FOLLOW IG AUTHOR 👉@author Three ono
🔥🔥🔥
Harap bijak, banyak adegan me-sum di dalam novel ini.
Hanya imajinasi author semata, jangan cari di dunia nyata.
"Menikahlah denganku, aku akan bertanggung jawab," ujar Daniel.
"Kita sudah sama-sama dewasa, hal itu wajar bagi orang dewasa. Mari lupakan semuanya, anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa." Mia menolak tawaran menikah dari Daniel.
Mia Khalisa, seorang sekretaris CEO perusahaan Star company. Penampilannya jauh dari kata cantik dan seksi. Siapa sangka kalau dibalik penampilannya yang kuno, tersembunyi sesuatu yang sangat luar biasa dan memiliki sejuta pesona.
Pencinta serial drama merapat 🙈🙈 yuk masuk dalam dunia drama author ❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Three Ono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Salah Pulang
°°°
Daniel dan Mia terpaksa pulang menggunakan taksi yang dipesankan oleh pemilik restoran. Mereka tidak mungkin pulang menggunakan mobil yang mereka bawa dalam keadaan mabuk.
"Tuan, kami harus mengantarkan kalian kemana?" tanya supir taksi yang belum melajukan mobilnya karena belum mendapatkan alamat.
"Antar aku ke white house di jalan south street." Daniel sedang menyandarkan tubuhnya ke belakang seraya memejamkan matanya, kepalanya terasa sangat berat dan pusing.
"Lalu nona ini bagaimana, apa dia juga tinggal bersama anda?" tanya supir taksi itu lagi. Dia tidak mau nantinya kebingungan mau membawa wanita itu kemana.
Mendengar pertanyaan supir taksi itu, Daniel pun mencoba membuka matanya. Dilihatnya samping kirinya, ada wanita yang sama seperti dirinya mabuk dan hampir tak sadarkan diri.
Daniel mencoba membangunkan sekretaris Daddy nya itu untuk menanyakan alamatnya.
"Hai kau... bangunlah dan katakan padanya dimana rumahmu," ujar Daniel seraya mengguncang lengan Mia.
"Apa... rumah? hahaha... rumahku disana...," tunjuk Mia asal, dia sungguh sudah tidak sanggup menguasai dirinya.
"Katakan yang benar... kau payah sekali. Kenapa harus meminum minuman ku kalau tidak kuat minum," keluh Daniel.
"Jadi bagaimana Tuan, saya harus mengantarkan wanita ini kemana?" tanya supir taksi itu.
"Diamlah!! Aku semakin pusing kalau kau terus bertanya." Daniel memegangi kepalanya yang berdenyut.
Supir taksi itu melongo, sial sekali harus membawa penumpang mabuk seperti mereka.
Kalau saja kalian tidak membayar ku mahal, aku pasti menurunkan kalian di pinggir jalan. Kesal si supir taksi.
"Tuan anda harus memutuskan mau membawa nona ini kemana?" tanya supir itu sekali lagi.
"Terserah kau mau bawa dia kemana, cepat jalankan mobilnya saja. Aku sudah ingin pulang dan tidur di ranjang ku." Daniel menjawab asal, dia tidak mungkin juga membawa wanita itu pulang dan membiarkan Daddy nya tau kalau sekretaris nya mabuk karenanya. Bisa habis Daniel sama daddy-nya.
Akhirnya supir taksi itu melajukan mobilnya entah kemana biarlah ia pikirkan nanti.
Sepanjang perjalanan mereka berdua tidak bisa diam, Mia yang sesekali tidak sengaja menyenderkan kepalanya di pundak Daniel membuat pria itu protes.
"Hai kamu duduk yang benar nona," sentak Daniel pada Mia.
Sementara Mia sudah seperti bukan dirinya, dia bertingkah seakan sedang menaiki wahana permainan dengan menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan.
"Waaahhh seru sekali, aku sudah lama tidak naik roller coaster." Saat Mia mabuk memang seperti itu. Dia akan lupa pada dirinya yang sudah dewasa dan bersikap seperti gadis muda.
"Diamlah!! kau jangan terlalu dekat denganku," ujar Daniel seraya mendorong kening Mia untuk menjauh. Pria itu risih saat Mia mendekatkan wajahnya.
Sementara supir taksi di depan sedang sibuk mencari tempat penginapan untuk mereka. Ya biarkan saja dia akan menurunkan mereka disana. Supir taksi itu tidak mau dipusingkan dengan wanita yang sedang mabuk nantinya.
Itu dia, tempat itu cocok untuk mereka. Sepertinya mereka cukup punya uang untuk membayar kamar disana. Ujar supir taksi itu dalam hatinya.
Taksi itu berhenti tepat di depan sebuah hotel bintang tiga karena tidak terlalu besar jika dilihat tapi sepertinya cukup mewah.
"Tuan kita sudah sampai," ujar supir taksi itu.
Karena kepala yang sudah benar-benar pusing akhirnya Daniel pasrah saja saat ada orang yang membawanya masuk ke dalam kamar hotel bersama dengan Mia yang juga terus merancau tak jelas.
"Pak, apa tidak apa-apa membiarkan mereka dalam satu kamar?" tanya pelayan hotel itu.
"Tidak apa-apa mereka itu sepasang kekasih," ujar supir taksi itu lalu dia pergi begitu saja.
Pelayan hotel itu pun menutup kamar itu, meninggalkan dua orang yang sama-sama mabuk di atas satu tempat tidur.
Mia tidak bisa tenang diatas tempat tidur, dia bergerak kesana-kemari hingga mengusik Daniel.
"Kenapa kasurku jadi di empuk sekali, aahh nyamannya," gumam Mia mencari kenyamanan tapi sayangnya tangannya justru bersarang di dada Daniel yang berada di sampingnya.
"Apa ini, kenapa keras sekali...,"
Mia meraba-raba dada dan perut Daniel yang tentunya terasa keras dan liat meski masih terbalut kemeja.
"Nyamannya, ini sangat hangat," ujar Mia yang kini meletakkan kepalanya di dada Daniel.
Pergerakan Mia sungguh mengganggu Daniel, dia yang sudah terlelap terpaksa kembali bangun saat merasa sesuatu menimpa tubuhnya.
Dengan kepala yang masih sedikit pusing Daniel membuka matanya dan melihat ada seorang wanita di atas dadanya.
Kenapa wanita ini ada di kamarku, pikir Daniel yang belum menyadari kalau dirinya bukan berada di kamarnya melainkan ada di kamar hotel.
Daniel mencoba bangun tapi Mia terus menindihnya seraya mencari kenyamanan. Sebagai pria normal Daniel tentu sedikit terganggu dengan apa yang Mia lakukan. Dia pun berusaha menyingkirkan tangan Mia dari atas dadanya.
"Bangunlah dulu Nona, kau menekanku terlalu keras. Aku tidak bisa bernafas," ujar Daniel.
Sementara Mia yang mendengar suara pria pun mendongakkan kepalanya hingga mata mereka saling bertemu.
"Kau tampan sekali, siapa namamu tampan?" tanya Mia seraya tersenyum, senyuman yang baru pernah ia perlihatkan pada Daniel atau bahkan orang lain. Hingga Daniel memaku di tempat.
"Percuma saja punya wajah tampan kalau hanya menyakitkan, yang tampan pasti hanya mencari yang cantik dan rupawan. Setelah itu kalian mengajaknya ke atas ranjang," ujar Mia seraya bangkit. Entah kenapa tiba-tiba kesedihan melanda dirinya saat kembali mengingat pengkhianatan mantan kekasihnya. Begitu menyakitkan saat menyaksikan dengan mata kepala sendiri orang yang kita cintai sedang bercin*ta dengan wanita lain.
Daniel juga merasakan kesedihan dari nada bicaranya assisten daddy nya. Dia duduk di samping Mia.
"Apa kau menangis, hai... lihat kemari..."
Daniel meraih dagu Mia agar menghadap ke arahnya. Benar saja saat ini pipi wanita itu sudah basah oleh air mata. Daniel pun mengusap lembut pipinya menggunakan ibu jarinya.
"Kenapa kau menangis? Siapa yang telah menyakitimu nona?" Daniel tetap memanggil Mia dengan sebutan Nona karena sampai saat ini dia belum mengetahui namanya.
"Apa aku begitu jelek sampai dia tega berkhianat," ujar Mia.
Daniel menatap lekat wajah Mia dari dekat dan mengucapkan apa yang ada di pikirannya, "Kamu cantik."
"Kamu bohong, kalau aku cantik kenapa dia lebih memilih wanita lain. Apa karena aku tidak mau tidur dengannya?" Mia menangis sesenggukan membuat Daniel membawa wanita itu dalam pelukannya. Ini aneh, entah kenapa Daniel tidak tega melihat Mia menangis.
"Jangan menangis lagi, ada aku disini."
Mendengar ucapan Daniel, seketika membuat Mia melepaskan diri dan menatap pria itu.
"Kau... apa kau mau terus disampingku?"
Daniel mengangguk.
"Benarkah, apa artinya kau mau menjadi pacarku?"
Dan Daniel mengangguk lagi tanpa sadar, melihat wajah Mia yang berbinar membuatnya terpana.
Mia pun menghambur ke pelukan Daniel sampai pria itu tersungkur ke belakang.
"Aku bahagia, akhirnya aku punya kekasih juga. Mamah pasti senang mendengarnya."
to be continue...
°°°
Bagaimana ini?🙈🙈
Like komen dan bintang lima 😍
Gomawo ❤️❤️❤️
betul-betul-betul
👍👍👌👌👌
Apakah kali ini Deddy dan Mommy membiarkan Moa tidak ikut makan? Lanjuuut Thor
Semanhaaaaaaat...💪💪💪💪😊💝😁
Daniel tak menanggapi permintaan Daren. Karena urusannya hanya soal wanita. Tapi kalau berkaitan dg medis pasti Daniel tak segan mengantarnya.
Akhirnya Daniel pun mengusirnya krn sdh muak dg gayanya yg sok keren
Daniel dpt telepon dari mamanya, saat diangkat ternyata suara Daddy-nya yang mengancam akan menutup RS kalau tdk pulang sekarang, dengan malas Daniel pulang kerumah
Mia berpamitan mengantar Catty dan Kenan sekalian ada sedikit keperluan