Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.
"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan dibalik masalalu
Sejak kejadian Annabella dan Georgio waktu itu, Annabella menutup hatinya untuk Georgio. Awalnya ia masih mencintai Georgio, tapi perasaan itu lenyap digantikan dengan kebencian.
Annabella akui, dari awal memang salahnya. Tapi waktu itu dia benar-benar tidak punya pilihan lain. Dibandingkan dengan Georgio, saat itu Jordan lebih berkuasa.
Awal menikah dengan Jordan semuanya baik-baik saja, Annabella yang belum bisa menerima kehadiran Jordan. Tapi semua itu tidak masalah bagi Jordan, dia tetap bersikap baik kepada Annabella. Tapi semakin lama dia berubah, Annabella tidak tahu penyebabnya apa, dan sekarang tanpa dia sadari, ternyata orang yang di cintai penyebab dari kehancuran nya sekarang.
Annabella baru saja melangkah masuk kedalam rumah nya. Sudah seminggu sejak kejadian dikantor Georgio waktu itu. Annabella ingin mencari Jordan tapi dia sama sekali tidak menemukan keberadaannya, se akan dia ditelan bumi.
Annabella benar-benar merasa kecewa dengan Georgio, dia sudah keterlaluan. Semua yang Jordan miliki dari awal memang miliknya, bukan Georgio. Kenapa dia harus balas dendam dan menghancurkan Jordan? Annabella pikir selama ini Jordan yang telah merusak hidupnya, memisahkannya dengan Georgio, tapi ternyata Georgio juga ikut menghancurkan hidupnya.
Kehidupan ini benar-benar sudah mempermainkannya. Orang yang di percaya justru dia yang menghancurkannya. Jordan tidak salah, Annabella harus menjelaskan semuanya, mau bagaimana pun, Jordan pernah baik kepadanya.
"Anna, ini surat perceraian kamu. Mama lupa, kemaren papa minta kamu untuk tanda tangani."ucap wanita paruh baya, Annabella duduk di sofa. Lalu menatap kertas itu.
"Jordan sudah tanda tangan ma?"wanita paruh baya itu menggeleng.
"Belum, setelah kamu tanda tangan, nanti mama kirim orang buat antar surat ini ke rumah dia."Annabella menunduk sembari menghela nafas panjang.
"Aku tidak mau tanda tangan, ma."ucapnya yang membuat wanita paruh baya itu terbelalak.
"Kenapa? Dia sudah nyakitin kamu, Na."Annabella menggeleng.
"Bukan dia ma."Annabella berdiri dari duduknya, sambil menenteng tasnya. "Aku berubah pikiran. Aku tidak mau cerai."
"Tapi kenapa?"
"Semuanya salah paham ma, Jordan tidak seperti yang mama pikir kok."Annabella tersenyum paksa dan memilih pergi menaiki tangga dimana kamarnya berada.
★★★
Cassandra mengerikan rambutnya dengan handuk sambil menatap pantulan wajahnya di cermin. Menunggu Georgio yang sedang mandi, tiba-tiba ponsel Cassandra berdering keras. Nama mama muncul di layar.
Cassandra mengangkatnya dengan nada kesal. "Ada apa, Ma?"
"Cassandra! Apa yang kamu lakukan?! Mama dengar Jordan bangkrut dan saham Cassano Corp malah naik tajam lagi! Kenapa kamu sekarang seperti ini?" suara ibunya melengking dari seberang telepon.
"Aku tidak bisa lagi menuruti kemauan mama, karena itu semua bukan tanggung jawab aku," balas Cassandra dingin. Cassandra ingat, ibunya ingin Cassano bangkrut dan sisa asetnya diberikan padanya. Mana mungkin Cassandra akan mengabulkan keinginannya.
"Kamu gila! Mama tau, Kamu akan tetap kaya, tapi kamu harus meminta jaminan padanya! Ceraikan dia, ambil bagianmu, lalu kamu bisa berfoya-foya! Jangan jadi bodoh karena cinta!" tuntut Ibunya. "Mama sudah meminjam uang dari teman mama dan berjanji akan membayarnya setelah kamu memberiku uang! Jika kamu tidak memberi mama minggu ini, mama akan datang ke perusahaan dan membuka semua aibmu!"
Ancaman itu membuat Cassandra terdiam sejenak. Ancaman Ibu Cassandra ini bisa merusak momentum yang baru saja mereka bangun. Cassandra belum mengakui kalau dia pernah berselingkuh, dia harus mengatakannya sendiri, jangan sampai Georgio mendengar dari mulut orang lain. Tapi bisa saja Georgio sudah tau kan? Jadi Cassandra tidak perlu takut dengan itu.
"Anda tidak akan berani, Ma," ujar Cassandra, mencoba terdengar tenang.
"Tentu saja saya berani! Kamu harus menuruti permintaan saya, atau semua orang akan tau betapa bodoh dan serakahnya kamu dulu!"
Cassandra tersenyum sinis. "Kamu terlambat, Ma."
"Apa maksudmu?"
"Aku sudah memberitahu suamiku segalanya. Dia sudah tau siapa aku." kata Cassandra dengan nada kemenangan. "Mama datang? Tidak masalah. Mama akan diusir oleh keamanan, dan Georgio hanya akan makin yakin bahwa dia harus memutus kontak dengan benalu seperti mama. Jadi, cobalah, Ma. Aku tunggu mama di pintu masuk Cassano Corp."
"Kamu yakin sudah menceritakan semuanya? Mama tidak yakin. Lagian Mama tidak peduli dengan suami mu, yang penting semua bawahan suami mu harus tau, kalau kamu pernah selingkuh. Jangan pernah main-main sama mama Cassandra, kamu tunggu saja!"
Cassandra mematikan telepon sepihak, napasnya memburu. Ia melirik ke kamar mandi, memastikan Georgio tidak mendengar.
Cassandra menghela nafas kasar. Keluarga sendiri juga bisa menjadi racun.
Pintu kamar mandi terbuka, terlihat Georgio keluar dengan handuk melilit pinggang dan rambut basah, tidak henti-hentinya Cassandra terpesona melihat ketampanan suaminya. Tanpa sadar Georgio sudah berada di hadapan Cassandra, menatapnya menggoda.
"Tadi malam aku sudah memanjakan mu, masih belum puas?"goda Georgio membuat Cassandra terbelalak, dia memukul pelan lengan Georgio dan meletakkan ponselnya yang masih dia pegang ke atas meja rias.
"Jangan asal ngomong!"ucap Cassandra dengan nada sedikit malu, lalu kembali menatap cermin, melanjutkan mengeringkan rambutnya.
Georgio lebih mendekati Cassandra, berdiri di belanjanya sambil memeluk pinggang Cassandra, dari cermin tampak Georgio menyembunyikan wajahnya di tengkuk Cassandra.
"Ada masalah lagi ya?"tanya Georgio menyadari perubahan raut wajah Cassandra, tidak seperti saat bangun tidur tadi, dia terlihat ceria saja, sekarang tiba-tiba berbeda.
Cassandra menggeleng."Tidak ada, kenapa emangnya?"
"Wajahmu tidak bisa bohong."Cassandra meletakkan handuk nya ke atas kursi, ia berbalik menatap lamat Georgio.
"Kalau dulu aku pernah melakukan kesalahan, kamu mau memaafkan aku?"tanya Cassandra tiba-tiba. Mendengar itu Georgio mengerutkan dahinya.
"Kenapa bertanya seperti itu?"
"Aku dulu banyak melakukan kesalahan, kalau tau kamu akan marah?"Georgio tersenyum kecil.
"Apa pun kesalahan kamu, aku pasti akan memaafkannya."jawab Georgio.
"Kamu yakin? Kalau kesalahan ku terlalu besar gimana?"Georgio menggenggam kedua lengan Cassandra dan membawanya duduk di ranjang.
"Dulu kamu tidak mencintaiku, buat aku hanya itu kesalahan besar mu."mendengar itu Cassandra tersenyum haru, lalu beralih memeluk Georgio.
"Sebenarnya dulu aku tidak berharap banyak padamu, dulu aku tau kamu mencintai orang lain, sampai kita menikah kamu terus berhubungan dengan dia."mendengar itu Cassandra melepaskan dekapannya menatap Georgio terkejut, jadi benar Georgio tau soal perselingkuhan nya?
"Kamu tau?"tanya Cassandra.
Georgio mengangguk."Dulu aku berfikir, asal kamu ada didekat ku, aku tidak peduli dengan apa pun. Aku tidak peduli kalau kamu mencintai orang lain, bahkan kamu membiayai dia pakai uangku."
Georgio tertawa kecil mengingat masa itu, dia mengecup puncak kepala Cassandra sekilas. "Kamu memang istri yang paling nakal."ucapnya sambil menjentik pelan dahi Cassandra.
Cassandra cemberut, mengelus dahinya sekilas. "Harusnya kamu marah, kok malah ketawa."
"Sebenarnya aku mau marah, tapi tidak ada gunanya, lagian dengan itu aku bisa membeli harga diri mantan mu itu."
Cassandra tersenyum kecil. "Ternyata kamu selicik itu."gumamnya
"Aku belajar darimu."