18+🔥
Sekuel dari suamiku anak SMA 1.
disarankan membaca suamiku anak SMA 1 dulu ya, biar nggak bingung😊
Menikah diusia muda, bukanlah sebuah keinginan atau bahkan cita-citanya.
Namun, pertemuannya dengan seorang sahabat dari neneknya, membuat Kinar mau tidak mau harus menikah dengan cucunya yang masih berstatus pelajar SMA.
Bagai mana kedua insan muda itu menjalani kehidupan rumah tangganya.
Simak kisahnya ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mawarjingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa bersalah
Hari sudah semakin sore, bahkan Cafe itu sudah mulai sepi, hanya tinggal beberapa karyawan laki-laki yang tersisa, sedang membersihkan area tersebut.
Dan ia yakini, Kinar pun sudah tak lagi berada disana.
El melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, membelah jalanan ibukota, yang sedikit lengang, tidak terlalu ramai seperti biasanya.
El memarkirkan motornya didepan teras rumah, bersamaan dengan Nada yang keluar berpakaian rapi dengan di temani Kinar disampingnya.
"Mau kemana bun?" ujar El sembari menoleh kearah Kinar, yang melengos memalingkan wajahnya.
"Mau ke rumah tante Rani, bunda pinjem Kinar sebentar ya?"
"Biasanya juga bareng ayah."
"Ayah kamu belum pulang, masih banyak kerjaan di kantornya."
"Gimana penampilan istri kamu, cantik banget kan El?" lanjut Nada, dengan mata mengerling.
El kembali menoleh pada Kinar, yang lagi-lagi memalingkan wajahnya, sore ini gadis itu begitu cantik dengan dress berukat berwarna Gold diatas lutut, yang memperlihatkan lekuk tubuh indahnya, serta menggunakan heels dengan warna yang senada.
"Bajunya nggak ada yang lain?" tanya El, Meski ia sendiri yakin, jika Kinar tak akan merespon ucapannya.
"Memangnya kenapa sih El, ada masalah dengan bajunya? bagus kok, cantik! orang bunda sendiri yang beliin di butik langganan bunda." Sambar Nada.
"Tapi bun?"
"Udah ah, kelamaan ngobrol Sama kamu, nanti bunda telat lagi."
"Bun?!" teriaknya, saat kedua wanita berbeda usia itu memasuki salah satu mobil yang dikeluarkan oleh supir pribadinya Ando, dari dalam garasi.
El kembali berdecak, saat mobil yang ditumpangi keduanya menghilang dalam pandangannya.
"Kusut amat tuh muka!" ujar Satya yang sedang duduk disofa, memangku toples yang berisi keripik kentang ditangannya.
"Abis dari mana sih lo bang,?" lanjut Satya ketika menyadari bahwa El masih menggunakan seragam sekolahnya.
"Biasalah!" balasnya, sembari menyambar toples dari pangkuan adiknya.
"Ngambil sendiri dong bang, punya gue itu!" Satya merebut alih toples tersebut.
"Pelit lo!" El pun beranjak mengambil toples yang lain, yang berada di atas meja.
"Lo tahu nggak bang, tadi kak Kinar pulangnya di anterin cowok, cakep lagi!"
Deg!
El hampir saja menjatuhkan toples yang berada dipangkuannya.
"Keknya lo bakalan banyak saingannya deh bang." lanjut Satya sembari terkekeh.
"Pada ngomongin apaan sih lo berdua, serius banget?" ujar Satria yang baru saja datang, entah dari mana.
"Bagi dong Sat," mencomot beberapa keping keripik dari pangkuan Satya.
"Bunda kemana sih, kok sepi?" tanyanya, sembari mengunyah keripik dengan mulut penuh.
"Lagi ke acara ulang tahunnya bang Ronald, anak tante Rani,"
"Bang Ronald itu, kalau nggak salah, sekelas sama elo kan bang, disekolah?" Satria menoleh kearah El, yang sedang menatap kosong kesembarang Arah.
"Woyy bang!" Satria mengguncang-guncangkan tubuh El.
"Elaahh apaan sih lo!" El menepis tangan adiknya.
"Ngelamunin apaan sih lo, dari tadi bengong terus, kek orang lagi mikirin kreditan aja."
"Berisik lo!" ketusnya.
"Ngambekan terus, gue tuh kadang suka mikir gini deh bang, kak Kinar kok mau-maunya gitu, married sama elo, secara elo tuh kagak ada manis-manisnya sama sekali, iya nggak sat?"
"Bener banget!"
Tak tahan mendengar ocehan kedua adiknya, El pun bergegas masuk kekamarnya.
..
El mondar-mandir didalam kamarnya, menunggu Kinar yang tak kunjung pulang, padahal jam sudah menunjukan pukul 21:00 malam.
Ia pun memutuskan untuk merebahkan tubuhnya diatas ranjang, sembari menunggu kedatangan Kinar.
Hingga suara deru mesin mobil yang memasuki halaman rumahnya, membuat El seketika menegakan kembali tubuhnya, lalu bersender dikepala ranjang.
Tak lama pintu kamar pun terbuka, menampilkan sosok menawan yang seharian ini sudah membuat kepala serta hatinya berkecamuk tak karuan.
Kinar berjalan melewatinya begitu saja, seolah tidak melihat keberadaannya, mengambil baju tidur miliknya Dan bergegas memasuki kamar mandi.
El yang sempat ingin protes mengenai baju yang dikenakannya saat ini pun ia urungkan, saat melihat raut wajah Kinar yang masam, dan tak seperti biasanya.
"Kin,?" ucapnya, saat gadis itu mulai menaiki ranjang, dan merebahkan tubuhnya.
Kinar memandangnya sebentar, lalu detik kemudian ia mengambil headset dan memasangkannya dikedua kupingnya, kembali merebahkan tubuhnya membelakangi El.
El mengusap wajahnya gusar, memandangi punggung Kinar, yang kini sudah bergerak naik turun dengan nafas teratur, yang menandakan, bahwa gadis itu sudah terlelap.
El menghela nafasnya, lalu mengambi headset yang menutupi kedua kuping istrinya, dan menyimpannya diatas nakas.
"Maafin gue!" ucapnya dengan suara lirih, lalu ikut terlelap disamping Kinar.
Esok harinya, El kebingungan, karena tidak menemukan sosok Kinar disampingnya, ia meraba seprei bekas Kinar tidur semalam, yang ternyata sudah dingin, menandakan bahwa Kinar sudah lama pergi.
El kembali mengusap kasar wajahnya, lalu bergegas memasuki kamar mandi.
"Kinar udah berangkat pagi-pagi banget tadi, katanya hari ini dapet tugas dari bu Sandra, bantuin si Agung temannya, beli bahan-bahan untuk keperluan Cafe." ucap Nada, ketika El baru saja mendudukan tubuhnya dikursi meja makan.
El mengangguk, dengan raut wajah tak bersemangat.
"Kok loyo gitu sih El, kamu berantem sama Kinar, soalnya bunda perhatiin sewaktu dipesta semalem, Kinar juga diem aja, nggak ceria kaya biasanya."
"Bang El sih, kebanyakan masang muka datar, jadi sebel kan kak Kinarnya, gue bilang juga apa, mukanya dibikin manis dikit, biar kak Kinar lihatnya kagak horor-horor banget gitu!" sambar Satya, sembari mengunyah sarapannya.
"Terus mulutnya, sekali-kali di cuci pake air gula, biar ngomongnya kagak pedes-pedes ba_"
"Udah Sat, kamu jangan ikut-ikutan deh, cepet habisin makanan kamu, habis itu langsung berangkat sekolah!" potong Nada pada Satria yang sedang nyerocos, menimpali ucapan satya.
"Dan kamu El, pulang sekolah jangan mampir kemana-mana, langsung pulang kerumah, karena ada beberapa hal yang musti bunda bicarain ke kamu."
"Tapi bun?!"
"Nggak ada tapi-tapian, pokoknya pulang sekolah, langsung pulang kerumah, titik nggak pake protes-protesan!"
"Mengerti?" lanjutnya dengan nada penuh penekanan.
"Iya bun."
Di meja yang sama Ando menikmati makanan nya, tanpa merasa terganggu dengan suara petir sang istri, yang selalu menggelegar di pagi hari, ketika menasehati ketiga anak laki-lakinya.
Selama ini Ando memang mempercayakan mendidik anak-anak pada Nada, karena menurut Ando anak-anak lebih takut pada Nada, ketimbang dirinya.
..
Di tempat lain, Kinar dan Agung sedang memasukan beberapa bahan persediaan untuk Cafe, kedalam mobil khusus belanjaan.
"Nar, kamu kenapa sih, perasaan aku perhatiin dari tadi kok diem terus, biasanya kamu paling cerewet lho, Terutama di bagian memilih daging."
"Entahlah Gung, mungkin aku lagi nggak enak badan aja kali ya!"
"Kamu sakit Nar?"
"Nggak Gung, aku baik-baik aja kok!"
"Yakin?" tanyanya memastikan.
"Beneran."
"Ngomong-ngomong, pulang yuk Gung, takut udah ditungguin."
"Ayo!" keduanya pun memasuki mobil, dan melajukannya menuju Cafe, tempat keduanya bekerja.
.
.
mampir Thor 🙋
Langgeng selamanya ya El dan Kinar
Gerem banget sama sikap EL
Lagian masih bocah ingusan udah kepengen jadi ayah di kira gampang banget kali jadi sosok ayah wkwkka
Kinar belum siap hamil dan kamu EL jangan memaksakan kehendak kamu yg dimana kamu menginginkan Kinar hamil
Kalo Kinar belum siap ya udah tunggu dia siap hamil
Nada cuma bisa marahin anak anak doang tapi masak kaga tau 🤣🤣🤣🤣🤣
Like Father like son wkwkwk
Ando masih SMA udah menikah lalu EL masih SMA pun malah menikah wkwkwk kocak
Kinar kaga siap jadi ibu muda nich
Jangan bilang kalo Andra suka sama Kinar
Kinar harus bisa jadi nyonya bos okeh
Bos muda wkqkwkkq
Gawat Agung bisa di pecat EL kalo suka Kinar wkwkkqkw
Kasian banget ya Kinar harus di tinggal ayah kandungnya dan kini Kinar di sayang sama Ando