Natasya Callissa Atmadja seorang mahasiswi cantik semester enam berusia dua puluh tahun berpacaran dengan Richo Sbastian, mahasiswa tampan dan sangat populer tapi sayang Richo malah mengkhianatinya. Pengkhianatan yang dilakukan Richo membuat Callissa trauma untuk berpacaran dengan lelaki yang populer.
"Ca tampan banget sumpah, katanya dia itu cowok paling tampan dan populer di Universitas Tunas Bangsa" ucap Olivia sahabat Callissa.
"Ga perduli, udah jangan mau sama yang terkenal. Pacarnya dimana-dimana" ucap Callissa pergi.
Tapi tanpa diduga Callissa telah kembali jatuh hati pada sosok pria tampan dan juga populer yang tak lain adalah sahabat kakaknya sendiri. Akankah Callissa kembali menjalin asmara dengan sosok laki-laki yang selalu ingin dia hindari?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yes.im'emil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UNEXPTDL BAB 15
"Reynan dimana Bi?." tanya Dava saat sudah sampai dirumah.
"Dibelakang den, lagi ngajarin non Callissa main basket." jawab Bi Een.
Dava pun akhirnya langsung menghampiri mereka. Terlihat sahabatnya itu memang benar tengah mengajari adiknya bermain basket. "Wih ada apa nih dek? Tumben belajar basket." ucap Dava.
Reynan dan Callissa pun menghentikan permainan mereka dan menghampiri Dava yang tengah duduk di kursi yang ada disana. "Emang aku tuh pengen belajar, Kakak aja yang ga pernah ngajarin aku." ucap Callissa sebal.
"Loe kan cewek jadi ga perlu. Eh muka loe kenapa Rey?." tanya Dava ketika melihat wajah Reynan yang sedikit biru dibagian ujung bibirnya.
Callissa yang mendengar pertanyaan Dava kini menjadi resah, takut Reynan mengatakan jika itu semua terjadi karena Richo yang memukulinya. Callissa pun menatap Reynan dengan penuh harap agar tidak mengatakan kejadian yang sebenarnya.
"Oh ini? Loe tau kan kalau ada bokap, gue pasti berantem." jawab Reynan gugup sambil memegang bagian wajah yang luka.
Callissa menghembuskan nafasnya merasa lega mendengar jawaban Reynan. "Loe tuh kebiasaan Rey." ucap Dava yang hanya dibalas senyuman kaku oleh Reynan.
Memang benar jika hari ini orang tua Reynan kembali ke Indonesia dan tadi pun dia telat menjemput Callissa karena harus menemui orang tuanya di rumah. Tapi dia tidak benar-benar bertengkar dengan Ayahnya, walaupun memang kadang Reynan mendapatkan pukulan dari Ayahnya ketika dia membangkangnya.
"Ohya Bima katanya mau kesini." ucap Dava.
Dava pun masuk kembali ke dalam meninggalkan Reynan dan Callissa, ketika Reynan akan mengikuti Dava, tangannya ditahan oleh Callissa.
Reynan menatap Callissa bingung. "Kak makasih ya." ucapnya sambil tersenyum manis dan masih memegang tangan Reynan.
"Iya sama-sama." balas Reynan.
Reynan menatap Callissa kemudian menunduk melihat tangan Callissa yang tidak lepas menggenggam pergelangan tangannya. "Kita ga lagi mau nyebrang kan Ca?." tanya Reynan yang membuat Callissa malu dan langsung melepaskan genggamannya.
Callissa hanya berdecih sebal sekaligus malu saat Reynan mangatakan itu, langsung saja Callissa pergi meninggalkan Reynan. Sementara laki-laki terkekeh melihat tingkah Callissa.
***
Sore hari Callissa akan pergi ke luar bersama sahabatnya dan saat akan keluar dari rumah dia melewati ruang keluarga yang disana terdapat Dava, Reynan dan juga Bima. Tentunya Bima yang melihat Callissa tidak menyia-nyiakan waktu untuk menggoda gadis cantik itu.
"Uh udah cantik banget, mau kemana nih Ca?." tanya Bima dengan genit.
"Eh ada Kak Bima juga, mau jalan sama temen." jawabnya.
Callissa mengedarkan pandangannya merasa ada sesuatu yang kurang. Dia tidak melihat sahabat kakaknya yang satu lagi yaitu Nathan. "Ko tumben lagi ngumpul tapi ga ada Kak Nathan?." tanyanya.
"Ga tau nih dia lagi ada urusan katanya." jawab Bima.
"Oh. Yaudah aku berangkat dulu ya Kak." pamit Callissa pada semuanya.
"Hati-hati dek." ucap Dava.
"Kalau ada apa-apa hubungin gue ya Ca, gue siap dua puluh empat jam buat loe." goda Bima yang hanya disenyumi Callissa sedangkan Dava hanya berdecih kesal ketika mendengar ucapan sahabatnya.
**
Tiga puluh menit kemudian kini Callissa sudah sampai di Mall. Callissa langsung menghampiri sahabatnya yang sudah menunggunya. Rencananya sore ini mereka akan nonton bersama.
"Gue ga telat kan?." tanya Callissa sambil tersenyum.
"Heem engga, yaudah ayo kita masuk." ajak Safira pada Callissa, Marsha dan juga Nayla.
"Eh eh tunggu, itu Oliv kan?." tanya Nayla sambil menunjuk pasangan yang akan masuk ke dalam studio.
"Sama siapa dia?." tanya Marsha.
"Itu bukannya Kak Nathan?." gumam Callissa.
"Ayo kita samperin dia." ajak Safira hendak pergi namun dicegah oleh semua sahabatnya.
"Tunggu, udah biarin aja. Kasian jangan ganggu orang lagi pdkt. Besok aja kita sidang Oliv." ucap Callissa.
Callissa dan ketiga sahabatnya itu segera masuk karena sebentar lagi film akan diputar.
**
Semenjak tau Olivia telah resmi berpacaran dengan Nathan yang tak lain adalah sahabat Kakaknya. Callissa selalu dipaksa oleh Olivia untuk ikut bergabung bersama mereka.
Seperti malam minggu ini, Callissa dipaksa untuk ikut menemani Olivia yang akan menonton latihan basket tim Universitas Tunas Bangsa.
"Tuhkan gue malah ditinggal, jadi nyamuk aja terus." ucapnya kesal ketika Olivia menghampiri Nathan yang sudah selesai latihan.
Begitupun dengan Dania, gadis itu juga menghampiri Kakaknya Dava memberikan minuman segar dan handuk kecil untuk mengelap keringatnya. "Gue samperin siapa dong?." gumamnya dengan nada dibuat sedih.
Tiba-tiba terlihat Reynan yang sedang berjalan menuju ke arahnya dan ternyata benar kini Reynan duduk di samping Callissa. "Mana minuman buat gue?." tanya Reynan.
Callissa mengernyitkan dahinya bingung. "Minuman apa?." tanyanya.
"Sahabat loe samperin Nathan, Dania nyamperin Dava dan tuh si Intan juga nyamperin Bima ngasih minuman. Loe ga akan gituh kaya mereka ke gue?." ucap Reynan.
"Dih mereka kan pacaran." ucap Callissa malas.
"Terus loe mau pacaran sama gue?." tanya Reynan yang membuat Callissa terkejut dan kini menatapnya bingung.
"Becanda ko, ga usah gituh mukanya. Kasian aja gue loe sendirian, yaudah ayo ikut gue pergi." ajak Reynan memegang pergelangan tangan Callissa.
"Gue mau ko Kak. Astaga apaan sih loe Callissa. Kak Reynan itu cuman godain loe doang." gumamnya dalam hati.
Reynan mengajak Callissa pergi ke cafe yang ada di depan tempat mereka latihan. Saat tadi melihat Callissa sendirian, Reynan merasa kasihan dan ingin sekali menghampirinya oleh sebab itu sekarang dia mengajak Callissa ke tempat ini.
**
Semakin hari hubungan Callissa dengan Reynan semakin dekat karena Callissa yang sering ikut bergabung bersama mereka. Setiap jalan bersama mereka, pada akhirnya mereka akan berpasang-pasangan, Dava bersama Dania, Nathan bersama Olivia dan kadang Bima mengajak Intan sehingga pada akhirnya Callissa akan sendirian dan beruntung ada Reynan yang selalu menemaninya.
Tentu saja kebersamaan itu membuat perasaan Callissa kepada Reynan semakin tidak bisa dikendalikan. Callissa sudah dapat memastikan bahwa perasaannya bukan hanya sekedar rasa nyaman kepada kakak. Tapi dia telah jatuh cinta kepada Reynan.
Walaupun begitu Callissa tidak ingin terlalu berharap lebih jika Reynan memiliki perasaan yang sama dengannya. Karena dia sendiri tau Reynan masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya yaitu Tasya.
Sementara Reynan sendiri merasakan hal yang sama dengan Callissa, hanya saja dia masih bimbang dengan perasaannya sendiri. Disatu sisi dia masih belum bisa melupakan Tasya dan disisi lain dia merasa nyaman ketika bersama Callissa.
Tapi walau pun pada akhirnya Reynan benar-benar mencintai Callissa, rasanya akan terasa sulit bagi mereka memiliki hubungan. Bagaimana pun Dava pasti tidak akan membiarkan adiknya berpacaran dengan Reynan yang jelas-jelas dia tau Reynan orang yang seperti apa.
***
Reynan.
Callissa.
Nathan, Reynan dan Bima.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan kasih rate bintang lima yaa🙏
Terimakasih💚💚💚
bagus thor😀😀😀
cemNgat thoorrrr😀😀