat Arkan sudah duduk bersama kedua orang tuanya. Untuk apa dia datang ke sini ? batin Adira.

Dengan terpaksa Adira berjalan mendekat sambil menampilkan senyum terpaksa. Pura-pura senang melihat kehadiran suaminya. Adira mengambil tempat duduk di samping Arkan. Tanpa menyapa suaminya Adira mulai mengambilkan makanan dan meletakkan di piring Arkan seperti yang dilakukan oleh mamanya saat ini Kepa papanya.

Di saat semua makanan sudah di depannya, Arkan membuka masker yang selalu menutupi sebagian wajahnya. Adira dan kedua orang tuanya sama-sama terkejut. Abizar dan Nia terkejut melihat wajah buruk rupa menantunya. Sedangkan Adira terkejut melihat Arkan mau membuka maskernya didepan kedua orang tuanya.

"Silahkan menikmati makanannya." ucap Arkan untuk menghilangkan rasa tidak nyaman yang mungkin Arkan rasakan.

Arkan hanya menjawab dengan anggukan dan mulai memakan makanannya. Malam ini Arkan kembali merasakan makanan enak yang sesuai dengan seleranya setelah beberapa hari ini tidak ia rasakan. Arkan melirik Adira di sampingnya yang sedang menikmati makanannya. Arkan yakin sekali jika makanan ini Adira yang memasaknya. Ia bahkan bertambah dua kali seperti orang yang kelaparan karena beberapa hari tidak makan.

Setelah makan malam, mereka semua duduk di ruang keluarga.

"Kapan kau pulang dari luar kota ?" tanya Abizar kepada Arkan yang membuat pria itu bingung.

Seketika Arkan melihat ke arah Adira. Menduga jika pasti istrinya lah yang membuat kebohongan ini. Mengatakan jika ia pergi ke luar kota saat orang tuanya menanyakan tentang dirinya.

"Baru tadi sore, pa." akhirnya Arkan memilih mengikuti kebohongan yang di buat Adira. Sedangkan Adira yang sedang fokus melihat ke arah televisi sebenarnya memasang telinga mendengarkan pembicaraan suami dan papanya.

Waktu terus bergulir. Saat ini sudah pukul sembilan malam. Adira yang sudah mengantuk, bangkit dan ingin pergi ke kamarnya.

"Pa, ma aku ke kamar dulu."

Kata Adira menghentikan pembicaraan Arkan dan ayah mertuanya.

"Adira ajak suami mu ke kamar. Arkan pasti leleh baru pulang dari luar kota." balas Nia.

"Nak Arkan, menginaplah di sini malam ini." Nia beralih melihat menantunya.

Belum sempat Arkan menjawab tawaran dari ibu mertuanya, Adira sudah lebih dulu bersuara.

"Tidak, ma. Arkan akan pulang. Dia tidak nyaman tidur di tempat lain." kata Adira dengan lembut seolah-olah menjelaskan kepada ibunya tentang kebiasaan Arkan.

Tapi bagi Arkan itu adalah sebuah pengusiran secara halus terhadap dirinya.

"Oh, begitu. Maaf, mungkin rumah mama tidak senyaman rumah mu." ucap Nia kepada menantunya.

Adira melanjutkan langkahnya untuk menuju ke kamar tapi tiba-tiba terhenti saat mendengar perkataan dari suaminya yang membuatnya terkejut.

"Tidak masalah, ma. Aku tidak keberatan menginap di sini."

1
Rea Sitta
Luar biasa
Aidah Djafar
Uda tamat aja nih 🤔
blom lahiran c Adira 🤔
makasih Thor 🙏
Aidah Djafar
sultan di lawan wkwkwkwk
Aidah Djafar
di blokir tuh c duo ulet bulu 🤦🤣🤣🤣
Aidah Djafar
baru baikan 🤗udah mau ngadon lagi c paksu wkwkwkwk
Aidah Djafar
bukti cctv 🤗😁
Aidah Djafar
kacau paksu 🤦🤣🤣
Aidah Djafar
udam sampe lahiran aja di vila persembunyianmu Dira 🤗😁
Aidah Djafar
ternyata Dira sama kerasnya kek ibu mertua 🤗👏
biarin aja kasih pelajaran para paksu 🤗🤣🤣🤣
Aidah Djafar
cari istrimu sampe ke lobang semut 🐜🤣🤣🤣 jngn muncul dulu Adira maen tak umpet buat pelajaran paksu wkwkwkwk
Aidah Djafar
Adira di sembunyiin mertuanya 🤗
Aidah Djafar
konflik gegara c ulet bulu pelakor 😏😠
Aidah Djafar
dasar ulet bulu kkagak ada maluny udah di tolak ...murahan 🤦😏😏
Aidah Djafar
Adira the best👍👌👏
Aidah Djafar
ulet bulu vs ulet keket bekerja sama huuu MIT amit 😏 trnyata sepupuan 😏 sama2 bla*sak 😏😠😠
Aidah Djafar
pe*la*ur tarif tinggi uang nipis 🤣🤣🤣
Aidah Djafar
udah jngn ada yg tutupi paksu jujur gamblang 🤗
Aidah Djafar
jujur donk pada paksu jngn marah tapi ngk menjelaskan Dira 🤔

tuh c pelakor masih aja kek belatung nangka 😏🤦😠😠
Aidah Djafar
beri kosa katamu Dira pada c ja*Ng pelakor 😏 pura2 bagi harta ke yayasan demi kembali pada Arkan 😏 padahal tuh saldo Uda nipis 😏 dasar pelakor matre 😏😠
Aidah Djafar
dasar pelakor kagak punya urat malu huuuu😏🤦😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!