NovelToon NovelToon
The Horn Land

The Horn Land

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:326
Nilai: 5
Nama Author: Sutrisno Ungko

fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Owen Ghie

1

Owen Ghie

Owen Ghie kini sudah berusia 57 tahun, tinggal di sebuah Desa yang damai di luar kota Oldtown di Lemuria. Desa ini adalah bagian dari koloni besar Kekaisaran. dan menjadi salah satu provinsi termiskin negara itu. Dulunya ia tinggal di Desa ini bersama istrinya, Elia Otaria (Elia meninggal tiga tahun lalu) dan putra semata wayang Ommer Ghie yang kini berusia 25 tahun , pemuda gagah perpaduan Adara dan Grande yang kini dekat dengan salah seorang putri tuan tanah di wilayah ini. keduanya merencanakan pernikahan tak lama lagi.

Kesehariannya kini dilewatkannya dikebun yang tak jauh dari rumahnya, ia kini tak lagi memikirkan politik kekaisaran. Ia sudah banyak menulis perjalanannya, Serta fikirannya yang diberinya judul ; Bejana Fikiran, tentang segala sesuatu yang ia alami semasa muda, terutama mimpinya tentang kemerdekaan The Horn Land.

Pada suatu hari 6 tahun lalu, semasa dipenjara, ia bertemu dengan seorang pejuang lain yang berasal dari pulau The Horn Land, bernama Jhuma. Sejak saat itu keduanya menjalin persahabatan. Jhuma hanyalah seorang pejuang kelas prajurit semasa membantu para pemberontak, namun pertemuannya dengan Owen perlahan membentuk sikap baru bagi Jhuma yang berpengetahuan terbatas. ia punya keterampilan bertarung yang jauh lebih baik dari Owen . Ia dipenjara selama 5 tahun. Kemudian kembali ke The Horn Land dan menjadi pedagang.

Beberapa tahun kemudian saat Owen sudah dibebaskan dari penjara ia bertemu kembali dengan Jhuma yang datang lagi ke Lemuria bersama rombongan pedagang lain. Jhuma kini sudah berusia 52 tahun saat bertemu pertama dengan Owen . Setiap kali ke Lemuria selalu menyempatkan bertemu Owen . dan membicarakan banyak hal disamping tujuan Jhuma berdagang. dan dalam banyak kesempatan itu, muncul pembicaraan politik antara mereka berdua yang sama-sama berasal dari Pulau The Horn Land dengan suku yang sama yakni ; Adara.

Jhuma, banyak menceritakan keadaan di pulau The Horn Land yang semakin memperihatinkan. di masa pemerintahan kekaisaran yang tak adil dan memandang rendah suku mereka yang sebenarnya adalah penguasa The Horn Land sebelum hadirnya para penakluk kekaisaran. ketimpangan ekonomi, perbudakan, pemaksaan kehendak para pendatang, dan tiadanya kesempatan penduduk lokal untuk bekerja menjadi isu besar disana, serta hukum yang tak lagi adil.

Jhuma menceritakan ada keinginan dari para kepala keluarga dari suku Adara untuk mengangkat senjata melawan kembali kekuasaan Kekaisaran seperti yang pernah dilakukan para pejuang 50 tahun lalu. namun segala upaya selalu dihambat penguasa-penguasa kota yang menjadi perangkat pemerintahan kekaisaran dan tak adanya dukungan dari keluarga-keluarga lain baik sesama suku Adara maupun suku lain yang ada dipulau itu. para perusuh kemudian ditangkap, diasingkan bahkan dibunuh. ada beberapa yang beruntung dibawah ke Pulau Lemuria dijadikan budak atau pelayan atau pekerja di pusat -pusat kota kekaisaran.

Owen mengungkapkan ia memang menjadi salah satu Perwira dan Politisi kekaisaran karena keluarganya diberikan kesempatan oleh para pejabat dipusat pemerintahan, karena status keluarga istrinya. Ia juga mendapat keistimewaan karena ayahnya adalah Kepala Suku Adara. Dari keluarga tua Ghie.

“Aku tiba di Lemuria bersama beberapa anak yang lain. Untuk dijadikan jaminan akan kesetiaan The Horn Land bagi kekaisaran, seperti tradisi-tradisi sebelumnya, kami tumbuh besar disini, dan mengabdi. namun seiring tumbuhnya pemahaman kami pada keadaan, dan bagaimana kekaisaran memberikan perlakuan yang berbeda bagi para pengabdi, serta rakyat negeri koloni. Aku akhirnya punya cita-cita untuk menyuarakan kebebasan bagi negeri kita. Namun bertahun-tahun upaya itu dilakukan aku selalu gagal” cerita Owen .

Ia menerawang dan mengingat akan apa yang dialaminya. Terutama saat dimasukan ke dalam penjara. Dan upaya keluarga istrinya untuk membebaskannya. Serta keinginan istrinya untuk ia menghentikan semua mimpinya itu.

“Selalu ada keinginan itu. yang terpelihara dalam fikiran untuk bisa berbuat pada tanah air tercinta. Karena para pejuang dimasa lalu juga melakukan ini semua. Bahkan mengorbankan nyawa sekalipun. Dan kita pada generasi ini belum melakukan apa-apa. ”

Mendengarkan cerita Owen ini, timbul niat dari Jhuma untuk mengajaknya kembali untuk mengobarkan lagi perlawanan suku Adara di Pulau The Horn Land.

“Tak ada kata terlambat untuk kita berbuat Ser…yang kita butuhkan saat ini adalah memulai perjuangan langsung dari sana, dari tanah kelahiran. Bukan lagi dengan kompromi namun dengan mengangkat senjata. ”

Namun Owen menolak, selain karena faktor usia, ia juga merasa bahwa kekuatan kekaisaran juga tak mudah untuk ditaklukan. ia juga tak punya bayangan sekuat apa warga Adara mengangkat senjata saat perlawan itu dimulai. faktor lain, karena istri Owen juga adalah warga asli Lemuria, ia tentu tak berniat pergi dari tanah kelahirannya.

“Mohon dipertimbangkan kembali, untuk masa depan tanah air kita..” harap Jhuma ia kemudian pamit kembali ke The Horn Land.

Waktu berjalan, setahun kemudian. Jhuma kembali datang kali ini membawa seorang kesatria Adara yang juga menyamar menjadi pedagang bernama Regen Manollion. usianya lebih muda dari Owen dan Jhuma. Regen berusia 40 tahun. dari Regen yang adalah seorang patriot, Owen mendapatkan informasi bahwa kantong-kantong perlawanan sudah siap di The Horn Land, namun tak ada sosok yang bisa menyatukan kekuatan itu. menurutnya dalam 10 tahun, sudah terjadi 5 kali upaya kudeta warga terutama suku Adara. namun selalu gagal karena tak adanya pemimpin yang kuat. mendapatkan kabar dari Jhuma, ia memilih ikut ke Lemuria untuk bertemu Owen yang adalah keturunan kepala suku Adara. dan pengalamanya sebagai salah seorang perwira di kekaisaran diharapkan bisa menjadi modal yang bagus untuk memulai. Regen dan Jhuma juga siap mengumpulkan para pejuang yang lain.

“Ada belasan keluarga sudah siap memulai perlawanan. Namun tak ada sosok besar diantara mereka, bahkan beberapa kali permasalah timbul karena perebutan kuasa dan pengaruh antara keluarga itu.. namun inti dari semua itu, tak ada waktu lagi untuk menunda mimpi besar kita bersama, bagaimana suku Adara pewaris The Horn Land bisa menjadi tuan tanah di negeri sendiri. Karena saat ini tak ada satupun kota yang dikuasai suku kita, bahkan di pulau Selatan, Sebagian besar sudah menjadi wilayah suku penjajah yang terus bermigrasi dan diberikan kesempatan oleh kekaisaran membuka pemukiman disana..” jelas Regen.

“Aku datang diajak oleh Ser Jhuma untuk dipertemukan dengan tuan. Sebagai pewaris darah penguasa lampau. Marilah kita pulang. Kita akan memulai perjuangan itu, Lemuria bukanlah negerimu..” kata Regen lagi setengah memaksa. Ia memang adalah seorang kesatria di The Horn Land, dan mengabdi pada salah satu penguasa kota. Namun situasi yang menurutnya menjelang perubahan besar di tanah kelahirannya mempertemukannya dengan Jhuma. Seorang pedagang yang juga andalah mantan prajurit kota. Yang punya kegelisahan yang sama terkait perkembangan yang ada di The Horn Land.

Owen meminta waktu untuk berfikir dan membicarakannya dengan sang istri,.

1
Widiarto Andu
👍
Widiarto Andu
𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐢𝐡..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!