NovelToon NovelToon
Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Leogirl's

Keysa Indira Fidelya, gadis cantik dan kaya raya, menutupi latar belakang dan kecantikannya demi melarikan diri dari pernikahan. Ia pergi ke Kota B dan menjadi seorang mahasiswa yang berpenampilan culun dan tidak menarik sama sekali di sana.

Namun, tidak pernah disangka kalau hari pertama di kota pelariannya, Keysa akan bertemu dengan seorang pria paling disegani di Kota B. Seorang pria yang berani mencium paksanya sampai dua kali.

Devano G Mahardika, lelaki sombong, orang terkaya nomor satu di kota B, bahkan di Negara X. Lelaki yang menyebabkan Keysa marah karena telah berani menciumnya secara paksa dan terjadi konflik di antara mereka. Akan tetapi, Devano juga tanpa sengaja telah menyelamatkan Keysa yang sedang dalam masalah.

Dengan hal tersebut, cerita kedua insan ini dimulai, dari yang menantang banyak masalah, latar belakang kehidupan, permusuhan menjadi percintaan serta orang ke tiga juga mewarnai cerita kehidupan mereka.

*Cerita ini mengikuti Misi Kepenulisan yang diselenggarakan oleh Noveltoon. Jika ada kesamaan dengan novel lain harap maklum, karena alur ditentukan oleh editor dan author hanya mengembangkannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leogirl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

15

Devano sedang menunggu kedatangan Keysa di kamar saat tiba-tiba ponselnya berdering. Saat dilihat, kontak dengan nama Miss Culun tertera di layar. Devano pun langsung menerima panggilan itu dan betapa terkejutnya ketika mendengar kalau gadis yang ditunggunya mengalami kecelakaan. Devano semakin dibuat terkejut sekaligus murka begitu mengetahui siapa yang menabrak Keysa. Ia sangat marah mendengar suara lelaki yang mengaku telah menabrak Keysa, ditambah lagi panggilannya langsung diputus begitu saja oleh lelaki di seberang sana.

"Agrh ... sialan!" Devano melemparkan ponselnya ke lantai, lalu meninggalkan rumah dengan membawa kemarahan bagi si penabrak. Ia menyusul Keysa.

Di sisi lain, Keysa masih berhadapan dengan lelaki sombong yang menyebut namanya Exel, yang tak lain dan tidak bukan adalah kakak Cheryl.

Keysa meminta Exel untuk mengembalikan ponsel kepadanya.

"Kembalikan ponselku!" pinta Keysa sembari menengadahkan sebelah tangannya.

"Tidak mau," tolak Exel.

"Hei, itu ponselku. Sini kembalikan!" Keysa mencoba merebut ponselnya dari tangan Exel, tetapi gagal.

Hingga lelaki yang berdiri di tepi jalan dekat tebing dengan sengaja melempar ponsel Keysa ke bawah gunung. "Ups, sory, jatuh!" ujarnya sembari menutup mulut.

Keysa memolototi Exel. Terlalu malas untuk meladeni ucapan Exel yang sudah jelas-jelas dengan sengaja membuang ponsel milik Keysa. Dengan pipi yang sudah mengelembung, Keysa menaikkan sedikit gaunnya dan berjalan cepat ke arah ponselnya di lempar.

"Ya Tuhan, kenapa dia melemparnya ke sana?" gerutu Keysa.

Dari tempatnya berdiri, Keysa menatap tebing curam yang ada di bawah sana. Ponselnya dilempar ke sana, meskipun masih tersangkut di bagian atas. "Apa yang harus kulakukan?" Jika Keysa bersikeras ingin mengambil ponsel, maka ia bisa jatuh ke bawah tebing kapan saja.

"Dasar lelaki tak tahu akhlak. Sudah menabrak, sekarang malah melempar ponselku ke tempat curam kaya gini," rutuk Keysa sembari menoleh ke arah Exel, lalu kembali membuang muka.

Keysa begitu geram kepada lelaki yang sombongnya sebelas duabelas dengan Devano. Tidak ada pilihan lain, ponsel itu satu-satu ponsel yang Keysa miliki. Ia pun lantas melemparkan sepatu hak tinggi yang dipakainya, lalu merobek

bagian bawah gaun dengan paksa, hingga memperlihatkan kaki panjang dan ramping miliknya. Tanpa pikir panjang lagi, Keysa merangkak turun dengan hati-hati untuk mengambil ponselnya yang tersangkut. Lalu menghubungi panggilan darurat, begitu berhasil mendapatkan kembali benda pipih itu.

Tanpa sepengetahuan Keysa, Exel memperhatikan Keysa yang tampak cemas saat berbicara dengan seseorang di telepon. Exel bisa menebak kalau orang di seberang sana sedang menenangkan Keysa, hingga Keysa tampak sedikit lebih tenang setelah berbicara dengan seseorang itu. "Alangkah bahagianya, jika dulu kakakku juga mendapat orang sebaik itu untuk menolongnya," gumam Exel, yang malah mengingat kejadian yang menimpa kakaknya.

***

Devano mengendarai mobil dengan sangat cepat dan tidak perlu lama untuk sampai di tempat yang disebutkan Keysa. Setiba di sana, ia langsung menepikan mobilnya asal begitu melihat lelaki yang dikenalnya sedang berada di tepi jalan. Dengan amarah yang menggunung, Devano lantas menghampiri dan memukul Exel.

"Sialan, apa yang kau lakukan kepada wanitaku?" hardik Devano sembari menghadiahi bogem mentah ke muka Exel.

Exel yang tidak sempat menghindar merasakan perih di wajah, bahkan bibirnya sampai pecah hanya dengan satu pukulan Devano. Cih! Ia membuang air liurnya yang terasa amis sembari mengelap bibirnya yang berdarah, lantas menatap Devano dengan senyum devilnya.

"Di mana Keysa? Kau apa kan dia?" hardik Devano lagi dengan tangan yang sudah bersiap memukul muka Exel sebelah lagi.

Namun, dengan cepat Exel menangkis tangan yang sudah mengepal itu. Kemudian, membalas memukul Devano, membuat mereka saling baku hantam.

Sementara itu, Keysa yang masih berada di bawah jalan menyunggingkan senyum saat mendengar suara Devano. Keysa lantas memanggil nama lelaki itu, meminta bantuan.

"Dev, tolong! Dev, tolong aku! Tolong!"

Devano yang sedang membabi buta memukuli Exel langsung menghentikan pukulannya begitu mendengar teriakan Keysa. Exel pun tidak menyia-nyiakan kesempatan, lelaki itu lantas memukul Devano yang pikirannya sudah teralihkan. Hingga sebuah pukulan mendarat di perut Devano dan membuatnya terhuyung, jatuh, tetapi Devano sama sekali tidak melawan. Ia langsung berdiri dan berlari ke arah Keysa.

"Key, kau di mana?" teriak Devano.

"Aku di sini! Tolong aku!"

Devano mengikuti arah suara Keysa dan betapa terkejutnya saat melihat Keysa dalam keadaan yang menyedihkan. Keadaan Keysa sudah sangat berantakan, baju putihnya sudah bercampur tanah dengan bagian bawah yang sudah tinggal selutut, hingga memperlihatkan warna kulit dan kaki yang sangat kontras, seakan-akan Devano melihat dua orang berbeda dalam satu tubuh, atas coklat kehitaman sedangkan bagian bawah putih mulus.

"Kenapa malah diam? Tolong aku!" ucap Keysa yang sedang berpegangan pada pohon, saat melihat Devano yang malah terdiam di tepi jalan memperhatikan dirinya. Salah langkah sedikit saja, Keysa bisa terjun bebas ke jurang.

"Iya, tenanglah aku akan menolongmu!" ujar Devano.

Ia berjongkok sembari mengulurkan tangannya ke arah Keysa, meminta gadis itu untuk meraih tangannya. Akan tetapi, jaraknya dan Keysa terlalu jauh, Keysa tidak bisa meraih tangan kekar itu.

"Shitt!" Devano sedikit mengumpat.

Dengan sebelah tangan berpegangan pada pohon, Devano juga merangkak turun sedikit supaya Keysa bisa meraih tangannya.

Namun, tiba-tiba tubuh Devano di dorong oleh Exel, hingga tangan Devano terlepas dari pohon yang dijadikan pegangan dan ia pun terguling. Untung saja, kaki Keysa segera menghadang tubuh Devano, sehingga lelaki itu tidak sampai terjatuh ke jurang.

Sementara itu, Exel yang melihat keadaan menyedihkan Devano dan Keysa menyunggingkan senyum liciknya penuh kemenangan.

"Selamat bersenang-senang di sana. Kalau sudah pegal lepaskan saja pegangannya. Nanti kalian akan merasakan terbang dari ketinggian. Tenang saja tidak akan sakit." Exel berseringai, lalu meninggalkan Keysa dan Devano yang sedang kesusahan untuk kembali naik ke jalan.

"Aku pasti akan membalasmu!" teriak Devano.

Exel yang sudah melangkah beberapa langkah menghentikan langkahnya sejenak. "Aku tunggu. Itu pun kalau kau masih selamat," gumamnya, lalu berjalan lagi.

Di tempat Keysa dan Devano. Keysa yang sudah berpegangan pada batang pohon kecil sangat lama merasakan tangannya sudah semakin pegal. Ditambah lagi, sekarang Devano berpegangan pada kakinya, membuat beban pada tangan Keysa semakin berat.

"Sepertinya kita tidak akan bisa menghadiri pesta ayahmu," ucap Keysa.

"Kita akan hadir di sana, bagaimana pun caranya." Devano menjawab dengan wajah yang serius.

"Bagaimana mo hadir, kalau kita terjebak di sini? Yang ada bukannya sampai di acara pernikahan ayahmu, tapi kita sampai di surga." Keysa menoleh ke bawah, dilihatnya tebing tempat mereka berada sangat dalam dan curam. Keysa menelan salivanya sendiri,

"Pasti ada cara untuk bisa naik ke jalan. Tenang saja kita pasti selamat."

"Semoga saja," jawab Keysa. Akan tetapi kalau Keysa jujur pada dirinya sendiri, ia tidak yakin akan selamat. Semakin lama, tangannya semakin tak sanggup lagi menahan beban tubuhnya dan Devano, tetapi ia juga tidak mau mati konyol seperti itu.

Devano yang masih berpegangan pada kaki Keysa pun berusaha merangkak, meraih pohon yang juga dipegang Keysa. Namun pergerakan lelaki itu hanya bisa sampai pohon yang dipegang Keysa. Jarak dari sana ke jalan masih agak jauh, tidak bisa tergapai kalau tidak menggunakan pegangan. Hanya berteriak meminta tolong yang bisa dilakukan Keysa dan Devano, berharap ada orang yang mau mendengar teriakan mereka.

Setelah setengah jam terjebak bergelayut di tebing, mereka mendengar ada suara ambulans yang semakin mendekat.

"Ambulans yang kupanggil sudah menuju ke sini." Devano bernapas lega saat mendengar suara ambulans mendekat, mereka akan segera selamat.

"Aku sudah gak kuat, Dev!" ucap Keysa sangat pelan dan lirih. Tangannya sudah kehabisan tenaga.

"Bertahanlah sebentar lagi." Devano melirik gadis di sampingnya yang terlihat sudah sangat kelelahan.

Akan tetapi, Keysa yang sudah lebih lama bergelayut di pohon kecil itu dengan kaki yang menggantung merasakan tangannya sudah tidak berasa dan akhirnya benar-benar terlepas dari pegangannya. "Aaa ...."

"Key!" pekik Devano.

1
Suardi Suardi
astaga naga.....🤣😂menghibur sekali beda dri cerita yg lain
Suardi Suardi
🤣😂🤣😂ngakak terus ka bela..
mutiyah wiyono
Kesya itu bego atau gimana, mau2 nya ditindas, gk cocok, seharuse jujur aja ke dev
Wulan Bahrain
udah kayak film india aja ini thor mah hadeuuhhhhh
Roseanne
Devano sifat manja ya kek laki kecilku🤣🤣
Juhrani Juhrani
bagus 👍👍👍
Alya Yuni
Mati aja kau Keysa jdi prmpuan jngn murahn
Alya Yuni
Kau murhan Keysa
ko Thor biar si Keysa mcm prmpuan murahn
Alya Yuni
Mkanya jdi prmpuan baik jngn prgi clube
msa si Thor suka sngat prgi clube
Eka Wati
Rumit
M'oiselle Caels
huhhhh zian.
M'oiselle Caels
masih narsis.
Azlina Ab aziz
Terima kasih kerana telah menghasilkan karya yang baik .Saya dr Malaysia juga dapat memahami gaya Dan bahasa penulisan..
Indri Ary
Lanjutannya kak lagi seru juga
Eghe
helikopter mati trus masih sempet terjun payung?? hahaha lucu gak masuk akal banget, ngada2 aja loe thot
Shee Chewe Leo Thea: maaf kalau banyak plot hole, Kak. kerangka cerita diberi oleh pihak NT, saya hanya mengembangkannya. 🙏🙏
total 1 replies
Anonymous
Udah gak masuk akal ceritanya, ngelantur, apa susahnya ngebatalin taruhan klo udah tau devano curang? Aisshh, logikanya keman thor??
Eghe
ini keysa tolol apa bloon sih thor? gampang banget dibohongin musuh2nya, gak alea, ceryl, exel, udah tau mereka ular kepala 2, masih aja mao ikut diajak pergi
Eghe
mulai gak asik nih cerita pake masuk plot game, jadi gak seru gak nyambung dan bikin bosen bacanya
Lela
halu ini sihhhh🤣
Lela
memangnya bisa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!